
Aku masih berfikir keras, siapa kira-kira yang bisa membuat Arka cemburu. Sekejap terlintas Kak Tora. Setelah Aku menghubungi kak Tora dia berkata sudah memiliki pasangan.
"Denada, ada apa kau memanggilku kemari?" ucap Mas Devan.
"Apa kamu akan pergi ke Yassen Group?" tanyaku pada Mas Devan.
"aku tidak menerima undangan, bukankah kau sekarang Presdir Cropyet Group?" ucap Mas Devan sambil mengeryitkan matanya.
"iya juga ya, maukah kau menemaniku malam nanti?" ucapku pada Mas Devan.
"Denada, apa kau belum cukup mengambil semua Asetku? Lalu kau akan mempermalukanku di depan semua orang? Apa setelah aku tidak punya wajah lagi, kau akan puas setelahnya?" ucap Mas Devan marah.
"bukan, maksudku bukan seperti itu. Aku..."
"Sudahlah Denada, aku memang bersalah waktu itu, bisakah kau lepaskan aku kali ini?" ucapnya dengan suara pelan.
Aku hanya mengangguk, lalu Mas Devan pergi keluar ruangan. Sial, siapa yang aku bawa sebagai pendampingku nanti? Tolong aku tuhan, aku harus bagaimana?
Di tengah kebingunganku, saat aku memainkan Instagram, aku mendapatkan sebuah pesan masuk. Akhirnya aku saling berkenalan, dan rumayan kalau di lihat-lihat nih orang Rumayan juga, dari fotonya ada Blasteran Oppa Korea. Aku cekikikan saat membayangkan wajah Arka yang terbakar cemburu.
Disisi lain Papi sangat sibuk dengan semua kontrak baru, kerja sama dengan perusahaan ternama. Di tengah sibuknya dia mendengar suara ketukan pintu.
"Masuk" ucap papi tanpa melihat ke arah pintu.
"Sepertinya kau selalu sibuk seperti Dulu AL" ucap seorang Lelaki Korea, yang biasa di panggil HA JOON.
"Ha Joon? Lama tidak bertemu? Kau terlihat masih muda saja? Apa yang membuatmu datang mengunjungiku?" ucap Tuan Almart setelah berjabat tangan dengan sahabatnya.
"Aku kesini hanya sedang menagih janji kita?" ucapnya sambil duduk di sofa. Keduanya saat ini sedang duduk di sofa dengan santai.
"Janji? Janji apa yang aku buat denganmu?" tanya Tuan Almart bingung, bahkan dia merasa jika dia tidak pernah membuat janji dengan sahabatnya itu.
__ADS_1
"Bukankah kita sudah sepakat untuk menjodohkan Anak kita setelah mereka Dewasa?" tanya Ha Joon pada Tuan Almart.
"Aku tidak berjanji waktu itu, aku hanya berkata jika anak kita setelah Dewasa dan memiliki perasaan saling mencintai, biarkan mereka bersama" ucap tegas Tuan Almart.
"Putrimu sangat cantik, begitu juga Putraku. Aku tidak memaksa mereka. Hanya saja aku ingin mereka saling bertemu terlebih dahulu" ucap Ha joon sedikit memaksa.
"Putriku sudah memiliki orang yang dia sukai" ucap Tuan Almart dengan tegas.
"Baiklah, aku tidak memaksamu kali ini. Tapi berikan Tempat untuk Putraku, biarkan dia bersaing adil dengan Arka" ucap Ha Joon.
"huhhh, bahkan kau sudah menyelidikinya. Silahkan, masalah Hati Putriku, aku tidak akan ikut campur" ucap Tuan Almart pada Ha Joon.
"sepertinya kau sangat sibuk kali ini, aku akan pulang. Jangan lupa kau hadir malam ini untuk Putraku" ucap Ha Joon, lalu pergi berlalu meninggalkan Kantor Tuan Almart.
...----------------...
Malam pun tiba, aku sudah bersiap dengan Gaun warna Navi, rambut tergerai separo tergulung di atas kepala dengan hiasan yang simpel namun menawan.
Sungguh sangat menyebalkan, melihat Arka membuka pintu mobil untuk bulan. Bahkan dia pura-pura tidak melihatku.
"Tunggu saja nanti, aku buat kau menangis" ucapku pada diriku sendiri, andai terlihat dengan mata, mungkin telingaku sudah berasap karena kemarahanku.
Tidak lama kemudian, mobil mewah pengeluaran terbaru berhenti pas di depan pagar Rumahku, aku menyambar tas dan keluar dari gerbang, Lelaki tampan itu keluar dari dalam mobil.
Sumpah, aku melongo melihat ketampananya. Gila, ini mah oppa oppa korea. Batinku, aku mencoba menetralkan kegugupanku.
"Senang bertemu denganmu, sekali lagi aku mengenalkan diriku secara resmi. Namaku Heu Joon, semoga kedepannya kita bisa terus berteman baik" ucapnya.
"Senang berkenalan denganmu Tuan" ucapku sedikit gugup, mati kau Arka kali ini, batinku sesaat.
Akhirnya dia membukakan pintu mobilnya, aku masuk ke dalam dengan perasaan yang sedikit gugup. tidak lama kemudian kami memasuki sebuah Rumah Mewah.
__ADS_1
Aku turun dari mobil setelah Heu Joon membuka pintu untukku. Di dalam dan luar rumah terlihat tamu undangan yang sudah ramai.
"kenapa Arka malah mengajak bulan" Batin papi setelah melihat Arka yang tengah mengobrol asik.
Aku menggandeng lengan Heu Joon dengan Anggun. Semua mata tertuju pada kami, begitu juga Arka dan Bulan. Mampus kau, jangan memohon setelah ini. Bahkan aku sangat marah saat kau memegang tangan Bulan, Batinku dengan tatapan tidak peduli.
"kenapa wanita ini begitu mempesona, bahkan dia tidak mengajakku menjadi pasangannya" Batin Arka.
"Lihat, dia putraku. Bukankah sangat serasi dengan Putrimu" ucap Ha Joon pada Papi.
"Boleh juga, Asal putriku setuju saja. Aku tidak campur tangan masalah pribadinya" ucap Papi sambil meneguk Wine yang berada di gelasnya.
"Wahh, sepertinya acara malam ini sudah bisa kita mulai. Karena peran utamanya Tuan Heu Joon sudah datang dengan pasangannya, Nona Denada Mandala Putri. Presdir Cropyet Group dan Putri tunggal Tuan Almart pemilik Mandala king. Semua pasti kenal siapa Raja Bisnis Se Asia itu" ucap MC memulai acara.
"Kau pemilik Yassen? Calon Ceo barunya?" ucapku terkejut pada lelaki yang menjadi pasanganku, hasil pertemuan dari IG.
"iya, kenapa kau terkejut begitu? Bukankah senang membuat kekasihmu cemburu, aku tengah membantumu loh" ucap Heu Joon berbisik di telingaku, sedangkan Arka melihat kami, seketika dia sangat keras menggegam gelasnya, dan mulai retak.
"Kakak ipar, kau tidak apa-apa? Ingat, rencana kita. Jika kakak ipar ingin melihat ketulusan cinta kakak ipar, harus bisa membuatnya cemburu" ucap Bulan sambil meraih tangan Arka yang sudah berdarah akibat pecahan kaca gelasnya.
"Aku tidak masalah, sepertinya aku perlu ke toilet" ucap Arka menepis tangan Bulan. Lalu dia pergi ke toilet untuk membersihkan luka di tangannya.
"kau menyelidikiku?" ucapku pada Heu Joon.
"Tentu saja, bagaimana tidak. Wanita yang menjadi pasanganku, tentu saja aku harus menyelidikinya. Tak mungkin kan, aku akan berpasangan dengan wanita biasa, tentu saja wanita cantik sepertimu" ucap dia sambil mencolek hidungku. Gila, ini orang tak kalah narsis dari Arka. pandai sekali dia menggodaku.
"Baiklah, karena sekarang sudah saatnya kau tampil sebagai peran utama malam ini, aku akan ke toilet. Dan menikmati pesta" ucapku padanya.
"oke" ucapnya sambil mengedipkan mata sebelah kanan, seketika aku menyesal menjadikan dia pasanganku.
Aku berjalan ke arah Toilet, dan saat itulah aku berpapasan dengan Arka. Aku pura-pura tidak peduli dengannya.
__ADS_1
Bersambung....