
Pukul 14:00
Semua orang sudah duduk di ruang miting. Aku mencoba mengambil nafas berlahan. Mulai menjelaskan semua PCBA yang ada di dalam ponsel. Kelebihan dan kekurangannya. Sesekali aku melihat lelaki yang membuatku mabuk kepayang, mata biru nya tidak berpaling memandangku.
"HP sudah jadi kebutuhan primer bagi semua orang. Ada yang punya keinginan memiliki hp termahal di dunia, karena senang mengoleksinya. atau bisa dijual kembali dengan harga tinggi dan ada juga yang lebih memilih hp terjangkau, asal fungsinya bisa memenuhi kebutuhan pengguna" aku menelan ludah, rasanya tenggorokanku sudah mulai kering. Aku melihat papi serius mendengarkanku. Sedangkan Arka sialan itu, tersenyum aneh. Ingin rasanya, aku menonjok mukanya.
"Begitu pula dengan sebagian orang yang menginginkan membeli hp termahal di dunia. karena ingin punya seri hp ekslusif dari brand kesukaan mereka. Mandala king akan mengeluarkan ponsel terbarunya dengan mrek "King" lekat dengan branding hp premium dan berkelas. Tidak heran, "King" akan merilis hp termahal di dunia seharga US$48.5 juta atau sekitar Rp 662 miliar. Kali ini berlapis berlian dan emas. Hanya ada Lima saja, yang akan di produksi" kataku kembali menjelaskan. (hp King hanya ada di novel ya wkwkwk)
"selebihnya, ponsel dengan keunggulan yang standar namun tidak ketinggalan. Dengan harga Satu juta sampai dengan lima juta, untuk kelas ke bawah. Nanti akan di jelaskan masalah PCBA yang ada di dalam ponsel oleh manager produksi" kataku, lalu aku mengakhiri penjelasanku di ruang miting. Dan mempersilakan bertanya, jika ada yang ingin di tanyakan kepadaku.
"Saya mau tanya, nona Denada" kata Arka sambil tersenyum, aku yakin ini pasti pertanyaan yang akan menjebakku.
"silahkan Tuan Arka" jawabku singkat,sambil tersenyum.
"harganya semahal itu? Apakah ada orang yang mau membeli ponsel itu? Lalu mereka mempertimbangkan kalau jatuh dan rusak. Lalu di buang di tong sampah, apa masih laku?" tanya Arka sialan, sambil tersenyum menyeringai, meninggikan alis sebelahnya. Di iringi suara desas-desus saling berbisik "iya juga,memang ada yang membeli" cih... batinku ingin meludah di situ.
"Tentu saja ada, pasti salah satunya Tuan Arka. Yang kaya raya, tidak mungkin pelit. Memakai ponsel dengan harga satu juta kan? Ponsel ini seperti membeli emas dan berlian di pasar. Rusak pun bisa di jual kembali, dengan keunggulan tidak pecah di banting, dan anti Air, gimana Tuan Arka? Apakah anda termasuk salah satu dari lima orang yang beruntung di dunia ini?" Aku menggoda dan mengejek dirinya.
"baiklah, saya sebagai pemegang saham di perusahaan Mandala king, tentu saja setuju. Aku menunggu kapan akan mulai di lelang" kata Arka.
Arka membatin,sialan. wanita ini mengejek dan menggodaku. Seakan mengatakan aku pelit, awas saja. Aku pasti akan memakanmu hidup-hidup. Sambil tersenyum,menatapku.
Semua pemegang saham, dan petinggi perusahaan setuju. Papi sangat bangga dengan kinerjaku. Ingin rasanya aku memeluk putriku saat ini. Batin papi.
Setelah pukul 16:00 miting pun selesai. Aku keluar,kakiku rasanya sakit, lecet di bagian atas mata kaki. Sialan, semua gara-gara sepatu ini. Aku ngedumel sambil berjalan pelan.
__ADS_1
"apakah kamu baik-baik saja?" tanya seseorang dari belakang, suaranya sangat femiliar. Sialan, aku ingin berlari dan kabur saja. Aku tidak menoleh,dan ingin lari. Tapi sialnya kaki kiriku malah menginjak belakang sepatu kananku. Aku kehilangan keseimbangan, jatuh ke belakang, tangan Arka langsung mendarat ke pinggangku, mata kami saling menatap. Detak jantungku terasa mau lepas, darahku mengalir ke segala penjuru.
#Deg
Detak jantung Arka mulai tak terkendali lagi. Ini bukan kali pertama aku merasa seperti ini,aku sungguh ingin mendapatkan wanita ini. Batin Arka. Matanya terus menatapku.
"hem" suara dehem dari belakang,sontak membuat kami sadar dan kaget.
"Tuan Arka,apa sangat menyenangkan. menjadi orang ke tiga" Tanya papi,dengan tatapan sinis.
"Tuan Almart jangan sombong dulu,anda dan denada belum menikah. Seperti sebelumnya, yang saya katakan kepada anda, jika saya akan bersaing dengan anda secara adil." kata Arka terang terangan.
"Tunjukan kemampuanmu, jangan pandai bicara saja. Siapa yang lebih pantas, sebentar lagi kamu akan mendapat undangan dari kami" kata papi, sambil menggegam tanganku. Aku ketarik papi.
"Sial,beraninya dia bermesraan dengan si tua itu di depanku. Pakai berbisik mesra lagi. Aku pasti akan mengurungmu sampai kau bersedia menjadi mommy wilson" omel Arka, lalu dia bergegas kembali ke kantornya.
"feng teng, coba kamu katakan. Kekuranganku itu apa. Di bandingkan si tua sialan itu" tanya Arka pada Asistennya.
"Tentu saja, kekayaan Tuan Almart jauh lebih besar dari pada anda Tuan" jawab Feng teng, dengan apa adanya. Tentu saja, mendengar hal itu Arka mengeluarkan Aura panas, sepanas gunung berapi.
"memang apa saja yang dia miliki?" tanya Arka kepo.
"Perusahaan Mandala King, yang bergerak di bidang elektronik tersebar se_asia dan desainya terkenal ke seluruh manca negara. 10 toko di mall XX, dan mall DD. Pengusaha batu bara di kalimantan. Tapi ada satu hal, Hingga saat ini Tuan Almart menyembunyikan keberadaan Anak kandungnya. Ada yang bilang sudah meninggal setelah depresi akibat meninggalnya istri beliau, dan ada yang mengatakan Tuan Almart menyembunyikan Anak kandungnya" jawab Feng teng lengkap.
"Anak? Perempuan atau laki-laki?" tanya Arka semakin kepo
__ADS_1
"konon,laki-laki. Tapi tidak jelas kebenarannya" jawab Feng teng lagi.
"mungkin saja anaknya itu adalah Tora? Asisten Ceo, yang sering di tugaskan ke luar negeri" kata Arka, sambil menganggukan kepalanya.
"kenapa tuan berfikir Tora?" tanya Feng teng bingung.
"Siapa lagi, anak laki-laki yang dia perhatikan selain Tora? Dia baru saja membelikan Aperteman mewah, seharga milliaran" jawab Arka, lalu dia berdiri dari tempat duduknya.
Dia mondar-mandir, sedang memikirkan sebuah ide. Feng teng berkata dalam hatinya, jika dia merasa pusing memperhatikan tuannya. Yang sedari tadi mondar-mandir.
"Daddy" Teriak wilson menerobos pintu ruangan Arka.
"Anak daddy sudah pulang" kata Arka setelah mencium pipi Wilson.
"Wilson, apakah kamu merindukan mommy?" tanya Arka pada putranya.
"tentu saja daddy" jawab wilson senang.
setelah mendengar jawaban Wilson, Arka menelvonku. Tapi aku mengabaikan panggilan dia, karena ada papi yang sedang menempel plaster di kakiku. Lalu suara pesan whatsapp masuk berkali-kali. Aku mengintip layar ponselku. Disana tertulis Sugar daddy. Aku langsung membalikkan layar ponselku.
Matilah aku, jika papi sampai tahu. Sudah pasti akan panjang kali lebar kali tinggi. Setelah selesai memasang plaster, aku langsung pamit sama papi ke ruang kerjaku. Secepat kilat aku kabur. Papi berkata pada dirinya sendiri, jika tidak akan mudah melepaskan diriku pada lelaki manapun, setelah kejadian pernikahanku dengan Devan.
Eps berikutnya adalah ke uwuan Tuan Arka dan Denada... Sampai bertemu besok 👋👋👋
Terima kasih,telah mengikuti novelku. sampai di eps ini. jangan lupa, kritik dan sarannya. setelah membaca jangan lupa, tinggalkan jejak kalian 🤗
__ADS_1