ZIDAN Dan LISA

ZIDAN Dan LISA
Marah - marah tak jelas


__ADS_3

Zidan dan Lisa terlihat tertidur lelap Karena kelelahan. Bahkan kilau akibat cahaya matahari yang membias sempurna menembus jendela kamar itu tak membuat mereka berdua terbangun. Tempat tidur dan sprei putih terlihat acak-acakan akibat kelakuan Bar - bar Zidan yang ia lakukan kepada Lisa.


Suara gedoran pintu memecah heningnya kamar pagi itu, seketika membuat kedua mata Zidan dan Lisa saling mengerjap secara bersamaan.


"Siapa?" tanya Zidan.


"Tidak tau," saut Lisa


"Biarkan saja!" Zidan kembali memejamkan kedua matanya dan malah mengeratkan pelukannya.


"Non, nona Lisa" gedoran pintu diiringi dengan teriakan bi Anah.


"Iya ada apa bi?..." saut Lisa dari dalam kamar.


"Nona Rose, sudah menunggu nona di meja makan" ujar bi Ana.


" Iya sebentar lagi Bi, Lisa turun" saut Lisa membuat gedoran pintu itu berhenti rasanya bi Ana sudah pergi dari sana.


"Bangunlah!"perintah Lisa.


"aku masih mengantuk!" saut Zidan.


" Ya sudah minggirlah !" perintah Lisa namun Zidan Malah semakin mengeratkan pelukannya.


"Zidan aku harus bangun, aku mau ke kamar mandi, Rose sudah menunggu kita di meja makan ... Ayolah bangun!" Lisa memukul - memukul tangan Zidan dan berusaha menjauhkan tangan suaminya itu dari tubuhnya.


"Kita sarapan, nanti saja. Aku malas ketemu adikmu itu" seru Zidan


"Kau gak boleh ngomong gitu, bagaimana pun dia adalah adikku, dan dia juga mahasiswa mu. Seharusnya, kau itu memikirkan bagaimana cara mengembalikan Rose seperti semula."ucap Lisa.


"Terserah kau sajalah, nanti saja aku pikirkan adikmu itu." seru Zidan


"Kau itu sudah memiliki kehidupan sendiri. Kewajibanmu itu aku, bukan adikmu!" imbuh Zidan.


"Justru itu, aku ingin membuatkan mu kopi sekalian, lagi pula aku sangat lapar. Tadi malam kan kita tidak makan" ucap Lisa


" Tidak usah sarapan tadi saja sudah cukup, Kalau kau mau menambah nya juga boleh, " Zidan menggoda Lisa dan kembali memeluknya.


"Zidan...." rengek Lisa


"Ya sudah pergilah sana... Pergilah!!" Zidan mendorong tubuh Lisa. Namun, tangannya tak mau melepaskannya.


"Lepaskan tanganku!"pinta Lisa.

__ADS_1


" Awas aja kau nanti ?" Zidan segera melepaskan tangan Lisa dan menghentakkan nya dengan kasar.


Lisa segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Setelah itu Lisa turun dan pergi ke dapur membuatkan kopi untuk suaminya. Setelah selesai membuat kopi Lisa membawa kopi tersebut ke meja makan. Di meja makan terlihat Rose sedang menunggunya untuk sarapan.


"Kakak, habis ngapain aja sih, kenapa lama sekali? Aku sampai kelaparan menunggu kalian" ketus Rose yang mulai mengambil makanannya.


"Maaf..." ujar Lisa. Mengambil piring dan mengisi nya dengan makanan untuknya dan suaminya


Setelah itu Lisa meletakan semuanya dan hendak pergi ke kamar untuk membangunkan suaminya.


"Kakak mau kemana?" tanya Rose yang melihat kakaknya akan pergi meninggalkan meja makan.


"Aku ingin ke kamar membangunkan suami kakak" ucap Lisa yang dibalas dengan cibiran.


Ia pun melanjutkan langkahnya untuk kekamar.


Di kamar Zidan terlihat baru saja keluar dari kamar mandi, laki - laki itu sedang berusaha membalutkan kaos di tubuh kekarnya.


"Turunlah dan sarapan! " perintah Lisa dengan nada suara yang tinggi.


"Bicara yang sopan!" perintah Zidan. Lisa hanya diam saja dan merapikan tempat tidurnya yang sangat berantakan.


"Cepatlah sarapan dan segerahlah pergi bekerja!" seru Lisa. Tangannya sibuk melipat selimut dan bantal.


Lisa melirik kearah Zidan."Padahal hari ini aku ingin beristirahat dirumah, kalau dia juga di rumah bisa - bisa dia nanti menyusahkanku,"gumam Lisa dalam hati.


"Pergilah ke kantor, untuk apa kau disini!"perintah Lisa.


"Aku lelah! Salah siapa kau membuatku kelelahan tadi pagi!" seru Zidan dengan suara menggoda.


" Itu salahmu sendiri! Kenapa kau jadi menyalahkanku!" saut Lisa tak terima.


"Sudahlah! apakau sudah membutkan ku kopi? Ayo kita turun, temani aku sarapan." Zidan melingkarkan tangannya di pinggang Lisa. Lisa dengan kasar menepis tangan Zidan.


"Sarapan lah sendiri sana, mintalah pada wanitamu yang cantik dan sexy itu untuk menemanimu sarapan." Lisa mengambil buku untuk dibaca dan mendudukkan tubuhnya di atas tempat tidur.


"Zidan mengernyit heran." Kau ini, kenapa tiba - tiba berbicara seperti itu?" tanya Zidan. Lisa hanya diam saja dan menyibukkan matanya untuk menikmati bacaan buku di tabgannya.


"Aku sedang berbicara!" Zidan merampas buku yang sedang di pegang Lisa.


"Kembalikan bukuku!" pinta Lisa


"Kau ini kenapa? Jawab aku dulu!" seru Zidan. Namun, Lisa hanya diam dan menatapnya dengan kesal.

__ADS_1


Lisa masih terdiam dan manatapa Zidan kesal, ia masih termakan akan ucapan adiknya Rose yang mengatakan bahwa sewaktu Zidan di kampus banyak wanita cantik dan sexy yang keluar masuk dari ruangan Zidan, dan Rose juga mengatakan kalau Zidan punya simpanan. Dan pikiran Lisa membenarkannya, karna ia taj sekali dari dulu waktu mereka satu sekolah, Zidan dan teman - temannya termasuk Ridho terkenal mata keranjang jika melihat wanita cantik, dan dulu Lisa pun hampir menjadi korban suaminya itu.


" Aku sedang bertanya, kau kenapan" tanya Zidan kembali.


"Tidak apa - apa...."saut Lisa mengalihkan pandangannya.


"Kau tidak bicara, akan ku buanh bukumu ini" seru Zidan.


"Buang saja kalau kau berani, silahkan!"Lisa beralih menatap Zidan dengan melototkan kedua matanya. Zidan menyerah, ia mengembalikan buku itu kepada Lisa dan mendudukkan tubuhnya lebih dekat dengan istrinya itu.


"Kau ini sebenarnya kenapa? Sedang datang bulan ya?" tanya Zidan dengan nada lembut.


"Tau apa kau masalah datang bulan? Sepertinya kau sangat tah sekali masalah wanita," seru Lisa ketus.


"Mantan aupun teman wanitaku biasanya suka marah - marah gak jelas kalau sedang datang bulan. Ya persis lah seperti dirimu saat ini!" seru Zidan.


"Keluar dari sini!" rasa kesal Lisa tiba - tiba memuncak saat Zidan membicarakan tentabg mantan dan teman wanitanya di hadapannya.


"Kenapa kau mengusirku?" tanya Zidan tak terima.


"Keluar!" seru Lisa kembali.


"Baiklah,aku akan keluar! Awas kau mencariku!" Zidan beranjak berdiri. Ia hendak keluar dari kamar itu, namun tangannya terlebih dahulu meraih sebuah banta.


"Menyebalkan..." Zidan melempar bantal itj kepada Lisa hingga mengenai wajahnya, kemudiam ia segera berlari keluar dari sana saat Lisa berteriak kesal, karna ulahnya.


"Sialan, selalu saja salah. Bicara baik salah,bicara buruk semakin salah. Pusing gue ngehadapin dia" Zidan menuruni anak tangga dengn mulut yang tak henti mengerutu, ia berjalan menuju ke dapur dan menempatkan tubuhnya duduk di kursi meja makan.


Zidan menatap makanan yang telah di siapkan Lisa dia atas meja, Zidan hanya tinggal melahapnya saja, namun rasa nya ia enggan sekali, jika tidak ada yamg menemaninya untuk sarapan.


"Dia itu benar - benar keterlaluan! Dia benar - benar tidak mau menemaniku sarapan" Zidan berkali - kali melihat kearah pintu dapur namun tak ada bayangan Lisa yang akan menghampirinya disana.


Zidan melihat nasi goreng yabg ada di hadapannya, nasi goreng itu sungguh menggoda sekali kelihatannya, Zidan benar - benar lapar karena semalam ia tak makan malam. Namun, rasanya Zidan tak punya selera untuk makan. Yang dilakukannya hanya duduk memandangi makanan yang ada di hadapannya. Dan ia kemali melirik kearah pintu dapur, berharao Lisa turun menemaninya sarapan, namun, sialnya yabg mengampirinya di dapur bukan lah Lisa melainkan Rose.


"Malas sekali melihat wanita ini" Zidan bergumam tak jelas.


~•••~


Jangan bosan - bosan ya nunggu up kelanjutannya.


Terima kasih atas dukungannya semuanya🤗


Jangan lupa Like dan komennya ya, karena komen dari kalian sangat saya nantikan.😉

__ADS_1


Happy reading guys😘


__ADS_2