ZIDAN Dan LISA

ZIDAN Dan LISA
Hukuman istri yang tidak sopan


__ADS_3

"Zidan!!" Lisa berteriak, namun tak mengubah tangan kekar Zidan untuk melepaskannya.


"Kita baru pulang! Jangan pergi kemana - mana, istirahat lah!" perintah Zidan sambil menutup kedua matanya kembali.


"Zidan, lepaskan aku! Aku harus pergi bekerja." Lisa meronta, memukul - mukul dada bidang laki - laki itu berharap agar dia segera di lepaskan.


"Tidak usah kerja,kau pikir kau saja yang harus kerja. Aku juga punya banyak pekerjaan, besok saja mulai kerjanya. Sekarang, bekerja di atas tempat tidur saja denganku." Zidan memeluk erat tubuh Lisa, ia semakin mengeratkannya hingga membuat wanita itu hampir kehilangan napasnya.


" Ayolah Zidan, lepaskan aku. Aku ingin bekerja" Lisa mencoba untuk berbicara dengan lembut kepada Zidan.


" aku bilang istirahat ya istirahat. Apa kau tidak mengerti bahasa manusia." ucap Zidan tak bergeming.


" Tapi aku bosan,"keluh Lisa.


" kau bosan, Apa kau ingin kita bermain dulu sebentar?" ujar Zidan sembari mengedipkan matanya kepada Lisa.


"Baiklah, Baiklah aku akan istirahat. tutup matamu itu!!" ujar Lisa gelagapan mendengar ucapan Zidan, dan dengan spontan menutup matanya. Zidan tersenyum melihat tingkah istrinya itu.


"Semakin hari, kenapa kau semakin menggemaskan" gumam Zidan dalam hati, ia memperhatikan wajah istrinya yang saat ini dalam dekapannya.


Tak lama Lisa pun tertidur, Zidan sedari tadi tak bksan memperhatikan wajah Lisa.


Drrrrrtttt.... Drrrrttt.....


Tiba - tiba ponsel Zidan bergetar, dengan pelan Zidan melepaskan Lisa yang saat ini ada di dekapannya. Zidan turun dari tempat tidur berjalan mengambil ponselnya yang berada di atas meja di sudut kamarnya.


Zidan melihat siapa yang menghubunginya, saat melihat si penelpon dengan spontan Zidan berjalan keluar kamar dan masuk ke ruang kerjanya.


Zidan duduk disofa yang ada di ruang kerjanya, ia menghubungi kembali orang yang menelponnya tadi.


"Halo, iya. Bagaimana?" sapa Zidan to the poin.


...


"APA? Sejak kapan? kenapa kamu tidak memberitahu saya?" ujar Zidan kaget.


.....


"Baiklah, besok saya akan kesana. Sekarang kamu tolong bantu saya jagain dia" ucap Zidan.


...


"Kalau ada apa - apa tolong hubungi saya saja. Terima kasih" Zidan menutup panggilannya.


Ia cukup lama duduk termenung didalam ruangan kerjanya. Untuk saat ini Zidan sangat bingun dan tidak tau harus berbuat apa. Zidan terlalu hanyut dengan pemikirannya sendiri, hingga dia tidak menyadari kalau Lisa sedari tadi berdiri di ambang pintu sembari memperhatikannya.


Lisa masuk ke ruang kerja suaminya dan menghampiri Zidan. Lisa bedehem sekali, Zidan tidak mendengarnya, ia berdehem lagi dan Zidan juga tidak meresponnya. Hingga akhirnya Lisa menepuk bahu Zidan.


"Sayang, sejak kapan kamu disini?" tanya Zidan kaget melihat Lisa yabg sudah berdiri di sampingnya.

__ADS_1


"Sejak kamu bengong , seperti orang bodoh" ujar Lisa mendudukkan tubuhnya di samping suaminya.


"Kenapa? Apa ada masalah?" tanya Lisa.


"Tidak ada masalah apa - apa kok" jawab Zidan sembari meraih tangan istrinya.


"Serius, terus tadi kenapa bengong gitu?" Lisa menatapnya curiga.


"Iya, aku serius. Kamu kenapa udah bangun?" tanya Zidan mengalihkan pembicaraan.


" Tadi aku kebelet buang air, terus aku gak liat kamu di kamar" ujar Lisa.


" Yaudah aku mau kedapur dulu"ucap Lisa hendak berdiri. Namun Zidan menahan tangannya.


"Ngapain? disini aja temani aku." pinta Zidan, sembari mengayunkan - ayunkan tangan istrinya itu.


"Aku harus masak buat makan siang, lagian disini sekarang ada mama sama papa. Nggak enak kalau kita dikamar terus." seru Lisa memberi pengertian kepada suaminya yang menyebalkan itu.


"Yaudah pergi lah sana!!" usir Zidan pura - pura ngambek.


"Ya ngambek, tapi sayang nya aku gak peduli. " seru Lisa sembari lari keluar dari ruangan suaminya itu. Bisa bahaya jika iya tertangkap, bisa panjang urusannya.


"Hais dasar istri menyebalkan" gerutu Zidan tersenyum.


Lisa memelnkan langkahnya saat i rasa sudah aman dari jangkauan Zidan. Lisa pergi kedapur dan melihat bahan - bahan yang ada di kulkas.


"Masak apa ya enaknya?" gumam Lisa menatap isi kulkas.


" Ini ma, aku lagi lihat bahan - bahan yang bisa dimasak. Tapi aku bingung mau masak apa?" ujar Lisa menoleh melihat kearah mama Lilis.


" Biar mama aja yang masak, mending kamu istirahat saja sayang. Kamu kan baru pulang" tutur mama Lilis.


"Aku udah istirahat kok mah, lagian bosan tau mah di dalam kamar mulu" seru Lisa sembari mengeluarkan sayuran dan bahan - bahan yang lainnya.


"Terserah kamu saja deh, yang penting kamu jangan kecapean ya"ucap mama Lilis memberi nasehat. Mama Lilis pun ikut membantu Lisa memasak, ia mengambil beras dan memasaknya.


" Mama duduk manis aja disana, biar Lisa aja yang masak" ucap Lisa jadi tidak enak, karna mama mertuanya melakukan pekerjaan di rumahnya.


" Tidak apa - apa sayang, kita masak bareng aja ya." tutur mama Lilis tersenyum.


Lisa tidak bisa mencegah mama Lilis untuk tidak membantunya. Jadi, dia hanya bisa mnikmati keseruannya di dapur bersama mama Lilis.


~


Sementara Zidan diruang kerja sibuk memeriksa pekerjaannya yang ia tinggal beberapa hari belakangan ini.


Ini lah yang di khawatirkan oleh Zidan ketika mama nya menawarkan Liburan kemaren. Ia takut pekerjaannya akan menumpuk, sebenarnya tidak lah mudah bagi nya untuk cuti.


sekarang dia harus menyelesaikan tugasnya sebagai seorang dosen dan di tambah lagi tugasnya sebagai seorang direktur perusahaan.

__ADS_1


Zidan menghela napas melihat tumpukan berkas yang ada di meja kerjanya.


~


Di dapur Lisa dan mama Lilis telah menyelesaikan acara masak memasaknya dan mereka juga telah menghidangkannya di atas meja.


"Semuanya sudah selesai, sekarang mama panggil papa dulu dan kamu panggil Zidan. Oke." seru mama Lilis, berlalu pergi ke kamarnya dan Dika.


Lisa pun beranjak naik ke lantai atas, ia menuju ke ruang kerja suaminya.


Tok..Tok...


"Iya, masuk aja" sahut Zidan dari dalam.


Ceklek


Lisa masuk ke dalam ruang kerja Zidan dan menghampiri suaminya yang sedang duduk di meja kerjanya. Ia berdiri di depan meja kerja tersebut.


"Ada apa?" tanya Zidan tanpa mengalihkan pendangannya dari berkas yang sedang ia periksa.


"Makan siang uda siap, ayo mama sama papa dah nunggu di meja" ajak Lisa sembari memperhatikan suaminya.


"Iya duluan aja, nanti aku nyusul" seru Zidan masih tak bergeming.


"Ck. Ayo, makan bareng mama sama papa. Kerjanya nanti aja" ujar Lisa sembari menarik berkas yang sedang di periksa Zidan.


"Sini kembalikan, aku nggak lapar" seru Zidan berdiri hendak merebut berkas yang di rampas Lisa.


"Makan nggak atau aku robek nih berkasnya" anacam Lisa seakan - akan ingin merobek kertas tersebut.


"Hmmm... baik lah, tapi ini dulu" Zidan menunjuk bibirnya.


" Apaan sih, pake syarat segala. Yaudah kalau nggak mau makan terserah" seru Lisa meletakkan berkas yang di pegangnya tadi dengan keras di atas meja. Kemudian ia hendak melangkah pergi, namun dengan cepat Zidan menahannya.


"Dasar nggak sopan, suami lagi ngomong eh mala di tinggalin gitu aja" ujar Zidan,dengan satu kali tarikan Lisa sudah berada dalam pelukannya.


Cup


Zidan mengecup bibir Lisa sekilas, Lisa sangat kaget mendapat serangan mendadak dari suaminya itu.


"Ini hukuman istri yang nggak sopan sama suami"


Cup


Zidn mengecup kembali bibir sang istri. Lisa membulatkan matanya.


"Dan ini hukuman karna kamu ganggu aku kerja" ujar Zidan tersenyum dan ia mendekatkan kembali wajahnya ke arah Lisa. namun dengan cepat Lisa menutup bibirnya dengan tangannya.


Lisa menggelengkan kepalanya, Zidan hanya tersenyum melihat penolakan istrinya teresebut.

__ADS_1


~••••~


__ADS_2