
Zidan dan Lisa turun menuju meja makan, disana sudah ada mama dan papanya yang menunggu mereka.
"Selamat siang orang tua ku tersayang" sapa Zidan menarik kursi di depan papanya.
"Siang sayang, aduh yang baru pulang bulan madu ni, apa - apa harus lama" goda mama Lilis tersenyum.
Lisa hanya diam dengan wajah tersipu malu, untuk menutupi malunya Lisa mengambil piring Zidan dan mengisinya dengan makanan.
"Terima kasih" ucap Zidan saat Lisa meletakkan piring yang berisi makanan didepannya.
"Mama, papa mau aku ambilkan sekalian. Sini piringnya biar aku isi" tawar Lisa kepada mertuanya.
"Tidak usah sayang, punya papa biar mama yang ambilkan. Kamu isilah makanan untuk mu" ujar papa Dika.
"Makan yang banyak ya Lis" seru mama Lilis sembari mengambilkan makanan untuk papa Dika.
" Mama juga ya, makan yang banyak biar selalu sehat" ucap Lisa
"Mama gak perlu, kan yang sering lembur kamu. Jadi kamu harus banyak makan biar kuat, ya nggak Zi" Zidan tersenyum menanggapi ucapan mamanya, dia tau kemana arah pembicaraan mamanya tersebut.
sedangkan Lisa hanya menanggapi ucapan mama mertuanya itu dengan senyuman saja, karna dia tau kalau mamanya itu sedang menggodanya.
"Oiya, mama sama papa kapan pulangnya?" tanya Zidan di sela mengunya makanannya.
"Kamu ngusir kita?" tanya papa Dika melihat kearah Zidan
"Bukan gitu maksud Zi, " jawab Zidan
"Terus apa?, Oo tenang saja kami tidak akan mengganggu kalian ya kan ma" seru papa Dika sembari minum air.
"Ih papa, bukan itu maksud Zi. Tau ah susah ngomong sama papa" rajuk Zidan mengunyah makanannya dengan cepat.
"Ya ngambek lagi, nggak malu apa sama Lisa" goda papa Dika tersenyum melihat anak tunggalnya itu
Zidan melirik kearah Lisa , yang kebetulan Lisa juga sedang melihat kearahnya, untuk beberapa saat mereka pun saling pandang.
"Ehem, aduh pa kaya nya kita harus cepat pulang deh" seru mama Lilis melirik kearah Zidan dan Lisa.
"Iya ya ma, jadi gak enak kita disini" tambah papa Dika menggoda mereka.
Lisa menundukkan kepalanya dia sangat malu di depan mertuanya, bisa - bisanya di saling tatapan dengan suaminya.
"Hahahah, kalian ini lucu sekali " seru papa Dika.
Zidan dan Lisa tidak menggapi ucapan papanya, karena kalau di tanggapi papanya akan semakin menggoda mereka. Makan siang mereka pun menjadi tenang, tanpa ada yang bersuara satu pun.
Selesai makan Zidan kembali ke ruang kerjanya sementara papa Dika memilih duduk di taman belakang. Mama Lilis dan Lisa sedang mengobrol di ruang tamu.
~
Sore hari nya papa dan mama Zidan pun pamit untuk kembali ke rumahnya.
"Hati - hati di jalan ya pa, ma. Kenapa gak besok aja sih pulang nya?" ucap Zidan.
"Alah pura - pura nahan, padahal dia senang tu mah kita pulang" seru papa Dika memberikan kopernya kepada sopirnya.
__ADS_1
"Ih papa apaan sih, masih aja di bahas. Aku tu senang kalau mama sama papa lama nginap disini, rumah ini kan jadi gak sepi lagi." ujar Zidan
"Bohong tu mah, jangan percaya. Tadi aja dia ngusir kita" kompor papa Dika
"Udalah pah, kasihan ntar anaknya nangis" sahut mama Lilis tersenyum usil.
"Ih mama sama aja kaya papa" ujar Zidan cemberut. Lisa tersenyum melihat tingkah suaminya.
"Apa senyum - senyum, ngeledek kamu ya"seru Zidan yang melihat Lisa tersenyum mengejek. Lisa hanya menggelengkan kepalanya.
"Mama hati - hati ya, papa juga" ucap Lisa, memeluk mama Lilis.
"Kamu juga hati - hati ya sayang. Kalau Zidannya nakal kamu jewer aja tu telinganya." ujar mama Lilis mengusap punggung Lisa.
"Kalau itu mama tenang aja." jawab Lisa tersenyum, ia mengurai pelukannya dan beralih menyalim papa Dika.
"Kalau gitu kami pergi dulu ya" pamit mama Lilis.
"Iya ma, hati - hati" ucap mereka berdua. Zidan membukakan pintu mobil untuk orang tua nya.
Mama Lilis dan papa Dika pun melambaikan tangannya dan berlalu pergi. Setelah kepergian orang tua nya Zidan mengajak Lisa masuk kedalam rumah.
Zidan berjalan menaiki tangga, sementara Lisa berbelok kedapur. Zidan yang merasa tidak ada Lisa di belakangnya, ia pun menoleh kebelakang. Ia kembali menuruni tangga, untuk mencari istrinya tersebut.
"Lisaaa, kamu dimana?" panggil Zidan celingak celinguk mencari Lisa.
" Iya, aku di dapur" sahut Lisa. Zidan yang mendengar suara Lisa pun mengikuti asal suara tersebut.
"Kamu lagi ngapain?" tanya Zidan menghampiri istrinya.
"Sini aku bawa" tawar Zidan mengambil alih tada yang berisi air dan cemilan.
Mereka pun berlalu meninggalkan dapur dan pergi ke kamarnya.
Zidan meletakkan tada yang dibawanya di atas meja yang ada di sudut kamarnya.
"Thank you" ucap Lisa meraih setoples kukis dan segelas air putih. Ia mendudukkan dirinya di lantai yang beralaskan karpet berudu di tepi jendela kamar mereka. Lisa merai sebuah novel yang berada tak jauh dari jangkauannya.
"Apa kita harus meletakan sofa di situ?" tanya Zidan yang melihat istrinya terduduk di lantai.
" Tidak usah, lebih nyaman seperti ini dari pada di sofa" jawab Lisa, ia mulai membuka novelnya.
Zidan berjalan ke ranjang dan merebahkan tubuhnya disana. Ia mengeluarkan ponselnya dan ia mulai sibuk dengan benda pipih itu.
~
Malam itu ialah malam yang dingin, desiran angin terasa menusuk hingga pori - pori kulit.
Segerombolan anak muda tangah sibuk duduk melingkar di dalam sebuah bar. Salah satu dari anak mudah itu ialah Rose. Dan jika ada Rose maka disitu juga ada Bella.
Yap mereka berdua sekarang sedang berada di salah satu bar terkenal yang ada di kota X. Awalnya Rose tidak pernah pergi ke tempat - tempat yang seperti ini tapi karna dia terlalu frustasi sejak Daniel jarang menghubungi. Sejak saat itulah Rose mengenal dunia malam.
"Rose kita pulang yuk" ajak Bella yang mulai khawatir melihat Rose yang selalu di pepet oleh Ronal.
"Bentar lagi ya Bell" ujar Rose meneguk minuman di gelasnya.
__ADS_1
"Ini udah larut banget Rose, ntar ayah elu nanyain?" seru Bella menarik tangan Rose. Rose menepis tangan Bella.
"Elu kalau mau pulang, ya pulang aja duluan ,Rose biar gue yang antar nanti" ucap Ronal sembari tangannya di letakkan di lingkarkannya di pinggang Rose.
"Gak bisa, Rose harus pulang bareng gue" tegas Bella, ia sebenarna agak kurang menyukai Rose berhubungan dengan Ronal.
"Nggak apa - apa Bell, elu duluan aja. Gue biar sama Ronal elu tenang aja, ayah gue juga lagi nggak dirumah, jadi aman." ucap Rose sembari meneguk kembali minumannya.
Bella yang mendengar perkataan Rose pun pergi meninggal kan Rose. Sebelum pergi Bellah menoleh melihat kearah Ronal, ia melihat kalau Ronal tersenyum mengejek kearahnya.
"Semoga elu gak di apa - apain sama tu si kupret. Mending gue telpon si Daniel aja deh" gumam Bella mengeluarkan ponselnya sembari terus berjalan menuju keluar dari bar tersebut.
"Kenapa nomornya gak aktif terus sih?" ujar Bella yang terus mencoba menghubungi Daniel.
"Akhg.. Ya sudahlah, Rose kan bukan anak kecil lagi. Tapi....ah sudahlah gue pilang aja" Bella pun masuk ke mobil dan berlalu meninggalkan bar tersebut.
~
Zidan yang merasa sudah lelah dan ia sudah merasa mengantuk pun meletakkan ponselnya di atas nakas samping tempat tidur. Ia menoleh kearah Lisa, dan ia melihat Lisa sudah tertidur dengan posisi duduk.
Zidan turun dari tempat tidur dan menghampiri istrinya itu. Zidan menyingkirkan buku yang sedang di pegang Lisa, kemudian ia mengangkat Lisa dan membawanya ke atas ranjang. Zidan meletakkan Lisa secara perlahan.
Zidan berputar dan naik keatas tempat tidur dan merebahkan tubuhnya di samping Lisa. Ia menari selimut dan menutupi tubuhnya dan juga Lisa. Zidan melingkarkan tangannya ke tubuh Lisa dan ia juga mengecup dahi Lisa sembari mengucapkan kata selamat tidur.
Keesokan paginya, Lisa terbangun lebih dulu dan ia melihat Zidan masih tertidur disampingnya sambil memeluknya. Ia tersenyum menatap wajah tampan suaminya itu. Lisa melirik jam yang berada di atas nakas di sampingnya, sontak Lisa menjauhkan tangan Zidan dan segera bangun dari tempat tidur.
"Bisa - bisanya aku bangun terlambat seperti ini" Lisa mengerutu seraya masuk kedalam kamar mandi.
Tak lama kemudian, kedua mata Zidan mengerjap dan ia sudah tak mendapati Lisa di sampingnya. Seketika itu, ia langsung beranjak bagun dari twmpat tidur hendak mencari Lisa,dan saat itu juga Lisa keluar dari kamar mandi. Hingga membuat Zidan hampir saja menabraknya. Mereka berdua pun sejenak beradu pandang
"Kamu sudah bangun? Tanya Lisa
"Kamu lihatnya bagaimana?" seru Zidan
"Kau tak pergi ke kantor?" tanya Lisa lagi
" Sepertinya tidak, karna aku hari ini ada jadwal ngajar. Apa kamu mau ke boutique?" tanya Zidan seraya memperhatikan Lisa yang terlihat segar seusai mandi.
"Iya aku mau ke boutique." jawab Lisa
" Ya sudah ayo aku antar, sekalian aku ke kampus." ajak Zidan. lisa pun mengiyakannya. Zidan terlebih dulu mandi lalu, mereka berdua sarapan bersama dengan masakan yang di masak oleh Lisa sembari menunggu Zidan mandi tadi.
Setelah sarapan mereka pun berangkat kerja. Sesuai dengan ucapannya tadi Zidan terlebih dahulu mengantarkan Lisa ke boutique setelahnya baru iya pergi ke kampus.
"Nanti siang kita makan bersama ya, aku jemput nanti" ucap Zidan sebelum Lisa keluar dari mobil.
" Baiklah" jawab Lisa membuka pinti mobil dan keluar dari sana. Setelah Lisa keluar zidan pun menjalankan mobilnya dan berlalu meninggalkan boutique istrinya.
~•••~
Jangan bosan - bosan ya nunggu up kelanjutannya.
Terima kasih atas dukungannya semuanya🤗
Jangan lupa Like dan komennya ya, karena komen dari kalian sangat saya nantikan.😉
__ADS_1
Happy reading guys😘