
Matanya menatap tanganku. Yang menggeliat manja di lengan papi. Lalu papi memanggil salah satu pelayan butik.
"may,tolong. Kamu bawa denada,untuk memilih gaun" perintah papi.
"baik tuan,mari nona. Ikut saya" kata pelayan,yang bernama may.
Aku mengikuti may,disana banyak sekali gaun. Aku memilih gaun yang simpel namun cantik. Warna hitam sangat cocok. Pikirku...
"oh,ternyata sekarang sudah jadi simpanan. lelaki tua. Tapi dengan tidak tahu diri,masih terus menempel pada Devan" sindir nenek sihir.
"may,kamu bungkus gaun itu. Ini kartunya" aku mengeluarkan kartu black card,milik papi.
"kenapa,terbengong. Aku lebih mending jadi simpanan. Memiliki sugar daddy,dari pada menjadi pelayan di rumah orang seperti, katak dalam tempurung. Yang tidak tahu dunia luar,menganggap dirinya kaya raya. Hehh sungguh aneh" kataku melewati nenek sihir.
Nenek sihir itu menarik tanganku, sangat kasar. Lalu menampar pipiku. Dengan kekuatan dirinya,rasanya sangat panas di pipiku.
Plak,plak,plak dan plak.
Aku menampar bolak-balik pipi kanan dan kiri nenek sihir itu. Rasanya sangat puas. pelayan hanya melihat kami.
"kurang ajar,kamu berani sekali menamparku" katanya,lalu dia melayangkan tangannya. Secepat kilat aku menangkap,dan menepis tangannya. Lalu dia terjengkal.mendengar keributan,papi masuk dengan devan.
"ada apa ini?" tanya papi,dan memelukku. Lalu meraba pipi putihku,yang merah dan membengkak akibat tamparan nenek sihir itu.
__ADS_1
"siapa yang melakukan ini?" tanya papi,dengan aura membunuh.
May,menjelaskan apa yang terjadi. kemarahan papi memuncak. Dia sebagai papiku,tidak pernah kasar,atau menyakitiku. Kini orang luar,terang-terangan menyakitiku di depannya.
"ingat,aku tidak mau lagi. Melihat dia masuk ke butik ini" kata papi dengan nada marah.lalu papi mengambil ponselnya.
"hallo, Ariyanto. Kamu putuskan semua kerja sama kita dengan Cropyet group. Dan siapapun,yang berani bekerja sama dengan Cropyet group maka,putuskan kerja sama kita dengannya juga. Dia telah menyentuh,yang seharusnya tidak dia sentuh" Kata papi,lalu dia merangkul pundakku. kami berjalan Menuju mobil.
Papi memang sedang tarik ulur,menghancurkan Cropyet group. Agar mereka benar-benar menjadi gembel. Beberapa kerja sama,antara mandala king dan Cropyet group menghasilkan miliaran. meski Cropyet group masih bisa berdiri,namun lama-lama tidak akan sanggup bertahan tanpa ada dana masuk. Di tambah kerugian yang harus dia bayarkan.
"siapa dia,kenapa sombong sekali" tanya nenek sihir itu pada devan. Sambil memegangi pipinya.
"ma,mama ini apa-apaan sih. Mama gak kenal dengan Tuan Almart. Pemilik mandala king... Penguasa pembisnis se_asia" dengus kesal devan.
"apaaaaa? Mana mungkin,denada bisa kenal dia?" ekspresi kaget nenek sihir... Kalian bayangin sendiri-sendiri aj ya,gimana ekspresi kagetnya.
Lanjutttt...
Devan berencana mengejar kami,dan meminta maaf. tapi papi melajukan mobil, sebelum Devan berhasil membujuk papi. Papi merem4s tanganku dengan lembut. Dia terlihat kawatir padaku, takut ingatanku kembali ke masalalu dan berakhir buruk dengan mentalku.
"kamu ini,kenapa masih membiarkan mereka menindasmu? Anak papi,tidak boleh ada yang menindas. Kamu harus kuat, apa perlu ikut pencak silat dari awal lagi" kata papi,setelah menasehati malah menggodaku.
__ADS_1
"boleh juga tuh pi,ikut pencak silat lagi... Biar doubel dapat sabuk hitamnya" jawabku,sambil nyengir. Memperlihatkan gigi gingsulku. Lalu papi menjentik jidatku.
Selain aku hobi balap montor, aku juga punya kebiasaan yang humm rahasia. Nanti kalian akan tahu. kebiasaanku,yang aduhai luar biasa. Hehe
Mobil papi menuju ke sebuah mall. Setelah sampai kami lekas turun dan masuk. Sebagian yang mengenal papi,membungkuk memberi hormat. Karena sebagian besar toko di sini adalah di bawah naungan Mandala king. Cie sekaya itu papi aku ya? Hehe.
aku dan papi,memilih kado untuk wilson. Aku memilih dengan cermat. Tentu saja,sesuatu yang wilson sangat sukai. Aku sangat mantap dengan pilihanku.
"sayang,lihat kaling ini? Cocok untukmu" kata papi memperlihatkan sebuah liontin.
"apaan sih,Lihatlah. Masa ada huruf D gitu. Nanti di kira Devan Lagi. Apa lagi sebagian orang manggil Denada itu Ega. Gak maulah" Tolakku.
"hehe iya juga ya, Siapa suruh kamu nikah sama bajingan berinisial D. Cicin ini cantik,cocok nih buat kamu" kata papi memperlihatkan sebuah cicin. Lalu aku mencobanya.
"Cantik pi,udah kayak mami belum?" godaku pada papi.
"mamimu lebih cantik dari kamu, dia anggun. Tutur katanya lembut. Entah salah nyidam apa mamimu dulu. Papi rasa karena kebanyakan makan belut, makanya kamu kayak belut. Gak bisa diam" goda papi
"masa iya sih pi? Ada-ada aja papi ini. Apa hubungannya belut sama denada coba" jawabku sambil melepaskan cicin itu dari tanganku. Papi hanya terkekeh mendengar jawabanku.
Saat kami berada di dalam mall,ada sebuah mata yang sedang memperhatikan kami. Dia melihat setiap gerak-gerik kami. Lalu pengawal berbisik pada Papi. Aku hanya memutar bola mataku.
Lalu papi memberikan koda Padaku, Agar jangan memperlihatkan aku sebagai anaknya. Panggilan kami berubah dalam waktu yang singkat. Seperti secepat membalikan buku. Aku hanya berfikir, mungkin dia adalah salah satu orang yang mencari keberadaanku, anak tunggal pewaris Mandala King.
__ADS_1
Siapa sih,musuh Tuan Almart? Kita bahas di eps eps yg akan datang ....
Terima kasih,telah mengikuti novelku. sampai di eps ini. jangan lupa, kritik dan sarannya. setelah membaca jangan lupa, tinggalkan jejak kalian 🤗