ZIDAN Dan LISA

ZIDAN Dan LISA
Mencari tahu


__ADS_3

"Mungkin aku bukan laki-laki yang baik sebelumnya. Tapi aku sangat menghargai sebuah hubungan, apalagi hubungan yang didasari dengan agama !" jawab Zidan. Seketika membuat Lisa membisu.


"Apa ada yang ingin kau tanyakan lagi?" tanya Zidan, Lisa menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Cepat bersiaplah! aku akan ke kamar mandi sebentar," Pamit Lisa, Zidan mengiya, kan Tak lama kemudian suara bel berbunyi


"Sepertinya itu ...? Zidan segera turun ke bawah untuk membukakan pintu rumah di depan pintu terlihat salah satu sopir Zidan berdiri dengan membawa paperbag di tangannya.


"Lama sekali, kau ini!" seru Zidan seraya menyaut paper bag di tangan sang sopir itu.


"Maaf tuan, tadi jalanan macet" ucap sopir mencoba menjelaskan alasan keterlambatanya.


"Ya sudah kau sekarang boleh pergi, terima kasih" ucap Zidan. Ia kembali pergi ke lantai atas dan masuk ke dalam kamarnya.


Zidan membuka isi paper bag itu,sebuah kemeja terlipat rapi di dalamnya. Kemeja yang sempat di design khusus untuknya oleh Lisa. Zidan melepaskan kaos yang masih melekat fi tubuhnya dan menggantinya dengan kemeja tersebut. Ia berdiri di depan cermin dan bercermin di sana.


Tak lama kemudian, Lisa keluar dari dalam kamar mandi, kedua matanya di buat terkejut saat melihat Zidan mengenakan kemeja yang ia design. Zidan pun menoleh saat melihat pantulan Lisa dibalik cermin yang sedang berjalan menghampirinya.


"Berangkat sekarang?" tanya Zida . Lisa tersenyum memperhatikan Zidan yang begitu pantas sekali memakai kemeja buatannya tersebut.


"Kenapa malah tersenyum?" Zidan mengernyit heran.


"Kau ini sungguh aneh, kau memberikan kemeja ini untukku, jelas aku memakainya. Lalu kau maunya apa? Mau ku buabg?" seru Zidan.


"Tidak, tidak seperti itu! Aku kira kau tidak menyukainya dan tidak mau memakainya. Apalagi aku memberikannya sudah begitu lama" ujar Lisa.


"Aku menyukainya, karna aku terlihat tampan memakai kemeja ini. Aku tidak memakainya karena aku lupa"ucap Zidan.


"Apa aku terlihat tampan?" tanyanya.


"Ehm..."


"berani bilang tidak, ku buang semua albummu yang ada di kamar ini!"ancam Zidan


"iya kau tampan!"saut Lisa dengan nada datar.


"lihatlah, raut wajah dan bicaramu sangat tidak ikhlas!" seru Zidan denga kesal.


Dahi Lisa mengernyit. "Sebenarnya apa yang kau mau?vkau ini benar-benar menyebalkan" seru Lisa.


"Pujilah dengan ikhlas! lagipula yang kau Puji ini adalah suamimu sendiri!"perintah Zidan. Lisa mendengus kesal dan menatapnya dengan tatapan tajam.


"Ayo...kenapa kau masih diam?" imbuhnya.


" ingin sekali kau acak-acak wajahnya yang menyebalkan itu " gumam Lisa sekali lagi yang mendengus dan berjalan lebih mendekat ke arah Zidan kemudian tersenyum kepadanya


"kau sangat tampan sekali menggunakan kemeja ini" ujaarnya . Zidan masih dan tersenyum puas akan pujian istrinya yang kali ini lebih ikhlas dari pada sebelumnya.


"Aku tau itu..." saut Zidsn, bahkan Lisa begitu kesal melihat suaminya yng ia rasa sangat menyebalkan tersebut.


"kukankany kemeja ini ada di rumah? Kenapa ada di sini?" tanya Lisa.


"iya memang di rumah, tadi aku menyuruh asistenku untuk mengambilnya di rumah dan barusan di antarkan sama sopir kantor" ujar Zidan.

__ADS_1


"kenapa banyak sekali orang yang kau repotkan pagi - pagi begini" seru Lisa.


"Ya, tidak apa - apa lah, kan aku bos nya" saut Zidan.


" kasihan sekali mereka memiliki bos seperti mu" gumam Lisa pelan.


"kau mengatakan sesuatu?" tanya Zidan yang tidak jelas mendengar gumaman Lisa.


"Tidak ada, aku tidak mengatakan apa pun. Ayo berangkat." ajak Lisa.


"tunggu!"


" apa lagi?" Lisa berdecak.


"Jangan berani - berani kau memuji laki - laki lain selain diriku! Apalagi sampai tersenyum kegitan seperti tadi. Kau mengeti!!" tutur Zidan.


Lisa mengernyit" Aku bukan dirimu yang suka memuji perempuan hingga kegenitan!" Lisa dengan kesal melewatibZidan, ia mengambil tas miliknya dan berlalu keluar dari kamar. Zidan pun segera mebgikutiny dari belakang.


~


Setibanya di boutique, Zidan memakirkan mobilnya di pakiran, Lisa menatap heran suaminya.


"Kenapa mobilnya berhenti di pakiran?" tanya Lisa .


"Lalu kau mau di mana lagi? Di tengah jalan?" tanya Zidan balik.


"Bukan gitu, maksudku kenapa gak berhenti di tempat biasa saja. Kan kamunya cuma ngantar"seru Lisa menatap sang suami.


"O iya aku lupa, kenapa malah makirl ujar Zidan menepuk jidatnya.


"Yaudah, kalau gitu aku pergi dulu" pamit Lisa. Hendak membuka pintu mobil.


"Tunggu!" cegah Zidan.


"Apa lagi sekarang?" tanya Lisa.


"Apa kau melupakan sesuatu?"tanya Zidan.


"Kurasa tidak" ucap Lisa menggeleng.


"Benarkah?" ucap Zidan memastikan.


"Sebenarnya apa yang kau mau?" tanya Lisa kesal. Tanpa basa basi Zidan menarik tangan Lisa.


Cup


"Selalu saja kau melupakannya" ucap Zidan, Lisa menatapnya dengan kesal.


"Dasar, aku pergi" pamit Lisa, membuka pintu mobil Zidan.


"Iya, hati - hati ya sayang" ucap Zidan sebelum Lis amenutup pintu mobil.


Zidan tersenyum melihat Lisa yang berjalan sambil tersenyum dan memegang bibirnya.

__ADS_1


"Dasar, sok nolak padahal doyan" gumamnya. Setelah memastikan Lisa masuk ke dalam boutique, Zidan pin mulai menghidupkan mobilnya dan menjalankan mobilnya meninggalkan boutique istrinya itu.


"Gue harus menyelesaikan masalah ini secepatnya" gumam Zidan. Ia tidak mau istrinya terbebani memikirkan perubahan adiknya itu.


Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit, Zidan pun sampai di kampus. Ia langsung menuju ruangannya. Zidan menghubungi Bella dan menyuruhnya untuk datang ke ruangannya.


Tok... Tok....


"Masuk!" saut Zidan dari dalam, Bella pun masuk ke dalam ruangan Zidan.


"Ada apa bapak memanggil saya?" tanya Bella .


"Silahkan duduk!" Zidan mempersilahkan Bella duduk di kursi yang ada di depannya. Bella pun menuruti Zidan, ia mendudukan tubuhnya di kursi di hadapan Zidan tersebut.


"Alasan saya memanggil kamu kesini. Saya ingin menanyakan tentang Rose" ujar Zidan to the poin.


"Ada apa dengan Rose pak? " tanya Bella.


"Kamu merasa ada yang berbeda tidak dengan sikap Rose?" tanya Zidan.


"O itu, iya pak, Rose berubah seperti itu semenjak iya pacaran dengan Ronal." ucap Bella.


"Bukannya pacar Rose, itu Daniel?"


"Iya pak, tapi Rose selalu gonta ganti pacar di belakang Daniel" tutur Bella.


"Kenapa dia seperti itu? Apa Daniel tau, kalau Rose selingkuh?"


"Daniel tidak tau pak. Rose seperti itu karena menurutnya Daniel orangnya terlalu kaku. Dan mengenai perubahan sikapnya itu di mulai semenjak Rose lose kontak dengan Daniel pak, dia stress karena itu dan Ronal pun mulai meracuni otaknya" tutur Bella menceritakan semuanya kepada Zidan.


"Kenapa dia tidak memutuskan Daniel saja, dari pada dia bersikap seperti itu?"


"Dia sangat mencintai Daniel pak"


"Itu bukan cinta. Terus, sekarang Danielnya di mana? Kenapa dia bisa tiba - tiba menghilang seperti itu. Saya tanya ke dosen - dosen yang lainpun, mereka juga tidak mengetahui dimana Daniel" ujar Zidan.


"Saya juga tidak tau pak, saya juga sedang mencarinya pak. Saya kasihan dengan Rose pak, dia dimanfaatin sama Ronal itu." seru Bella.


Zidan terdiam mendengar kata - kata Bella, dia benar - benar pusing memikirkan mengenai adik ipar nya itu.


"Jadi, kita harus bagaimana pak? " tanya Bella.


" Kamu terus lah mencari Daniel, saya juga akan menyuruh orang untuk mencarinya. Dan ingat hal ini jangan sampai diketahui oleh Lisa. Mengerti!" ucap Zidan. Bella mengangguk mengerti.


"Kalau begitu, kamu boleh pergi" seru Zidan. Bella pun berdiri dan keluar dari ruangan dosennya itu.


Setelah Bella keluar Zidan pun mulai menyuruh seseorang untuk mencari tahu keberadaan Daniel.


~•••~


Jangan bosan - bosan ya nunggu up kelanjutannya.


Terima kasih atas dukungannya semuanya🤗

__ADS_1


Jangan lupa Like dan komennya ya, karena komen dari kalian sangat saya nantikan.😉


Happy reading guys😘


__ADS_2