ZIDAN Dan LISA

ZIDAN Dan LISA
Trauma


__ADS_3

Zidan dan kekuarganya sedang di lingkupi dengan kebahagiaan atas kelahiran putri mungil mereka.


Berbeda halnya dengan Dani dan Bella. Saat ini Dani masih di lingkupi dengan perasaan penasaran akan jawaban lamarannya dari Bella.


Sebenarnya Bella sudah menjawab dari lamaran itu, tapi pada saat itu situasi yang sangat panik, jadi Dani tidak bisa mendengarkannya dengan baik.


"Bella, ayo kita bicara sebentar!" ajak Dani kepada Bella.


"Ngomong aja disini, gue lagi nungguin kak Lisa." balas Bella acuh.


"Mana bisa ngomong disini" bantah Dani.


"Yaudah, kalau gitu nanti saja ngomongnya"Bella menyandarkan kepalanya di bahu Rose yang pada saat itu, hanya diam memperhatikan duo sejoli itu.


"Rose, bantuin gue dong, jangan diam aja elu." Keluh Dani kepada Rose.


"Itu urusan elu pada, gue udah malas ngurusunya. Udah ah gue mau masuk ke ruangan kak Lisa." Rose berlalu meninggalkan Dani dan Bella.


Bella yang melihat Rose pergi, ia pun hendak mengikutinya namun, dengan cepat Dani menahannya.


"Mau kemana?" tanya Dani.


"Kedalam..." Jawab Bella.


"Ikut gue!!" Dani menarik tangan Bella dan membawanya ke taman rumah sakit. Bella hanya diam menatap pria yang sedang menariknya itu.


~


Setibanya di taman, Dani menyuruh Bella untuk duduk di bangku yang tersedia di taman.


"Ngapain ke sini sih?" tanya Bella


"Kan udah gue bilang, gue mau ngomong." seru Dani. Ia mendudukkan tubuhnya di samping Bella.


"Hadap sini!" Dani memutar tubuh Bella, agar wanita itu melihat ke arahnya.


"Yaudah, cepatan ngomong!!" ucap Bella.


"Gue dengar jawaban elu! Bagaimana?...."


"Jawaban apa?" tanya Bella pura - pura tidak mengerti.


"Yang tadi,saat di restoran itu."


"Yang mana sih, gue lupa" Bella mengalihkan pandangannya.


"Hais masa, lupa dih. Padahal itu moment paling berharga..." ucap Dani kesal. Bella hanya mengidikkan bahunya sebagai jawabannya.


"Ok, kalau gitu gue ulang lagi" ujar Dani. Ia beranjak berdiri di hadapan Bella, Dani mengeluarkan kotak cincin dari saku celananya.


"Bella...."Dani memanggil Bella dan berlutut di depan wanita itu. Bella sangat kaget melihat Dani yang berlutut di hadapannya.


"Bella, gue tau ini bukan moment yang tepat buat gue mengatakan ini. Tapi gue gak bisa menundanya lagi Bell..." Dani menghentikan ucapannya.

__ADS_1


"Bell, will you marry me" ucap Dani sembari menyodorkan cincin yang ada di tangannya.


"Gue tau, ini bukan lamar yang elu pengen. Tapi, tadi kan gue udah menyiapkan konsep lamaran sesuai dengan keinginan elu. Tapi..." ucapan Dani di hentikan ketika Bella meletakkan jari telunjuknya di mulut Dani.


"Gue ngerti, dan gue masalah ini gue gak bisa ngasih jawabannya sekarang. Karna gue harus memikirkannya terlebih dahulu."


"Elu tau sendirikan gue sangat trauma dengan sebuah hubungan setelah, gue melihat bagaimana tragisnya hubungan Rose dan gue gak mau hal itu terjadi sama gue." tutur Bella. Diraihnya tangan Dani dan menggenggamnya erat.


Dani diam, ditatapnya wajah Bella." Berapa lama?" tanya nya.


"Itu, gue juga belum tau pasti." jawab Bella. Mendengar perkataan Bella, Dani menundukkan wajahnya.


"Dani..." panggil Bella. Dani mendongakkan kepalanya dan menatap wanita yang ada di hadapannya itu.


"Elu mau kan nunggu jawaban gue?" tanya Bella. Dani tidak langsung menjawabnya.


"Baiklah kalau itu keputus elu, tapi gue gak bisa nunggu terlalu lama."jawab Dani. Bella menganggukkan seraya tersenyum dan Dani pun ikut tersenyum.


~


Bella dan Dani kembali keruangan Lisa, di sana ia melihat Zidan yang sedang mengendong bayi mungilnya.


Bella menghampiri Rose yang sedang ada di samping ranjang Lisa, sementara Dani, ia mendekati Zidan berdiri hendak meletakkan bayinya di box baby.


"Selamat ya kak Lis..." ucap Bella kepada Lisa


"Iya, makasih. Kamu dari mana aja, kok baru masuk?" tanya Lisa.


"Itu, tadi ada sedikit urusan mendadak." jawab Bella.


"Apanya yang kelar?" tanya Lisa penasaran.


"Itu yang di resto tadi" jawab Rose singkat.


"Eh kak Lis, mau jeruk gak? " ucap Bella, sengan mengalihkan topik pembicaraan.


"Gak usah Bella, kakak masih kenyang" tolak Lisa tersenyum


"Bella duduk sini!" suruh Lisa.Bella pun menurut saja dengan Lisa, ia pun mendudukkan tubuhnya di tepi ranjang rumah sakit Lisa.


"Apa kak?" tanya Bella.


"Ceritain ke kita, gimana jawaban elu tadi" bisik Rose dan di angguki oleh Lisa.


"Gak, itu rahasia negara." tolak Bella.


"Ooo.. Gitu lo sama sahabat sendiri, yaudah gue tanya sama Dani kalau gitu." seru Rose beranjak berdiri. Namun dengan cepat Bella menahannya.


"Iya - iya gue cerita, tapi kalian jangan kaget ya." ujar Bella mewanti - wanti reaksi kedua wanita yang ada di depannya itu.


"Iya, buruan!!" Rose dan Lisa menatap Bella dengan ekspresi penasaran.


"Gue nolak Dani..."

__ADS_1


"APA?" teriak Rose


"Hais, udah gue bilang jangan teriak!" seru Bella.


"Sorry, sorry. Gue kaget banget." ujar Rose. Berbeda dengan Lisa, Lisa hanya diam dan menatap Bella.


"Kenapa kamu nolak?" tanya Lisa.


"Bukannya, kamu juga suka sama Dani?" imbuh nya.


"Sebenarnya gak nolak sih kak, cuma aku minta waktu aja buat mikirinya." ujar Bella


"Apa lagi yang harus elu pikirin si Bell, elu kan tau sendiri Dani orang nya gimana." Rose mencoba membujuk Bella.


"Gue takut aja, nasib percintaan gue sama kaya elu." seru Bella


"Dan gue gak mau itu terjadi" imbuh Bella. Rose menatap sahabatnya kemudian ia memeluk Bella.


"Elu gak akan merasakan hal yang sama kaya gue, karena kita berbeda Bell."


"Elu orang baik, beda sama gue yang agak bar - bar" bisik Rose kepada sahabatnya itu.


Rose melepaskan pelukannya dan menatap Bella.


"Jangan sampai elu menyesal Bell, sebelum terlambat mending elu jangan menyia - nyiakan kesempatan" seru Rose.


"Iya dek, benar tu kata Rose." tambah Lisa, memberi suport untuk Bella.


Sementara para wanita itu sibuk berbincang dengan berbisik - bisik. Berbeda hal nya dengan dua laki - laki yang sedari tadi hanya menatap mereka dari sudut ruangan itu.


"Menurut kakak, mereka lagi bahas apa?" tanya Dani.


"Apalagi selain bahas kalian berdua" balas Zidan.


"Oiya, gimana tadi lancar?" tanya Zidan.


"Lancar apaan, gue di gantung."


"Di gantung gimana?" tanya Zidan heran, ia menatap adik sepupu dari istrinya itu.


"Dia minta waktu buat jawabnya, katanya dia trauma" jqwwb Dani lesu


"Trauma, setau kakak Bella belum pernah pacaran atau menjalin hubungan dengan siapa pun" ucap Zidan


"Iya itu juga aku tau kak, karna itulah aku mau sama dia. Tapi masalahnya, dia trauma dengan masa lalu Rose. Dia gak mau mengalami hal yang sama dengan yang di alami Rose." tutur Dani. Ia menyandarkan kepalanya ke dinding yang ada di belakangnya.


Zidan terdiam mendengarnya, ia tidak menyangka kalau Bella akan mengalami trauma seperti itu.


"Kamu tenang saja, aku dan Lisa akan mencoba membujuknya" saut Zidan seraya menepuk bahu Dani.


"Terima kasih kak" ucap Dani.


~•••~

__ADS_1


Terimah kasih sudah membaca🙏


__ADS_2