
Pada malam harinya Rose sudah selesai bersiap - siap dan hendak pergi menjempu Bella. Saat Rose melewati ruang tamu tiba - tiba suara seseorang menghentikan langkah kakinya.
"Mau kemana ?" tanya orang itu. Rose seketika menoleh melihat kearah orang tersebut.
"Ayah, ayah kapan pulang?"
"Barusan, kamu belum jawab pertanyaan ayah nak!" ucap Andre.
"Oiya aku lupa kasih tau ayah" gumam Rose. Rose berjalan mendekati ayahnya.
"Begini yah, malam ini Dani berencana ingin melamar Bella, jadi dia meminta Rose untuk ikut hadir"
"Ayah tenang aja, kak Lisa dan kak Zidan juga ada di sana" sambung Rose.
"Melamar? Tapi kenapa di tidak mengajak ayah?" tanya Andre.
"Itu karena, Dani ingin mengadakan acaran informal dan itu tidak akan di sukai oleh kalangan orang tua" ujar Rose.
"Ayah gak masalah dengan itu, tunggu ayah ganti baju sebentar. ayah akan ikut denganmu." ucap Andre yang hendak melangkah.
"Tidak usah ayah, aku pergi dulu byeee" teriak Rose yang berhasil membuat Andre geleng - geleng kepala.
"Dasar anak - anak nakal itu." gumam nya. Ia pun memutuskan untuk pergi ke kamarnya untuk membersihkan dirinya.
~
Rose pergi menjemput Bella di rumahnya, setelah menempuh perjalan beberapa menit. Akhirnya Rose sampai di depan rumah Bella.
Tanpa mengetuk dan memencet bel, Rose langsung masuk begitu saja kerumah Bella. Saat hendak ke kamar Bella, Rose bertemu dengan kedua orang tua Bella yang sedang duduk santai menonton tv.
"Selamat malam tante , om" sapa Rose.
"Iya selamat malam Rose, mau cari Bella ya?" tanya mamanya Bella.
"Iya tan, Bellanya ada kan tan?" ucap Rose pura - pura bertanya.
"Ada kok, kamu langsung aja ke kamarnya." seru mama Bella.
"Kalau gitu Rose nemuin Bella dulu ya om, tante." pamit Rose. Orang tua Bella hanya menganggukkan kepala mereka sebagai jawaban. Rose pun berlalu pergi ke kamar Bella yang ada di lantai dua.
__ADS_1
Ceklek
Rose membuka pintu kamar Bella, saat masuk kedal kamar sahabatnya itu. Rose sangat kaget melihat temannya itu yang sedang tertidur pulas di atas ranjangnya.
"Astaga Bella!!!" teriak Rose
"Bell, Bella woi bangun...." Rose menggoyang - goyangkan tubuh Bella.
"Dasar kebo, kalau tidur pasti susah di banguninnya." ucap Rose kesal. Ia berjalan dengan cepat kearah kamar mandi yang ada di dalam kamar Bella, di dalam kamar mandi Rose mencari sesuatu benda yang bisa di jadikannya untuk membawa air.
"Gelas? Ngapain si Bella bawa - bawa gelas ke kamar mandi. Tapi bodoh amat lah, yang penting gue bisa gunain ini buat nyiram dia" ujar Rose. dengan semangat ia mengisi gelas tersebut denga air sampai penuh.
Rose keluar kamar mandi dengan segelas air di tangannya. Ia mendekati Bella yang masih tidur pulas di atas ranjangnya.
"Rasain ini, rasain" Rose menciprat - cipratkan air ke wajah Bella.
"Tolong, tsunami.... Tolong" teriak Bella. Rose tersenyum puas saat mendengar teriakan Bella
"Bella bangun woi" teriak Rose kembali membangunkan sahabatnya itu.
Ah elu..." ucap Bella kesal, saat ia membuka mata yang ia lihat pertama kali adalah wajah sahabatnya Rose.
"Cepat bangun!! Gimana sih elu, katanya mau nemenin gue ke party" seru Rose.
"Elu pergi sendiri aja deh." imbuh Bella. Ia mengusap wajahnya yang sedikit basa
"Hais tempat tidur gue jadi basahkan gara - gara elu" ucapnya kesal.
"Gak ada, pokoknya elu harus ikut gue!!! Kan elu udah janji tadil." ujar Rose dengan sedikit nada memaksa.
"Ajak teman elu yang lain aja."
"Teman gue cuma elu odeng, kan elu tau sendiri gue gak boleh berteman kecuali sama elu." jawab Rose, ia dengan kesal duduk di atas ranjang Bella.
"Ayo buru siap - siap!!" perintah Rose. Bella menatapa temannya itu dengan kesal.
"Hais Dasar..." Bella pin turun dari tempat tidur dan masuk kedalam walkin closet untuk mengganti pakaiannya.
"Elu gak mandi dulu?" teriak Rose.
__ADS_1
"Gak, gue udah mandi tadi sore dan masih wangi" saut Bella
"Ini semua cuma demi elu Dan, kalau nggan..."
"Ogah banget gue, kaya gini"gerutu Rose, ia membaringkan tubuhnyandi atas tempat tidur Bella.
~
Rose dan Bella sudah ada di depan restorant, Rose mengeluarkan ponselnya dan melihat, ada satu pesan dari Dani
Semua sudah stand by ~ Dani.
Setelah membaca pesan dari sepupunya itu, Rose kembali memasukkan ponselnya kedalam tasnya.
"Ayo!" Rose mengajak Bella untuk masuk kedalam restorant.
"Selamat datang nona" sapa seorang doorman. membukan pintu untuk mereka
"Terima kasih" ucap Bella, dan mereka pun masuk.
Seorang pelayan wanita datang mengahampiri mereka berdua.
"Mari nona ikut saya!" pelayan itu pun menuntun Bella dan Rose ke ruangan yang di adakan acara party itu. Rose dan Bella tanpa banyak bicara mereka hanya mengikuti arahan dari pelayan itu.
"Kenapa restonya sepi banget? Apa kita tidak salah masuk.?" tanya Bella yang heran, pada saat masuk Restoran ia tidak melihat seorang pun pelanggan kecuali mereka.
"Itu karna tempat ini sudah di booking" jawab Rose. Bella pun mengangguk mengerti.
"Silahkan nona." ucap pelayan itu membukakan pintu ruangan untuk mereka.
"Elu masuk lah dulu, gue mau ke toilet bentar" ujar Rose.
"Gue ikut elu ajalah, di dalam gue gak kenal siapa - siapa" seru Bella.
"Gak apa - apa, elu duduk aja di meja. gue bentaran doang kok." Rose mendorong Bella untuk masuk.
Di dalam ruangan itu Bella tidak melihat apa - apa, semuanya gelap tanpa cahaya.
"Apa benar disini acaranya? kenapa semuanya gelap gini" gumam Bella melihat sekelilingnya.
__ADS_1
Clik
~•••~