ZIDAN Dan LISA

ZIDAN Dan LISA
Menghibur Daniel


__ADS_3

sesampainya di kamar Zidan membaringkan tubuh Lisa dengan pelan, dia tidak ingin istrinya itu terbangun akan tidurnya.


"Dia pasti sangat lelah." gumam Zidan membenarkan letak selimut Lisa. Zidan pun beranjak berdiri dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket.


Setelah sepuluh menit Zidan pun keluar dari kamar mandi dengan menggunakan baju kaos putih dan celana boxer hitam.


Zidan berjalan mendekati ranjang dan membaringkan tubuhnya di samping Lisa.


Di rengkuhnya tubuh mungil Lisa dan di bawanya kedalam dekapannya.


Saat Zidan baru memejamkan matanya tiba - tiba terdengar dering ponsel miliknya, Zidan pun kembali membuka mata dan meraih ponselnya yang ada di atas meja samping tempat tidur.


Ia melihat siapa yang menghubunginya di tengah malam seperti ini.


Drrrt… Drrrrt…


"Hallo………" sapa Zidan saat menerima penggilan itu.


"Hallo pak dengan bapak Zidan…"


"Iya saya sendiri… Ini siapa?"tanya Zidan, karena sang penelpon menggunakan nomor yang tidak di kenal.


"Iya pak, kami dari kita maju ingin menawarkan pinjaman kepada bapak dengan bungan 10% saja. Dan jika …"


"Brengsek, gak ada kerjaan apa elu" herdik Zidan mematikan ponselnya sebelum sang penelpon itu melanjutkan kalimatnya.


Dengan kesal Zidan kesal Zidan meletakkan ponselnya kembali keatas meja. Ia kembali memeluk tubuh Lisa dan memejamkan matanya, menyusul Los ake alam mimpi.


~


Keesokan paginya Lisa terbangun lebih dulu, dengan pelan ia menyingkirkan tangan Zidan yang memeluk tubuhnya. Ia turun dari tempat tidurbdan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Sekitar Lima belas menit, Lisa keluar dari kamar mandi, sebelum ke dapur Lisa terlebih dahulu menyiapkan pakaian yang akan di gunakan oleh suaminya nanti.


Setelah semua keperluan suaminya siap, Lisa pun berlalu pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan untuk dirinya dan sang suamin, di tambah lagi sekarang Lisa harus membawakan makanan untuk adiknya yang sedang di rawat di rumah sakit.


Sementara Zidan ia baru saja bangun dari tidur panjangnya. Zidan sejenak terdiam memulihkan kesadarannya, setelah itu iya pin beranjak berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Tak butuh waktu lama Zidan pun selesai mandi dan bergegas memakai pakaian yang telah di siapkan oleh istrinya itu.


Zidan berdiri di depan cermin, mengambil sisir dan menata rambutnya, setelah di rasa semuanya sudah rapi. Zidan memutuskan untuk turun kebawah dan menemui istrinya.


Saat sampai di pintu dapur Zidan melihat Lisa sedang sibuk berkutat dengan penggorengan. ia mendekati istrinya itu kemudian di peluknya dari belakang.


"Astaga…"Lisa sangat kaget saat Zidan memeluknya tiba - tiba.


"Kau sudah bangun?…" tanya Lisa.


"Kau lihatnya bagaimana?" balas Zidan.


"Hm... Duduk lah sana,aku sebentar lagi siap!" suruh Lisa mencoba melepaskan pelukan suaminya.


"Morning kiss dulu…" seru Zidan. Lisa denga kesal membalikkan tubuhnya menghadap kearah suaminya itu. Di tatapnya lama kemudian Lisa memajukan bibirnya dan mengecup bibir Zidan sekilas.


"Sudah, sekarang duduklah sana!!" perintah Lisa. Bukannya melakukan apa yang diperintahkan oleh istrinya, Zidan malah menarik tengkuk Lisa dan menciumnya dalam.


"Begini baru benar…"Zidan melangkah menjauh dari Lisa sembari tersenyum.


~


Bella datang mengunjungi Rose dengan membawan sarapan untuk sahabatnya itu.


"Rose ayo makanlah, dari semalam elu belum makan" ucap Bella.


"Gue gak selera Bell, elu kalau lapar makan aja…" tolak Rose.


"Paksain dong Rose, elu mau drop kaya semalam? elu mau bikin kakak elu khawatir?…"seru Bella. berusaha membujuk sahabatnya itu makan.


"Daniel gimana keadaannya?…" tanya Rose mengalihkan pembicaraan temannya.


"Dia baik - baik aja kok, maka nya elu harus amkan yang banyak, biar bisa jagain Daniel." seru Bella.


Rose terdiam sejenak, memikirkan perkataan sahabatnya itu.


"Baiklah, gue mau makan tapi elu yang suam!!" pinta Rose.


"Baiklah, dasar manja" seru Bella, ia mulai mengeluarkan makanannya dan menyuapkan sahabatnya itu.


"Bell, elu bisa nyariin gue gitar nggak?" tanya Rose disela mengunyah nya


"Gitar? untuk apa?" tanya Bella


"Gue mau ngehibur Daniel"jawabnya.


"Tunggu bentar, gue hubungi pak Zidan dulu…" Bella pun mengeluarkan ponselnya dari dalam tas.


"Kok pak Zidan, ngapain elu nghububgin dia?"tanya Rose bingung.


"Tapi kata elu mau main gitar."jawab Bella.


"Terus hubungannya sama pak Zidan apa?"tanya Rose yang belum mengerti.

__ADS_1


"Ih gimana sih, kan pak Zidan punya gitar jadi kita pinjam punya dia saja." seru Bella.


"Oiya, yaudah lanjutkan.." Bella geleng - geleng kepala melihat kelemotan sahabatnya itu dalam hal berpikir.


Tuuuuuut… Tuuuuut…


Bella menghubungi dosennya itu.


Tuuuuuut… Tiuuuut…


"Hallo, iya ada apa Bell?" tanya Zidan


"Begini pak, ini Rose minta di bawain gitar…" seru Bella.


"Gitar? untuk apa?…" tanya Zidan heran


"Katanya, untuk menghibur Daniel pak." jawab Bella.


"O…Baiklah nanti saya bawakan."


"Terimakasih pak, " uCap Bella.


Zidan tidak menjawab, ia langsung mematikan ponselnya tanpa menndengar jawaban dari mahasisawanya itu.


"Udah seakrang elu habisin makanannya."Rose menengangguk patuh.


~


Zidan menempati ucapannya pada Bella, bahwa ia akan membawakan gitar kerumah sakit.


Zidan dan Lisa memasuki ruangan rawat Rose, dan mereka tidak menemukan keberada adiknya di dalam ruangan itu.


Lisa meletakkan semua barang bawaannya dan menyusul Rose kedalam ruangan Daniel.


Ceklek


Semua orang yang ada di ruangan Daniel menoleh kearah pintu, mereka dapat melihat Lisa dan Zidan jalan berdampingan menuju kearah mereka.


"Hai semua, wah kalian sudah ada di sini semua ya. udapa pada sarapan belum" sapa Lisa semangat, sembari tersenyum.


"Kak gitarnya mana?" tanya Rose.


"Ini…"saut Zidan menyerahkan gitar itu kepada Rose


"Baiklah makasih, kakak iparku yang ganteng" rayu Rose. ia mulai melihat gitar itu.


"Ini buat kamu ya, Dan" ujar Rose mengedipkan sebelah matanya.


Intro~


Why, why'd we stop talkin'?


Why, why'd we stop calling?


I miss you, you miss me


Let's make it easy


Tell me the same thing


I'll be the first to say it


'Cause I was always like that


I blame it on a meteor


But I never felt the crash


Now we're two years older


It kinda happened overnight


Remember when the car spun out


I still haven't fixed that light


Maybe I'm sorry


Maybe you're not


It's all the same


It doesn't matter


Why, why'd we stop talkin'?


Why, why'd we stop calling?


I miss you, you miss me

__ADS_1


Let's make it easy


Tell me the same thing


Do you still wear the same shoes?


Think about us it's true


I miss you, you miss me


Let's make it easy


Tell me the same thing


Had a dream about you last night


Woke up and my stomach hurt


I miss your voice and Saturdays


That made all the Sundays worse


Maybe I'm sorry


Maybe you're not


It's all the same


It doesn't matter


Why, why'd we stop talkin'?


Why, why'd we stop calling?


I miss you, you miss me


Let's make it easy


Tell me the same thing


Do you still wear the same shoes?


Think about us it's true


I miss you, you miss me


Let's make it easy


Tell me the same thing


Do you miss? Do you miss?


Do you miss me, like I'm missing you?


Do you miss? Do you miss?


Do you miss me, like I'm missing you?


Do you miss? Do you miss?


Do you miss me, like I'm missing you?


Do you miss? Do you miss?


Do you miss me, like I'm missing you?


Why, why'd we stop talkin'?


Why, why'd we stop calling?


I miss you, you miss me


Let's make it easy


Tell me the same thing


Do you still wear the same shoes?


Think about us it's true


I miss you, you miss me


Let's make it easy


Tell me the same thing


~•••~


Jangan Lupa dukungannya ya🤗

__ADS_1


__ADS_2