
Semua orang bertepuk tangan untuk Zidan, Zidan hanya menanggapinya dengan senyuman. Dia masih melihat kearah Lisa, dia berharap dengan lagu ini Lisa bisa mengerti bagaimana perasaannya.
"Wah kak Zidan suaranya bagus banget, bikin candu" puji Rose.
"Kamu bisa saja" ucap Zidan tersenyum.
"Gimana kalau kakak sama kak Lisa duet aja, suara kak Lisa juga bagus tau" ucap Rose.
"Kamu apaan sih Rose, gak ah kakak gak bisa " tolak Lisa.
"Ayolah sayang, ayah juga ingin mendengar kamu bernyanyi. Sudah lama ayah tidak mendengar kau bernyanyi" sahut ayah Andre. Lisa terdiam dan melihat kearah Zidan.
"Hmm.. Baiklah tapi kalau telinga kalian sakit setelah mendengarkan suara ku, jangan menyesal dan jangan salah kan aku" ucap Lisa berdiri dan berpindah duduk di samping Zidan.
"Mau lagu apa?" tanya Zidan.
"Tunggu bentar, gue cari dulu" jawab Lisa membuka google di ponselnya.
"Bagaimana kalau yang ini" Lisa menunjukan Lirik yang Ada di ponselnya kepada Zidan.
"Boleh juga" jawab Zidan melihat Liriknya.
Zidan mulai memainkan gitar nya, semua orang yang ada disana menatap mereka bahagia.
Now this might be a mistake
That I'm calling you this late
But these dreams I have of you ain't real enough
Started bringing up the past
How the things you love don't last
Even though this isn't fair for both of us
Ooh-ooh, maybe I'm just a fool
I still belong with you
Anywhere you, anywhere you are
Ooh-ooh, these minefields that I walk through
Ooh-ooh, what I risk to be close to you
Ooh-ooh, these minefields keeping me from you
Ooh-ooh, what I risk to be close to you
Close to you-ooh
Ooh-ooh-ooh-ooh-ooh-ooh
Ooh-ooh-ooh-ooh-ooh-ooh
Ooh-ooh-ooh
I didn't notice what I lost
Until all the lights were off
__ADS_1
And not knowing what you're up to tortured me
Now this might be a mistake
We're broken in so many ways
But I piece us back together slowly
Ooh-ooh, maybe I'm just a fool
I still belong with you
Anywhere you, anywhere you are
Ooh-ooh, these minefields that I walk through
Ooh-ooh, what I risk to be close to you
Ooh-ooh, these minefields keeping me from you
Whoa, what I risk to be close to you
Close to you-ooh
Ooh-ooh-ooh-ooh-ooh-ooh
Ooh-ooh-ooh-ooh-ooh-ooh
Ooh-ooh-ooh (to be close to you)
Close to you-ooh
Ooh-ooh-ooh-ooh-ooh-ooh
Ooh-ooh-ooh-ooh-ooh-ooh
Now this might be a mistake
That I'm calling you this late
But these dreams I have of you ain't real enough
Lisa menatap kearah Zidan, dia sangat menikmati nyanyiannya, begitu pun dengan Zidan dia tersenyum kearah Lisa.
"Tuh kan bagus" puji Rose bertepuk tangan.Semua orang bertepuk untuk Zidan dan Lisa.
"Aduh sayang kalian itu cocok banget kalau duet gitu" puji mama Lilis.
"Iya bagus banget nak, ayah sudah lama banget gak dengar kamu nyanyi" ayah Andre pun ikut memuji.
"Kalian bisa aja, bukan aku yang bagus tapi suara Zidan yang bagus. Mungkin karena suara dia, jadi suara aku yang jelek ini tertutupi" ucap merendah.
"Kamu tahu Lis, suara kamu itu mirip banget sama suara almaruhum bunda kalian" ujar papa Dika.
"Ah papa bisa aja" sahut Lisa.
" Benarkah itu ayah?" tanya Rose yang tidak tau bagaimana suara bunda mereka.
"Iya Rose, dulu bunda kalian itu sangat hobi nyanyi" ucap ayah Andre.
"Berarti kalau aku pengen dengar suara bunda, aku tinggal nyuruh kak Lisa nyanyi dong" ucap Rose senang. Lisa yang mendengarnya pun hanya bisa tersenyum.
__ADS_1
Tanpa terasa waktu semakin larut, Lisa yang sangat mengantuk akhirnya dia tertidur di bahu Zidan. Zidan kaget merasakan bahunya tertimpa kepala Lisa.
"Pah, mah, ayah dan Rose kita pamit kekamar duluam ya. Kasihan Lisa udah tertidur" ucap Zidan berdiri mengendong Lisa kekamar.
"Kak Zidan kaya nya sudah mulai suka sama kak Lisa, aku bisa merasakannya lewat tatapan kak Zidan kepada kak Lisa" batin Rose menatap kepergian Zidan.
"Ma aku tidur dimana?" tanya Rose yang sudah mulai mengantuk.
"Karena disini kamar tamu nya cuma dua, maka Rose tidur sama mama.."
"Lah kok gitu, terus aku dimana?" potong papa Dika.
"Haish, makanya dengerin dulu kalau orang lagi ngomong, jangan main potong aja" ujar mama Lilis kesal.
"Aku sekamar sama Rose dan kalian sekamar berdua" tunjuk mama Lilis kearah mereka.
"Yah peluk guling dong malam ini" gumam papa Dika pelan tapi masih bisa didengar oleh ayah Andre.
"Yang sabar ya, cuma malam ini aja kok. Gue aja yang udah belasan tahun meluk guling biasa aja tuh" seru ayah Andre.
"Ya karena lu duda, makanya cari istri dong biar gak meluk guling mulu" ledak papa Dika.
"Enak aja papa nyuruh - nyuruh ayah cari istri lagi. Gak boleh!!" sahut Rose tak terima dengan ucapan Dika.
"Lah kenapa, apa kamu gak kasihan lihat ayah kamu kesepian terus" ucap papa Dika.
"Siapa bilang ayah kesepian, kan ada aku sama kak Lisa" bantah Rose.
"Terus nanti kalau kamu udah nikah? kamu lihat kan kak Lisa setelah menikah dia tidak tinggal dengan kalian lagi. Begitu juga dengan kamu dan pada akhirnya ayah kamu akan hidup sendirian apa itu namanya tidak kesepian?"ucap papa Dika memberi pengertian kepada Rose.
Rose yang mendengar ucapan papa Dika hanya bisa diam, dia membenarkan semua ucapan papa Dika.
"Rose mau tidur dulu" seru Rose berdiri dan berlalu kekamar.
"Tunggu mama sayang, kamu sih pa." ujar mama Lilis mengejar Rose.
"Apa ini tidak terlalu membebani Rose Dik?" tanya ayah Andre.
"Udah elu tenang aja,dia pasti akan mengerti. kalau buka sekarang kapan lagi kita mau menyampaikannya" ujar papa Dika.
"Kamu benar, tapi aku nggak tega lihat dia seperti itu" ucap ayah Andre.
"Udalah Ndre dia itu udah besar, sekarang yuk kita kekamar. Badan gue pegal semua ini" seru papa Dika.
"Yuk, sama gw juga.Seharian penuh kita mengikuti Rose dan Lilis. Mereka benar - benar gak bisa di hentikan" ujar ayah Andre berdiri dari duduknya dan melangkah kekamar dengan Dika.
~
Paginya Lisa terbangun dan karena cuacanya dingin Lisa semakin merapatkan tubuhnya ke tubuh Zidan. Zidan pun semakin memperarat pelukannya.
"Hoam..."Lisa merenggangkan ototnya, kemudian dia melepasakan tangan Zidan di tubuhnya.
"Sebentar lagi" ucap Zidan semakin memeluk Lisa.
"Nggak bisa, lu nggak ingat orang tua kita lagi nginap disini. Gue nggak enak kalau bangun telat, lagian gw harus nyiapkan sarapan buat semuanya" ucap Lisa kembali melepaskan tangan Zidan.
"Yaudah pergi sana!!" usir Zidan kesal, dia kembali menutup matanya.
"Bangun dan mandi, ntar elu telat ke kampusnya" ucap Lisa mengingat kan. Lisa pergi ke kamar mandi untuk mencuci mukanya kemudian dia tidak lupa menyiapkan baju kerja Zidan setelah semua keperluan Zidan siap Lisa pergi kedapur untuk membuatkan sarapan.
~•••~
__ADS_1
Readers tersayang jangan bosan - bosan ya nunggu kelanjutannya.
jangan lupa gerakkan jempolnya buat like, komen dan kalau kalian suka jangan lupa juga di favorit sekalian votenya. Terima kasih☺