
Rumah Sakit
Zidan dan Lisa berjalan dengan terburu - buru menuju ke ruangan Daniel. Saat sampai di depan ruang rawat Daniel, Zidan menghampiri Bella yang sedang duduk di bangku tunggu depan ruangan Daniel.
"Bella..." panggil Lisa.
"Kak Lisa, pak Zidan.." Bella berdiri.
"Bagaimana keadaan Daniel?" tanya Zidan.
"Kenapa kamu di luar?" tanya Zidan lagi.
"I-itu di-da-lam..."
"Bicaralah yang jelas Bel!" seru Lisa.
"Di dalam a-ada Rose..."
"Apa? Dia sudah tau?" tanya Lisa, Bella menganggukkan kepalanya.
"Ayo kita masuk" ajak Lisa, namun baru selangkah Zidan sudah menahan pergelangannya.
"Biarkan dia sendiri di dalam!" ujar Zidan
"Tapi..."
"Sudahlah, dia butuh waktu. Ayo sini duduklah dulu." ajak Zidan menuntun istrinya untuk duduk di bangku yang tersedia.
Didalam ruangan Daniel.
Rose duduk termenung menatap Daniel yang terbaring lemah di ranjang rawat rumah sakit.
Ia tidak menyangka, kekasih yang dianggapnya telah pergi meninggalkannya itu , ternyata sedang terbaring dirumah sakit.
"Kenapa kamu bisa jadi seperti ini?" gumam Rose. Tanpa diperintahkan air matanya jatuh turun ke pipinya.
"Aku.... Aku kira kamu sudah menghianati aku dengan wanita lain tapi..." Rose tak sanggup melanjutkan perkataannya.
"Maafkan aku.... maaf kan aku...." ucap Rose memegang tangan Daniel.
di letakkannya tangan Daniel di pipi nya dan ia terus menangis.
~
"Zi, apa tidak sebaiknya kita masuk aja."tanya Lisa. Menoleh melihat suaminya.
Zidan tidak langsung menjawab, ia melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya.
"Ayo ini sudah lebih dari 30 menit kita menunggu" Zidan beranjak berdiri di ikuti dengan Lisa dan juga Bella.
Ceklek
Lisa melihat adik nya sedang duduk menangis di samping Daniel. Lisa melangkah mendekati sang adik.
"Rose...." panggil Lisa menyentuh bahu Rose. Rose menoleh dna menghambur ke pelukan kakaknya.
"Kakak...."Lisa mengusap - usap punggu adiknya.
__ADS_1
"Kamu yang sabar ya..."
"Kak, Daniek kak Daniel...." Rose menangis dalam pelukan kakaknya.
"Daniel gak menghianati aku kak, dia... dia..." Rose tak sanggup melanjutkan perkataannya.
"Hush....hush.... Kamu tenang dulu ya, kamu tenang. Jangan seperti ini, nanti Danielnya sedih kalau tau kamu kaya gini..." Ujar Lisa menenangkan adiknya itu
Lisa merasa aneh dengan adiknya yang tiba - tiba diam tanpa suara. Ia menatap Zidan, dan dengan sigap Zidan mengecek keadaan Rose.
"Rose..." baru saja Zidan memegang bahunya, Rose sudah jatuh terkulai untung masih sempat di tahan oleh Zidan.
"ROSE..."
"Zidan Rose kenapa?.." tanya Lisa panik
"Kakak tenang dulu ya, pak lebih baik baringkan Rose di sofa."suruh Bella. Bella mencoba menenangkan Lisa yang sudah panik melihat adiknya yang pingsan.
"Jangan di sofa, kita bawa dia ke ruang rawat yang ada di sebelah saja.. Bell kamu tolong panggilkan Dokter!" perintah Zidan. Ia membawa Rose ke ruangan yabg ada di sebelah ruangan Daniel. Lisa mengikuti Zidan dari belakang.
"Rose, kamu kenapa sih? kenapa bisa jadi seperti ini?" gumam Lisa.
"Semuanya tolong tinggalkan ruangan ini."
"saya kakaknya dok, biarkan saya disini menemani adik saya." ujar Lisa
"Maaf, tidak bisa, " Suster itu pun menyuruh Lisa untuk keluar.
"Saya mohon, saya janji tidak akan mengganggu" mohon Lisa.
"Tolong jangan persulit kami." seru suster itu kembali.
"Tapi Zi...."
"Lisa!!!" Zidan mengeraskan sedikit suaranya. Di tariknya tangan Lisa pelan. Sampai di luar Zidan menuntun Lisa untuk duduk.
"Kamu tenang dulu"seru Zidan.
"Gimana aku bisa tenang, adik aku sedang tidak sadarkan diri di dalam sana."
"Ia aku tau, tapi cobalah tenang sedikit, klau kau seperti ini, keadaan akan semakin kacau." ucap Zidan memegang tangan Lisa.
"Ayo ikuti aku. Tarik nafas....buang..." seru Zidan. Lisa pun mengikuti arahan Zidan dan tak lama akhirnya Lisa kembali tanang.
"Zi, adik aku baik - baik aja kan?" tanya Lisa. Zidan hanya diam tak menjawab pertanyaan Lisa, di rengkuhnya tubuh Lisa kedalam pelukannya.
Tak lama kemudian dokter dan para perawatpun keluar dari ruangan Rose.
Ceklek
Lisa menoleh kearah dokter dan buru - buru berdiri.
"Bagaimana keadaan adik saya dok?"tanya Lisa
"Adik anda baik - baik saja. Dia hanya kelelehan dan kepalaran." jawba dokter itu.
"Kelaparan dok?"
__ADS_1
"Iya, sepertinya adik anda belum makan seharian ini" ujar Dikter itu lagi.
"Baiklah dok terima kasih" ucap Zidan , yabg di balas dengan senyuman dan anggukan kecil oleh sang dokter.
"Kok bisa? Rose sampai kepalaran?" gumam Lisa.
"Bella? Zi dimana Bella?" tanya Lisa yang tidak melihat Bella.
"Di sedang ada di ruangan Daniel, katanya tadi ia ingin memeriksa keadaan Daniel"jawab Zidan.
"Yaudah aku keluar dulu sebentar." ujar Zidan
"Ngapain?"
"Mau beli makanan buat Rose dan sekalian buat kita. Kita kan juga belum makan malam." seru Zidan.
"Hati - hati ya, oh iya, kamu jangan lupa belikan sekalian untuk Bella"
"Iya" Zidan pin berlalu pergi dan Lisa masuk ke ruangan Rose.
Di tempat lain Bella sedang menanyakan keadaan temannya Daniel kepada doter yang menangani Daniel.
"Pasien sudah melewati masa kritisnya. Andak yang sabar ya dan jangan lupa doa kan dia" ucap Doter
"Benarkah dok? syukurlah dok, saya sangat senang mendengarnya." balas Bella Lega.
"Kalau begitu, saya permisi dulu ya nona." pamit dokter itu dan keluar dari ruangan Daniel.
"Elu dengarkan niel, ayo cepat lah bangun! "
"Apa elu gak kasihan melihat Rose seperti ini" ujar Bella berbicara kepasa Daniel meski pun ia tau kalau orang yang di ajaknya bicara itu tidak akan pernah menjawab ucapannya.
"Ayo bangun dong niel, gue udah gak sanggu lihatin Rose amburadul seperti ini. gue kasihan dengan dia Niel." ucap Bella
"Elu tau nggak, dia sampai jatuh sakit karna jagain elu dari pagi sampai malam" ujar.Bella.
Bella terus saja menajak Daniel bicara seperti apa yang di saran kan oleh dokter. Hampir setiap hari bella meluangkan waktunya hanya untuk mengajak Daniel ngobrol.
Ceklek
Bella menoleh saat mendengar suara pintu terbuka, ia melihat Zidan masuk kedalam ruangan dan berjalan mendekatinya.
"Pak Zidan..." panggil Bella. Beranjak berdiri.
"Tidak apa - apa? kamu duduk saja. Aju cuma mampir bentar." ucap Zidan.
"Bagaimana keadaan Daniel? apa dia masih belum membaik?" tanya Zidan menatap kearah Daniel yang tengah menutup matanya.
"Kata dokter tadi keadaannya sudah membaik. Bagaimana keadaan Rose pak?" tanya Bella.
"Dia sudah di tangani oleh dokter dan katanya dia hanya kelelahan dan kelaparan." tutur Zidan.
"Kelaparan?"
"Wajarlah pak, Rose itu disini dari pagi dan dia belum ada makan sama sekali sampai sekarang" tutur Bella pelan. Zidan kaget mendengar perkataan Bella. Dia tidak menyangka kalau adik iparnya yang bandel itu, akan sampai seperti ini hanya karena seorang Daniel.
~•••~
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya ya guys😉
kalau kalian suka jangan lupa juga kasih hadia dan vote ya😁 mumpung besok senin aku tunggu tu vote nya☺