Wanitaku

Wanitaku
Konferensi Pers


__ADS_3

Mobil terus berjalan menuju Bandar Udara Internasional Hang Nadim. Tuan Almart sangat bahagia kedatangan adik satu-satunya yang berkunjung ke Batam.


"Tuan, sepertinya Tuan sangat bahagia hari ini. Apakah karena Nona Besar sebentar lagi akan menjadi Ceo" tanya Ariyanto sambil melihat Tuannya di kaca spion mobil.


"Bukan cuma itu, aku sudah lama tidak Bertemu dengan ALBAR mungkin putrinya juga sudah sebesar Denada" ucap Tuan Almart, terlihat wajahnya yang begitu berseri.


"Syukurlah, saya merasa lega. Sejak Nona besar kembali, Tuan sudah lebih sering tersenyum" ucap Ariyanto.


"Bagaimana bisa aku tersenyum, sedangkan orang lain terus menindas putriku. Apakah saham Cropyet sudah berhasil kau beli?" Ucap Tuan Almart sambil mengeluarkan ponselnya.


"Sudah Tuan, 65% seperti yang Tuan inginkan" Jawab Ariyanto.


"Bagus, aku tidak sabar melihat Devan memohon dan bertekuk lutut di depan putriku" ucap Tuan Almart.


Mobil terus berjalan begitu cepat akhirnya sampai di bandara Internasional Hang Nadim. Tuan Almart turun dari mobil mewahnya, setelah berjalan sekitar sepuluh menit dia melihat Adik yang selalu dia rindukan bersama dengan keluarga besarnya.


"Akhirnya kita bertemu juga" ucap Tuan Almart setelah memeluk lelaki yang lebih muda lima tahun darinya itu.


"Aku sangat merindukan Abang, mana Denada bang?" Tanya Albar setelah melepaskan pelukan Abangnya.


"Denada di kantor, setelah konferensi pers besok. Denada baru bisa bergabung dengan kita. wanita cantik ini pasti Bulan kan?" Ucap Tuan Almart, dia melihat Bulan yang usianya seumuran dengan putrinya.


"Iya yah, Bulan sudah besar sekarang" ucap Bulan pada Tuan Almart. Ayah adalah sapaan dari kecil. dulu sebelum kecelakaan yang menimpa mendiang mami Denada, Satu keluarga itu sering bertemu. Bulan adalah teman main dan teman sekolah Denada. Mereka bersaudara dengan cukup Harmonis.


Bulan Adalah wanita yang Anggun, manis dan cantik. Tapi hingga saat ini dia belum juga memiliki seorang kekasih. Baginya lelaki begitu sangat merepotkan, karena melihat Denada yang selalu mendapatkan bunga dan cokelat dari teman cowoknya sewaktu masih SD.


Bulan memiliki seorang Adik yang usianya selisih empat tahun darinya, sekarang sedang mengayam pendidikan di negara Sakura.


Mereka masuk ke dalam mobil dengan perasaan yang bahagia. Tuan Almart tidak kembali ke kantor lagi, dia lebih memilih tinggal di mansion bersama adiknya.


"Bulan, jika kamu merasa rindu kota batam. Kamu bisa pergi ke mall. Biar paman wu yang mengantarmu" ucap Tuan Almart setelah sampai di mansion.


"Iya yah, Bulan mandi dulu. Setelah itu, bulan ingin jalan-jalan sebentar" jawab Bulan dan langsung masuk ke salah satu kamar keluarga yang ada di lantai dua. Setelah selesai mandi Bulan pergi ke sebuah mall yang terkenal di kota batam, yaitu Nagoya hill.


"Wilson, sudahlah. Jangan terus merajuk, Daddy akan kembali ke kantor. Oke?" bujuk Arka pada putranya.


"Daddy, Wilson mau Mommy" Teriak Wilson pada Arka.

__ADS_1


"Oke, Daddy Telvon Mommy ya?" ucap Arka langsung mengeluarkan ponselnya.


"hallo" jawabku setelah menerima panggilan telvon dari Arka.


"Sayang, bisakah kamu membantuku membujuk Wilson?" ucap Arka dari seberang telvon.


"hah? Sayang?" ucapku


"ayolah, kita kan sudah kembali bersama" ucap Arka.


"Kamu sekarang sedang dimana?" tanyaku


"Di rumah, aku terpaksa pulang. Karena Wilson terus merajuk" ucap Arka.


"Mana Wilson?"


"Mommy, kenapa Mommy jahat. Mommy mau meninggalkan Wilson" Ucap Wilson dengan nada seperti Anak yang sedang menahan tangisnya.


"Wilson, Mommy gak ninggalin Wilson. Bagaimana kalau kita nonton Bioskop. Mommy akan menemani Wilson jalan-jalan. oke?"


...----------------...


Bulan sangat senang bisa berkunjung kembali di kota kelahirannya. Setelah dia merasa cukup memberikan polesan pada wajah cantiknya, dia keluar dari toilet.


Bulan bertabrakan dengan seorang lelaki bule, yang hendak ke Toilet. Bulan yang kehilangan keseimbangannya itu, ditangkap. Tangan bule itu melingkar di pinggang ramping Bulan. Keduanya saling menatap, mata Elang berwarna biru itu membuat Bulan terpesona.


"maaf, aku tidak sengaja" ucap Bule itu, segera melepaskan Bulan.


"Tidak apa-apa, aku yang tidak memperhatikan jalan" ucap bulan. Bule itu tidak mengatakan apapun. Dia tersenyum dingin yang di paksakan, lalu pergi masuk ke dalam Toilet Pria yang bersebelahan dengan Toilet wanita.


Setelah Turun dari Taxi, aku langsung bertemu dengan Wilson. Begitu aku masuk di sebuah Restoran, Wilson langsung memelukku.


"Kenapa Wilson, apakah kamu begitu merindukan Mommy?" tanyaku.


"Wilson takut kehilangan mommy" ucapnya.


"Mommy tidak akan meninggalkan Wilson, dimana Daddy?" tanyaku setelah aku sadar, tidak ada Arka di sini.

__ADS_1


"begitu datang langsung ingin bertemu denganku, apa kamu begitu merindukanku Baby?" ucap Arka dari belakang. Sungguh pandai sekali dia menggodaku, batinku.


Dari pukul dua siang, sampai pukul sembilan malam aku menemani Wilson. Setelah mengantar Wilson ke Mansion, Arka kembali ke Apertemenya.


"Aku sangat cemburu" ucap Arka setelah kami berada di dalam lif.


"cemburu? Sama siapa?" Tanyaku heran.


"Tora, aku benar-benar ingin menghajarnya" ucap Arka.


"Dia kakakku, dan hanya posisi itu dihatiku" ucapku.


"Sungguh?" kata Arka mendorongku ke dinding Lif. Saat aku ingin menjawabnya, dia mencium bibirku. tiba-tiba diding lif itu terbuka.


"Sungguh pasangan jaman sekarang" ucap salah satu dari empat orang dewasa. Aku sangat malu, dan keluar dari lif. Rasanya aku ingin membuang wajahku saat ini. Yang lebih mengesalkan, Arka tetap bersikap tenang seakan tidak terjadi apa-apa.


Dengan wajah yang kesal dan malu, aku masuk ke dalam Apertemen. Aku tidak melihat kak Tora, kelihatannya dia sedang tidak ada di Apertemen. Aku bergegas Mandi dan istirahat.


Pagi yang indah, Hampir semua orang yang mengenal Mandala King sedang bersiap di depan TV, mereka sedang menantikan berita siaran langsung salah satu dari stasion TV Terkenal. Aku duduk di ruang tunggu dengan perasaan yang gugup.


Koferensi pers telah di mulai, semua tegang menantikan Apa isi berita yang akan di bawa oleh orang nomor satu se Asia. Yang lebih menggemparkan lagi, dia ingin mengumumkan pada semua orang tentang Anaknya yang lama dia sembunyikan.


"Kerena tekanan yang berat sedang Mandala king rasanya selama Dua pekan terakhir ini. Aku merasa membutuhkan seorang pengganti. Yaitu Putriku" Ucap Tuan Almart.


"Putri? Perempuankah? Aku dengar dia seorang laki-laki?" ucap Isabela yang berada di depan TV nya.


"Dia akan menjadi Ceo Mandala king mulai besok, Denada Mandala Putri. Dia adalah putri kandungku. Putri semata wayangku" ucap papi, di iringi terkejutnya para Tamu undangan.



"Denada, mantan istri putraku?" Ucap terkejutnya mantan mertuaku.


"Denada, ini tidak mungkin. Kenpa dia menyembunyikan semua ini" ucap Devan degan suara yang lemah.


Sedangkan Isabela sangat terkejut dengan pengakuan Tuan Almart, lalu dia reflek melempar remot TVnya, sampai membuat TV nya berlubang seketika langsung mati.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2