Wanitaku

Wanitaku
Salah faham


__ADS_3

Aku masih menangis di atas lantai. bibi sum memapahku ke dalam kamar. Dia berkata, stok coklat di kulkas sangat banyak. Lolipop dan es cream juga banyak.


Seketika aku langsung tertawa, melihat kepolosan bibi sum.Dia masih menganggapku seorang gadis kecil, yang masih Sd.


"bi, panggil pelayan. Tolong siapkan Air panas. Aku ingin berendam" kataku datar. Aku mulai berjalan ke depan meja riasku, Aku melihat leherku. Masih terlihat jelas kiss mark di sana. Kembali lagi ingatan tadi malam. Indah namun menyakitkan. Apakah aku salah? Apakah aku terlalu egois? Tapi, aku adalah pewaris papi. Satu-satunya. Jika aku mengedepankan perasaanku. Bukan cuma aku yang hancur, tapi mandala king. Mulai saat ini, tidak akan ada yang bisa menyentuh hatiku.


Aku akan mengunci hatiku. Rasanya mati dan beku. pelayan mengatakan, air mandiku sudah siap. Aku mengangguk, berjalan ke kamar mandi. Aku melepas baju yang membalut tubuhku, satu persatu sampai polos. Aku menghirup nafas dalam-dalam, lalu aku melepaskan berlahan.


"mulai saat ini, aku adalah pewaris Mandala king. Aku akan membahagiakan papi dan mami. Tidak ada yang mampu menggoyahkan hatiku, kecuali itu cinta sejatiku... Hehe cinta sejati. Semua itu hanya di negeri dongeng" kataku sambil melangkah ke dalam bak mandi, aku berendam dan menikmatinya.


Di ruang baca, Papi bersandar di kursinya. Dia memejamkan kedua matanya. sambil mengatakan "mami, katakan pada papi. Apa yang harus papi lakukan sekarang? Maaf jika mulai saat ini, aku akan brsifat kasar dan tegas pada Putri kita. Semua demi kebaikannya. Aku harap mami setuju"


Papi mengahubungi Ariyanto, agar datang ke mansion. Lalu mereka membahas sebuah rahasia, dia akan mengatur segalanya tentang apa yang harus aku kerjakan dan aku jalani.


Setelah Arka sampai di mansion, dia melihat putranya. Wilson yang melihat kedatangan Daddy nya, langsung berlari memeluk Arka.


"Daddy? Apakah daddy sudah berhasil membuat mommy menjadi mommy wilson selamanya?" Tanya wilson penuh harap.


"emm, mommy belum bersedia. Tapi daddy akan terus membuat mommy, supaya berada di dekat Wilson" bujuk Arka duduk berjongkok, agar sejajar dengan tubuh putranya.


"Terima kasih Daddy, akhirnya Wilson memiliki mommy. Seperti teman-teman" kata Wilson senang. Arka hanya membalas putranya dengan tersenyum getir.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Hari ini adalah hari senin, aku kembali bekerja. Aku melihat meja makan sudah kosong. Lalu aku menanyakan pada koki rumah, yang biasa kami panggil bibi sum.


"Papi gak sarapan bi?" tanyaku dengan ekpresi datar.


"Tuan berangkat pagi sekali non, sepertinya Tuan sedang sedih atau ada masalah di kantor." jawab bibi sum.


Aku hanya mengangguk saja. Aku melamun sejenak. Aku kembali mengingat wajah Arka, dan papi. kali ini, aku harus menikah dan hidup bersama dengan orang yang di restui oleh papi, batinku.


Setelah selesai makan, aku berangkat ke kantor dengan naik taxi. Aku duduk sambil memainkan ponselku. Aku membuka whatsapp yang sangat banyak, entah dari siapa. Ternyata dobol mencariku, aku melupakan janjian malam minggu bertemu mereka. Sebagai gantinya, aku mentlaktir mereka setelah pulang kerja, aku juga ingin minum. Sekedar melepaskan penat di kepalaku.


Tidak lama kemudian, aku turun dari taxi. Mobil Arka melewati depanku, tepat aku berdiri. Dia melihatku dari kaca mobilnya. Namun, dia mengabaikanku. Dan tentu saja, Aku tidak menyadarinya.


"Apakah ada jatwal, pertemuan pemegang saham di kantor mandala king, hari ini?" tanya Arka pada feng teng.


"Ada tuan, pertemuannya jam 10 pagi. Apakah tuan masih ingin mengejar nona Denada?" tanya feng teng.


"Tuan menyerah, sebelum berperang?" tanya feng teng lagi.


"feng, jika kamu tidak banyak bicara, tidak ada yang akan menganggapmu bisu" jawab Arka dengan Nada dingin.


Arka memasuki lif kusus ke ruangannya. Dia masuk ruangannya, lalu duduk di kursi singgasananya.


Ingatan Arka, saat di pantai kembali muncul. Dia kali ini sangat marah padaku, Alih-alih akan meminta maaf. Tapi setelah mendengar aku pergi ke mansion papi, dia menjadi tidak suka padaku. Dia menganggapku tidak beda dengan wanita penghibur.

__ADS_1


Aku duduk di ruang kerjaku. Tiba-tiba Viera datang dan mengajak seluruh karyawan untuk miting sebelum bekerja. Aku bingung, tidak biasanya seperti ini. Tapi aku melangkah dengan para karyawan lainnya ke ruang miting. Aku melihat papi, dan Ariyanto disana. Juga para direktur dan petinggi lainnya.


"selamat pagi semua, Aku langsung pada intinya. Karena Derektur long hua, mengundurkan diri. Aku akan menunjuk Salah satu karyawan untuk mengantikannya" kata papi, ekspresinya datar. Mendengar hal itu, aku memiliki firasat buruk. Semua karyawan, sedang bertanya-tanya dalam batinnya. "siapa penggantinya" sedangkan aku hanya diam, mendengarkan papi.


"Aku ingin Denada mulai hari ini menjadi Direktur keuangan, aku tidak ingin ada bantahan. Miting cukup disini, Denada bisa pindah ruangan setelah miting ini." kata papi dengan ekspreai dingin. Dia melewatiku begitu saja. Semua orang bertanya-tanya pada diri mereka sendiri. Apakah kami sedang bertengkar.


Aku tidak bisa berbuat banyak, sebenarnya aku enggan pindah dari ruang kerjaku. Aku mengemas semua barang-barangku.


"Apakah, kau sedang bertangkar. Dengan tuan Almard? Kenapa aku melihat dia terlihat dingin padamu?" Tanya Viera mengkawatirkanku.


"Tidak, kami hanya dalam suasana hati yang kurang baik. Aku akan ke ruangan sebelah, terima kasih atas bimbinganmu Direktur Viera" kataku sambil tersenyum kecut.


Papi begitu cepat bertindak, aku duduk di ruang baruku. Setelah mengenalkan diriku pada mereka. Aku kembali mengingat wajah cantik mami. Senyumannya tidak akan pernah hilang dari ingatanku. Lalu aku beranjak ke luar ruanganku, dan melihat kerja Anggotaku.


"Mila, aku minta rekap data lengkap keuangan tahun kemaren dan bulan satu sampai bulan kemaren tahun ini. Kirim ke emailku" Kataku pada Mila, wakil Direktur keuangan.


"Baik bu, akan saya kirimkan" katanya sopan.


Aku menghela nafas panjang di depan laptop milikku, lalu ponselku bergetar tanda pesan masuk.


Nona, kita akan segera miting pemegang saham, dan para direktur perusahaan. dalam 10 menit lagi. Di ruang miting.


Ariyanto mengirikan pesan, sebenarnya aku masih enggan menatap wajah papi yang dingin. Akhirnya aku tetap harus duduk di kursi di antara para pemegang saham dan para Direktur.

__ADS_1


Aku melihat Feng teng, Asisten Arka. Sepertinya Arka sebagai pemegang saham tidak datang, dia di wakilkan oleh Feng teng. Aku jadi bertanya dalam diriku sendiri, apa dia tidak mau menghadiri miting pemegang saham ini, karena enggan bertemu denganku. Apakah kami benar-benar hanya di katakan cinta satu malam?. Ahhh bodoh amat. Begini jauh lebih baik, dia berhak mendapatkan seorang istri yang sempurna, sedangkan aku. Hanyalah wanita mandul.


Terima kasih,telah mengikuti novelku. sampai di eps ini. jangan lupa, kritik dan sarannya. setelah membaca jangan lupa, tinggalkan jejak kalian 🤗


__ADS_2