ZIDAN Dan LISA

ZIDAN Dan LISA
Menjijikan


__ADS_3

"Sexy sekali..." gumam Jeremy sembari menggigit bibir bawahnya.


"Jeremy..." suara Lisa membuyarkan pikiran kotornya tentang Zidan.


"I-iya, nona. Dia suamimu? Kau sudah menikah?" tanya Jeremy kepada Lisa.


"Emh, iya..." jawab Lisa dengan ragu.


"Kenapa aku tidak tau, kau sudah menikah? Kau tidak mengundangku nona?" tanya Jeremy.


"Acaranya hanya sederhana, an dihadiri oleh kerabat dekat saja, " ucap Lisa.


"O iya, kau kemari pasti ada pesanan untuk gaun pernikahakan? " sambungnya.


"Benar sekali nona, bukannya aku sudah membuat janji dengan sekretaris mu. Apa dia tidak mengatakannya pada mu?" tanya Jeremy.


"O jadi kau yang di maksud oleh Sindy tadi, dia sudah mengatakannya kepada ku. Kalau begitu kau duduk lah dulu!" Ujar Lisa.


Jeremy pun duduk di kursi depan meja Lisa, sementara Lisa mengambil sketsa - sketsa gaun yang telah disiapkannya tadi.


"Aku memiliki client yang sangat istimewa, bulan depan ia akan menikah, dia ingim ku rias bak cinderella, jadi aku mencari gaun pengantin yang tercantik dan belum ada satu orang pun di dunia ini yang pernah memakainya. Apa kau punya referensi gaun mana yang pantas menurutmu? Client ku kali ini sedikit cerewer dan pemilih tapi dia berani membayar mahal," tutur Jeremy, ia menjelaskan dengan detail tentang gaun yang diinginkannya.


" Tentu saja, aku memiliki dua desain model terbaru gaun pernikahan, ini lihat lah" ujar Lisa sembari menunjukkan design gambarnya. Jeremy berdiri dan berjalan ke samping Lisa, karena ia ingin lebih dekat dengan tubuh Zidan.


"Hey... Jaga jarak!" Zidan menjauhkannya dari Lisa.


"Zidan, biarkan saja! Dia ini client ku, tidak akan berbuat buruk kepada ku!" seru Lisa.


"Tapi tetap saja dia ini seorang laki - laki!" saut Zidan.


"Tuan... Saya sudah jinak dengan wanita, jiwa laki - laki saya sudah hilang, kau tenang saja." Jeremy tersenyum kepada Zidan sembari menggigit bibir bawahnya. Membuat Zidan semakin geli melihatnya.


Zidan masih tak bergeming akan posisinya, ia memperhatikan Lisa yang sedabg menjelaskan beberapa design gaun pernikahan yang ia buat sendiri kepada Jeremy. Kedua matanya penuh selidik dan waspada.


" Laki - laki seperti dia biasanya hanya menyamar supaya lebih mudah untuk menyentuh - nyentuh wanita," gumam Zidan dalam hati.


Tak lama kemudian, Lisa beranjak berdiri dan mengambil sesuatu di dalam lemari yang ada di dalam ruangannya. Sementara Jeremy, ia tiba - tiba melirik ke arah Zida , ia memundurkan langkah kakinya supaya bisa lebih dekat dengan laki - laki yang ia anggap maco itu. Dan dengan sengaja, ia menggesekkan punggungnya ke dada Zidan.


"Jangan dekat - dekat denganku! Menggelikan!" Zidan seketika mendorong tubuh Jeremy, membuatnya hendak terjatuh.

__ADS_1


"Zidan, kenapa kau tidak sopan begitu dengan client ku? " teriak Lisa.


"Aku geli dia terlalu dekat - dekat dengan ku!" saut Zidan.


"Kau yang dari tadi mendekatiku," bantah Jeremy.


"Lihatlah, nona. Suamimu ini genit sekali, tadi dia menggesek - gesekan tubuhnya ke punggungku, dia sengaja menggodaku!" ujar Jeremy.


"Menjijikan! Aku tidak bernafsu dengan makhluk sepertimu!" Zidan hendak berlalu pergi meninggalkan ruangan Lisa.


"Zi, kau mau kemana?" tanya Lisa. Namun, Zidan tak mengubrisnya dan berlalu begitu saja.


"Dia sungguh menjijikkan..." Zidan keluar dari boutique Lisa dengan mulut yang tak henti - tentinya mengerutu kesal akan Jeremy, ia bergidik ngeri saat mengingat bagaimana Shemale itu tiba - tiba menggesekkan tubuhnya di dadanya tadi.


"Hais menjijikkan... Sungguh menjijikan!"


Zidan mengambil mobil miliknya yang terpakir di depan sana dan segera meninggalkan boutique milik istrinya tersebut.


~


Lisa berulang kali meminta maaf kepada Jeremy akan sikap suaminya yang ia rasa tak sopan , karna telah membuat kekacauan akan pertemuannya. Namun, Jeremy pun bisa memakluminya.


Ponsel milik Jeremy tiba - tiba berbunyi, ia meraih ponsel itu dari dalam dompet panjang miliknya. Satu panggilan suara tertera masuk di layar ponselnya itu, ia segera meminta izin kepada Lisa, keluar dari ruangan untuk mengangkat panggilan tersebut.


Tak lama kemudian, Jeremy kembali masuk kedalam ruangan dab menghampiri Lisa. " Nona, client ku sedang dalam perjalanan kemari, apa kau mau menunggunya?" tanya Jeremy.


"Tentu saja, aku akan menunggunya.


"Baiklah, ehm, aku permisi ke toilet sebentar," pamitnya. Lisa mengiyakanya dengan anggukan.


Lisa sejenak menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi kerjanya kemudian ia menegakkan kembali tubuhnya.


"Zidan, kemana ya?" ia mengambil ponselnya yang kala itu masih ada di dalam tas selempangnya yang tergeletak dia atas meja. Lisa hendak menghubungi suaminya itu. Namun, saat dirinya membuka ponsel selulernya itu, terlihat beberapa pesan masuk tertera di layar ponselnya, pesan itu tak lain di kirimkan oleh suaminya. Lisa segera membuka pesan - pesan tersebut dan membacanya.


Aku pergi kekantor ~ Zidan


Nanti aku akan menjemputmu. ~ Zidan


Jangan dekat - dekat dengan dia? Entah dia shemale, atau transgender sekalipun, dia tetap laki - laki! Kau mengerti! ~ Zidan

__ADS_1


Aku tau, hanya kau saja yang boleh dekat - dekat dengannya! ~ Lisa. Ia membalas pesan suaminya sembari tersenyum.


Dia yang tadi mendekatiku, bukan aku! Mana mungkin selerahku wanita jadi - jadian seperti itu? Menggelikan! ~ Zidan.


Lisa hanya membaca pesan singkat tersebut tanpa membalasnya,ia mengembalikan ponselnya itu kembali ke dalam tas selempangnya yang masih tergeletak dia atas meja.


~


Jeremy baru saja kembali dari toilet, baru saja ia mendaratkan tubuhnya untuk duduk di kursi depan meja Lisa, ia terpaksa harus berdiri lagi saat salah seorang pegawai Lisa mengatakan bahwa ada tamu yang sedang mencarinya.


Seperti yang di katakan oleh pegawai itu, terlihat dua orang wanita yang sangat cantik dan memiliki sedikit kemiripan berdiri di depan pintu, dua wanita itu tak lain adalah client yang di ceritakan oleh Jeremy tadi kepada Lisa.


Jeremy segera mebghampiri clientnya itu dan menyuruhnya masuk ke dalam ruangan Lisa. Lisa menyambut mereka dengan sapaan hangat dan penuh dengan keramahan.


"Nona Putri, ini nona Lisa, dia adalah designer yang akan membuat gaun pernikahan untuk nona Mega." ujar Jeremy memperkenalkan Lisa.


"Hallo, nona Lisa. Aku Putri, dan ini kakakku Mega." Lisa menjabat tagan kedua wanita itu secara bergantian.


"Senang bertemu dengan kalian, silahkan duduk..." Lisa mempersilahkan mereka untuk duduk di sofa yang ada di ruangannya. Ia dan juga Jeremy ikut duduk. Lisa dan Jeremy mulai menjelaskan kepada client nya tersebut, mengenai dua rancangan gaun pernikahan yang telah di design oleh Lisa. Seperti yang di katakan oleh jeremy, pernikahan clientnya ini sangatlah berharga, jelas saja jika mereka begitu cerewet ingin gaun yang terbaik untuk di kenakan saat hari pernikahan nya nanti.


Tak lama kemudian, Jeremy yang baru saja terlihat mengecek ponselnya, tiba - tiba mendadak pamit pulang terlebih dahulu, karena ada hal yang penting yang sangat mendesak dan harus segera ia selesaikan, Lisa pun mengiyakannya.


"Kalau begitu saya pamit dulu ya semua. Nona Mega dan nona Putri kalian bisa berkonsultasi minta rekomen gaun yang kalian ingin kan kepada nona Lisa. Kalian lihat - lihat lah dulu, ok. Aku permisi." tutur Jeremy berlalu meninggalkan mereka.


Kini, Lisa masih berada di ruangan kerjanya menunjukkan beberapa katalog gaun pernikahan hasil designnya kepada kedua clientnya.


~•••~


.


.


.


.


.


Jangan lupa like dan vote nya ya😉

__ADS_1


__ADS_2