
Dua orang beda usia,kini berada di kursi tunggu,yang tersedia. Mereka duduk berjauhan,di depan ruanganku.
ceklek
Aku membuka pintu,karena aku memang gak perlu sampai di rawat inap. aku keluar dari ruangan,lalu kedua pria beda usia itu langsung berdiri dan mendekat padaku.
panggilan "Denada" dari Arka. Sedangkan papi memanggilku dengan sebutan "sayang". Mereka mengatakan secara bersamaan.
"Sayang,apakah ada yang tidak nyaman?" tanya papi padaku.
"Denada aku akan mengantarmu pulang,atau tinggal di mansionku saja. Wilson pasti sangat suka" ajak Arka,sambil memegang tangan kiriku,sedangkan papi memegang tangan kananku.
Apa-apaan Arka sialan ini,masa dia mengajak aku tinggal bersama dirinya. Mana di depan papi lagi. Nanti sampai di rumah,bisa sidang di meja hijau nanti. Pikirku,menjadi tak karuan.
"Berani sekali kamu, mengajak denada tinggal di tempatmu. Memang kamu siapanya denada? Statusmu hanya orang luar saja" kata papi dengan kalimat yang menusuk.
"sudahlah,kenapa selalu ribut. Pening kepalaku, Arka,terima kasih atas perhatianmu. Tapi aku akan tinggal di rumah papi" kataku keceplosan.
__ADS_1
"papi?" tanya Arka bingung.
"Aduh,duh... Panggilan sayang kami, Tuan Arka bukannya begitu,dengan mantan istrimu. Mommy and Daddy. Begitu juga Denada dan Aku. Mami and Papi" kata papi tersenyum menang. Lalu papi merangkulku untuk berjalan keluar dari rumah sakit.
Arka mematung, memandang kami berjalan meninggalkan dirinya. Sialan,aku kalah selangkah. Umpat Arka kesal,lalu berjalan keluar rumah sakit.
"Apakah kamu baik-baik saja,masih ada yang sakit?" tanya papi,saat kami sudah dalam perjalanan pulang.
"Denada baik-baik saja papi,cuma... denada teringat kematian mami" ucapku lirih, Air mataku mulai jatuh.
"sudahlah,jangan sedih. Kasian mami,sekarang yang penting kamu bahagia,mami sudah bahagia di sana. Mami tetap bersama dengan kita. Dia pasti bangga dengan putrinya,yang sekarang sudah beranjak dewasa" kata papi,dengan pandangan tetap fokus pada jalan raya di depannya.
"Sialan,orang tua itu. Benar-benar membawa wanita itu ke mansionnya" umpat Arka yang membuntuti kami. Dengan perasaan kesal Arka melajukan mobilnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara di Mansion Arka,seorang wanita paruh baya. bernama Isabela, tengah berbahagia. Pasalnya,setelah empat tahun menduda, Arka yang dingin. Kini peduli dengan seorang perempuan. Iya,benar sekali. Tentu saja perempuan yang di maksud Isabela adalah diriku.
__ADS_1
Pas di pesta,dia menatap aku dan Arka. Saat Arka menggodaku. Ini adalah salah satu bumerang yang akan terjadi di hari-hariku yang akan datang.
"Senangnya,sebentar lagi aku punya menantu. Akhirnya Arka bisa melupakan wanita itu" kata Isabela di dalam kamarnya,lalu dia menonton drakor ke gemerannya.
Arka memakirkan mobilnya,lalu dia masuk ke dalam mansion miliknya. Wilson berlari menyambut kepulangan Daddy nya.
"Daddy,apa yang terjadi dengan mommy? Apakah mommy baik-baik saja?" tanya wilson kawatir,dengan keadaanku.
"mommy baik-baik saja,sekarang sudah istirahat di rumah" kata Arka,mengelus rambut Wilson lembut.
"Daddy, bolehkah Wilson bertemu mommy? Wilson sangat kawatir dengan mommy" pinta wilson.
Lalu Arka mengatakan,jika aku harus istirahat. jika aku sudah sembuh,dia berjanji akan membawaku bertemu dengan wilson.
Mendengar perkataan Daddynya,wilson langsung mengangguk. wilson berjalan menuju kamarnya dan tertidur lelap. Sementara Arka,berdiri di balkon,sambil menyesep wine di gelasnya.
Arka masih bingung dengan perasaannya,kepadaku. Antara cinta atau hanya karena wilson menyukaiku. Ingatan buruk empat tahun lalu kembali hadir dalam ingatan Arka.
__ADS_1
...Apa sih,yang terjadi 4 tahun lalu... Tunggu eps selanjutnya... Up setiap hari 🤗 sampai bertemu besok lagi. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ❤️...