ZIDAN Dan LISA

ZIDAN Dan LISA
Ancaman Reyhan


__ADS_3

Setalah menghabiskan cendolnya, Lisa beranjak berdiri berlalu pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam untuk dirinya dan suaminya.


Seusai mandi Zidan keluar dari kamar mandi, ia sudah tidak menemukan Lisa di dalam kamar. Zidan berjalan mendekati tempat tidur dan mengenakan pakaian yang sudah di siapkan oleh istrinya.


Zidan berdiri di depan cermin sembari menyisir rambutnya."Kemana dia?" gumam Zidan, ia meletakkan kembali sisir yabg di gunakannya tadi kembali pada tempatny. kemudian ia memutuskan untuk mencari istrinya di dapur.


~


setibanya di dapur, Zidan berjalan mendekati Lisa. "Sayang kau sedang apa?" tanya Zidan tiba - tiba datang dan langsung memeluk istrinya dari belakang.


"Astaga, kau membuatku kaget saja." ujar Lisa memegang dadanya.


"Kau belum menjawab pertanyaanku!" seru Zidan,ia meletakkan dagunya di bahu istrinya.


"Apa kau tidak bisa melihatnya sendiri, aku sedang masak. Tunggulah di meja makan! ini sebentar lagi matang." suruh Lisa.


"Aku disini saja, melihat mu masak"saut Zidan yang masih menempel pada Lisa.


"Kalau seperti ini, aku jadi susah bergerak. Kau ini kenapa, kesanalah! sebentar lagi aku akan menyusul" paksa Lisa.


"Hais" dengan sedikit paksaan, akhirnya Zidan menuruti perkataan istrinya.


"Cepatlah aku sudah lapar!" Zidan berlalu pergi ke meja makan.


"Dia itu aneh sekali" Lisa menggelengkan kepalanya, lalu ia melanjutkan kegiatan memasaknya yang sempat tertunda, karena suaminya itu.


Tak beberapa lama Lisa pun datang menhampiri Zidan di meja makan. Ia menghidangkan semua makanan yang telah di masaknya tadi.


"Ini makan lah!" Lisa mengulurkan sepiring makanan kepada Zidan.


"Terima kasih" ucap Zidan menerima makanan tersebut.


Lisa mengambil makanan untuknya, kemudian ia mendudukkan tubuhnya di kursi samping Zidan.


Mereka makan dalam diam, tidak ada satu pun dari mereka yang ingin mengeluarkan suara. Sekali - kali Zidan melirik kearah Lisa yang terlihat sedang memikirkan sesuatu.


~


Setelah selesai makan Lisa membereskan piring kotor bekas mereka makan. Semetara Zidan, ia berlalu perginke ruang kerjanya.


"Bagaimana ya, keadaan besok saat Zidan dan Reyhan ketemuan lagi?"


"Aku takut Zidan mengulah, Lagian ini si Reyhan kenapa nyuruh aku ikut sih. nyusahin aja tu anak" Gumam Lisa sembari mencuci piring kotor.

__ADS_1


Lisa telah menyelesaikan semua kerjaan nya, ia pin memutuskan untuk pergi ke kamar. Sesampainya di kamar Lisa mengambil ponselnya dan mendudukkan tubuhnya di tepi ranjang.


"Gue coba chat Reyhan deh, mana tau dia berubah fikiran kan, dan aku nggak harus ikut meeting itu." ujar Lisa.


Rey ~ Lisa


Lisa mengirim pesan chat kepada Reyhan. Tak menunggu waktu lama, Reyhan pun membalas pesan dari Lisa.


Ada apa Lis? Tumbenan elu chat gue duluan? ~ Reyhan


Dulu gue sering ya chat elu duluan, sekarang aja gue nggak ada chat elu.~ Lisa


Ya, itu kan dulu markonah, ada apa nih? elu chat gue, pasti ada sesuatu ya kan? apaan? Cepat sebutin! ~ Reyhan


Tau aja elu, ini gue mau nanya sesuatu sama elu. Bolehn ~ Lisa


Tumben elu ijin kalai mau nanya? Biasanya juga nyerobot aja tu mulut. ~ Reyhan


Hehe, itu kan dulu. Ini gue mau nanya, mengenai meeting besok, gue boleh gak ikut ya? ~ Lisa


Lah kenapa? gak boleh! pokoknya elu harus ikut! emang kenapa elu gak mau ikut, atau Zidan ngelarang eli buat ikut? ~ Reyhan.


Bukan gitu, gue malas aja. Gue gak usah ikut ya ya ya ~ Lisa


Kalau elu gak ikut, gue akan batalin kerja sama ini ~ Reyhan.


"Hais… Dia ngancam lagi" Lisa melempar ponselnya ke atas kasur dengan Kesal.


"Bodo ah, gimana besoknya, aku pikirin besok aja." ucap Lisa, ia beranjak berdiri dan pergi ke kamar mandi.


Sementara Zidan di ruang kerjanya sibuk memenyiap kan berkas - berkas yang akan di bawanya besok.


"Semoga gue bisa mengontrol emosi gue besok." gumamnya. Ia memasukkan semua berkas kedalam tas kerjanya.


Drrrrt… Drrrrt…


Zidan meraih ponselnya yang bergetar di atas meja, ia melihat ada sebuah pesan chat masuk. Zidan membuka pesan itu,dia sempatbkaget saat melihat ternyata Reyhan lah yang mengiriminya pesan.


Ingat, besok elu harus bawa Lisa. Kalau tidak, lebih baik kerja sama ini kita batalkan! ~ Reyhan.


"Brengsek, dia berani ngancam gue." ucap Zidan meremas ponselnya kuat.


"Kalau gak mikirin karier gue sebagai dosen, gue gak akan sudi menjalin hubungan dengan si brengsek ini" ucap Zidan kesal.

__ADS_1


Ia beranjak berdiri dan berlalu pergi meninggalkan ruang kerja nya itu dan pergi ke kamarnya.


Ceklek


Saat ia membuka pintu kamar ia melihat Losa sedang sibuk melihat drama korea yang ada di laptopnya.


"Ehm…" dehem Zidan, namun istrinya itu tidak menyadari keberadaannya. Zidan pergi mendekati istrinya.


"Ehem…" dehemnya lagi, dan Lisa masih mengacuhkannya. Zidan melebarkan matanya, dia sangat kesal karena istrinya mengacukannya.


"Kemu nonton apaan sih? sampai gak sadar aku datang." tabya Zidan penasaran.


"Ini aku lagi nonton drama korea itu apa judulnya ya, aku lupa judulnya..." jawab Lisa tanpa mengalihkan pandangannya.


"Nonton tapi gak tau judul, gimana sih" gerutu Zidan. Ia menaiki tempat tidur dan merebahkan tubuhnya di samping istrinya itu.


"Ayo tidur lah," ajak Zidan sembari menarik ujung baju Lisa.


"Tidurlah duluan, aku belum ngantuk" ucap Lisa. Zidan berdecak kesal, ia meletakkan kepalanya di paha Lisa dan ikut menonton drama yang di tonton oleh istrinya itu.


Lisa tidak menolak saat Zidan meletakkan kepala di pahanya. Malahan Lisa mengusap - usap rambut Zidan sembari menonton.


"Dasar laki - laki bodoh kenapa dia mau dengan wanita seperti itu" seru Zidan mengomentari pemeran yang ada di tokoh itu. Zidan menoleh ke bawah melihat suaminya yang sangat geram dengan tokoh utama prianya.


"Diam lah! kau ini seperti emak - emak saja kalau lagi nonton." ucap Lisa. Zidan hanya tersenyum mendengar ucapan Lisa.


"Kenapa? kan dia memang bodoh, jelas - jelas istrinya sudah cantik, eh dia mala selingkuh. mana selingkuhannya jelek lagi." gerutu Zidan, Lisa menggelengkan kepalanya saat mendengar ucapan suaminya itu.


Sepanjang mereka menonton drama korea Zidan tak henti - hentinya mengomentari alur cerita tersebut.


~


Keesokkan paginya Lisa terbangun terlebih dahulu, ia beranjak dari ranjang dan berlalu ke kamar mandi untuk mencuci mukanya.


Saat keluar dari kamar mandi Lisa melihat Zidan masih tidur, ia pun memutuskan untuk pergi ke dapur dan menyiapkan sarapan untuk mereka.


Zidan terbangun saat mendengar pintu kamar ditutup oleh Lisa.


"Hhmmmm..... " Zidan merenggangkan otot - ototnya. Ia bernjak pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


~•••~


Jangan lupa dukungannya ya readers, aku sangat membutuhkan dukungan dari kalian. agar aku lebih semangat ngetiknya.

__ADS_1


Terima kasih atas dukungannya😘


__ADS_2