
Seusai itu, mereka berdua tergeletak karna kelelahan. Zidan memeluk erat tubuh Lisa.
"Kamu dari mana saja tadi? Aku udah nungguin sampai berlumut disini" tanya Lisa cemberut.
"Mencari wanita yang bisa untuk ku tiduri," jawab Zidan tanpa membuka kedua matanya.
"Jauhkan tanganmu dari tubuhku, lepaskan aku" tiba - tiba Lisa mendorong tubuh Zidan. Karna ia merasa kesal terhadap suaminya tersebut.
"Kenapa? Apa kau tidak suka?"tanya Zidan sengaja menggoda Lisa.
"Kamu benar - benar keterlaluan, Zidan. Jangan menyentuhku lagi. Aku tidak mau melakukannya lagi denganmu." Lisa mencoba menjauhkan tubuhnya dari Zidan. Namun, Zidan malah tertawa dibuatnya.
"Aku hanya becanda, jangan cemburu seperti ini. Ayo tidurlah, besok aku akan mengajakmu ke pulau Jeju." Zidan mencium pipi Lisa dan mengeratkan pelukannya.
"Tidak mau! Lepaskan aku! Kau berbohong. Kau pasti sudah meniduri banyak wanita kan tadi?" seru Lisa, mencoba melepaskan tangan Zidan dari tubuhnya.
"Aku bersumpah tidak berbohong, aku hanya becanda tadi." bantah Zidan.
"Lalu kamu kemana saja dari tadi pagi?" tanya Lisa dengan kesal.
" Tidak kemana - mana, sudah jangan banyak bertanya lagi. Kalau kau banyak bicara lagi, aku akan membatalkan keberangkatan kita ke Jeju besok" seru Zidan, Lisa langsung terdiam seketika.
"Ayo cepat tidur!!" Lisa terpaksa mengiyakannya. Ia mengubah posisi tidurnya menghadap Zidan dan menyandarkan wajahnya di dada suaminya tersebut.
Zidan pun tersenyum dan semakin mengeratkan pelukannya.
"Entah kemana perginya rasa marah ku kepada Lisa tadi pagi. Tadi saat melihat wajahnya saja amarahku pun menguap seketika. Padahal tadi pagi aku begitu kesal dengannya dan tidak ingin bertemu dengannya. Saking marah nya, aku rela menyewa kamar di samping kamarku dengan Lisa. Dan sepanjang hari aku hanya tidur disana, mungkin karena pengaruh obat yang diberika oleh istri menyebalkan ku ini terlalu tinggi." ujar Zidan dalam hati.
Merekapun mulai tertidur dengan saling berpelukan satu sama alin.
~
Keesokkan paginya, Lisa terbangun lebih dahulu. Ia menyingkirkan tangan Zidan yang saat itu memeluk tubuhnya, kemudian Lisa turun dari atas tempat tidur. Ia mendekati lemari dan mengambil koper miliknya dan Zidan dari atas lemari. Ia dengan cepat memasukkan baju - baju mereka kedalam koper.
Ia hanya menyisahkan pakaian yang akan di pakai oleh nya dan suaminya tersebut, untuk pergi ke pulau Jeju nanti.
Mendengar suara yang sedikit berisik membuat Zidan terbangun akan tidur nyenyaknya. Ia sejenak terdiam dan memperhatikan Lisa kemudian, ia menghampiri istrinya tersebut dan memeluknya dari belakang.
"Kamu mau kemana?" kedua mata Zidan menyipit karna masih buram. Ia meletakkan dagunya di bahu Lisa.
"Tapi, katamu tadi malam kita ke pulau Jeju? Makanya aku siap - siap mengemas pakaian kita" jawab Lisa yang sibuk memasukkan barang - barang ke koper.
__ADS_1
"Iya, tapi tidak harus sepagi ini juga siap - siapnya" Zidan mengeratkan pelukannya, ia sekali - kali mencium leher Zidan.
"Stop, jangan mengganggu ku,kembali lah ketempat tidur" Lisa menahan bibir Zidan yang terus mencium lehernya. Ia merasa sangat tidak nyaman akan hal itu.
"Heumm... Dasar menyebalkan"gerutu Zidan yang menuruti perintah Lisa, ia kembali ke tempat tidur dan memperhatikan gerak - gerik Lisa dari sana.
Setelah selesai berkemas Lisa mengambil baju gantinya dan masuk kekamar mandi.
"Mandi bersama saja yuk,biar cepat " seru Zidan, saat dilihatnya Lisa hendak masuk ke dalam kamar mandi.
"Ogah" tolak Lisa langsung menutup pintu kamar mandi.
"Sulit sekali membujuknya" gumam Zidan kembali menarik selimut dan menutup kedua matanya kembali.
Seusai mandi, Lisa bersiap - siap,karna menurut info yang ia dapat kan dari media sosial. Nanti BTS akan melakukan fanmeeting di pulau Jeju, dan ia tidak ingin melewatkan kesempatan langkah itu.
Sementara Zidan sendiri, ia bergantian dengan Lisa untuk kekamar mandi.
Tak lama kemudian, Zidan keluar dari kamar mandi sembari menggosok rambutnya yang basah dengan handuk, yang sebagian handuk melilit di lehernya.
Kedua matanya memeperhatikan Lisa yang sedang berias di depan cermin. Lisa tampak begitu cantik dengan balutan gaun mini dress warna putih dan juga rambut yang tergerai memanjang.
Dan saat melihat pantulan wajah Zidan dicermin lisa menghentikan aktivitas beriasnya.
"Kamu mau kemana dandan secantik ini?" tanya Zidan. Bahkan, guratan dikeningnya menandahkan bahwa ia tak menyukai tampilan Lisa seperti itu.
"Apa kau lupa lagi, kita kan ke pulau Jeju suamiku sayang."ujar Lisa menatap Zidan sembari tersenyum.
"Aku tidak lupa akan hal itu, tapi kenapa kau berdandan secantik ini?" tanya Zidan
"Terima kasih pujiannya, iya aku sengaja dandan karna aku mau datang ke fanmeeting BTS nanti yang diadakan di Jeju" ujar Lisa senang. Ia kembali menata riasan wajahnya.
"Dasar lebay, kamu itu sudah punya suami. Seharusnya kamu dandan cantik begini cuma buat aku. Bukan untuk pria lain." gerutu Zidan kesal, ia mendudukan dirinya di atas tempat tidur.
"Ih kamu apaan si Zi. Kan aku ketemu mereka cuma sekali ini, itupun kalau berhasil ketemu. Sementara sama kamu aku jumpa terus. Ayolah jangan ngambek seperti itu. Ok" tutur Lisa membujuk Zidan.
" Ayo kita berangkat, nanti kita ketinggalan pesawat" Lisa mengajak Zidan berdiri.
Zidan mengambil koper mereka dan menyeretnya dengan kesal.
"Bisa - bisanya ia memikirkan idolanya yg halu itu saat acara bulan madu. Awas lu nanti malam istri ku sayang." gumam Zidan dalam hati sembari tersenyum.
__ADS_1
Mereka pun pergi meninggalkan kamar hotel dan sebelum pergi Zidan mengajak istrinya sarapan terlebih dahulu.
Setelah sarapan baru lah mereka pergi menuju bandara dan terbang ke pulau Jeju.
Sesampai nya di Jeju Zidan mengajak Lisa ke penginapan yang telah di sewanya tadi pagi sebelum mereka berangkat.
Lisa masuk ke dalam kamar yang disewa Zidan, ia mengelilingi kamar itu dan tersenyum senang saat ia membuka pintu balkon. Bagaimana tidak dari balkon kamar mereka bisa melihat pemandangan pantai yang begitu indah dan Lisa sangat menyukai akan hal itu.
Zidan datang menghampiri Lisa dan memeluknya dari belakang.
"Apa kau menyukainya?" bisik Zidan tepat di telingan Lisa. Lisa mengangguk mengiyakan, ia tersenyum kearah Zidan, kemudian ia mengecup pipi suaminya itu.
"Terima kasih " ucap Lisa.
"Berterima kasih lah yang benar" seru Zidan melepaskan pekukannya dan memutar tubuh Lisa hingga kini Lisa menghadap kearahnya.
"Menyebalkan" Lisa mengecup bibir Zidan, namun Zidan tak melepaskan bibir Lisa ia menahan tengkuk Lisa dan menciumnya lama.
"Begini baru bener" ucap Zidan melepaskan pagutannya.Lisa mendelik kesal kearah Zidan, yang di balas senyuman oleh Zidan.
Lisa menarik koper mereka dan menyusun pakaian mereka kedalam lemari.
Kemudian ia memasukan hadia - hadia yang telah di siapkannya untuk BTS kedalam paper bag besar.
"Mau kau bawa kemana itu semua?" tanya Zidan yang sedari tadi memperhatikan kegiatan Lisa.
"Mau ku bawa ke fanmeeting nanti, aku mau siap - siap dulu. Bentar lagi kita akan pergi." ujar Lisa masuk ke dalam kamar mandi.
"Malasnya, pergi ke sana" keluh Zidan.
Lisa keluar kamar mandi dan melangkah ke meja rias, ia membenarkan riasannya yang sedikit rusak saat perjalanan tadi.
Setelah selesai dengan riasannya Lisa menghampiri Zidan yang sedang duduk di sofa kamar mereka.
"Ayo berangkat, nanti kita telat" seru Lisa.
"Aku malas pergi ke acara begituan" ujar Zidan menatap Lisa.
"Ayolah sekali ini saja turuti kemauanku."ucap Lisa memelas.
Melihat Lisa dengan ekspresi seperti itu pun membuat Zidan luluh dan akhirnya ia pun mau dia ajak Lisa pergi ke acara fanmeeting BST.
__ADS_1
~•••~