Wanitaku

Wanitaku
Wanita karir


__ADS_3

Sangat lelah,aku masih memeluk gulingku,dan nyenyak dalam tidurku. Alarm,berkali-kali aku tunda,semakin lama semakin siang.


Aku melirik jam dinding,langsung terkejut. Sudah jam tujuh lewat. Mampus,macet lagi. apa-apaan ini,papi kok udah berangkat aja. Pikirku saat keluar dari kamar, dengan langkah yang terburu buru,aku mengambil sepatu,lalu ke garansi motor.


"gak sempat,dan gak terkejar lagi kalau naik mobil atau taxi. Kataku sambil melihat motor berjejer.


"Sialan,sang Raja jalanan di rumah ibu. Terpaksa pakai motor ini aja" kataku,sambil berteriak pada sum,untuk mengambil kunci motor.


Aku kasih gambaran motorku ya kak, biar kalian semakin seru bisa bayangin aku, naik motor nanti.



Aku sudah berhasil mengeluarkan motor,yang jarang aku pakai. Tapi tetap terawat ini. Ck,dengan pesona Motorku ini. Akan semakin gempar. Alah bodoh amat,pekikku dalam hlem tertutup itu. Aku mulai memacu kendaraanku,menarik gas semakin kencang. Yang benar aja. Macet banget,aku nyelip sana,nyelip sini.


Brukk,ada pengendara lain menabrak plat nomor belakangku motorku. Ihhh,Pangeranku sayang di tabrak orang,rasanya aku sangat emosi. Di depan lampu merah,aku melayangkan tinju di udara. Menandakan aku gak terima motorku di tabrak. Anehnya,aku seperti mengenal sang penabrak. Aku memutar bola mataku,saat aku mengenal siapa orang yang menabrakku.


Sinian,sialan. Dia sepertinya sedang buru-buru berangkat kerja,dengan setelan wearpack safety dan lengkap sepatu safety di kakinya.


Aku melayangkan tinju di pundaknya. Tentu saja dia kaget,setelah aku membuka hlemku.


"gila,ternyata elo ga" senyum sinian.


Belum sempat aku balik menjawab,lampu sudah menyala hijau. Sampai ketemu entar malam teriak sinian,kayak orang bodoh. Ada apa dengan entar malam? Gumamku di atas motor.


Jam terus berputar,aku semakin kuat menarik gas motorku, agar semakin kencang. Aku sudah memasuki kawasan industri. Akhirnya sampai juga,kataku di dalam hlem. Aku masuk ke gerbang,memakirkan motorku,lalu paskat.


"udah ganti montor lagi,gila. Aku merasa dia terang-terangan,morotin uang Tuan Almart" bisik resepsionis itu. Karena cukup kencang,aku bisa mendengarnya.


Brakkk

__ADS_1


Aku memukul meja resepsionis. diiringi ekspresi kaget dua orang tersebut. Lalu Aku menyugar ramburku yang terurai panjang.


"Apakah kamu sedang iri denganku? Kamu tidak memiliki kemampuan untuk menggoda Tuan Almart. Kalian hanya punya kemampuan bergosib saja tahunya." Kataku seperti preman akan memalak orang.


Kedua resepsionis itu, gemetaran melihat diriku yang seperti mau memakan dirinya. Ck, aku berdecih di depannya. Dengan pakain celana jeans,koyak di bagian lutut. Sudah persis anak jalanan. Aku berjalan sambil mengikat rambutku. setelah sampai di ruang kerjaku, aku duduk sambil menghela nafas panjang. Aku keluarkan laptop milikku. Aku nyalakan...


Klingggg


Bunyi laptop habis batre,sial. Aku lupa membawa cas,aku mengirim pesan pada Ariyanto untuk membawakan cas laptop ke ruanganku. rasanya aku tidak memiliki tenaga mau ke ruangan papi.


Tidak lama kemudian, Ariyanto datang dengan membawa cas laptop. Semua mata memandangku. Bodoh amat, kataku dalam hati. Cepat atau lambat kalian juga akan tahu siapa aku suatu hari nanti.


"nona,kata tuan. Untuk makan siang. Anda si suruh ke ruangan Tuan Besar" kata Ariyanto sopan.


"cih,cuma simpanan aja. Sampai Asisten Ari begitu sopan" Batin Saila, jiwa iri dan dengkinya. Sudah menggerogoti akal sehatnya. Juga hatinya. semenjak penghiatan yang dia lakukan,aku sudah menganggap dia seperti hantu. Begitu juga dirinya,menganggapku sebagai saingan dia.


Aku hanya menjawab"oke" sambil menghubungkan laptop dan cas. Aku segera membuka semua Desain yang aku buat. Semua oke,tinggal nunggu miting nanti siang.


"mbok,pop mie satu" kataku,lalu orang penjaga kantin yang biasa di panggil mbok jem itu,menyeduh pop mie.


"kok udah istirahat aja mbak" tanya dia penasaran,dengan pakean aku kemeja dan celana jeans. Yang tidak mirip dengan pegawai kantor. Dia meletakkan pop mie di mejaku.


"lapar mbok" jawabku singkat,aku mengeluarkan ponsel dan mengetik nama "dobol" alias sinian.


"hallo,ada apa ga?" jawab sinian,aku mendengar suara deruan bunyi mesin las. Yang Super berisik banget.


"besok ngumpul yok,jemput aku ke rumah. Malas aku bawa montor sendiri" kataku sambil menyeruput mie.


"apa? Aku gak dengar" katanya teriak kencang.

__ADS_1


"budenk lo" aku mematikan panggilan telvon. Lalu mengirim pesan untuk dobol,alias sinian. Tidak lama kemudian aku mendapat balasan pesan darinya. "oke".


Aku menghela nafas panjang,setelah selesai makan. Aku kembali ke ruangan,di lorong ruangan bertemu kak tora. dia sebagai kakak angkatku anak kandung bu lastri. Statusku sebagai anak angkat dari panti asuhan.


"Denada? Udah balik? Kok gak ngabarin kakak?" kata kak tora terkejut.


"udah mau 2 bulan,kakak gak pernah pulang" jawabku,sambil bersandar di tembok. Kak tora memperhatikan penampilanku yang seperti preman. Pakai sepatu boots, celana koyak. Dia hanya menggelengkan kepala.


"kakak baru pulang kemaren dari singapura,ada perjalanan bisnis. Kamu ini kerja,kayak mau main sama anak geng montor aja" jawab kak tora yang langsung menegurku.


"ada baju,belum sempat ganti. Nanti aku sekalian pergi main sama dobol,dan kawan-kawan,udahlah ya kak. Sampai ketemu lagi kak" jawabku,langsung ke ruanganku.


Disana,udah berdiri Viera dengan muka sangarnya. Ada apa gerangan? Pikirku. Aku berlahan tapi pasti,dia mengikuti gerakanku. Aku nyengir sambil menatapnya.


"Denada,ini kantor bukan mall. Kamu kerja dengan pakaian macam apa itu? Aku gak peduli kamu ada hubungan apa dengan Tuan Almart. Tapi ini lingkungan kerja,kamu nanti siang ikut miting peluncuran ponsel terbaru,ada custamer di sana. Gak mungkin kamu pakai,pakean kayak begini" omel Viera.


Aku hanya mengangguk mengerti,mau kayak mana. Aku pun bersalah,tidak lama kemudian bel istirahat pun berbunyi. Semua orang perusahaan,operator alias buruh pabrik dan karyawan kantor berhamburan ke kantin. Aku mengambil tas,lalu berganti pakaian. Aku menyisir rambutku,aku sanggul ala pramugari. Dalam sekejap, aku menjadi Cantikkk. Dengan rok coklat sepan sebawah lutut,dan kemeja warna hitam.



Seperti biasa, aku makan siang di ruangan Papi. Sangat menyenangkan memiliki papi yang perhatian dan sayang, walau sahabat dan suami qianati hidupku dimasalalu.


"Udah siap ya,buat miting nanti. Mana papi mau lihat,ponselnya?" tanya papi ingin melihat karyaku.


"enak aja,nantilah. Kejutan,kalau sekarang gak asik" kataku sambil terus makan,dengan rakus.


"haihhh,papi penasaran ini" katanya merayu.


Aku bilang,nanti ya nanti. Sambil mengantongi ponselku. Aku lanjut makan, kalau gak kenyang,bisa mati mendadak di ruang miting depan custamer dan petinggi perusahaan. Aku yang belum biasa miting dengan orang penting, pasti akan keluar keringat dingin, menggerogoti tubuhku. 🤗

__ADS_1


tunggu up eps besok ya,akan ada pertemuan seru antara denada dan Tuan Arka. Di tambah perdebatan dengan Papi Almart.


Terima kasih,telah mengikuti novelku. sampai di eps ini. jangan lupa, kritik dan sarannya. setelah membaca jangan lupa, tinggalkan jejak kalian 🤗


__ADS_2