
Dikantor Zidan sedang sibuk dengan tumpukan – tumpukan kertas diatas mejanya. Karena dia sudah 2 hari tidak masuk kerja, jadi beginilah jadinya.
Ceklek
Tanpa melihatpun Zidan sudah tahu siapa yang masuk keruangannya. Karena siapa lagi yang berani masuk ke ruangannya tanpa mengetuk pintu selain sahabatnya Ridho.
“Wihhh pengantin baru” seru Ridho menggoda Zidan. Namun, Zidan tidak menanggapi sahabatnya itu.
“Cepat banget masuk kerjanya? Apa nggak sayang tu bini ditinggalin dirumah” ujar Ridho
“Lu kalau kesini, Cuma buat gangguin gw. Mending sekarang lu pergi aja” ucap Zidan tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas yang sedang ia periksa
“Ya elah sensian bener, apa semalam kurang ya? “ucap Ridho terus menggoda Zidan.
Zidan yang merasa tak bisa fokus karena Ridho terus menggodanya,Zidan pun dengan kesal menutup berkas yang sedang ia periksa. Ia tidak akan bisa fokus, jika sahabatnya itu masih di sini.
Ridho pun tersenyum melihat apa yang di lakukan Zidan, ia pun menduduki kursi yang ada di depan meja Zidan dan menatap Zidan
“Gimana rasanya, enakkan kalau udah punya istri” ucap Ridho
“Enak gimana, orang kita ribut mulu” keluh Zidah mengusap kasar wajahnya.
“HAHAHA” Ridho tertawa keras.
“Tertawa aja terus, sampai tu mulut gak bisa mingkem lagi” kesal Zidan.
“Tega bener lu nyumpahin gw” Ridho mengatur nafasnya dan mencoba menahan tawanya.
“Jadi, kalian belum damai?” tanya Ridho. Zidan pun menggeleng.
“Lu udah coba minta maaf belum sama Lisa?… Mana tau dengan lu minta maaf dia mau baikkan sama elu” saran Ridho.
“Ntar deh gw coba pikirin” sahut Zidan.
“Ya elah, apalagi yang harus lu pikirin. Apa lu nggak pengen gitu – gitu sama bini lu?”goda Ridho.
“Ah otak lu kesana mulu. Ya pengen lah ogeb, ya kali kagak. Gini –gini gw juga masih normal kali” sahut Zidan.
Tok… tok…
"Masuk" seru Zidan.
Ceklek
Ternyata yang mengetuk pintu adalah sekretarisnya Zidan.
"Ada apa?" tanya Zidan.
"Ini pak ada yang ngirim makanan" ujar sekretarisnya.
"Dari siapa?" tanya Zidan lagi.
"Tadi kurirnya bilang sih dari istri bapak" jawab sekre.
"Ha" Zidan kaget. Dia tidak menyangka istrinya akan berbaik hati mengirimkannya makanan.
"Cieeee" hebo Ridho.
"Kamu boleh pergi" ucap Zidan kepada sekrenya itu.
"Baik pak, saya permisi" pamit sekrenya dan berlalu pergi.
"Cieee.... yang sekarang udah dianterin makan siang" goda Ridho.
"Apaan sih lu, tapi sumpah gw kaget banget" Zidan masih tidak percaya dengan Lisa yang mengirimkan makanan untuknya.
"Udah akui aja, lu seneng kan di perhatiin sama dia" goda Ridho lagi.
"Atau ini salah kirim?" tanya Zidan ragu
__ADS_1
"Ya mana gw tau, biar kelar lu coba tanyain dia aja" saran Ridho.
"Iya ya gw telpon aja" Zidan mengeluarkan ponselnya dan mencari no Lisa.
Tuuuuuuutt... Tuuuuuutttt.....
"Gimana?" tanya Ridho.
"Belum diangkat" ujar Zidan
"Shiiittt... Di matiiin lagi" kesal Zidan menatap ponselnya.
"Gw tambah yakin kalau bukan dia yang ngirim" ujar Zidan yakin.
"Terus ini mau lu apain?" tanya Ridho.
"Lu makan aja, gak selerah gw" Zidan menggeser kotak makanan tersebut ke depan Ridho.
"Eh enak aja, kalau ini ada racun nya gimana?...bisa jadi janda muda bini gw" tolak Ridho. Dia takut kalau yang mengirimnya adalah salah satu musuh dari Zidan
"Alah terlalu lebay lu. lagian lu tenang aja, kalau bini lu jadi janda gw orang pertama yang siap bantuin buat gantiin lo" canda Zidan menepuk baha Ridho.
"Brengsek lu njir" kesal Ridho berdiri berlalu pergi.
"Hufft...akhirnya dia pergi juga" ucap Zidan melihat kepergian sahabatnya itu
~
Sore harinya ketika Lisa hendak pulang tiba - tiba ponselnya berdering.
Halo, Ini siapa? ~ Lisa.
Ini gw Reyhan, Lis ~ Reyhan
Oo ternyata lu Rey, gw kira siapa ~ Lisa
Lu lagi dimana ~ Reyhan
Mau gw jemput gak? ~ Reyhan
Gak usah, gw bawa mobil kok? ~ Lisa
Lu sibuk gak minggu ini? ~ Reyhan
Kenapa emangnya? ~ Lisa
Jalan yuk? ~ Reyhan
kemana? ~ Lisa
Kemana aja, terserah elu ~ Reyhan
*Hmm... Gue lagi nggak mood jalan Rey, lain kali aja ya ~ Lisa
Ok ~ Reyhan*
Yaudah,gue tutup dulu ya Rey.Bye ~ Lisa
Lisa menatap ponselnya, dia heran dengan sikap sahabatnya itu.
"Tumben dia ngajak jalan" gumam Lisa pelan.
"Mungkin karena lama gak ketemu kali ya" pikirnya. Lisa Tidak ingin berpikir yang aneh - aneh tentang sahabatnya itu. Lisa mengambil tas selempangnya dan berlalu pulang meninggalkan boutique.
~
Dirumah terlihat Zidan sedang duduk di ruang kerluarga. Dia melirik kearah jam dinding.
"Sudah jam segini dia belum juga pulang, apa dia lembur" pikirnya.
__ADS_1
Tak lama kemudian terdengar suara mobil Lisa memasuki pekarangan rumah.
"Ah itu pasti dia" gumam Zidan pelan, dia pun berpura - pura bersikap dingin dan cuek.
Ceklek
Lisa masuk dan berlalu begitu saja menuju kamar. Dia tidak menyadari keberadaan Zidan di ruang keluarga.
"Apa - apaan dia lewat gitu aja. Tanpa nyapa gue,apa dia gak meliahat keberadaan gue disini?" gumam Zidan.
"LISAAAAAA"teriak Zidan. Tak ada balasan dari Lisa.
"LISAAAA"teriaknya lagi, dan hasilnya tetap sama.
Dengan tak sabaran Zidan pun mengahampiri Lisa ke kamar.
Ceklek
Lisa kaget saat pintu kamar dibuka sacara tiba - tiba.
"Woi Lisa, lu gak dengar gw manggil?" hardik Zidan.
"Selow aja dong, gw dengar kok" Ujar Lisa cuek
"Terus, kenapa gak nyahut?"tanya Zidan
"Malas aja" jawab Lisa enteng, berlalu ke kamar mandi.
"Gggrrrr.... Dasar nyebelin" geram Zidan
"Awas lu"
Tok... Tok...
"APA?" teriak Lisa
"Cepat masak gw laper" perintah Zidan
~
"Makan malamnya mana?" tanya Zidan melihat Lisa duduk santai didepan tv"
"Bentar" jawab Lisa singkat.
5 menit kemudian
Zidan Menghampiri Lisa di dapur.
"Cepatlah!! gw udah lapar" ucap Zidan.
"Kalau mau cepat, yaudah bantuin dong" balas Lisa.
"Malas" ujar Zidan santai berlalu pergi keruang keluarga.
"Dasar nyebelin" Lisa kesal. Lisa menata makanan yang telah dimasaknya dan kemudian dia memanggil Zidan.
" Makanannya udah siap yuk makan" ucap Lisa menghampiri Zidan.
"Hm" Zidan mengikuti Lisa ke meja makan.
"Ini ambilah" Lisa mengulurkan piring yang sudah iya isi dengan makanan. Zidan mengambilnya tanpa banyak bicara.
Lisa menatap Zidan yang sedang makan. Dia heran kenapa Zidan tidak protes tentang makanan yang dimasak oleh nya.
"Kenapa dia hanya diam?" pikir Lisa.
Setelah makanannya habis Zidan pergi begitu saja tanpa bicara sepata kata pun kepada Lisa.
"Dia kenapa?" gumam Lisa heran.
__ADS_1
~•••~
Jangan lupa like dan komennya ya😊 dan kalau kalian suka banget.sama ceritanya, kalian boleh dong ya ngasih hadia atau vote😉