Wanitaku

Wanitaku
Sang mantan


__ADS_3

"Denada,siapa yang mengirim pesan? Kenapa kamu terlihat pucat?" tanya papi penasaran.


"eh...haha itu sinian pi. Dia ngajak main balap montor lagi. Denada,lagi bingung mau cari alasan yang pas buat nolak" kataku bohong.


"oh,bilang saja kamu sekarang lagi sibuk kerja,kalian lagi butuh uang. Kan sudah beres" kata papi sambil tersenyum.


Aku hanya jawab iya aja... Lalu aku meminta ijin papi untuk melanjutkan kerjaku. aku benar-benar tidak bisa bekerja. Sepanjang waktu,hanya wajah bule sialan itu yang ada di dalam otakku.


Aku cabut,sebelum jam pulang. Aku telvon sinian,jumpa di cafe. Kami makan hot pot. Rame-rame dengan kelompok geng montor.


Asal kalian tahu ya... Gini-gini meski gue seorang cewek. Tapi gue ketua geng montornya. Meski gue sempat menghilang 5 tahun,tapi mereka masih menghormatiku. Sinian yang selalu mengendalikan mereka,selama 5 tahun. Aku tidak ada di sisi mereka.


"cok,ini satu botol lagi. Kita buat rayakan kepulangan lo" kata Sinian ke gue,sambil menyodorkan botol kaleng bir.


"gila lo,gue udah habis 2 botol. Gue masih ingin makan cok,entar siapa yang ngantar gue pulang. Kalau kita teler di sini?" jawabku.


"tenang ajalah cok,kau ini. Kan ada kita-kita" kata sinian sambil menaikan ujung alisnya.

__ADS_1


Aku ambil aja,satu botol. Aku taruh di dekatku,aku lanjut makan hot pot. Tidak ada yang lebih enak dari ngumpul teman-teman geng montor ini.


"sinian,lo ya. Main comot aja. " kata Riko.


Riko dan sinian parang sumpit,mereka berebut lobster. Aku cuma memandangi dua orang,yang selalu perang mulut.


"sampai dunia ini kiamat,lo gak akan pernah menang dari gue" kata sinian,sambil memegang lobsternya.


"iyalah,lo pakai tangan. Gue pakai sumpit cok" gerutu Riko.


"salah siapa? Lo punya tangan,kenapa lo pakai sumpit?" sinian menyalahkan Riko,lalu tertawa keras.


"hum,gak tau. Memang kenapa?" tanyaku heran.


"ya kayak gitulah,tingkahnya kayak bocah" kata abi. Mengejek dengan bibirnya.


"kalau Ega belum kawin, gue gak akan nyari pacar. Lo tau,gue sahabat sejati Ega. Dia jomblo sampai saat ini. Gue juga jomblo" kata sinian,sambil meneguk bir.

__ADS_1


Gila,masa gue mau bilang. Kalau gue janda,di tinggal selingkuh suami gue. bocah-bocah ini bisa langsung kena serangan jantung. Auto repotlah gue.


Aku,menatap kawan-kawanku ini saling bergantian. Tiba-tiba ada satu pemandangan yang menyakitkan mataku.


"Denada,kenapa kamu disini? Terus kamu gabung sama orang kayak gini. Denada,oke aku tahu aku salah. aku tahu kamu mungkin sakit hati,tapi ini bukan gaya kamu. Jangan berubah menjadi yang gak lazim begini" Kata devan menarik tanganku,sampai aku keluar dari lorong meja,sontak teman-temanku kaget dong.


Aku menepis kasar tangan devan. Aku merasa jijik,aku benci padanya. Setengah dari diriku sudah tidak lagi waras,akibat bir.


"Devan,dengar. Saat ini,seperti apa,bagaimana aku. Tidak ada lagi hubungannya denganmu. Kau hanya sampah di mataku" kataku kasar,aku menepis kasar. Mengambil jaket kulit milikku. Aku melangkah meninggalkan cafe.


Semua teman-temanku masih bingung,dengan yang terjadi barusan. Sinian mencoba menahan devan yang akan mengejarku.


"lo,berani selangkah maju. habis lo disini" kata Sinian dan teman-temanku. Lalu pelayan cafe mencoba menengahi mereka.


Aku duduk di atas montorku,aku merasa marah. Semua berkecambuk menjadi satu. Aku menyesal mengenal devan. Aku melihat luar,ternyata sudah gelap.


Aku melajukan montorku,ke mansion papi. Aku ingin di peluk papi untuk saat ini. Aku melajukam montorku dengan kecepatan tinggi,sampai di lampu merah,aku membuka kaca hlemku.

__ADS_1


Sedangkan mobil di sampingku,Ternyata adalah mobil Arka. Namun aku tidak sadar,dengan kehadiran dia di lampu merah.


Setelah lampu hijau,aku memacu kendaraanku dengan kecepatan tinggi,membuat Arka kawatir dan mencoba mengikuti aku dari belakang.


__ADS_2