Wanitaku

Wanitaku
Kejutan besar


__ADS_3

Isabela terus berteriak memanggil Casper, kepala palayanya. Dia begitu panik, karena tidak bisa melanjutkan melihat siaran TV yang sedang berlangsung.


"Casper, bagaimana ini. TVku, aku butuh TV dengan cepat" Ucap Isabela setelah Caper masuk ke dalam kamarnya.


"Nyonya bisa melihat di Ruang keluarga" Jawab Caper dengan Sopan.


"Kamu semakin Tua semakin pikun, Arka sudah membuang TV disana" ucap Isabela dengan bertolak pinggang.


"Maaf nyonya besar, ada TV namun itu di kamar para Pelayan" ucap Caper dengan nada yang sopan dan Takut.


Isabela langsung berlari ke kamar para Pelayan, semua terheran saat melihat Nyonya Besar berlari ke kamar mereka.


"Casper, nyalakan TV cepat, kamu ambilkan kursi" ucap Isabela menyuruh Caper dan salah satu pelayan untuk mengambilkan kursi untuknya.


"Akhirnya, aku bisa melanjutkan acara Konferensi Pers Rubah Tua itu" ucap pelan Isabela sambil mendengarkan berita selanjutnya.


...----------------...


Aku yang memang sudah saatnya tampil di atas panggung, di sebuah ruang serbaguna yang sudah di sewa selama Konferensi pers berlangsung.


Aku naik dengan perasaan yang bercampur aduk. Karena ini adalah berita yang menggemparkan dunia, berita yang di toton oleh semua orang.


"Sial, kenapa aku tidak mendengarkan ucapan wilson" umpat Arka setelah melihatku naik ke atas panggung.


Sehari sebelum acara lelang berlangsung...


"Wilson, apakah wilson menginginkan Robot Transformers pengeluaran terbaru itu?" ucap Arka menawarkan pada putranya.


"Apakah Daddy sedang menginginkan sesuatu? Sepertinya Daddy ingin merayu Wilson" ucap Wilson curiga.


"Wilson, apakah wilson menginginkan Mommy?" ucap Arka duduk di sebelah Wilson.


"Tentu saja Wilson ingin Mommy" ucap Wilson dengan santai sambil memainkan Laptop miliknya.


"Kalau begitu, Daddy ingin Wilson meretas sistem keamanan Mandala King, biar cepat Mommy Daddy bawa pulang" Rayu Arka.


"Daddy, aku bisa mendapatkan Mommy, kalau Daddy menyuruhku menyerang calon kakek Wilson. Itu sama saja Wilson akan kehilangan Mommy" ucap Wilson dengan santai. Wilson adalah anak terlahir begitu sempurna, dia tampan dan GENIUS. Wilson memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Diam-diam dia bergabung dengan Para HACKER DARK VIPESON yang memiliki misi untuk melindungi Dunia. Arka yang sudah terlalu cemburu, dia tidak mendengarkan ucapan putranya.


Kita kembali ke acara Konferensi Pers...


Setelah Arka melihatku di atas panggung, wajahnya yang putih berubah pucat.

__ADS_1


"Sial, bagaimana caraku mendapatkan hati mertuaku jika sudah begini" batin Arka.


Tiba-tiba Semua orang di gemparkan oleh Mantan Mertuaku seperti sedang kehabisan nafas, semua tim Medis membawanya ke rumah sakit menggunakan Ambulance. Devan meninggalkan acara Konferensi Pers dan mengantar mamanya ke rumah sakit.


"Selamat pagi semuanya? Perkenalkan, Namaku Denada Mandala Putri. Aku adalah Anak Tuan Almart Mandala Putra. Kedepannya Aku akan Menjadi CEO Mandala King. Mohon bantuannya" ucapku di iringi keringat dingin.


Semua orang bertepuk tangan. Sekilas Aku melihat Arka yang sudah mulai tidak nyaman.


Sedang di lain sisi, Sinian yang sedang haus menuju ke Pantry dia melewati sebuah ruangan, di sana ada sebuah TV di dekat Resepsionis.


"Denada" ucap Sinian sambil berhenti di depan layar TV. Dia mendengarkan semua pembicaraanku, jika aku adalah Putri Tuan Almart. Sinian menjatuhkan botol minumnya dan melongo tidak percaya, lalu dia mencubit keras tanganku.


"sakit, berarti ini bukan mimpi" ucap Sinian setengah sadar.


Ini hanya gambaran ilustrasi wajah sinian....



"sungguh menakutkan sekali, kenapa begini. Aku bergaul dengan Anak konglomerat,nomor satu seasia. Pantas saja, setiap kali menang balap motor, dia memberikan uangnya pada kami" ucap Sinian.


Dengan cepat Sinian menghubungi para Anggotanya. Tapi tak satupun yang menjawab panggilan Televonnya. Karena mereka tengah sibuk bekerja. Akhirnya sinian memutuskan untuk kembali bekerja dan akan menghubungi aku setelah konferensi pers selesai.


"Denada, bagaimana mungkin. Aku mengenal dia sejak SMP, dia anak yatim piatu yang di adopsi Bu Lastri" ucap Saila dengan Nafas terengah-engah menahan getaran di tubuhnya. Dia membayangkan nasibnya setelah ini, dia tidak percaya dengan kenyataan yang baru saja terjadi, dia berharap semua ini hanyalah mimpi buruk semata.


Sedangkan Viera hanya diam duduk di kursinya. Dia tidak terkejut sama sekali dengan berita tersebut.


"Denada, aku akan menunggu bagaimana caramu menjelaskan padaku setelah ini" ucap Viera yang tengah membayangkan berbagai macam tlaktiran dari anak bos'nya.


...----------------...


"sial, pantas saja Rubah tua itu tidak melakukan perlawanan apapun. Ternyata dia hanya menjebak putrinya sendiri" ucap Awilozhikha adik Arka yang biasa di panggil Wiloz.


"Sungguh mengejutkan, matikan saja Ponsel kita itu, Mommy pasti akan segera menghubungi kita" Ucapa Daddy Arka yang biasa di panggil Tuan Besar Arwil.


Tidak lama kemudian setelah Konferensi selesai, sebelum berhasil mematikan ponselnya Isabela pun menghubungi suaminya.


"Daddy?" panggil Isabela dengan suara yang sedih.


"yes Mommy" jawab Tuan Arwil.


"Menantuku hilang, hentikan semua penyerangan terhadap Rubah Tua itu. Kurang ajar sekali dia menjebak Putraku" ucap Isabela.

__ADS_1


"Mommy, tenanglah. Daddy sangat merindukan mommy, Daddy akan segera ke Indonesia sore ini juga. Almart adalah sahabatku, tentu saja dia akan memaafkanku" ucap Tuan Arwil menghibur istrinya.


"Sahabat macam apa, yang menghancurkan perusahaan sahabatnya sendiri" Ucap Isabela marah.


"Kemaren mengatakan, Wanita selalu benar. Sekarang aku juga yang bersalah. Padahal aku sudah menuruti semua ucapannya, sial sekali yang namanya pria di dunia ini" Batin Tuan Arwil.


"Kita bicarakan setelah Daddy sampai di indonesia ya Mommy" ucap Tuan Arwil.


"Terserah kau saja" Ucap Isabela mematikan ponselnya dan keluar dari kamar pelayan.


Arka merasa sangat canggung, dia tidak tahu harus mengatakan apa. Bahkan dia tidak memiliki keberanian untuk menatap Tuan Almart.


Semua para Tamu undangan dan para pemegang saham serta para Pejabat penting Mandala king memberikan Selamat padaku.


"Selamat ya dek, akhirnya kamu bisa berkumpul bersama dengan Tuan Almart" ucap kak Tora. Dan kami saling berpelukan.


"Kenapa mudah sekali dia memeluk lelaki, bahkan dia masih berhutang penjelasan padaku" ucap Arka lirih.


Setelah semua orang keluar Ruangan, hanya tinggal Papi, Ariyanto dan Aku. Akhirnya Arka memberikan ucapan selamat dengan perasaan yang campur aduk seperti gado-gado. Kembali lagi ingatannya saat dia mengejek calon mertuanya.


"Selamat Tuan Almart, pertunjukan Tuan sungguh sangat mengejutkanku" ucap Arka memberikan selamat pada papi. Mereka saling berjabat tangan. Aku menahan tawa kecil.


"Terima kasih Tuan Arka, karena bantuan Tuan Arka, membuat aku cepat tinggal bersama di satu rumah dengan Denada. Aku harap tidak membuat seseorang cemburu padaku" Goda papi pada Arka.


"Anda memang suka bercanda" ucap Arka dengan tawa kecil, dia merasa sangat canggung.


"Denada, dimana calon suamimu? Kenapa dia meninggalkanmu?" ucap papi.


"Calon suami?" Aku bingung dengan ucapan papi yang tengah menggoda Arka.


"Tora, kaliankan sudah ada ikatan pernikahan dari kecil" ucap papi sambil melirik Arka. Aku mengerti ucapan papi, aku sudah mencium bau cuka di sampingku, dengan kobaran api yang membara.


"Papi suka bercanda deh, Denada mau bicara sembentar dengan Arka. Papi duluan kembali ke kantor ya pi. Bolehkan pi?" ucapku pada papi.


"Terserahmu, tapi ingat. Selingkuh itu tidak baik, ayo Ariyanto, kita segera kembali ke kantor" ucap papi dan langsung meninggalkan kami.


Aku melihat Arka yang diam, lalu aku menatapnya dengan senyuman andalanku.


"Tak perlu kau merayuku, aku sangat sibuk. Aku akan segera membereskan kekacauan akibat ulahmu" ucap Arka yang tersipu malu karena aku terus tersenyum menatapnya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2