
Aku melangkah pelan,namun kenapa begitu cepat,sampai di pintu bertulis Presdir. Auuuuu no,rasanya aku menjerit dan ingin kabur.
resepsionis mengetuk pintu, Ada suara dari dalam. Menyuruh kami masuk. Aku ngikut aja,di iringi irama detak jantungku yang dag dig dug serrrrr.
Arka melihat kedatanganku,dia tersenyum menyeringai. Aku tidak mengerti dengan pandangan matanya. Seperti ingin memakan diriku saja.
Dia memberi kode,pada dua orang yang di dalam ruangan. Seketika mereka langsung paham,dan keluar meninggalkan kami.
"Tuan,ini kalungnya. Silahkan di periksa. Setelah tidak ada masalah. Aku akan kembali ke kantor dan kembali bekerja" kataku,senetral mungkin. Menutupi semua ketegangan dalam diriku.
Arka berdiri dari tempat duduknya,dari tadi dia tidak mengatakan sepatah katapun. Dia berjalan memutari meja kerjanya,lalu ke arahku. Mengambil kotak itu,lalu melihat dengan seksama.
"bagus,ini sangat cocok untuk wilson" katanya,lalu memasukkan kembali pada kotak dan meletakkan di atas meja.
"syukurlah,jika anda suka. Saya permisi,kembali ke kantor" kataku yang akan bersiap melangkah melewati dirinya.
__ADS_1
Stttt
Dia menarik tanganku,saat ini aku berada di pelukannya. Kedua mataku saling menatap dua mata biru,yang memabukkan. Uhhh indah sekali,ciptaan tuhan ini.
Oh tidak, tidak. Bukan saatnya aku mengagumi matanya. Sialan,kenapa aku malah nyaman di pelukannya. Aku mendorong kuat,namun semakin aku mendorong,dia semakin mengeratkan pelukannya.
"Tuan,Anda jangan kurang ajar. Lepas" kataku,dengan nada tinggi.
"Aku heran, wanita kasar sepertimu. Kenapa wilson begitu menyukaimu?" tanya dia,sambil terus memandang wajahku.
Sttt....
Tubuhku,di tarik dan di hempaskan di sofa. Aku terjengkal,jatuh di atas sofa. Seketika dia menindih tubuhku... Apa-Apaan ini? Dia tidak berencana memperkosaku disini kan...??? Oh no. Aku harus tetap berfikir jernih.
"kamu tahu,kamu telah membangunkan. yang telah lama tertidur" katanya padaku.
__ADS_1
"mem...membangunkan apa?" tanyaku gugup.
Cuppp
Dia mencium bibirku,ahhh gila. Tapi ini sangat nikmat. Entah kenapa,aku ingin menolak. Tapi Aku tidak bisa menolaknya. Ciuman ini semakin dalam,aku malah menerima ciumannya dan membalasnya.
"kamu menikmatinya?" tanya dia,setelah melepaskan ciuman kami. Sambil menaikan satu Alisnya...
"lepas,kamu jangan seperti ini. Aku wanita yang normal... Apa kamu tidak sadar,dirimu sangat tampan. Aku tidak kuat,dengan godaanmu. Apa kamu sedang mengujiku,aku normal atau tidak?" kataku setengah memuji dirinya, juga memprovokasinya. Agar mau melepaskan diriku dari cengkramannya. Tanganku rasanya sakit,akibat dari gegeman erat tangan kasarnya.
"kamu sedang memujiku?" katanya,lalu tangannya yang satunya melepaskan tanganku, dia membelai bibirku. Rasanya darahku mengalir ke segara penjuru. Tubuhku ingin lebih dari itu. Aku menatap dirinya dengan tatapan Sayu. Dia mencium bibirku,... Ahhhh umm satu de..sa..han lolos dari bibirku.
"kamu menginginkanku?" tanya nya,setelah melepaskan ciuman itu. Aku merasa gila,masa iya. Aku mengatakan iya,karena cengkraman dia sudah longgar. Aku menendang burung hantu miliknya. Yang sama dengan dirinya,selalu menghantuiku.
Seketika dia kesakitan,aku berlari. Keluar ruangan,di dalam lif,aku merapikan diriku yang sedikit berantakan. Sedangkan Arka masih kesakitan,oleh perbuatanku. Yang hampir menghancurkan masa depanya.
__ADS_1
Aku segera balik ke kantorku,aku masuk ruangan. Dan tatapan Viera di sana,sangat tidak bersahabat. Entah apa yang terjadi,selama beberapa jam aku tinggalkan.