
Setelah selesai memindahkan semua pakaiannya ke dalam lemari, Lisa melihat ke arah ranjang dan ternyata Zidan sudah tertidur. Lisa mengambil baju tidurnya dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah selesai membersihkan diri, Lisa mendekati Zidan, dia membetulkan letak selimuti Zidan. Kemudian dia beralih ke sisi ranjang lainnya dan membaringkan tubuhnya di samping Zidan.
Hari ini merupakan hari yang sangat melelahkan bagian Lisa, karena dia seharian ini tidak ada istirahatnya. Tapi rasa lelah itu semua terasa menguap begitu saja, saat dia mengingat dia sedang berada di Korea dan ada kemungkinan dia bisa bertemu dengan sang idola nya. Lisa sangat tidak sabar untuk menantikan hari esok.
~
Ke esokan paginya Lisa terbangun dalam keadaan berada dalam pelukan hangat Zidan. Lisa sangat nyaman jika berada dalam pelukan Zidan, Ditambah lagi pada saat itu di Korea sedang musim salju.
Lisa perlahan membuka matanya, hal yang pertama kali dilihatnya adalah wajah tampan Zidan. Dia masih belum menyangka kalau dia bisa menikah dengan Zidan.
"Apa kau baru menyadari kalau suami mu ini tampan?" tutur Zidan tiba - tiba membuka matanya. Lisa sangat kaget dan dengan spontan dia menjauhkan tubuhnya dari Zidan.
"Kenapa menjauh? Kesini lah, udaranya sangat dingin" ujar Zidan menarik tangan Lisa, dengan Cepat Lisa turun dari ranjang dan hendak berlalu pergi.
"Mau kemana?"tanya Zidan mengikuti gerakan Lisa dengan matanya.
"Mandi, kenapa ? Mau ikut?" ujar Lisa becanda.
"Boleh, kalau elu mau" jawab Zidan duduk diatas tempat tidur.Lisa membulat kan kedua matanya saat melihat Zidan duduk dan hendak turun dari tempat tidur.
"Gak, gak gue bencada" seru Lisa buru - buru masuk kedalam kamar mandi.
"Dasar, tapi gak tau kenapa gue suka liat dia kaya gitu, terlihat menggemaskan" gumam Zidan, mengusap wajahnya dan kembali bergelung dalam selimut.
"Yang benar saja mandi di cuaca sedingin ini" gumam Zidan dibalik selimut tebalnya.
Sementara di kamar mandi Lisa tampak tampak bingung, tidak mungkin dia mandi dalam keadaan cuaca seperti ini, mandi hanyalah alasannya saja untuk menghindar dari Zidan.
" Bagaimana ini nggak mungkin gue mandi, aduh mana dingin banget lagi, lagian kenapa sih Zidan pake bangun segala jam segini." gerutu Lisa kesal. Dia berputar - putar di dalam kamar mandi mencari cara, bagaimana dia harus keluar dari sini tapi tidak menjatuhkan harga dirinya.
" Apa gue pura-pura kaya habis mandi aja kali ya. terus gue Keluarnya pakai handuk gitu biar kaya habis mandi"seru Lisa, dia mulai membuka semua pakaiannya dan memakai handuk. Lisa juga tidak lupa untuk mencuci muka nya agar sandiwaranya berhasil.
"Selesai, mari kita keluar"ujar Lisa keluar dari kamar mandi. saat dia sudah keluar dari kamar mandi dia melihat keranjang dan ternyata Zidan sedang bergelung dan selimut
"Kalau tahu kayak gini ya mending gue nggak usah repot-repot pura - pura habis mandi segala"gumam Lisa cemberut, diamenuju lemari dan mengambil pakaian yang akan dikenakannya dan kembali kekamar mandi untuk mengenakan pakaiannya.
Selesai mengganti pakaian Lisa pun keluar dari kamar mandi. Lisa menghampiri ranjang dan menarik selimut yang menutupi tubuh Zidan.
" Bangun pemalas!! ini sudah siang. Gue udah laper nih yuk sarapan yuk"Lisa berusaha membangunkan Zidan.
Dalam sekali gerakan Zidan menarik tangan Lisa hingga Lisa terjatuh di atas tubuhnya. Zidan mendekap tubuh Lisa dengan sangat erat.
"Lepasin gue Zidan, yuk bangun gue udah laper banget ini" Lisa mencoba lepas dari dekapan Lisa tapi sayangnya bukannya melepaskan Zidan malah semakin mempererat pelukannya.
"Berntar lagi saja, gue lagi mager" gumam Zidan yang masih betah menutup matanya.
"Lu nunggu gue mati dulu baru mau bangun" ketus Lisa yang kesal, karena Zidan tidak mau bangun. Zidan hanya menanggapinya dengan.senyuman.
"Kalau lu nggak mau bangun ya sudah, biar gue sendiri yang cari sarapa. Lepasin gue!" ujar Lisa kesal, dia masih berusah untuk lepas dari Zidan.
"Morning kiss dulu" ujar Zidan sembari memonyongkan bibirnya.
__ADS_1
"Ogah, ih elu kan belum sikat gigi. Jorok banget sih elu" tutur Lisa yang merasa geli dengan Zidan yang meminta cium darinya sementara Zidan belum sikat gigi.
"Maka dari itu, lebih nikmat dan berkesan.Ayo cepat!" Zidan pun mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Lisa.
"Gak mau, lu mandi dulu sana!" Lisa menjauhkan wajahnya, Lisa meronta - ronta minta di lepaskan dan dengan tidak sengaja Lisa menendang benda aneh yang berada dibawa Zidan. Akibat tendangan Lisa itu yang berhasil membuat Zidan menegang dan melotot seketika
"Elu" Erang Zidan membulatkan kedua matanya dan karena kaget dia pun melepaskan Lisa. dengan cepat bisa turun dari tempat tidur.
" Sorry - sorry gue nggak sengaja beneran sorry. Lagian elunya sih gue minta di lepasin elu nggak mau, kan begini kan jadinya." ucap Lisa merasa bersalah melihat ekspresi kesakitan Zidan.
" sakit banget ya? aku minta maaf ya" ujar Lisa. mencoba mendekati Zidan.
" Jangan mendekat lu di situ aja, gue mau mandi bentar, Lu tunggu di sini. jangan ke mana-mana tanpa gue!" Zidan turun dari tempat tidur dan berjalan dengan tertatih-tatih dalam kamar mandi. Lisa yang melihat Zidan kesakitan tersenyum, ada satu rasa puas dalam hati Lisa melihat Zidan merasa kesakitan.
" Makanya jangan cari gara-gara sama gue" ujar Lisa tersenyum, kemudian dia pergi ke lemari menyiapkan pakaian yang akan dikenakan oleh Zidan nanti. setelah itu Lisa juga membersihkan tempat tidur mereka yang sedikit berantakan.
Ceklek
Lisa menoleh ke arah pintu kamar mandi saat melihat Zidan keluar dari kamar mandi. tanpa bersuara di dan mengambil pakaian yang telah disiapkan oleh Lisa dan membawanya masuk ke dalam kamar mandi kembali.
" Gue siap-siap dulu deh, ntar Dari pada dia ribut" Lisa mendekati cover dan mengeluarkan peralatan make up nya dan duduk di dekat meja rias yang ada di kamar hotel tersebut.
" udah siap belum, pergi cari sarapan doang Lu harus makeup-an kayaknya tuh. Dasar wanita" tutur Zidan sembari mengambil sisir yang ada di dekat samping Lisa.
Lisa hanya Mengabaikan semua ocehan Zidan, karena dia tahu kalau dia meladeni semua ocehan suaminya itu pasti akan berakhir dengan perdebatan yang tak ada habisnya.
" Yuk berangkat" ucap Lisa mengambil tas selempang yang telah disiapkannya di atas meja rias anda menggunakannya dan berjalan menghampiri Zidan yang sedang duduk diatas tempat tidur sambil memperhatikannya.
Zidan mengajak Lisa untuk sarapan di restoran hotel yang berada di lantai bawah.
~
setelah selesai sarapan Zidan mengajak Lisa kembali ke kamar hotel. Tapi Lisa yang merasa bosan di kamar pun protes ingin keluar.
" Kita jalan-jalan keluar yuk bosen nih di kamar mulu." Lisa membujuk Zidan agar mau mengajaknya pergi jalan-jalan. tapi Zidan tidak bergeming, dia hanya diam menatap Lisa.
" Kalau hanya dikamar, ngapain kita jauh-jauh kesini di rumah juga bisa " kerutu Lisa cemberut.
Zidan tersenyum melihat Lisa.
"Kita jalan - jalannya nanti siang, sekarang gue masih lelah. Mending kita istirahat dulu, biar nanti elu gak cepat lelah" ujar Zidan sembari membaringkan tubuhnya.
"Sini, baring samping gue" Zidan menepuk - nepuk tempat disebelahnya.
"Elu istirahat aja disitu sendiri, gue mau disini aja" jawab Lisa duduk di sofa tepi jendela.Lisa melihat keluar jendela, dari jendela kamarnya Lisa bisa melihat Namsan tower.
"Nanti kita kesana ya" Lisa menoleh melihat Zidan sembari menunjuk kearah luar jendela.
"Iya lu atur aja, hari ini gue bakal ngikutin semua kemauan elu" ujar Zidan tersenyum. Lisa sangat senang mendengar jawaban Zidan.
"Janji ya, elu nggak boleh ingkar." tutur Lisa, Zidan tersenyum san menganggukkan kepalanya.
"Baiklah, kalau gitu gue bikin rutenya dulu" seru Lisa mengambil buku agendanya dan dia mencatat semua yang akan di lakukannya hari ini.
__ADS_1
"Hari ini gue ngikutin kemauan gue, tapi nanti malam elu harus ngikutin kemauan gue" tutur Zidan.
"Iya elu tenang aja" jawab Lisa sibuk dengan buku agendanya.
~
Siang hari nya Zidan mengajak Lisa makan siang terlebih dahulu di restoran hotel. Setelah selesai makan Lisa mengandeng Zidan untuk pergi mengunjungi tempat- tempat yang ingin di tujunya.
"Apa lu puas?" tanya Zidan saat mereka sedang berada di puncak Namsan tower.
"Banget, makasih ya. Besok lagi ya" ujar Lisa bergelayut manja di lengan Zidan.
"Iy, ingat janji elu tadi pagi?"Zidan mengingatkan Lisa.
"Elu tenang aja" seru Lisa yang belum paham akan maksud dari janji Zidan.
"Gimana kalau kita membeli gembok juga, biar ada bukti kita pernah kesini" tutur Zidan dan Lisa menganggukkan kepalanya.
Mereka pun membeli gembok pasangan dan menyangkutkan gembok mereka disana. Setelah puas berfoto dan menikmati pemandangan Zidan mengajak Lisa untuk kembali ke hotel karena cuacanya semakin dingin.
Sebelum kekamar Zidan terlebih dahulu mengajak Lisa makan di restoran hotel.
~
Seusai makan malam di restoran yang ada di hotel tersebut dan mengajak Lisa untuk kembali ke kamar.
" Makan malamnya sungguh lezat sekali "Lisa merebahkan tubuhnya.
" Makan malam dan jalan-jalan tadi semua itu tidak gratis"seru Zidan.
" Tidak gratis apa ? aku akan memuntahkan semua makanannya dan akan mentransfer semua uang yang telah kepakai hari ini" Lisa beranjak berdiri. Namun Zidan menahan tubuhnya, ia mengunci kedua tangan Lisa. Hingga kini tubuh Zidan berada tepat di atas Lisa.
"Zidan, elu mau ngapain!" tanya Lisa
" Mau menagih semuanya" bisik Zidan. Bahkan Lisa memejamkan kedua matanya dan menahan nafas.
" Jangan menahan napas seperti itu, nanti lu mati bisa-bisa aku dibunuh oleh Mama" seru Zidan
" Kalau lu nggak mau gue mati, lepasin gue dulu" ujar Lisa. Zidan yang tidak kuat akan ocehan Lisa Ia pun terpaksa melepaskannya.
Lisa duduk dan merapikan bajunya, Zidan mendekati Lisa. Lisa merasa was - was berdekatan dengan Zidan dan dia pun hendak berdiri tapi ditahan oleh Zidan.
"Mau kemana?"tanya Zidan curiga. Zidan memegang bahu Lisa dan mengangkat wajahnya. Ia memperhatikannya dengan begitu seksama, jantung Lisa tiba-tiba beradu tak karuan, bahkan berulang kali ia mencoba menelan salivanya dengan susah payah. Zidan memegang leher Lisa dan hendak mencium bibirnya.
"Zidan!" Lisa mendorong keras tubuh Zidan namun Zidan dengan cepat mencengkram lengan Lisa.
"CUKUP!"
~•••~
Readers tersayang jangan bosan - bosan ya nunggu kelanjutannya.
jangan lupa gerakkan jempolnya buat like, komen dan kalau kalian suka jangan lupa juga di favorit sekalian votenya. Terima kasih☺
__ADS_1