
Pagi hari itu, Lisa terlihat sedang duduk berselonjor di atas tempat tidur sembari membuat design baju bayi yang lucu - lucu, aktivitasnya terhenti sejenak saat ia merasakan pergerakan anaknya yang begiyu lincah di dalam perutnya yang kini kia membesar.
Setiap kali Lisa mengusap perutnya, bayi yang tumbuh di dalam sana selalu bergerak merespon sentuhannya. Lisa pun tersenyum , ia semakin tak sabar untuk menunggu kelahiran sang buah hatinya itu. Ia penasaran seperti apa rupa anaknya nanti, apakah anaknya akan mirip dirinya atau mirip suaminya.
"Cepatlah keluar sayang, mama sungguh tidak sabar menunggu mu" ucap Lisa pelan
Ceklek
Pintu kamar terbuka, terlihat Zidan masuk kedalam kamar , laki - laki itu terlihat sudah rqpi dengan pakaian kerja miliknya. Segelas penuh susu coklat terlihat di salah satu tangannya. Ia berjalan mendekati Lisa dan mendudukkan tubuhnya di samping istrinya tersebut.
"Sayang, kau sedabg membuat apa?" tanya Zidan
"Ini aku sedang membuat design baju bayi."
"Untuk siapa?"
"Untuk bayi tetangga." jawab Lisa
"Sayang, aku kan sudah bilang selama hamil jangan kerja dulu!" ucap Zidan.
"Sini serahkan bukunya, biar nanti aku suruh Sindy yang meneruskannya." imbuhnya lagi. Lisa menggelengkan kepalanya.
"Baju bayi ini tentu saja untuk anak kita, kenapa masih bertanya ." seru Lisa, Zidan pun terkekeh mendengarnya.
"Ini aku buatkan susu untukmu, ayo minumlah dulu!"
"Terima kasih." Zidan membantu Lisa untuk meminumkan susu itu hingga habis tak tersisa.
Lisa mengusal bekas susu yang menempel di sudut bibirnya dengan menggunakan punggung tanganya."Kau sudah mau berangkat kerja ya sekarang?" tanyanya kemudian.
"Tidak, minggu depan." jawab Zidan
Lisa mencubit lengan suaminya itu hingga mengaduh kesakitan."Kau ini selalu saja"cebiknya
"Aku bertanya serius, eh malah gitu jawabnya." ucap Lisa cemberut.
"Sudah tau aku berpakaian rapi seperti ini, tentu saja aku berangkat kerja sekarang, kau masih saja bertanya."
Zidan dengan gemas mencubit kedua pipi Lisa yang terlihat semakin berisi, lalu meninggalkan beberapa ciuman di sana. Sedikit gigitan di hidung mancungnya membuat Lisa memprotes tak terima.
"Jangan di gigit!" Lisa mengusap bekas gigitan itu di hidungnya. Zidan terkekeh melihat ekspresi istrinya itu.
"Bagaimana tidurmu semalam? Apa semalam anakku mengganggu tidurmu lagi?"tanya Zidan. Ia menurunkan kepalanya dan meletakakannya di perut Lisa seteah memberi usapan lembut dan ciuman di sana.
"Tidak, semalam dia tidak rewel jadi tidurku sangat nyenyak." balas Lisa.
__ADS_1
"Hey anak papa sayang, kenapa kau suka sekali mengganggu mamamu jika tidur malam? Kasihan dia tidak bisa istirahat, jangan nakal - nakal di dalam sana, atau papa akan menghukum kelak saat kau sudah lahir!" tutur Zidan seraya meninggalkan beberapa ciuman yang membuat Lisa semakin geli saat anaknya bergerak merespon akan perkataan Zidan.
"Ku rasa dia mengerti dengan ucapanmu barusan, lihat lah dia mersponya dengan begitu aktif."ujar Lisa mengusap perutnya.
"Tapi bukannya kau yang lebih sering menggangguku setiap malam dari pada anakmu.!" cetus Lisa semabri encebikkan bibirnya. Zidan menengadahkan kepalanya melihat kearah istrinya sambil terkekeh.
~
Siang harinya, Rose dan Bella terlihat sedang berdiri di sebrang jalan butik untuk menunggu taxi, mereka berdua sudah janjian hendak pergi kerumah Lisa. Namun sudah beberapa menit mereka menunggu tetapi bekum juga mendapatkan taxi. Sekalipun ada taxi yang lewat, tapi semuanya sudah ada penumpangnya.
"Tau begini, mending gue bawa mobil sendiri" seru Rose.
"Sorry…"ucap Bella
"Huft, kata itu lagi. Lagian kenapa sih elu bawa mobil yang itu, udah tau mobilnya hobi mogok" sungut Rose.
"Kan udah gue bilang, hanya mobil ini yang ada di garasi." balas Bella.
"Yaudalah, udah kejadian juga."
"Gimana kalau kita naik bus saja kerumah kak Lis nya?" saran Bella yang kebetulan melihat bus yang hendak berhenti.
"Gue gak mau, jika kita naik bus, tetap saja kita akan berjalan cukup jauh untuk sampai ke rumah kakak gue"jawab Rose.
"Kita tunggu saja!" ujar Rose
Tak lama setelah itu, sebuah mobil berwarna hitam berhenti didepan Rose dan Bella. Seseorang yang Rose kenalpun turun dari mobil itu.
"Kak Rey" sapa Rose dengan penuh kegirangan.
"Itu siapa?" bisik Bella ke telinga Rose
"Teman kakak gue" jawab Rose
"Hai, Rose…" sapa Reyhan, kemudian tersenyum kearah Bella.
"Kalian sedang apa disini?"Tanya Reyhan sesaat setelah mengalihkan kembali pandangannya kepada Rose.
"Kami sedang menunggu taxi untuk pergi ke rumah kak Lisa, tetapi kami dari tadi belum juga mendapatkan taxi sama sekali." Rose mencebikkan bibirnya berharap teman kakaknya itu memberikan mereka tumpangan.
"Kalau begitu, aku akan mengantar kalian, kebetulan kita searah." ucap Reyhan.
"Kakak serius mau memberi kami tumpangan?" tanya Rose memastikan.
"Iya, kakak akan mengantarkan kalian" jawab Reyhan.
__ADS_1
"Ayo!" ajak Reyhan. Dengan semangat Rose dan Bella menaiki mobil Reyhan.
Rose terlihat duduk di depan bersama Reyhan, sementara Bella duduk di belakang kursi kemudi sembari menyandarkan punggungnya. Rose tak hentinya berbicara dengan Reyhan, nanun tidak dengan Bella dia sedari tadi hanya berdiam diri dan kedua matanya sibuk memperhatikan jalanan dari balik kaca mobil yang terbuka sebagian.
"Bell, elu kenapa? tumbenan elu diam kaya gitu?" tanya Rose heran, ia menolehkan kepalanya ke belakang.
"Gak kenapa - kenapa, gue cuma lagi kepikiran sesuatu aja?" jawab Bella.
"Kepikiran Dani ya…" goda Rose.
"Dani, Dani sepupumu itu?" tanya Reyhan.
"Iya, Dani yang suka ngikutin kakak dulu."
"Ooo... Apa kabar anak itu, kakak sudah lama banget gak ketemu sama dia?" ucap Reyhan
"Dia makin nyebelin kak, dan apa kakak tau dia sekarang sedang menyukai seorang gadis." ucap Rose sembari melirik kearah Bella.
"Really?" tanya Reyhan, Rose menganggukkan kepalanya. Sementara Bella tetap diam dan memasang telingannya baik - baik agar dia dengan jelas mendengarkan ucapan sahabatnya itu.
"Iya, dan parahnya ya kak, dia berencana untuk melamar wanita itu dalam waktu yang dekat ini." seru Rose dengan ujung matanya melirik temannya yang ada di belakang. Rose tersenyum mengetahui kalau Bella sedang menguping pembicaraannya.
"Wah berani juga tu anak, ngomong - ngomong siapa waniata itu?" tanya Reyhan
"Dia…"
"Eh kak kita sudah sampai." ucap Rose sengaja tidak menjawab pertanyaan Reyhan.
"Tapi kamu belum jawab pertanyaan kakak Rose" seru Reyhan.
"Udah, nanti kakak juga bakalan tau. Tunggu aja undangannya, Oke." balas Rose tersenyum.
"Hais… Dasar Rose kebiasaan bikin orang penasaran. " ucap Bella kesal dalam hati.
"Yuk, Bell kita turun. Makasih kak Rey." ucap Rose kemudian ia keluar dari mobil Reyhan dan di susul oleh Bella dengan muka yang di tekuk.
"Sekali lagi, makasih ya kak, bye…" ucap Rose melangkah masuk ke rumah Lisa.
"Dasar anak nakal, ghibah kok nanggung - nanggung"ujar Reyhan menggelengkan kepalanya. Reyhan pun mulai mnjalankan mobilnya meninggalkan rumah Lisa.
~•••~
Jangan lupa likenya ya.
Terima kasih
__ADS_1