
Aku mengabaikan panggilannya,aku juga tidak membaca pesan masuk. Aku mencoba duduk tenang di kursi kerjaku.
"Denada,aku sangat senang. Kamu bergabung di tim pemasaran dan Desain, Tuan Almart tidak lagi naik tensi, setiap melihat Desain kami, Amarahnya seperti gunung berapi mengeluarkan lahar." kata Viera sambil memegang tanganku. Serasa aku menjadi merinding.
Aku hanya tersenyum. Lalu Viera berkata, seakan sebuah lamaran. "maukah kamu menjadi sahabatku?" what???? Sahabat macam apa ini. Aku melirik saila, yang pandangannya tidak suka padaku.
"sahabat?" tanyaku memastikan
"iya, maukah jadi sahabatku?" tanya Viera sekali lagi. Bola mata yang menjadi imut seketika.
"hehe, tentu. Tentu saja boleh, asal jangan menusukku dari belakang" kataku sambil terpaksa tertawa.
"memang ada, sahabat yang menusuk dari belakang?" tanya polos wanita berusia 27 tahun ini. seketika aku membatin, wanita ini lahir dari planet mana?. Kenapa aneh begini.
"yah, tentu saja ada. Bahkan suami sahabat sendiri pun bisa di comot" kataku keras, Saila langsung melototkan matanya. Dia tidak terima dengan sindiranku.
"maaf denada, aku tidak bermaksud menghianatimu. Tapi kami saling mencintai. Kamu kan mandul, mama cuma ingin seorang cucu. Tapi bukankah kamu yang tidak ingin di madu?" kata Saila dengan wajah yang kasian, seakan dia korbannya.
"eh, kalian berteman? Kamu sudah pernah menikah?" Viera langsung kaget dan langsung bertanya pada kami.
"aku sudah pernah menikah, dan mantan suamiku sekarang adalah suami saila. Dan saila adalah sahabatku sejak smp. Dan mereka berselingkuh. Siapa wanita yang mau di madu? Memang ada?" tanyaku lantang, semua mata tertuju pada saila. Cih, ingin menjatuhkan diriku? perlu hidup 1000 tahun lagi, batinku kesal.
semua orang saling berbisik, menyalahkan Saila. Aku tersenyum sinis pada saila. Viera, menutup mulut tidak percaya, dengan apa yang baru saja dia dengarkan. Lalu dia berkata tidak akan seperti Saila, dia sudah tidak menyukai Papi lagi.
Kami pun kembali bekerja. Dengan perasaan benci, Saila mencoba terlihat polos dan anggun. Dia seakan korban, dia mengatakan awal mulanya tidak tahu jika aku istrinya. Karena kami sudah jarang bertemu. aku hanya tersenyum menanggapi, omong kosong Saila. Karena, dia yang menjodohkan kami. Aku mengenal mas Devan juga dari dirinya. Heh, lucu sekali ektingnya.
Aku penasaran, dan membuka whatsapp. pesan apa yang di kirim Arka padaku, ternyata pesan suara sebanyak 5 kali.
"mommy? Wilson Rindu"
"mommy, Wilson ingin bertemu mommy"
"mommy,bisakah mommy menemani Wilson makan malam?"
"mommy,apakah mommy tidak sayang pada wilson lagi?"
__ADS_1
"mommy, wilson rindu mommy. Tolong jangan menjauh dari Wilson. Mommy, bukannya mommy berjanji. Jika Wilson boleh bertemu dengan mommy kapanpun. Sekarang mommy berbohong"
Kenapa Wilson ada di kantor Arka? Batinku, bertanya. Lalu tanpa pikir panjang aku menelvon Arka. Aku jadi tidak tenang karena pesan suara Wilson.
Di ponsel Arka, nama kontakku tertulis "Istri" lalu dengan senang Arka mengatakan pada Wilson jika aku menelvonnya. Lalu dia mengatakan pada Wilson untuk mengajakku makan malam.
"Hallo mommy" suara Wilson
"Hallo wilson, ada apa mencari mommy?" tanyaku, tanpa sadar terdengar seluruh ruangan. Semua mata sedang menatapku. ya ampun, mulutku yang tidak bisa bicara pelan. Gerutuku, sambil memukul mulutku. Lalu aku keluar ruangan. Lalu saila mengatakan, kejadian di pesta Ulang tahun wilson. Sontak saja mereka langsung bergosip. Mendengar hal itu, Viera langsung membentak mereka dan menyuruh mereka untuk lembur.
"mommy, wilson ingin makan malam dengan mommy" kata wilson tulus.
Mendengar hal itu aku tidak bisa menolak. Aku harus bersiap, setelah pulang kerja.Arka dan wilson akan menjemputku di rumah ibu lastri. Aku serlok lokasinya.
Setelah jam 17:00 aku pulang kerja bersama Viera, dia berkata jika ini adalah kali pertamanya dia naik montor. Walau takut tapi asik. Aku mengantarnya di Sebuah rusun, bagian anak lajang. Lalu aku langsung pulang. Awalnya Aku ingin berpenampilan yang anggun, dengan memakai dres. Namun aku menjadi tidak percaya diri. Semua baju keluar dari dalam lemari. Akhirnya aku memutuskan untuk menjadi diriku sendiri.
Gambar ini hanya ilustrasi ya... Hehehe biar enak,baca sambil berimajinasi.
Arka dan wilson turun dari dalam mobil mewahnya, ibu membuka pintu pagar,lalu menyuruh mereka masuk. Ibu memanggilku, lalu dengan gugup aku keluar kamar.
"nenek, kenalkan. namaku wilson, malam ini wilson mengajak mommy makan malam. Apakah nenek mengijinkan mommy pergi?" Tanya wilson dengan jurus keimutannya.
"Anak yang baik, dan imut. Kenapa wilson memanggil kakak denada Dengan sebutan mommy?" tanya ibu lastri basa basi, sebenarnya aku sudah memberi tahu ibu. Tapi dia juga kepo, ibu mencubit pipi gembul wilson dengan gemas.
"karena, mommy. Akan jadi mommy wilson" kata wilson polos.
"uhukkk uhukkk,Air... Uhhhukkk.." aku batuk,karena kesedak air liurku, premen lolipop langsung terlempar, entah kemana. Arka langsung mengelus punggungku dengan lembut.
"ini, minum Denada, kenapa kamu begitu cereboh sekali?" omel ibu memberikan satu gelas penuh Air putih. Aku langsung meneguk hingga habis.
"Ya udah kalau kalian mau makan malam, cepat berangkat. Biar tidak malam saat pulang nanti" kata ibu, memberi kami ijin.
Arka dan wilson mencium tangan ibu dengan lembut, Aku terbengong kaget. Melihat tingkah Arka yang sopan, padahal dia lelaki yang cukup dingin, ketus dan gak peduli.
__ADS_1
"mommy, duduklah di depan dengan daddy. Biar wilson di belakang sendiri" kata wilson padaku.
"mommy akan menemani wilson di belakang" kataku membuka pintu mobil belakang.
"please, jangan kecewakan Wilson. Malam ini, oke. Dia berharap seperti teman-temannya. Setelah ini, aku janji. Akan mengabulkan semua keinginanmu, kecuali menjauh dari kami, oke?" kata Arka lembut, aku melihat samar kedua matanya. Tidak terlihat kebohongan. Aku mengangguk pelan. Lalu Arka membuka pintu mobil depan, aku masuk dan duduk.
Mobil sudah mulai melaju berlahan, meninggalkan rumah. Lalu ibu lastri memberikan kabar pada papiku. Sontak papi menyuruh pengawal untuk menyamar dan selalu melindungiku dari jauh.
"mommy, rasanya sangat bahagia. Ada mommy dan daddy. Mommy, apakah mommy mau menjadi mommy Wilson. Lalu wilson akan memiliki adik perempuan. Yang cantik seperti mommy" Tanya wilson polos, seperti sedang meminangku, Untuk menjadi ibu tirinya. Lalu aku memandang Arka yang pura-pura tidak mendengar. Dia tersenyum tipis, memandang jalanan ke depan.
"wilson, hm. Aduh gimana ya jelasinnya. Arka bantu aku?" kataku sambil menyenggol lengannya.
"Wilson tanya kamu, bukan tanya aku" jawab Arka dengan entengnya. Sial, aku merasa di jebak Arka.
"begini, mommy dan daddy. Tidak bisa menikah. Karena, orang dewasa bersama. Harus memiliki cinta. Hmm iya cinta. Dan mommy sudah ada orang yang momny cintai..."
ckitttttt Arka mendengar ucapanku tiba-tiba rem mobil mendadak.
Aku hampir terbang menghantam depan kaca mobil, wilson terlempar ke bangku belakang.
"Wilson, sayang. Kamu tidak apa-apa?" tanyaku kawatir.
"okay mom, tak perlu kawatir" kata wilson kembali duduk.
Aku baru menyadari, disampingku terasa dingin. Aura seperti cuka. pandangannya ingin melahapku utuh.
"wilson, sudah tidak apa-apa... Hehe ayo kita jalan lagi" kataku ketakutan, melihat Aura Arka.
"Siapa? Yang kamu cintai?" tanya arka dingin
"siapa? Itu..."
"katakan?" bentak Arka, aku kaget. Belum juga menyelesaikan bicaraku sudah di potong.
Aku sangat takut, melihat Aura Arka. Rasanya aku ingin kabur saja. Atau pingsan mendadak. Wilson hanya diam. Dia sedang terlihat kecewa. Aku menoleh ke dua orang beda usia secara bergantian. Aku benar-benar di landa delema.
__ADS_1
Terima kasih,telah mengikuti novelku. sampai di eps ini. jangan lupa, kritik dan sarannya. setelah membaca jangan lupa, tinggalkan jejak kalian 🤗