Wanitaku

Wanitaku
Kuntil Anak mulai berulah


__ADS_3

Aku permisi minta ijin duduk. Viera menatapku,seperti tidak suka. Seketika dia duduk di depanku.


"denada? Katakan,apakah Tuan Dedi adalah sugar daddy mu?" pertanyaan yang to the point. Membuatku kaget.


Aku,hanya menjawab dengan anggukan. Lalu dia tiba-tiba menggegam erat tanganku. Kedua matanya menjadi imut sekali. Ada apa ini???? Pikirku.


"Denada,katakan. Bagaimana caranya,agar aku bisa mendekati Tuan Dedi. Aku sudah lama,mencintai dirinya?" katanya dengan nada semangat.


What,apa dia sedang melamar jadi ibu tiriku?. Aku bolehkan,menyesatkan orang ini. Atau aku kerjai saja dirinya. Batinku seketika...


Siapa yang mau punya ibu tiri? Sudah lama aku tidak main-main. Lalu aku tersenyum jahat. Seperti setan yang tengah senang,berbisik menggoda manusia.


"Tuan,sangat suka. Wanita yang seperti diriku. Bisa naik montor,ya begitulah kira-kira. Dia sangat suka yang ekstrim,saat di ranjang. Lihatlah... Tanganku" kataku memperlihatkan pergelangan tanganku yang membiru,karena ulah Arka.


"kenapa seperti menakutkan begitu?" kata Viera,mengeluarkan Ekspresi takut.

__ADS_1


"Dia duda,wajarkan jika dia buka puasa. Terlebih lagi,miliknya sangat besar. Dia tidak cukup hanya 1 atau 2 ronde. Hum 7 sampai 9 ronde setiap malamnya. Kau bisa bayangkan sendiri saat menjadi nyonya Dedi. Makanya istrinya meninggal muda" kataku sembrono,jika papi mendengar. Pasti kepalaku langsung di jitak. Black card langsung di sita.


"serem sekali,aku menyerah saja. hanya mendengar saja aku sudah tidak sanggup. Apa lagi melayani,ngmong-ngmong. Apakah kamu melayani tuan,setiap malam?" tanya Viera polos.


"Tentu saja,makanya... Kemaren sebelum jam pulang kerja. Aku sudah pulang lebih awal. Yah itu semua akibat ulahnya,pinggangku sudah tidak kuat untuk bekerja" cerocosku,semakin ngawor.


Mendengar hal itu,Viera menjadi mundur. Dia tidak lagi mengidolakan papi. Sungguh wanita polos sekali. Mana ada di dunia ini,yang bermain sampai 9 ronde hehehe. Aku terkekeh sambil merapikan berkas.


Ting


Pesan masuk ke whatsappku...


Sialan,dia benar-benar sangat pandai menggodaku. Ulang tahun wilson? Aku akan hadir dan memberikan hadiah untuknya. Aku juga akan tahu, istri bule itu.


Aku harus mengerjai dirinya,agar dia tahu. Wanita itu sangat berharga. Main-main aja tahu. Apa tidak kasihan dengan istrinya. Umpatku kesal.

__ADS_1


Ehhh tunggu-tunggu. Dia bilang,membangunkan sesuatu yang sudah lama tertidur? Apa itu,pikirku masih bingung. Lalu aku berfikir,mungkin saja dia seorang duda. Kalau dia punya istri,tidak mungkin wilson,memanggilku mommy.


Aku terus.... bertanya pada diriku sendiri. Sungguh menjengkelkan. Setiap hari aku hanya memikirkan dirinya. Aku melamun di meja kerjaku. Hadiah apa,yang harus aku berikan padanya...


"nona denada,tuan mengajak anda keluar" Ariyanto memanggilku,membuyarkan lamunanku.


"kemana?" kataku terkejut.


"saya tidak tahu nona,tuan hanya menyuruhku memanggil nona" kata Ariyanto. Lalu aku segera meninggalkan meja kerjaku.


Aku melangkahkan kakiku,menemui papi. Dengan tersenyum,papi memeluk dan mengecup keningku. Di depan resepsionis. Semua mata,pandangannya pada kami.


Semakin banyak mata yang memandang,aku semakin manja pada papi. Aku tengah menantikan gosib. Gegara gosip itu,hampir semua karyawan mengenalku.


Aku dan papi masuk ke dalam mobil,kali ini papi yang membawa mobil,tanpa sopir. Kami pergi ke sebuah butik,di sana adalah salah satu butik milik papi.

__ADS_1


Sampai disana,aku bertemu dengan nenek sihir. Iya,betul sekali. Mertuaku yang sok kaya raya itu. Dia menatapku, dengan pandangan yang tidak suka,mengejek. Matanya melihat ke arah kami,tanganku masih menggiliat manja di tangan papi.


apa yang terjadi,selanjutnya.... Sabar. Besok up lagi... Jangan lupa like dan commentnya. Biar Author semakin semangat nulisnya.


__ADS_2