
"Baiklah karena semuanya sudah ada disini. kita akan mulai prosesi ijab kobulnya" ujar pak penghulu.
lalu kemudian pak penghulu mejelaskan aturan dan tata cara dalam melakukan ijab kobul.
"saudara Zidan, apakah anda sudah siap?" tanya pak penghulu kepada Zidan
Zidan pun mengangguk pelan,kemudian pak penghulu beralih menatap pada Lisa.
"Bagaimana saudari Lisa, apkakah anda sudah siap?" tanya pak penghulu kepada Lisa. Lisa pun menganggukkan kepalanya.
"Saya nikahkan dan kawinkan engkau saudara Zidan pratama,dengan putri saya Lisa wijaya,dengan mas kawin dibayar tunai...."
"Saya terimah nikah dan kawin nya ,Lisa wijaya dengan mas kawin di bayar tunai." jawab zidan dalam satu nafas, semua yang hadir menghembuskan nafas lega.
"bagaimana para saksi? Sah" tanya pak penghulu
"Sah!!!!" seru semua orang yang ada di dalam ruang tersebut.
Lisa meneteskan air matanya mendengar bahwa dirinya telah sah menjadi istri dari orang yang paling iya benci.
Oma dapat melihat raut kesedihan dimata cucunya itu. 'kamu harus kuat nak, ini adalah yang terbaik untukmu'ucap oma dalam hati. Sebenarnya semalam ketika Lisa tidur oma keluar dan menemui Andre untuk menanyakan siapa Zidan sebenarnya. Andre memberitau oma kalau Zidan adalah anak sahabatnya Dika dan sangat mengenal siapa Dika. maka dari situlah oma yakin kalau Zidan adalah orang yang tepat untuk cucunya.
"Sekarang mempelai wanita silahkan mencium tangan sang suami" ujar pak penghulu
Zidan mengulurkan tangannya kepada Lisa. Lisa meraih tangan Zidan dan dengan ragu dia mencium tangan laki - laki yang sudah resmi jadi suaminya itu.
"Dan mempelai pria silahkan mencium sang istri" ujar pak penghulu.
Dengan ragu Zidan memegang wajah Lisa. Lisa yang merasakan wajahnya disentuh oleh Zidan pun sangat kaget ia melebarkan kedua matanya saat merasaakan bibir Zidan menempel di keningnya.
Saat mecium Lisa, Zidan menutup matanya meresapi momen itu. Meskipun ia tau bahwa setelah ini ia pasti akan terkena amukan oleh Lisa.
"Baiklah sekarang kedua mempelai dipersilahkan untuk meminta restu kepada kedua orang tua" seru pak penghulu.
mereka berdua pun beranjak dari duduknya dan pergi ke kedua orang tua masing - masing.
Lisa menangis tersedu - sedu saat ia sungkeman kepada omanya.
" Yang sabar ya sayang" bisik oma kepada Lisa. Oma sangat tau bagaimana perasaan Lisa saat ini.
Lisa menanggapinya dengan sebuah anggukan.
sekarang giliran Zidan yang meminta restu dari oma.
"Oma aku minta doa restunya ya" ucap Zidan kepada oma.
" Iya, kamu harus berjani satu hal sama oma" ujar oma
"Apa itu oma?" tanya Zidan mengerutkan keningnya.
"Jangan pernah membuat cucu oma meneteskan air mata" tegas oma.
" Oma tenang saja, hal itu saya pastikan tidak akan pernah terjadi" ucap Zidan. Oma yang mendengar penuturan Zidan pun tersenyum. Sungkemannya di akhiri Zidan dengan memeluk oma.
__ADS_1
Acara sungkemanpun berakhir. sekarang acara dilanjutkan ke acara resepsi. Ya ini semua adalah permintaan Lisa kalau acara akad dan resepsi digabungkan, katanya biar hemat waktu dan semua acara akan di lakukan di rumahnya. Meski semuanya sempat di tolak oleh tante Lilis. Tapi berkat bujukan Dika akhirnya semua berjalan sesuai dengan keinginan Lisa.
~
Saat acara resepsi semua teman Zidan pada datang dan mereka sangat kaget mengetahui orang yang menjadi istri Zidan adalah Lisa. Mereka sangat tau betapa keduanya saling membenci ketika mereka dibangku sekolah dulu.
"Selamat ya bro, akhirnya lu ada pendamping juga" ujar Ridho.
"Thanks ya udah datang" jawab Zidan. Ridho menanggapinya dengan senyum misteriusnya dan dia beralih ke Lisa.
"Hai Lis apa kabar? selamat ya akhirnya kalian jodoh juga" ucap Ridho tersenyum.
"hmm..makasih ya" balas Lisa jutek.
" ih lu kok gitu si sama gw Lis, dulu kan kita teman "ujar Ridho mendengar jawaban Liasa yang jutek kepadanya.
"Lebay lu sanah ah, nyemak aja tau gak" usir Lisa kepada Ridho.
"Kalian berdua sama aja, pastesan jodoh" ujar Ridho lagi. Ridho me dekati Lisa
"Lis, lu nanti malam hati - hati ya" bisik Ridho. Lisa menatap Ridho aneh.
"Maksudnya?" tanya Lisa binggung.
"Pokoknya lu harus hati - hati sama Zidan" bisiknya lagi.
" Ah gak jelas lu, pergi sana!!" usir Lisa. Ridho pun pergi dari hadapan Zidan dan Lisa.
" Tanya aja sendiri sama teman lo itu" ujar Lisa cuek.
"Ngomong gitu sama suami dosa loh" ucap Zidan.
" Bodo"balas Lisa yang masa bodoh dengan perkataan suaminya itu.
"Lisaaaa" teriak segerombolan perempuan datang menghampiri Zidan dan Lisa.
"Tega banget lu sama kita"ujar Dini cemberut.
"Kalian datang, tau dari mana?" tanya Lisa kaget karena teman dan semua pegawainya hadir di acara pernikahannya.
"Untung Rose kasih tau Sindi" ujar Dini.
"Maaf maaf gw lupa. Btw makasih ya udah datang" ucap Lisa. Semua pegawainnya pun memberi selamat kepada Lisa.
Hingga malam menjelang para tamupun tak henti - hentinya datang. Lisa sudah merasakan pegal di kakinya.
"Aduh lama banget sih" gumam Lisa memijit betisnya yg terasa pegal. Zidan yang melihat itu pun jadi tak tega.
"Apa kau lelah?" tanya Zidan pelan.
"Uda tau pake nanya lagi" jawab Lisa jutek.
"Ditanyain baik - baik, malah dijawab gitu. yaudah kita istirahat aja lagi" ujar Zidan.
__ADS_1
"Emang boleh?" tanya Lisa.
"Tunggu disini gw cari mama dulu buat ijin" ucap Zidan. Berlalu turun dari pelaminan dan mulai mencari orang tuanya.
"Ma, pa" panggil Zidan saat melihat orang tuanya sedang berjalan ingin menghampiri seseorang.
"Iya sayang ada apa"tanya papa Dika.
"Lisa sudah lelah, apa kami sudah boleh istirahat?" tanya Zidan. Papa Dika melihat jam di jam tangannya.
" Baiklah nak, ajak lah istrimu untuk beristirahat." jawab papa Dika.
"Kalau gitu kami istirahat duluan ya pa ma" ucap Zidan
"Iya sayang" balas keduanya dan melanjutkan langkah mereka untuk menghampiri para tamu yang hadir.
Zidan datang kembali ke atas pelaminan.
"Bagaimana, apa boleh?" tanya Lisa kepada zidan.
" hm" gumam Zidan.
Lisa yang mendengarnya pun dengan semangat berjalan, pergi dari tempat yang paling menyeramkan baginya itu. Bagaimana tidak seram dia seharian penuh berdiri disamping orang yang paling iya benci.
~
Sesampainya di kamar Lisa mehempaskan tubuhnya kekasur empuknya.
"Jangan langsung tidur, mandi dulu sana!!" seru Zidan yang juga baru masuk ke kamar.
Lisa yang mendengar suara Zidan sontak membuka kembali matanya dan langsung duduk di tepi ranjangnya.
"Ngapai lu disini?" tanya Lisa kaget.
"Mau bunuh lu" jawab Zidan enteng. Lisa yang mendengar itu pun langsung berdiri dan menghampiri Zidan yang sedang berdiri di depan jendela kamarnya.
" Keluar!!! gw mau tidur" usir Lisa sambil melipat keduatangannya di dadanya.
"Enak banget lu ngusir - ngusir gw" ucap Zidan melangkah mendekati Lisa. Lisa yang melihat Zidan semakin dekatpun jadi panik.
"Mau apa lu? pergi sana" ujar Lisa melangkah mundur.
" Gw mau... " ucap Zidan terus melangkah medekati Lisa.
" Jangan macam - macam lu ya" ujar Lisa terus mundur..
"Gw mau..." dia terus melakah maju hingga Lisa terbentur dipinggiran ranjangnya.
~•••~
Hai readers semoga suka ya sama karya aku😁
jangan lupa like dan komennya ya biar aku tetap semangat buatnya🤗
__ADS_1