
Tring... Satu pesan masuk ke ponsel Lisa. Lisa meraih ponselnya yang berada di atas meja didepannya.
From Reyhan: Hai Lisa.
Itulah isi pesan dari Reyhan, Lisa dengan semangat membalas pesan Reyhan.
To Reyhan: Apa rey?
From Reyhan : Lu lagi apa?
To Reyhan : Lagi nonton tv, kenapa memangnya?
From Reyhan : Nonton di bioskop aja yuk Lis.
Lisa hanya menatap isi pesan dari Reyhan, dia ragu untuk menjawabnya.
"Kenapa gak di balas?"
"ZIDAN" kaget Lisa, dia membulatkan matanya saat melihat Zidan berada tepat di belakangnya.
"Kenapa kaget?" tanya Zidan.
"L-lu sejak kapan di- disitu?" tanya Lisa gugup.
"Sejak lu bilang lagi nonton" ucap Zidan berlalu ke kamar.
"Kapan dia pulangnya"gumam Lisa.
"Aduh dia pasti salah paham " ucap Lisa.
Lisa memutuskan untuk menyusul Zidan ke kamar, saat sampai di kamar Lisa tidak menemukan Zidan. Tapi dia mendengar suara gemercik air di kamar mandi.
"Dia lagi mandi" gumam Lisa pelan.
Sambil menunggu Zidan selesai mandi, Lisa memilih menunggunya sambil baca novel.
Cekle
Zidan keluar dari kamar mandi sambil menggosok rambutnya dengan handuk kecil.
Zidan melirik Lisa sebentar, kemudiam dia berjalan ke meja riasnya Lisa dan mengambil hair dryer.
"Sini gw bantuin ngeringin rambutnya" ujar Lisa mengambil alih hair dryer dari tangan Zidan.
"Nggak perlu, gw bisa sendiri" seru Zidan mengambil kembali Hair dryer nya.
"Jangan ngeyel deh"ucap Lisa kesal, merebut kembali hair dryer nya. Lisa mengiring Zidan untuk duduk di tepi tempat tidur.
Akhirnya Zidan hanya diam saja, dia lagi malas untuk berdebat dengan Lisa.
Lisa mengeringkan rambut Zidan dalam diam, selama Lisa mengeringkan rambutnya Zidan menatap Lisa. Merasa ada yang menatapnya Lisa membalas tatapan Zidan. Untuk sesaat mereka saling pandang.
"Ehm" dehem Lisa mengalihkan pandangannya, dia kembali fokus mengeringkan rambut Zidan.
"Ada apa?" tanya Zidan tiba - tiba.
__ADS_1
"Hm... Maksudnya?" tanya Lisa bingung.
"Kenapa lu tiba - tiba baik sama gw?" tanya Zidan lagi.
"Gak boleh?" tanya Lisa balik.
"Boleh tapi aneh aja" ucap Zidan
"Udah gak usah dipikirkan, jalani aja" ucap Lisa. Zidan menatap Lisa heran.
"Apa sedang ia rencanakan, gw harus hati - hati" pikir Zidan.
"Udah, rambutnya udah kering tu" ujar Lisa, meletakkan hair dryer nya kembali ke atas meja.
"Apa lu udah makan?" tanya Lisa.
"Udah tadi sama Ridho" jawab Zidan. Mendengar jawaban Zidan seketika Lisa jadi kecewa.
"Ooo... Yaudah gw pergi matiin tv dulu" pamit Lisa.
Zidan menganggukan kepalanya sebagai jawaban.
Lisa keluar dari kamar dan pergi ke dapur. Dia sengaja bohong ke Zidan, supaya Zidan tidak mengasihaninya.
"Huft... Kalau tau dia makan di luar, gw perlu nahan lapar sampai kelaparan gini. Dasar udah punya istri tapi masih aja makan diluar" gerutu Lisa sambil mengambil makanan yang dimasaknya tadi.
"Kenapa gak bilang, kalau lu udah masak"sahut Zidan tiba - tiba duduk di depannya. Lisa menatapnya kaget.
"Bukannya lu udah makan?" tanya Lisa heran
"Iya, tapi gw masih laper" ujar Zidan. Lisa tersenyum mendengarnya, dia mengambil piring kosong dan mengisinya dengan makanan.
" Benarkah, lu tahu dari mana makanan kesukaan gw?" tanya Zidan.
"Ya dari mana lagi, kalau bukan dari mama. Ayo cobalah" jawab Lisa tersenyum
"Tapi ini..."
"Lu tenang aja, ini gak pedas kok" potong Lisa yang tau keraguan Zidan.
Zidan tersenyum dan mulai menyuapkan makanan ke mulutnya.
" Gimana?" tanya Lisa. Zidan tidak menjawab dia asik mengunyah makanannya.
"Lumayan lah" ucap Zidan sengaja tidak mau memuji masakan Lisa yang menurutnya sangat lezat itu.
Lisa yang mendengar jawaban Zidan pun tersenyum senang ya meskipun Zidan tidak memujinya tapi kata lumaya saja sudah membuatnya senang.
Mereka melanjutkan makan malamnya yang tertunda begitu lama dalam keadaan diam.
~
Lisa sedang duduk lesehan di bawah, dia sedang asik membuat desain gaun pesanan client nya.
"Oiya apa lu lihat paper bag didekat sini?" tanya Zidan tiba - tiba.
__ADS_1
"Bisa gak sih, kalau ngomong tu gak usah ngagetin gitu" kesal Lisa.
"Ya maaf, gw gak sengaja" Zidan menyengir lucu.
"Lu lihat kagak?" tanya Zidan lagi.
"Ada itu di samping tempat tidu sebelah kiri" jawab Lisa kembali fokus menggambar.
Zidan yang mendengar jawaban Lisa, langsung mencari paper bag tersebut di samping ranjang sebelah kiri.
"Nah buat elu" ucap Zidan menyerahkan paper bagnya kepada Lisa.
"Ha... Buat gw" tanya Lisa ragu.
"Ya buat lu lah, buat siapa lagi emang" seru Zidan.
"Seriusan, haa makasih" ucap Lisa senang, saking senangnya tanpa sadar Lisa memeluk Zidan.
Zidan yang dipelu secara tiba - tiba pun kaget. Lisa yang menyadari kelakuannya pun langsung cepat - cepat melepaskan pelukannya dari Zidan.
"Sorry" ucap Lisa pelan.
"Gak apa - apa kok, lebih dari peluk pun gak masalah" ucap Zidan.
"Mimpi aja lu" Lisa melempar Zidan dengan penghapusnya.
"Lah kok mimpi, kan emang bener kalau kita udah boleh lebih dari peluk" ucap Zidan lagi.
"Ih apaan sih, ogah ma gw" balas Lisa berdiri da. hendak keluar kamar.
"Mau kemana?" tanya Zidan.
"Ambil minum" jawab Lisa
"Lah itu minumnya kan tadi udah lu ambil" seru Zidan sambil menunjuk satu gelas air mineral yang ada di atas meja yabg dibawah Lisa tadi.
"Hm.. Itu maksud gw, mau ambil cemilan" elak Lisa gugup. Dia buru - buru pergi dari kamar, dia tak sanggup seruangan dengan Zidan.
"Zidan udah mulai bahaya, gw mesti harus lebih hati - hati" gumam Lisa pelan.
"Aduuuhh... gw malas banget kembali ke kamar"gumamnya lagi. Lisa pergi ke dapur dan mengambil beberapa snack dan dibawanya ke ruang keluarga.
"Mendingan gw nonton tv aja" ujarnya pelan. Lisa menyalakan tv dan mulai duduk depan tv sambil menikmati snack yang dibawanya tadi.
Dikamar Zidan sedang menunggu Lisa kembali dari dapur. "Ambil snack kok lama banget ya" pikir Zidan.
Karena bosan menunggu Zidan akhir nya memutuskan untuk menyusul Lisa kedapur. Saat sampai di dapur Zidan tidak menemukan keberadaan Lisa.
"Kemana dia, katanya tadi ambil snack? tapi kok gak ada, dia kemana ya" gumam Zidan.
Zidan keluar dari dapur dan menuju ke ruang keluarga dan betapa kagetnya Zidan saat melihat pemandangan di ruangan itu.
~•••~
Hai semuanya makasih ya sudah baca karya aku.
__ADS_1
Dan jangan lupa like, komen dan kalau suka fav nya juga ya
Tunggu kelanjutannya ya.