ZIDAN Dan LISA

ZIDAN Dan LISA
Rencana Dani


__ADS_3

Di kediaman Andre.


Rose terlihat sedang siap - siap hendang ke kampus, pagi ini ia ada mata kuliah pagi, meski pun pagi ini ia sangat malas sekali untuk keluar rumah. Tapi karena ayahnya yang sedari tadi terus mengomelinnya, dengan terpaksa Rose pun menjalankan kewajibanya sebagai seorang mahasiswa.


Saat Rose sedang sibuk dengan alat - alat riasnya, tiba - tiba suara dering ponsel mengganggu aktivitasnya itu.


"Siapa sih yang nelfon pagi - pagi begini?" gerutunya. Ia pun bangkit dari duduknya dan berjalan mengambil ponselnya yang saat itu terletak di atas tempat tidur.


"Dani? Ngapain dia nelfon jam segini?" gumam Rose.


"Hallo,Dan" sapa Rose saat menerima telfon dari sepupunya itu.


"Elu ngangkat telfon aja lama banget sih, ngapain aja sih elu?" omel Dani.


"Eh kutu kupret, syukur - syukur telfonnya gue angkat. Kalau nggak mau apa elu?" balas Rose kesal.


"Nanya nya, santai aja dong. Nggal usah nyolot gitu juga" seru Dani.


"Ah nyebelin elu, gue matiin!" dengan kesal Rose mematikan sambungan telfonnya secara sepihak.


"Bikin bad mood aja." Rose meletakkan kembali poselnya ke atas kasur.


Drrrrrrttt..... Drrrrrrtttt....


Ponselnya kembali berdering, Rose melirik layar ponselnya untuk melihat siapa yang menelfonnya. Dan disana tertera nama sepupunya lagi.


"Mau apa sih ni anak?"seru Rose, ia pun menerima panggilan tersebut.


"APA LAGI?" sergah Rose. Dani yang mendengarnya dengan seketika menjauhkan ponsel dari telingahnya.


"Elu mau bikin gendang telinga gue pecah?!!" teriak Dani.


"To the poin aja gue mau cepat ini!!"


"Gue cuma mau ngingatkan elu, untuk jangan lupa nanti malam dengan rencana yang sudah kita sepakati." ujar Dani.


"Rencana apaa?" tanya Rose yang pura - pura lupa.


"Elu jangan becanda? gue udah siapin semuanya" seru Dani


"Iya, rencana apaan? Orang lagi nanya malah di katain becanda."


"Hais dasar pikun" ledek Dani.


"Elu ngatai gue?" tanya Rose yang merasa gak terima dengan ucapan Dani barusan.


"Ok, karena malas berdebat gue ulang lagi rencananya." ucap Dani.


"Dengerin baik - baik!!" imbuh Dani


"Iya, cerewet!!"

__ADS_1


Dani pun mengulang kembali rencana yang ia susun dengan Rose. Saat Rose masih tinggal di rumah omanya.


"Oo rencana itu, gue masih ingat kalu yang itu." ucap enteng. Dani sangat geram dengan sepupunya itu, dia merasa kalau Rose sengaja mengerjainya dengan Pura - pura melupakan rencananya.


"Ok, nanti malam gie tunggu di restoran."


"Iya, elu tenang aja." balas Rose.


"Bye mak lampir." seru Dani.


"Apa elu bi..." belum sempat Rose menyelesaikan ucapannya, Dani sudah terlebih dahulu mematikan sambungannya.


"Dasar ngeselin" gerutunya.


Rose memasukkan ponselnya ke dalam Tas dan menyelesaikan semua kegiatannya yang smepat tertunda itu.


~


Di meja makan, Andre sedabg menunggu anak bungsunya itu untuk sarapan bersama.


"Roseee..." teriak Andre.


"Iya, tunggu yah" jawab Rose. Rose dengan setengan berlari turun dari lantai atas dan menghampiri ayahnya di meja makan.


"Pagi ayahku yang bawel" sapa Rose dengan muka yang di tekuk. Ia menarik kursi yang ada di sisi kanan ayahnya kemudian mendudukkan tubuhnya di sana.


"Bawel, bawel gini. Tetap ayah kamu juga" balas Andre.


"Iya, iya, ayahku yang ganteng. Ayo makan" Rose mengambilkan Andre makanan dan juga untuknya.


"Kamu ke kampusnya bareng ayah atau bawah mobil sendiri?" tanya Andre saat mereka berada di depan pintu depan rumah.


"Aku bawa mobil sendiri, karna pulang kuliah ada sedikit urusan yang harusku selesaikan." jawab Rose.


"Baiklah, kalau begitu hati - hati ya. Ayah pergi kantor dulu." seru ayah Andre.


"Iya, ayah juga hati - hati." balas Rose mencium pipi ayahnya.


Begini lah kehidupan Rose dengan ayahnya, hubungan antara ayah dan anak itu mulai membaik setalah Rose tinggal beberapa bulan dengan Omanya.


Selama tinggal dengan Oma, Rose selalu di nasehati oleh Oma agar Rose lebih memperhatikan dan menyayangi ayahnya.Karna hanya Rose yang bisa melakukan hal itu untuk ayahnya.


Rose memperhatikan mobil ayahnya yabg sudah berangsur menghilang dari pandangannya. Ia pun memutuskan untuk pergi ke kampus.


~


Di kampus, Rose sangat fokus memperhatikan dosen yang sedang menjelaskan tentang materi. Bella tersenyum dengan perubahan sahabatnya itu.


Tak lama kemudian, jam pembelajaranpun usai seluruh mahasiswa pun sudah berhamburan kelur kecuali Rose dan juga Bella.


"Bell..." panggil Rose. Bella pin menoleh kearah sahabatnya itu.

__ADS_1


"Ntar malam, elu ada kegiatan gak?"tanya Rose.


"Hmm.... Kaya nya gak ada deh, kenapa memangnya?" balas Bella.


"Temenin gue ke party temen yuk" ajak Rose.


"Party? Teman elu yang mana?" tanya Bella sedikit mengerutkan keningnya. Setaunya teman Rose adalah dia.


"Teman gue lah, elu gak perlu tau siapa dia, yang penting ntar malam elu harus temanin gue dan jangan lupa danda yang cantik." seru Rose.


"Gratiskan??"


"Iya gratis, elu boleh minta apa aja dan itu semua GRAAAATIIISSS" seru Rose. Bella tersenyum melihat ekspresi sahabatnya itu.


"Oookee" jawab Bella.


~


Siang harinya, Dani datang kerumah Lisa untuk menyampaikan niatnya yang hendak melamar Bella malam ini.


"Apa malam ini?" tanya Lisa kaget


"Iya kak, dan aku ingin kaka dan kak Zidan bisa menjadi saksi aku ngelamar Bella nanti." ujar Dani.


"Tapi kakak gak ada persiapan sama sekali." seru Lisa


"Kakak tenang aja, semuanya sudah aku persiapkan kok dan masalah pakaiannya. aku juga sudah memesannya sama kak Sindy sekretaris kakak" ujar Dani.


"Kok Sindy gak ada bilang sama aku?" tanya Lisa


"Aku yang suruh, pokoknya kakak sama kak Zidan tinggal berangkat aja ke restonya ntar malam" tutur Dani.


"Tante gak di ajak Dan?" saut Lilis.


"Hehe... Gak tan, ini acara buat anak - anak mudah. Acara buat yang tua, nanti pas ijab kobul" seru Dani tersenyum.


"Yadeh yang masih muda, yang tua mah bisa apa.." ucap Lilis. Dani tersenyum mendengar ucapan dari mertua kakak sepupunya itu.


"Kakak ngertikan, dengan yang aku bilang tadi?" tanya Dani memastikan.


"Iya iya, kamu tenang aja." jawab Lisa.


"Yaudah kalau gitu aku pamit, banyak yang mau di urus. " ucap Dani beranjak berdiri dari duduknya.


"iya, kamu hati - hati di jalan ya, dan semoga semuanya berjalan dengan lancar" ucap Lisa.


"Iya, makasih doanya. Aku pergi dulu ya kak, tan" tanpa mendengar awaban dari Lisa dan Lilis Fani pun berlalu pergi meninggalkan rumah Lisa.


~


Pada malam harinya Rose sudah selesai bersiap - siap dan hendak pergi menjempu Bella. Saat Rose melewati ruang tamu tiba - tiba suara seseorang menghentikan langkah kakinya.

__ADS_1


"Mau kemana ?"


~•••~


__ADS_2