ZIDAN Dan LISA

ZIDAN Dan LISA
Menyebalkan


__ADS_3

“Kamar gw dimana?”tanya Lisa yang sudah puas mengelilingi taman bunga.


“ikut gw!”ajak Zidan.


Lisa mengikuti Zidan dari belakang, mereka naik ke lantai atas. Zidan membuka salah satu pintu kamar. Karena lantai atas terdapat 2 kamar.


“Ini kamar kita” ujar Zidan


“Ha, maksudnya kamar kita?.. kita sekamar lagi? Gak ada apa kamar lain? Kenapa harus sekamar sih?” tanya Lisa kesal.


“Dasar bodoh, iyalah kita sekamar kan lu ISTRI gw” seru Zidan yang sengaja menekankan kata istri.


“Gw gak mau, yaudah mending gw dikamar tamu saja”tolak Lisa.


“Gak usah lebay bisa gak sih, buang khayalan lu buat pisah kamar. Karna ini bukan seperti kisah – kisah di novel yang lu baca itu.” Seru Zidan yang gak habis pikir dengan Lisa yang minta pisah kamar.


“Apa maksud lu ngatai gw lebay?” tanya Lisa yang tidak terima dikatai lebay.


“Capek gw debat mulu sama lu” ujar Zidan berlalu masuk ke kamar mandi.


“Hais masa gw harus sekamar lagi sama dia.”gumam Lisa, dia melihat sekeliling kamar dan dia sangat menyukainya.


“Desainnya selera gw banget” gumamnya lagi.


Lisa sibuk menata barang – barangnya. Dia sangat kerepotan dan kelelahan menata barangnya yang lumayan banyak.


~


Ceklek


Zidan keluar dari kamar mandi dan melihat Lisa yang sedang menata barang - barang.


"Masak dong, gw laper banget ini!!" perintah Zidan kepada Lisa.


Lisa hanya diam tidak menjawab tapi dia langsung berdiri dan berlalu menuju dapur.


Di dapur Lisa membuka kulkas, mencari bahan - bahan apa aja yang ada. Saat membuka kulkas Dia kaget melihat isi kulkas Zidan kosong tidak ada isinya.


"Kulkasnya kosong, tidak ada bahan makanan" ujar Lisa.


Lisa kembali kekamar menghampiri Zidan.


"Gak ada bahan makanan, jadi gw gak bisa masak" ujar Lisa kembali menata pakaiannya


"Hmmm... yaudah kalau gitu kita makan di luar aja, sekalian kita belanja bahan makanan" seru Zidan.


"Baiklah, tunggu bentar gw mandi dulu" pamit Lisa.


" Gak usah mandi bentaran doang" ujar Zidan.


"Enak aja gak mandi, bau asem gini mana berani gw keluar rumah. Udah tunggu bentar doang gw janji" ujar Lisa berlari menuju kamar kamar mandi.


"Dasar" gumam Zidan geleng - geleng melihat tingkah istrinya itu.


30 menit sudah Zidan menunggu Lisa, yang katanya sebentar itu. Beginilah perempuan yang selalu mendustakan kata sebentarnya. Zidan yang sudah bosan menunggupun, mengahampiri pintu kamar mandi dan mengedornya dengan tak sabaran


Tok....tok...


"Woi cepat!!!!" teriak Zidan


"Bentar" jawab Lisa.


Tok...tok....

__ADS_1


"Gw bener - bener laper ini, cepatlah!!" teriaknya lagi.


Ceklek


"Gak sabaran banget sih" ujar Lisa keluar kamar.


Zidan tertegun melihat penampilan Lisa. Padahal saat ini Lisa hanya menggunakan celana jeans panjang dan kemeja lengan panjang. Tapi hanya dengan penampilan seperti itu saja sudah mampu membuat seorang Zidan Pratama terpesona.


"Ayo katanya laper?"ajak Lisa.


"I-iya ayo" aja Zidan.


Akhirnya mereka pergi meninggalkan rumah untuk mencari makanan.


"Lu mau makan apa?" tanya Zidan mengalihkan pandangannya dari jalan kearah Lisa.


"Apa aja, gw gak milih - milih makanan" ucap Lisa.


"Baiklah" Zidan kembali fokus nyetir.


Setelah berkeliling - keliling mencari tempat makan, akhirnya Zidan melihat tempat makan yang begitu sederhana.


"Ayo turun" Zidan memakirkan mobilnya.


"Disini ?" tanya Lisa heran.


"Iya ayo, kenapa? apa lu keberatan?" tanya Zidan.


" Gak, gw suka makan ditempat seperti ini" Lisa keluar dengan semangat.


"gw kira dia bakalan protes" gumam Zidan pelan dan keluar menyusul Lisa


~


"Disana" tunjuk Lisa melihat meja kosong di tepi jendela.


Zidan mengikuti Lisa dari belakang.


"Pelayan! " panggil Zidan. Seorang pelayan pun datang menghampiri meja mereka.


"Mau pesan apa tuan dan nona?" tanya pelayan itu stand by dengan pena dan buku kecil di tangannya.


"Kami pesan makanan special yang ada disini" pesan Zidan tanpa melihat buku menu.


"Baiklah tuan, tunggu sebentar" ujar pelayan.


"Jangan lama - lama!!" ucap Zidan


"Baik tuan" pelayan tersebut berlalu pergi.


Sambil menunggu pesanan Zidan mengeluarkan ponselnya, dia mengecek perkembangan perusahaannya. Karena sudah dua hari dia tidak pergi ke kantor.


Lisa pun tak jauh bedanya dengan Zidan, dia juga sibuk dengan ponselnya. entah apa yang dilihat Lisa di ponselnya.


Tak beberapa lama pelayan pun datang mengantarkan pesanan mereka.


"Permisi tuan dan nona ini pesanannya" ucap pelayan yang mengantarkan pesanan mereka.


"Silahkan di nikmati" ujar pelayan tersebut dan berlalu pergi.


Zidan mengambil makanannya dan mulai memakannya.


"Lu gak makan" tanya Zidan

__ADS_1


"Iya" ucap Lisa, yang masih fokus dengan ponselnya.


Zidan yang merasa geram karena Lisa tidak mendengarkan omongannya.


"Makanlah dulu" Zidan merampas ponsel Lisa.


"Apaan sih, kembalikan gak!!" Lisa meminta poselnya.


"Setelah makan" jawab Zidan singkat dan kembali menyantap makanannya.


Lisa memilih diam, tidak mungkin dia berdebat dengan suaminya itu di depan umum. Lisa mulai memakan makanannya dengan diam, begitupun dengan Zidan.


"Sudah, kembalikan ponselnya" Lisa mengulurkan tangannya. Zidan mengembalikan ponsel Lisa.


"Pelayan, bill nya" panggil Zidan.


"Setelah ini kita belanja bahan baku" ujar Zidan.


"Terserah" jawab Lisa yang fokus dengan ponselnya.


"Kalau orang sedang bicara lihatlah kearahnya" protes Zidan karena Lisa terlalu fokus dengan ponselnya.


"Ini tuan billnya" pelayan datang memberikan bill makanan mereka.


"Ini" Zidan mengeluarkan kartu kreditnya.


"Tunggu sebentar ya tuan" izin pelayan itu. Zidan tidak menjawab, dia masih kesal dengan Lisa yang mencuekinya.


Tak berapa lama pelayan tadi pun datang mengembalikan kartu kredit Zidan.


"Ayo" ajak Zidan berlalu pergi tanpa menunggu Lisa. Lisa pun beranjak menyusul Zidan.


"Kenapa lama sekali? Dasar siput" seru Zidan, dan mulai menyalakan mobilnya. Lisa tidak menanggapi omongan Zidan. Dia sedang tidak mood untuk adu mulut dengan suaminya yang menyebalkan itu.


~


"huft lelah sekali" kelu Lisa. Bagaimana tidak lelah. Dia berbelanja begitu banyak dan Zidan tidak mau membantunya.


Dan sekarang sesampainya di rumah dia juga harus menata belanjaannya kedalam kulkas.


"Dasar menyebalkan, gak ada gitu niatan membatu nyusun ni bahan makananya." kesal Lisa


1 jam Lisa habiskan hanya untuk menata isi dapurnya. Dia sangat lelah dan gerah. Lisa kembali ke kamar untuk mandi.


"Ceklek...ceklek" pintu kamarnya tidak bisa dibuka.


"Hais kok dikunci sih. Zidan buka pintunya"teriak Lisa


Tok.... tok....


" Woi jangan cari gara - gara lu ya" teriak Lisa emosi.


tok...tok....


"Haaaaaa.....Dasar menyebalkan" kesal Lisa berlalu pergi.


Lisa pergi ke ruang tamu dan mengistirahatkan tubuhnya di sana. Dia meratapi kesialannya mendapatkan suami yang menyebalkan seperti Zidan.


~•••~


Hai semua makasih ya uda mau baca.


jangan lupa like, komen dan tambahkan ke favorit juga ya.

__ADS_1


__ADS_2