Wanitaku

Wanitaku
Gosib


__ADS_3

Setelah sampai di kantor, aku langsung masuk ke dalam ruanganku. gara-gara gosib sialan itu, aku menjadi korbannya. Semua karyawan saling bergosib.


Aku menghempaskan tubuhku duduk di kursiku, ada suara dering ponselku dari dalam tas. Aku membuka tas dan mengambil ponselku.


"hallo?" aku menjawab panggilan telvon sinian.


"Ga, apakah gosib yang beredar itu sungguhan?"


"Tentu saja tidak" jawabku kesal.


"kalau tidak benar, bagaimana ceritanya ,kau bisa sampai ke acara lelang itu?" tanya sinian tidak percaya.


"kau kan tahu, jika aku karyawan di sini. Dan ponsel itu adalah hasil karya desainku" jawabku.


"Sukurlah, kalau semua itu hanya gosib saja. Aku berharap kau tidak terlibat dengan orang besar. hidup mereka sungguh rumit" Nasehat sinian.


"Iya, aku juga berharap begitu" jawabku lemas.


"oke, aku mau bekerja" ucapnya.


"oke, selamat bekerja" ucapku, lalu mematikan panggilan telvonnya.


Malam setelah gosib itu beredar....


Malam itu para anak motor sedang berkumpul di jembatan Barelang. mereka tengah sibuk dengan ponselnya masing-masing.


"lihat berita ini cok, trending topik. Ini Ega" Teriak Sinian, lompat dari jok motor yang di dudukinya.


"Berita apa? Kenapa kau heboh sekali?" timpal Abi


"kau lihat dulu tik tok, dan tinggalkan facebook itu. ini Ega adalah calon menantu Pemilik Perusahaan Mandala king" kata Sinian memberi tahu berita gosib itu. Sontak mereka langsung berkerumun melihat ponsel Sinian.


"yang benar saja, jadi ini alasan Ega ninggalin kita?" timpal Bagas.


"sungguh mengejutkan sekali, aku akan menghubungi Ega" ucap sinian langsung menelvonku, sebanyak dua puluh panggilan. karena saking capeknya, aku sudah terlelap tidur. Sampai tidak mendengar suara dering ponselku sama sekali.


Kembali ke awal...


Ariyanto tengah di sibukan dengan pekerjaanya, dia sangat terheran karena banyaknya perusahaan yang membatalkan kontrak, dan pilih menanggung pinalti kontrak.


"Tuan, jika seperti ini terus. perusahaan kita tidak bisa bertahan lagi sampai enam bulan. Mungkin beberapa hari lagi, bisa lasung tutup" ucap Ariyanto.

__ADS_1


"Dia memang layak untuk putriku" ucap Tuan Almart sambil tersenyum.


Sedangkan aku, sangat heran dengan semua keuangan perusahaan yang menipis, saham perusahaan anjlok. Aku langsung bangkit dari tempat dudukku dan menuju ruangan Papi. Aku masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"papi, kenapa saham perusahaan anjlok?" tanyaku langsung pada intinya.


"Untuk apa kamu bertanya padaku? kenapa kamu tidak bertanya pada Arka?" ucap papi.


"Arka?" tanyaku heran.


"Benar nona, Perusahaan Arwilnos dari inggris menekan perusahaan kita. Perusahaan itu mendapat dukungan dari perusahaan lain. Ini sangat buruk, kita tidak bisa bertahan lebih lama lagi" Jawab Ariyanto.


"Kenapa mereka menekan kita? Apa semua ini karena Arka mengira papi akan menikahkanku dengan Kak Tora?" tanyaku heran.


"tentu saja, tidak ada solusi lagi selain melakukan konferensi pers. mengakui identitasmu, dan kau harus menggantikanku" ucap papi.


"sungguh pandai sekali Tuan Almart ini membuat nona segera menggantikan dirinya. Ternyata ini yang diinginkan Tuan Almart" batin Ariyanto.


"apa tidak ada cara lain? papi, aku belum siap perusahaan hancur di tanganku" ucapku dengan nada lemah.


"apa yang kau takutkan, aku tidak akan menyerahkan perusahaan ini padamu. Sebelum aku memiliki seorang cucu, tetap aku bosnya. Kau hanya perlu menjalankan saja" ucap papi dengan entengnya.


"Ariyanto, berikan pada Denada" perintah papi.


"Nona, silahkan di baca dokumen pemeriksaan ini" Ucap Ariyanto menyerahkan Amplop cokelat dan aku segera membukanya.


"pemeriksaan mas Devan, dia...?" aku langsung menutup mulutku.


"bukan kau yang mandul, tapi dia" ucap papi.


"ini tidak mungkin, dia bisa memiliki anak dengan Saila" ucapku dengan nada bingung.


"kenapa kau pikirkan itu? Sebentar lagi papi akan memberikan satu pertunjukan seru. Kau tinggal tunggu saja pertunjukan itu dimulai" ucap papi.


"papi sedang rencanain apa?" ucapku bingung tidak mengerti.


"Denada, jangan kau pikirkan hal itu. Kau cukup siapkan mentalmu besok, untuk melakukan konferensi pers" ucap papi.


"Baik pi, Denada akan mengikuti apa yang papi katakan" ucapku, lalu berpamitan untuk melanjutkan pekerjaanku.


...****************...

__ADS_1


Sementara itu, Devan melajukan mobilnya menuju perusahaan Mandala king. Dari tiga hari yang lalu, Tuan Almart alias papiku tidak mau menemuinya.


Hari ini dia mencoba mencari keberuntungan baru. Papi yang akan bertemu dengan pamanku yang dari kalimantan bertemu dengan Devan di depan Resepsionis.


"Tuan, sungguh kebetulan sekali. Dari tiga hari yang lalu, aku mencoba bertemu dengan tuan. Namun mereka menghalangiku" ucap Devan menghadang papi.


"Terus?" ucap papi dengan Aura dingin.


"Aku meminta maaf, karena mama menyinggung Denada waktu itu, mohon Tuan berkenan melepaskan Cropyet Group dari tekanan anda, dan tolong jangan batalkan kerja sama kita Tuan." ucap Devan terus meminta maaf.


"kamu tunggu saja berita besok, Ariyanto berikan undangan Konferensi pers besok padanya. Dan ingat, besok bawa seluruh keluargamu untuk menghadiri acara tersebut. Aku akan memikirkan ulang Cropyet Group" ucap papi pada Devan dan diikuti Ariyanto yang memberikan surat undangan pada Devan.


"Terima kasih tuan, aku pasti akan datang ke acara tersebut" ucap Devan dengan senang dan beberapa kali membungkukkan badan.


Ariyanto menghubungi awak media dan beberapa wartawan untuk konferensi pers besok. Dia juga mengundang seluruh jajaran tinggi pemegang saham perusahaan.


Undangan tersebut membuat para pemegang perusahaan termasuk Arka sangat menantikan konferensi pers tersebut.


"Akhirnya, kita akan tahu. Siapa sebenarnya Anak pemilik perusahaan terbesar se asia itu. Aku sangat menantikan beritanya" ucap salah satu karyawan keuangan. Seketika aku tersenyum tipis.


Aku membayangkan, pasti berita besok sangat menggemparkan seluruh Asia. Aku juga sangat penasaran, bagaimana reaksi Arka. Setelah dia tahu jika aku anak seorang Tuan Almart.


Aku menghela nafas panjang, aku memandang foto mendiang mamiku. Aku memandang wajahnya, sama seperti aku memandang pada diriku sendiri. Aku dan mami memiliki wajah seperti pinang di belah dua.


"Andaikan mami masih hidup, mungkin Denada akan memiliki seorang Adik" kataku pelan. Aku sangat kesepian karena menjadi anak tunggal. Aku tidak bisa memiliki teman untuk bercerita atau berbagi beban. Bukankah, sahabat dengan saudara itu sangat berbeda?


Wilson sangat sedih saat dia mengetahui berita yang menggemparkan di acara lelang. Dia merajuk dan tidak mau keluar dari kamarnya. Membuat Isabela semakin murka pada papiku. Dia menghubungi suaminya yang berada di Inggris.


"hai pak tua, lihat saja jika kamu tidak bisa membereskan Almart sialan itu. Aku tidak akan kembali ke Inggris lagi" teriak Isabela dengan suara yang sangat keras.


"sayang, ini bukan perkara mudah untu..."


"Diam, cucuku sekarang merajuk. Apa kau sudah melupakan sesuatu?" tanya Isabela dengan nada yang menyeramkan.


"Tentu saja tidak sayang, Rumus mommy WANITA SELALU BENAR. Daddy akan mengingatnya" ucap lelaki itu sambil mengelap keringat dingin ditengah mitingnya. Membuat para jajaran tinggi perusahaan Arwilnos membatin "sungguh hebat sekali nyonya besar, melelehkan gunung es" sedangkan Adik Arka itu hanya bisa menahan tawanya.


"Bagus, lakukan secepat mungkin Daddy" ucap Isabela dengan lembut. Lalu dia mengakhiri panggilan Telvon nya.


Tekanan pada Perusahaan Mandala king memang di biarkan saja oleh papi. Karena sebenarnya memang tujuan papi adalah untuk segera memberikan status CEO padaku secepat mungkin.


Eps berikutnya Idenditas Denada terungkap...

__ADS_1


__ADS_2