ZIDAN Dan LISA

ZIDAN Dan LISA
Salah lagi.


__ADS_3

Hai semua, maaf ya episode kali ini yeoja up nya agak lama.🙏 yeoja sedang demam jadi gak bisa ngetik banyak - banyak😷🤒. Doakan yeoja cepat sembuh ya semua, biar bisa up banyak - banyak lagi☺


Selamat membaca


#####


"Bagaimana, enak tidak?" tanya Lisa


Zidan menyeruput dan mengunya isian cendolnya, sambil melirik kearah istrinya yang juga menikmati cendol miliknya.


"Lumayan, aku mau isinya!" pinta Zidan. Lisa pun membuka pengikat bungkusan cendol itu dan mebgeluarkan sendok plastik yang di berikan oleh penjualnya tadi. ia pun menyedokkan isiannya, lalu menyuapinya kepada Zidan.


"Apa ku bilang, tidak semua makanan pinggir jalan itu buruk." seru Lisa.


Mereka pun melewati jalan menuju ke rumah sambil menikmati cendol dan alunan musik BTS.


~


Setibanya di rumah, Zidan memakirkan milnya di garase. Lisa keluar dari mobil dan mencari kunci rumah, sementara Zidan mengambil barang - barang mereka yang ada dinbagasi mobil.


"Ayo!..." ajak Lisa kepada Zidan setelah pintu terbuka.


Mereka pun masuk dan langsung menuju ke kamar.


"Kamu pakai kamar mandi di kamar, biar aku mandi di kamar mandi kamar tamu saja." ujar Lisa.


"Kenapa, tidak mandi bersama saja?" saran Lisa.


"Biar cepat, aku udah lapar banget." jawab Lisa.


"Karena mau cepat tulah, kita mandinya bareng aja."


"Apaan, yang ada kita keluar dari kamar mandinya lama banget." saut Lisa, ia pun mengeluarkan pakaian yang di bawah mereka tadi dari dalam tas dan menyusunnya ke dalam lemari.


"Ayolah! sekali ini saja!" pinta Zidan mengikuti langkah istrinya ke dalam walk in closet. Lisa melebarkan matanya menatap Zidan.


"Ya sudah, kau saja duluan!!" seru Zidan.


"Paergilah, aku akan menggunakan kamar mandi di kamar tamu." jawab Lisa . Lisa mengambil pakaian yang akan di gunakan oleh dirinya dan Zidan. Ia meangkah keluar dari kamar dan meletakkan pakaian untuk suaminya itu.


"Ini pakaianmu." ujar Lisa meletakan pakaian tersebut. dan menoleh melihat Zidan yang masih setian mengikutinya dari belakang.


"Kau saja duluan!...."seru Zidan. Lisa pun menarik napas dan memilih mengalah dengan suaminya itu.

__ADS_1


Zidan menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur, ia melirik kearah Lisa yang baru saja masuk ke kmar mandi, senyuman usil tersirat di wajahnya.


setalah lima menit Zidan menunggu, tiba - tiba dirinya beranjak berdiri, ia menanggalkan seluruh pakaiannya di lantai. Selembar handuk ia tarik dari tempatnya, di lilitkannya handukbtersebutbke pinggangnya dan berjalan menuju ke kamar mandi.


Zidan memegang ganggsng pintu yang masih tertutup dan membuka lebar pintu kamar mandi itu, nampaklah Lisa yang sedang merendam tubuhnya di dalam bath up sambil memejamkan kedua matanya. Zidan menutup pelan pintu kamar mandi itu, berharap taj di dengar oleh Lisa.


"Pantas saja dia lama sekali, ternyata dia tidur." Zidan memperhatikan Lisa sambil tersenyum, ia menanggalkan lilitan handuknya dan perlahan masuk ke dalam bath up.


Suara decakan air yang berisik membuat kedua mata Lisa terbuka, mata itu seketika membulat lebar karna begitu kaget saat melihat Zidan berada di sana.


"Zi. kau sedang apa di sini?" tanya Lisa menutupi bagian tubuhnya yang terlihat.


"Kau buta? aku sedang mandi, kau mandi lama sekali. Ayo kemarilah, biar ku mandikam..." ia pun menarik tangan istrinya itu, namun wanita itu memberontak.


"Tidak mau!" Lisa beranjak berdiri dan hendak meninggalkan bath up tersebut, namun dengan sekali tarik Zidsn merrngkuj tubuh istrinya itu.


"Zi..."


"Diam atau aku tenggelamkan kau dalam bath up ini!"


Ancaman itu tak membuat Lisa memberontak, ia pun menikmati apa yang sedang suaminya lakukan di dalam sana.


Seusai mandi, Lisa fan Zidan saling mengenakan pakaiannya masing - masing. percintaan dadakan di dalam kamar mandi itu membuat pengalaman baru tersendiri bagi Lisa.


"Lisa..." panggil Zidan membuat Lisa menoleh


"Ada apa?" tanya nya dengan begitu cuek.


"Aku lupa lupa meletakkan ponselku di mana? apa kah aku boleh pinjam ponselmu senbentar?"tanya Zidan.


"Ambilah di dalam tas... jangan menyentuh lipstikku! aku tidak mau berbagi dengan siapa pun!"


"Memangnya siapabyang mau memakai lipstikmu!" seru Zidan, Lisa pun terkekeh.


Zidan mendekati tas milik Lisa yang tergeletak di atas meja.


"Tasnya jelek sekali...." gumam Zidan, membolak - balikkan tas milik istrinya yang sejak awal dirinya menikah dengan Lisa yang ia lihat hanyalah tas itu saja.


Zidan melirik kearah Lisa, " Selama menikah, aku tidak pernah membelikannya apapun. Bahkan dia juga tidak pernah meminta apapun untuk Kubelikan." gumamnya Zidan kembali melanjutkan niatnya untuk mengambil ponsel milik istrinya itu dan mencoba menghubungi ponselnya yang terselip karena lupa meletakkannya.


Suara dering ponsel milik Zidan menyautinya. Ia segera menghampiri asal bunyi ponsel tersebut,ponsel itu terlihat terjatuh di bawah sofa.


"Kenapa bisa jatuh di sini?" kerudung Zidan, ya berjongkok dan mengambil ponsel tersebut. saat sudah menemukan ponselnya ia kembali meletakkan ponsel istrinya di tempat semula.

__ADS_1


~


Lisa terlihat sedang sibuk menyisir rambutnya di depan cermin. Pantulan Zidan yang tiba-tiba berdiri di belakangnya, membuat aktivitasnya terhenti seketika.


"Ada apa?" tanya Lisa, membalikkan tubuhnya hingga kini menghadap ke arah Zidan.


"Ambillah!..." Zidan memberikan sebuah kartu kredit kepada Lisa.


sejenak Lisa hanya melihat nya saja" credit card? untuk apa? " tanya Lisa dengan bingung, ia mengambil kartu kredit tersebut.


" untukmu, Kok bisa menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan mu. itu unlimit, tapi pakai lah sewajarnya saja! belilah tas, baju atau sepatu...."tutur Zidan.


" setelah melayanimu, kemudian kau memberiku ini titik Kau pikir aku ini wanita apa? Aku tidak membutuhkan ini!" seru Lisa.


" aku bisa mencari uang sendiri! Ambilah ini kembali...." Lisa mengembalikan kartu kredit itu kepada suaminya tersebut.


" Tasmu itu sudah jelek dan tidak layak pakai lagi, lebih baik Buanglah itu dan berilah yang baru yang agak lebih bagus sedikit!" perintah Zidan.


" aku pikir aku tidak bisa membeli tas baru, aku bisa membelinya! itu tas pemberian adikku pada saat ulang tahunku. Cross dengan susah payah menabung kan uangnya hanya untuk membelikan tas itu untukku. dan dengan mudahnya kau menyuruhku untuk membuangnya?… sejelek apapun tas itu Aku tidak akan pernah membuangnya kau tahu itu!" ujar Lisa begitu kesal, ia menyenggol bahu Zidan dan berlalu pergi meninggalkannya.


" salah lagi…" Zidan menggaruk-garuk rambutnya. ia masih memandangi bekas bayangan Lisa yang berlalu pergi dari kamar. Zidane masih mematung dan memandangi kartu kredit yang masih ia pegang.


"Dia bener - benar tidak mau menerimanya? padahal niatku baik" gumam Zidan.


"Dia benar - benar berbeda, coba saja semua mantan kekasihku atau teman wanita yang dekat denganku, mereka pasti merengek meminta uang untuk membeli barang - barang branded dan perhiasan mahal kepada ku."


"Sementara dia? dia hanya meminta uang kepadaku hanya untuk membeli dua bungkus cendol." gumam Zidan.


•••~


.


.


.


.


.


Maaf ketidak nyamanannya karena typo yang berserakan dimana - mana🙏😐


Jangan lupa dukungannya ya readerku sayang like dan votenya sanga aku tunggu. Borahae💜

__ADS_1


__ADS_2