Wanitaku

Wanitaku
Jerat sang duda


__ADS_3

Aku rasanya mau menangis, satu tatapan dingin. Satu lagi tatapan sedih. Ya tuhan, tolong aku. Katakan padaku. Haruskah aku mengatakan jika Tuan Almart adalah papiku. Dia pasti tengah cemburu dengan papi saat ini. Aduhhhh... Aku bingung harus mengatakan apa.


"Ak.. Aku..."


"Aku kenapa? Bukannya barusan kau sangat lancar berbicara? Kenapa sekarang menjadi gugup. Ck, dasar wanita" kata Arka kesal, lalu kembali melajukan mobil. Wilson diam sepanjang perjalanan.


Kami di sepanjang jalan diam, tanpa suara. Sangat hening, seperti mengheningkan cipta. Oh no... Tuhan aku harus bagaimana, membujuk dua orang laki-laki beda usia ini. Apa yang harus aku lakukan.


Akhirnya, kami sampai di sebuah restoran mewah. Namun kosong mlompong. Seperti tidak berpenghuni, apakah dia sudah memboking tempat ini? Pikirku, sambil mengandeng tangan wilson.


"duduklah" kata Arka lembut, dia memundurkan satu kursi untukku. Lalu aku duduk, dia duduk di dekatku sambil tersenyum. Eh, secepat itu? Dia merubah ekspresinya. Seperti membalikan lembaran buku. Pikirku padanya.


"Mommy, wilson sedih. Kenapa mommy gak mau membujuk wilson?" kata Wilson cemberut.


"Wilson masih marah dengan mommy, dengar ya? Mommy sayang sama wilson, dan mommy janji. Kapanpun wilson ingin di temani mommy, pasti mommy akan menemani wilson" kataku sambil memeluk wilson. Tangan wilson mengancungkan jempolnya ke Arka, begitu juga Arka ke wilson, sungguh kompak mereka menjeratku.


Aku melepas pelukanku, lalu mengacak-acak lembut rambut wilson. Tidak lama kemudian, pelayan datang memberi sebuah buku, berisi menu yang tersedia di sana.


"Tuan, nyonya. Silahkan di pilih, menu makan malamnya" pelayan Restoran begitu ramah. Ternyata Restoran mewah ini, adalah milik Arka.


Aku memilih makan steak, Arka momompang wajahnya dengan tangan kanannya, dia terus memandangi wajahku. Setiap aku menoleh ke arahnya, dia melempar senyumannya.


Aduh, kenapa aku di buat salah tingkah olehnya. Senyuman dia, membuat aku salah tingkah. pandangannya membuat jantungku berdetak semakin kencang. Aku hanya mengalihkan pandanganku, dan mengobrol dengan Wilson.

__ADS_1


"Alangkah baiknya, jika Denada jadi istriku. Wilson pasti sangat bahagia" batin Arka memandang kami, yang terus tertawa. Karena wilson bercerita tentang kisah pangeran yang di kutuk menjadi beruang.


"mommy, kalau beruang itu Wilson. Pasti mommy adalah Tuan putrinya?" kata wilson sambil tertawa.


Mendengar putranya berkata seperti itu, Arka menatap putranya dengan dingin. Lalu dia mengatakan jika mommy sangat cocok dengan Daddy, kamu lebih cocok dengan Arumi. (Arumi adalah gadis cilik yang selalu menempel pada wilson di sekolahnya).


Mendengar hal itu, membuat Wilson cemberut. Lalu aku membujuknya dan mencium pipi gembulnya. Arka merasa cemburu, lalu dia berkata dalam hati, ingin sekali saat ini berada di posisi wilson.


Tidak lama kemudian pelayan membawa pesanan makan malam kami. Kami menikmati sambil tertawa bahagia. Seperti sebuah keluarga. Setelah makan malam selesai. seorang sopir, kediaman keluarga ARWIL menjemput Wilson. Aku sangat bingung, kenapa Wilson di jemput. Lalu, aku akan tinggal berdua dengan Arka? Tidak, tidak. Aku memiliki firasat buruk.


"kenapa wilson pulang lebih dulu?" tanyaku bingung.


"Karena dia belum mengerjakan PR" jawab Arka singkat, sambil tersenyum jahat.


"oh, kalau begitu mari kita pulang. Aku akan naik taxi saja" kataku, mengeluarkan ponselku. Aku ingin kabur darinya. Lalu dia merampas ponselku.


"milikmu? Apa maksud, milikmu?" Pekikku sambil mencoba meraih ponselku, dia terlalu tinggi, aku tidak bisa meraih tangannya. Sedangkan mobil wilson pergi meniggalkan kami.


Aku terus mencoba meraihnya, tiba-tiba aku kehilangan keseimbangan tubuhku. Aku jatuh di pelukannya. Mata kami saling menatap. Jantungku kembali berdetak kencang. Darahku, mengalir kesegala penjuru. Dia mendekatkan wajahnya, aku masih berada di dunia lain, belum sadar dengan wajah Arka yang semakin mendekat.


cup


Aku terkejut dengan ciuman, yang mendarat di bibirku. Mata Arka menutup, seakan menikmati malam yang indah dan sepi. Restoran yang tidak ada pengunjungnya, membuatku hanyut dalam ciuman itu. kami saling membalas ciuman, dia menciumku semakin dalam. Aku sedikit mendorong tubuhnya, kala aku hampir kehabisan nafasku.

__ADS_1


"Aku mencintaimu" Kata Arka setelahnya, Aku masih berada di dunia, yang seperti mimpi. Aku masih ingin menikmati duniaku. Aku belum berani membuka lembaran baru bersama seorang lelaki. Aku belum siap menikah.


Aku menatap wajahnya, aku menelusuri di segala penjuru mata birunya. Aku hanya melihat sebuah ketulusan disana. Lalu apa yang harus aku jawab? sungguh, aku sangat bingung dengan pesaraanku.


Kami masih saling menatap, Lalu dia kembali mendaratkan ciumannya, sekali lagi aku terbuai olehnya. Alunan musik romantis, mengiringi ciuman kami. Sungguh sangat romantis. Bahkan mas Devan saja, tidak pernah memperlakukan diriku seperti ini. Dia melepaskan ciumannya, dia menatap mataku, yang mulai sayu. Lalu kembali lagi mengecup keningku.


Ada seorang pelayan, membawa bunga 99 mawar merah, lalu Arka melepaskan pelukanku. Dia menerima bunga itu, dan berjongkok di depanku.


"Maukah kamu menikah denganku? Aku seorang duda, anak satu. Aku sangat berharap, kamu tidak menolakku" Katanya, sambil mengancungkan bunga, dan ada sebuah cicin di tengahnya. Aku hanya menutup mulutku, aku masih belum percaya, aku dilamar oleh Arka. Jika ini mimpi, tolong bangunkan aku.


"Arka, kamu belum tahu semua tentangku. Masa laluku. Bahkan jati diriku. Beri aku waktu, untuk saling mengenal. Banyak hal yang harus kamu ketahui tentangku, masa laluku. Dan juga masa lalumu. Sebenarnya, aku seorang janda yang mandul" kataku jujur, aku tidak menolaknya. Aku hanya butuh waktu, untuk memahami perasaanku. Aku jatuh cinta dengannya, atau karna aku menyukai Wilson semata.


"tidak apa-apa? Terimalah bungaku, lututku sakit. Terus berjongkok" katanya sambil tersenyum. Aku menerima bunga, lalu dia berdiri dan memasang cicin itu di jari manisku sebelah kiri.


"mulai sekarang, kamu adalah milikku. Kamu tidak boleh lagi, menjadi simpanan Si Tua itu" kata Arka senang, dia merasa menang dari Papi.


Sedangkan papi, melihat foto Arka memasukan sebuah cicin di jari manisku, lalu mencium tanganku. Dia sangat murka.


"Ck, secepat itu dia bertindak. Tidak secepat itu, aku melepaskan putriku" Kata papi, melempar ponselnya ke sofa. Alih-alih akan melempar ke sofa, malah terlempar ke lantai.


"oh, tidak-tidak. Ponsel kesayanganku" kata papi mencium ponsel yang sedikit retak. Ponsel itu adalah hasil rakitanku untuk papi. Dia sangat menyukainya.


"sebenarnya Tuan Almart itu..." kataku akan menjelaskan, jika dia adalah papiku. Tapi jari telunjuknya malah menutup bibirku. Aku jadi tidak menjelaskan, bibirku ikut tertutup.

__ADS_1


"ikut Aku" katanya menarikku. Kami masuk ke dalam mobil mewahnya. Aku tidak tahu, dia akan membawaku kemana. Aku hanya duduk diam di dalam mobilnya.


Terima kasih,telah mengikuti novelku. sampai di eps ini. jangan lupa, kritik dan sarannya. setelah membaca jangan lupa, tinggalkan jejak kalian 🤗


__ADS_2