Wanitaku

Wanitaku
Penculikan


__ADS_3

Aku masuk ke dalam kamarku. Aku merebahkan tubuhku dan terlelap dalam tidurku.


Pagi pun tiba, aku langsung berangkat tanpa sarapan. Bahkan aku sangat kesal saat melihat wajah Bulan.


"Nad, kau gak sarapan?" Tanya Bulan yang sudah di belakangku.


Aku tidak menjawab, hanya memutar bola mata ku dengan malas. Lalu aku masuk ke dalam mobilku, aku melihat Bulan yang keluar dari gerbang. Sialan, aku melihat mobil Arka di depan gerbang. Aku melajukan mobilku keluar dari gerbang dan berlalu begitu saja.


"Dasar buaya Darat" ucapku kesal dan terus melajukan mobilku.


Bahkan aku sangat kesal saat lampu merah menghalangi jalanku. Setelah lampu merah menyala hijau, aku kembali melajukan mobilku dan tidak butuh waktu yang lama aku telah sampai di kantor.


"Denada?" sapa Mas Devan saat kami berpaspasan di pakiran.


"iya mas, ada apa?" ucapku pelan.


"bisakah aku mengundangmu makan malam ke rumah? Mama baru saja pulang dari rumah sakit dan ingin bertemu denganmu" ucap Mas Devan sedikit memohon.


"Maaf mas, aku gak bisa" ucapku tegas.


"sekali saja nad" ucap Mas Devan lagi.


Mendengar permintaan Mas Devan aku hanya bisa mengabulkan keinginannya.


Aku duduk di kursiku, lalu aku mendengar suara ketukan pintu dari luar. Aku pun mempersilakan masuk. Tidak lama kemudian aku melihat seorang lelaki yang lebih muda dariku.


"Siapa?" tanyaku heran.


"maaf bu, saya Akbar. Tuan Almart yang mengatur saya untuk menjadi sekertaris ibu disini" ucapnya sopan.


" Akbar? Putra Ariyanto?" tanyaku memastikan.


"betul bu, saya baru tadi malam sampai di batam" ucapnya.


"lebih baik kamu istirahat dulu, dan besok kamu melapor di bagian admin sebagai sekertarisku" ucapku tegas.


"Baik bu, saya permisi" ucapnya sopan.


"silahkan" ucapku. Aku terus melanjutkan pekerjaanku. Saking sibuknya aku sampai melewatkan jam makan siang.

__ADS_1


Aku melirik jam sudah pukul 15: 30, Aku pikir sudah nanggung untuk makan siang. Jadi aku melanjutkan pekerjaanku.


Setelah pukul 17:00 Aku membereskan semua dokumen dan aku bergegas menuju ke pakiran. Aku mengikuti mobil Mas Devan dari belakang, tidak lama kemudian Aku sampai di rumah yang pernah aku tempati, Aku menghela nafas panjang dan keluar dari dalam mobilku.


Aku berhenti melangkah saat aku berada di depan gerbang rumahnya, aku mendengar bisikan tetangga samping Rumah.


"Istri tuanya sudah kembali lagi, sedangkan istri mudanya sudah di usir dengan anaknya" ucap ibu berbaju silver.


"Benar, aku dengar istri tertuanya ternyata anak orang kaya. Sampai masuk berita panas di medsos" ucap ibu berbaju merah.


"Nad, ayo masuk" ucap Mas Devan padaku. Akhirnya aku masuk ke dalam rumah.


Saat aku masuk ke dalam gerbang Mantan Ibu Mertuaku keluar Rumah. Dia tersenyum ramah, dan mempersilahkan aku masuk.


Aku masuk dan di ajak langsung duduk di meja makan. Aku melihat isi rumah ini nyaris tak berubah.


Aku hanya basa basi menanyakan kabarnya, terakhir setelah aku mengakusisi Cropyet Group dia masuk Rumah sakit lagi.


Ternyata benar jika Saila juga sudah keluar dari rumah Mas Devan. Entah kemana sekarang Saila berada, sedangkan dia sudah habis kontrak dari Mandala King.


Setelah kurasa cukup aku pun berpamitan pulang. aku dari awal memanng mematikan semua ponselku. Anehnya jalanan sangat sepi, padahal masih jam setengah sembilan malam.


Aku berhenti saat aku melihat ada pohon menghadang jalanku. Sebelum turun dari mobil aku berfikir, kenapa ini seperti di sengaja. Saat mobilku akan memutar balik malah menabrak orang. Aku bergegas keluar dari mobilku.


Berlahan aku menutup mata tak sadarkan diri, namun sayup-sayup aku mendengar suara. Jika seseorang yang menyuruh menangkap Pawaris Mandala King.


...----------------...


Satu malam pun berlalu, Papi mengira aku pergi dengan Arka. Sedangkan Akbar memberikan kabar jika aku tidak berada di kantor.


"kenapa calon mertua menghubungi aku?" ucap Arka salah tingkah saat Ponselnya tengah mendapat telepon dari Tuan Almart.


"Hallo Tuan, ada yang bisa saya bantu?" ucap Arka sopan.


"Apa kau sedang bersama Denada?" ucap Tuan Almart.


"Tidak, apakah Denada tidak pulang Tuan?" ucap Arka kaget.


"Dia tidak pulang, bahkan tidak datang di tempat kerja" ucap Tuan Almart.

__ADS_1


Setelah mendengar penjelasan Arka Tuan Almart sangat kawatir. Lalu Arka menghubungi Mommy nya, siapa tahu ini salah satu ide dari sang Mommy. Namun Isabela terkejut dan bukan ide dia.


Arka bergegas menyuruh semua orangnya untuk mencari keberadaanku. Tuan Almart mendatangi Kediaman Ha Joon.


"Ha Joon, aku tidak basa basi lagi. Apa kau menculik Putriku?" ucap Tuan Almart yang di ikuti banyak pengawalnya.


"Denada menghilang?" ucap Ha Joon terkejut.


"Kau tak perlu pura-pura terkejut, kau datang dari Korea hanya ingin membalas dendam padaku, karena Rere lebih memilihku dari pada dirimu kan?" ucap Tuan Almart mulai Emosi.


"duduklah dulu, mungkin kita butuh bicara" ucap Ha joon pada Tuan Almart.


"Aku memang berencana membalas dendam, namun Putraku memang menyukai Putrimu. Aku melupakan Dendam di masa lalu, sungguh bukan aku yang menculik Putrimu" ucap Ha Joon serius. Dia berkata dengan sungguh-sungguh.


Heu Joon yang menerima kabar Penculikanku, dia langsung kawatir dan mengerahkan semua anak buahnya untuk mencari keberadaanku.


"Denada, aku harap kau baik-baik saja. Sungguh ini ide Mommy, aku hanya ingin memberimu kejutan padamu, aku tidak menyangka malah akan mencelakaimu" ucap Arka di dalam mobilnya.


Sedangkan aku berlahan membuka mataku, aku berlahan melihat sekelilingku. Tempat yang sangat Asing. Lalu aku melihat Jendela Luar.


"Sial, kenapa aku berapa di atas kapal" ucapku pada diriku sendiri.


Aku berusaha membuka pintu kamar, namun terkunci dari luar, aku melihat Jendela bahkan aku sudah keluar masuk toilet, untuk melihat celah untuk kabur.


Tidak lama kemudian aku mendengar seseorang hendak membuka pintu kamar, aku bergegas pura-pura tertidur di atas kasur.


"kenapa dia belum sadar juga, apa kau terlalu banyak memberikan obat biusnya?" ucap seorang lelaki, aku dapat mendengar jelas dari suaranya.


"Maaf Tuan, seharusnya dia sudah sadar" ucap seorang lelaki, aku bisa mendengar jika itu adalah anak buahnya.


Sedangkan di sisi lain, polisi menemukan mobil, lengkap dengan ponsel dan tasku di pinggir jalan. Mendengar kabar itu, Papi merasa lemah.


"Almart, kau tak perlu kawatir. Aku juga akan mencari keberadaan Putrimu" ucap He Joon.


Sedangkan di kamar Aku merasa jika lelaki itu meraba pipi hingga ke daguku. Aku merasa gemetar, aku sangat takut, namun aku berusaha untuk tenang.


"Jika aku menikahimu, sudah pasti aku bisa menguasai Mandala King. Bahkan kamu begitu sangat cantik. Aku pasti akan memperlakukanmu dengan baik" ucapnya.


"Dia akan menikahiku? Siapa dia? Kenapa dia menginginkan Mandala King" batinku.

__ADS_1


Tangannya semakin tidak bisa di kondisikan, aku sangat marah dibuatnya. Dia merebahkan tubunya di sampingku, dia membelai wajahku. Sungguh sangat menjijikan.


Bersambung....


__ADS_2