Wanitaku

Wanitaku
Menikah Paksa


__ADS_3

Berasa di ujung kematian, pikiranku sudah keliling dunia. Aku merasa sangat jijik dengan sentuhan Lelaki yang bahkan aku tidak tahu rupanya.


"Kau berani sentuh aku, awas saja jika rupamu jelek" Batinku.


Semakin keterlaluan dan aku tidak bisa menahan terlalu lama, aku menehan tangannya. Memelintir dan menendang tubuhnya, sampai Lelaki itu jatuh dari Ranjang.


"Aku tahu kau jago bela diri, tapi lebih baik kau menurut denganku" Ucapnya setelah bangkit dari lantai.


"Menurut denganmu? jangan mimpi" ucapku dengan penuh emosi. Dia hanya tertawa mengejekku.


"Siapa kau, kenapa kau menginginkan Mandala King?" aku bertanya dengan nada keras dan penuh emosi, berlahan aku turun dari Ranjang. Pikiranku sudah tidak sehat, aku takut jika dia melakukan Asusila padaku.


"CK, kau semakin menarik saja, kau memang pantas untuk menjadi Istriku. Kau sangat kasar dan aku sangat menyukai itu" ucapnya sambil terus tertawa.


Aku melihat gelas di meja, sekilas aku melirik dan berfikir. Mungkin gelas itu bisa jadi senjata, dia tidak menginginkan aku mati.


"Kau" aku sangat kesal karena dia menyambar gelas itu lebih cepat dariku dan membuang ke laut.


Aku melayangkan pukulan dan aku berduel dengannya. Beberapa kali aku memukul dengan sekuat tenagaku, namun sepertinya dia memang tidak ingin melukaiku.


Lelaki ini tak kalah tampan dari Arka, namun aku benar-bener tidak pernah melihatnya, ini adalah kali pertamanya aku bertemu dengannya.


Setelah dia menghubungi Orangnya, tidak lama kemudian datang empat Orang masuk dalam kamar.


"Bius dia, biar tidak membuat onar" ucap Lelaki itu padaku. Aku mundur dan sangat ketakutan.


Aku tidak bisa melawan lagi, suntikan bius itu membuatku kehilangan kesadaran.


Disisi lain Tuan Almart sedang di Mansionya, disana ada Ha Joon dan putranya, Tora dan Ariyanto. Sedangkan Arka berada di kamar Wilson.


"Wilson, cepat sedikit. Mommy dalam bahaya" ucap Arka.


"Diamlah Daddy, semua salah Daddy yang menuruti Nenek" Ucap Wilson terus mamainkan Komputer di depannya. Wilson Meretas semua CCTV setiap jalan yang aku lalui, namun menghilang di tukangan terakhir. CCTV itu telah di rusak. Namun Wilson menemukan seorang lelaki yang diduga merusak CCTV tersebut.


"Daddy, lihat lengan Lelaki jelek ini, dia memiliki tato. Tato ini adalah milik kelompok mafia, yang sudah lama menghilang" Ucap wilson pada Daddy nya.

__ADS_1


"Kirim ke Daddy, mungkin ini alasannya Tuan Almart menyembunyikan Denada" ucap Arka dan bergegas menuju mansion Tuan Almart.


Setibanya disana, Arka melihat semua orang berada di sana. Sekilas dia melihat Heu Joon, namun bukan saatnya dia untuk cemburu.


"Tuan, apa kau memiliki masalah dengan kelompok Mafia tertentu? Coba lihat tato Orang ini" ucap Arka memberikan sebuah foto pada Tuan Almart.


"ini, sama dengan Tato orang yang mengakibatkan kecelakaan 16 tahun yang lalu. Ariyanto selidiki kembali kecelakaan itu dan orang ini" ucap Tuan Almart sambil berdiri dari tempat duduknya. Terdengar bunyi ponsel Arka memenuhi Ruangan.


"Hallo, ada apa Feng?" tanya Arka pada Asistennya.


"Tuan, Tuan muda kecil menemukan titik keberadaan Nona Denada" ucap Feng Teng.


"Dimana Denada Berada?" ucap Arka membuat semua orang melihat ke arahnya.


"Tuan, Nona Denada di bawa dengan kapal laut, sepertinya Orang yang menculik Nona Akan membawa pergi dari pulau Batam" ucap Feng teng.


"Sial, kabari segera jika sudah menemukan posisi Denada" Ucap Arka lalu mematikan ponselnya.


Tuan Almart menyuruh Orangnya dan para polisi mengerahkan semua kapal laut untuk menyusuri lautan pulau batam dan sekitarnya. Namun sepertinya sudah terlambat, Lelaki itu sudah menghancurkan kapalnya dan membawaku di suatu pulau terpencil.


Aku berlahan membuka mataku, aku melihat sekelilingku, Di sebuah kamar bernuansa putih.


"Aku tidak akan menikah denganmu" ucapku dengan emosi.


"ini bukan saatnya kau melawan, jika kau ingin mengatakan sesuatu, atau permintaan sebelum kau Resmi menjadi Istriku. Katakan, sebelum aku membuatmu bisu" ucapnya padaku.


"Aku tidak sudi menjadi istrimu" ucapku berdiri dari Ranjangku.


Lalu lelaki itu menepuk tangannya, kemudian masuklah beberapa Orang ke dalam kamar.


"Lakukan sekarang, sebentar lagi pendeta akan datang" ucap lelaki itu.


"Baik tuan" ucap lelaki yang berpenampilan seperti pelayan di film Mafia.


Kedua lelaki itu memegangi kedua tanganku, lalu satu lelaki memaksaku untuk meminum sesuatu di gelas kecil. Aku meronta sekuat tenagaku, namun aku tidak memiliki tenaga untuk melawannya. Berlahan cairan itu mengenai tenggorokanku.

__ADS_1


Cairan itu rasanya sangat panas sekali, sungguh menyakitkan, rasanya seperti tenggorokanku terbakar. berlahan aku kehilangan suaraku. Aku menjadi bisu, lalu lelaki itu hanya tertawa puas.


"kita akan segera menikah sayang, sebentar lagi kita akan menikah" ucapnya sambil menyentuh daguku. Aku hanya menggelengkan kepalaku.


"Malam ini, akan menjadi malam yang indah untuk kita" Ucapnya lagi.


Tidak, aku tidak mau menikah dengan Lelaki kejam seperti dia. Sekilas aku teringat Arka, Wilson dan papi. Air mataku berlahan keluar dari asalnya.


"Kamu tahu ini apa? Kamu hanya perlu berjalan dan mengikuti instruksiku. Kamu tidak ingin Papimu melihat Putrinya mati mengenaskan di tangan musuhnya kan? dia sudah melindungimu selama 16 tahun. Apa kau akan menyia-nyiakannya?" ucapnya, sambil memainkan pistol peraknya. Aku hanya menangis, mau menjawab pun tidak berguna. Karena aku sudah menjadi wanita bisu.


"Aku lupa memberi tahumu, aku sudah menempatkan Orang di sisi Tuan Almart, jika kau berani melawanku, aku pastikan akan membuatnya mati" ucapnya mengancamku.


Aku harus melindungi Papi, jika perkataanya benar, lalu bagaimana jika aku kehilangan Papi. Aku saat ini hanya bisa mengikutinya.


Aku menghapus air mataku dan mengangguk setuju dengannya. Dia tertawa melihat aku yang sudah tidak berdaya.


Aku menulis sebuah permohonan, jika aku tidak ingin melayani dirinya seperti seorang Istri. Lalu dia sangat marah dan merobek kertas tersebut.


Dia mengatakan padaku jika dia sudah menunggu saat ini semenjak kematian Papanya. Dia juga mengatakan jika dia mencintaiku sejak saat dimana aku masih anak SMA.


Akhirnya aku mengikuti dia, menggandeng lengannya menuju ke arah Pendeda. Disana sudah banyak tamu undangan.


Dia juga menyewa stasion TV terkenal, saat ini pernikahan yang tidak pernah aku inginkan di tayangkan di Televisi, Bahkan di Berbagai Media sosial.


Arka dan semua orang di kejutkan salah satu pelayan di Mansion kediaman Tuan Almart.


"Tuan, Nona besar menikah. Dan di tanyangkan secara Live" ucap Pelayan itu. Tuan Almart langsung menyalakan TV yang ada di ruang tamu.


Saat ini langkah kakiku sudah hampir sampai di depan pendeta. Aku harus tegar, mungkin ini adalah kisahku, jodohku yang seperti bajing4n.


Arka melihatku berdiri di hadapan pendeta yang sebentar lagi akan melakukan sumpah pernikahan. Lemas dan hancur perasaan Arka saat ini, dia diam mematung. sedangkan tangannya mengepal, begitu juga Tuan Almart yang tidak mengenali siapa Lelaki yang akan aku nikahi, terlihat sangat marah dan juga Sedih.


Untuk kedua kalinya mungkin aku akan memiliki suami yang salah. Aku diam dan hanya mengangguk saat pendeta bertanya, apakah aku bersedia.


Bersambung...

__ADS_1


Terima kasih sudah mengikuti aku sejauh ini, ini adalah awal terungkapnya alasan Tuan Almart menyembunyikan Denada selama 16 tahun...


Ikuti sampai tamat ya.... Awal bulan Agustus novel ini sudah Tamat 🤗


__ADS_2