
Lisa mengintip di sela - sela pintu dan melihat siapa yang sedang bertemu dengan suaminya itu. Lisa dengan jelas melihat orang yang sedang ada di dalam ruang suaminya itu.
Lisa sangat kaget, hingga tanpa sadar Lisa mendorong pintu ruangan itu dengan keras dan tampak di dalam Zidan dengan seseorang yang sangat Lisa kenal.
"ZIDAN!!!" teriak Lisa. Zidan menoleh kearah pintu dan dia sangat kaget saat melihat Lis sedang berdiri di depan pintu dengan muka yang tidak bersahabat sama sekali.
"Lisa…" cicit Zidan. Lisa masuk kedalam ruangan dan menghampiri Zidan.
"Sayang kamu ngapain kesini?" tanya Zidan.
"Kenapa memangnya? O aku tau, kamu gak mau aku kesini biar aku gak tau kalau kamu lagi selingkuh dibelakang aku ya kan…" seru Lisa menatap sini kearah putri.
"Kamu ngapain ke sini?" tanya Lisa
"Lisa tolong jangan salah faham dulu, dengerin dulu penjelasan aku. Oke, aku gak mau kamu nanti salah faham terus lari keluar dari ruangan ini terus kabur dari aku. Gak, aku gak mau itus emu terjadi" ucap Zidan.
"Kamu kira ini drama indosiar suara hati seorang istri, bedah kali. Bruan jelasin ke aku semua nya tanpa ada yang kalian tutup - tutupin!!" perintah Lisa. Sebelum mendengarkan penjelasan dari Zidan, Lisa terlebih dahulu mendudukkan tubuhnya di sofa yang ada di belakangnya.
"Jadi, dia tu kesini…"
"Tunggu!! Kamu jangan pake kata dia - dia dong. Sebutin namanya, biar pembaca tau kalau kamu itu lagi selingkuh dengan siapa." potong Lisa.
"Aku gak selingkuh!" bantah Zidan
"Biar gue aja yang jelasin" saut Putri.
"Gue kesini tu, cuma mau pamitan sama Zidan. Sungguh kami tidak seperti yang elu pikirkan itu." ucap Putri.
"Benarkah, baguslah kalau begitu." jawab Lisa biasa saja. Zidan dan Putri pun saling pandang mereka tidak menyangka kalau respon Lisa akan seperti itu saja.
"Cuma gitu aja" ucap Zidan pelan.
"Sayang, kamu percayakan sama aku?" tanya Zidan
"Iya aku percaya." jawab Lisa tersenyum.
"Hmmm... Zi, kalau gitu gue pamit ya dan nona Lisa salam kenal. Kita belum sempat berkenalan dengan benar sebelumnya." ujar Putri mengulurkan tangannya kepada Lisa. Lisa dengan senang hati menerima jabat tangan mantan kekasih suaminya itu.
"Gue pergi dulu ya, bye." pamit Putri
"Hati - hati" ucap Zidan dan Lisa, mereka mengantarkan Putri ke depan pintu ruangan Zidan. Putri pun berlalu pergi. Zidan mengajak Lisa duduk kembali ke sofa.
"Kamu belum jawab pertanyaan aku. Kamu ngapain kesini?" tanya Zidan, sembari memegang tangan Lisa.
"Aku kesini, mau nunjukin sesuatu ke kamu." jawab Lisa.
"Apa?" tanya Zidan penasaran.
"Ini…" Lisa memberikan sebuah amplop coklat kepada Zidan.
"Apa ini?" tanya Zidan menerima amplop tersebut.
"Buka dan bacalah!"Zidan pun mengikuti perintah Lisa.
"Sayang…"Lisa tersenyum melihat ekspresi suaminya .
"Sayang, kamu gak bohongka, kamu nggak lagi ngerjain aku kan?" tanya Zidan yang belum yakin dengan apa yang ia baca. Zidan menatap Lisa dengan mata yang berkaca - kaca.
"Selamat ya kamu akan jadi Daddy" ucap Lisa. Zidan menrik Lisa kedalam pelukannya.
"Terima kasih…" ucap Zidan sekali - kali mengecup kepala Lisa.
"Kamu senang?" tanya Lisa
"Banget, aku senang banget. Thank you so much my wife and i love you" ucap Zidan diselingi dengan kecupan di kepala Lisa.
Lisa kaget mendangar ucapan Zidan, ia pun melepaskan pelukan Zidan.
__ADS_1
"Kamu bilang apa tadi?" tanya Lisa memastikan
"Yang mana?" tanya Zidan bingung.
"Itu, kalimat yang terakhir"
"Thank you so much?" tanya Zidan
"Bukan yang itu…"
"Terus yang mana?" tanya Zidan yang mulai kesal.
"Sesudah itu nya…" ucap Lisa.
"Yang, I love you?" tanya Zidan
"Iya, I love you too" balas Lisa. Zidan sangat kaget, saat mendengar istrinya mengatakan cinta pada dirinya.
"Kamu…"
"Iya, aku cinta juga sama kamu" ucap Lisa malu - malu.
"Ha… Seriusan, dari kapan?" tanya Zidan tak percaya.
"Dari kita SMA dulu." jawab Lisa. Zidan kembali memeluk Lisa.
"Kenapa gak bilang dari dulu? " tanya Zidan
"Dulu, aku sempat mau nyatain ke kamu tapi… Aku keburu dengar kalau kamu deketin aku cuma karena taruhan doang." jawab Lisa.
"Itu salah faham, aku tu juga udah suka sama kamu jauh sebelum taruhan itu." jelas Zidan. Lisa mengangkat kepalanya saat mendengar ucapan Zidan.
"Jadi, kamu suka sama aku, sudah lama?" tanya Lisa dan Zidan menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Hmm… Aku terharu" ucap Lisa, semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh Zidan.
~
Rose tersadar dari tidurnya, ia membuka mata dengan perlahan, silau cahaya lampu mengahruskannya untuk menutup mata kembali.
"Kamu sudah bangun nak?"tanya ayah Andre.
"Ayah…" panggil Rose pelan.
"Apa yang kamu rasakan, apa kamu masih merasa sakit? Dimana yang sakit nak?" ayah Andre bertanya dengan bertubi - tubi.
"Ayah tenanglah, aku baik - baik saja kok." ucap Rose.
"Syukurlah nak, ayah sangat khawatir denganmu."
"Maaf kan Rose ya ayah. Rose udah ngecewain ayah" ujar Rose
"Sudah - sudah, gak ada yang perlu di maafkan. Yang penting kamu sekarang harus cepat sembuh." seru ayah Andre tersenyum menyemangati anaknya.
Rose menganggukkan kepalanya, sebagai jawaban.
Ceklek
Rose dan ayah Andre menoleh kearah pintu, di sana mereka melihat Bella dan Dani sedang berdiri di depam pintu.
"Kalian kenapa hanya berdiri saja di situ?"tanya Andre.
"Bella, gue kangen" rengek Rose kepada sahabatnya itu. Bella tersenyum mendengarnya, denga sedikit berlari Bella menghampiri Rose dan memeluknya.
"Gue juga rindu" jawab Bella. Dani dan Andre tersenyum melihat tingkah dua sahabat itu.
~
__ADS_1
Setelah pekerjaannya selesai semua, Zidan memboyong istrinya untuk pulang kerumah.
"Sekarang kamu duduk aja disini, ok. Jangan kemana - mana."suruh Zidan.
"Tapi aku harus masak untuk makam malam kita." bantahnya.
"Tidak usah, aku tadi sudah minta tolong sama mama untuk mencarikan asistent rumah tangga buat kita." ujar Zidan
"Benarkah? Tapi aku tidak terlalu nyaman kalau ada orang asing di rumah"seru Lisa.
"Sudahlah sayang, ini semua demi kebaikkan kamu juga kan." ucap Zidan.
"Hm… Iya deh iya." saut Lisa.
"Aku ke kamar mandi dulu ya" ujar Zidan, ia pun melangkah ke kamar mandi dan saat hendak membuka pintu.
"O iya, nanti malam ayah sama yang lain datang kesini, papa dan mama juga." seru Zidan, kemudian melanjutkan langkahnya untuk masuk kedalam kamar mandi.
"Kapan dia memberi tahu semua orang?" gumam Lisa.
Ting tong… Ting tong…
Lisa mendengar bunyi suara bell rumahnya berbunyi. Awalnya Lisa mengabaikannya saja dan dia ingin menunggu biar Zidan saja yang membukakan pintu.
Namun, bunyi bell itu terus saja berbunyi dan itu membuat Lisa sangat risih.
"Zi… Apa masih lama? Di luar ada yang memencet bell" teriak Lisa. Tidak ada balas dari Zidan. Akhirnya Lisa pun memutuskan turun dan membukakan pintunya sendiri.
Ceklek
Lisa membuka pintu rumahnya dan dia sangat kaget saat melihat semua anggota keluarganya ada di luar.
"Kakak, kok lama banget sih buka pintunya?" tanya Rose kesal.
"Kalian kok bisa ada disini semua?" tanya Lisa bingung.
"Kita gak di suruh masuk dulu nih sayang, baru di introgasi?" saut mama Lilis.
"Eh iya, silahkan masuk. Maaf maaf"Lisa membuka pintu rumahnya lebar - lebar. Ia tersenyum melihat semuanya ada disini.
"Oma juga disini?" tanya Lisa senang saat melihat sang oma pun datang ke rumahnya.
"Iya sayang, kemaren papamu yang nyuruh oma kesini, katanya Rose masuk rumah sakit. Tapi, pas oma nyampe sini, Rose malah udah membaik dan dia gak mau lagi dirawat makanya kita semua disini. kebetulan suamimu menghubungi ayahmu dan menyuruh kami kemari." ujar Oma menjelaskan.
"Oma kok di katakan semua sih, kan dialog buat aku jadi gak ada" saut Dani. Semua orang pun tertawa saat mendengar ucapan Dani.
"Zidan mana nak?"tanya papa Dika
"Aku disini pah" saut Zidan dari belakang. Zidan berjalan mendekati keluarganya yang ada di ruang keluarga, karena kalau di ruang tamu, mereka semua tidak akan muat.
"Ada hal penting apa yang kamu maksud tadi nak?" tanya papa Dika tidak sabaran
"Papa sabar dulu lah, penasaran banget ya." goda Zidan
"Gimana gak penasaran, kamu bilang ini menyangkut antara kalian berdua. Jangan bilang kalian…"
"Ini papa baca sendiri…" Zidan memberikan sebuah amplop coklat kepada papa Dika, semua orang kaget saat melihat Zidan memberikan sebuah surat yang mereka anggap itu adalah surat dari pengadilan.
"Kakak…" panggil Rose, ia menatap sang kakak dengan tatapan tak percaya. Lisa membalas tatapan sang adik dengan senyum dan anggukan. Maka hal itu tambah membuat Rose yakin akan pemikirannya.
"Surat apa itu?" tanya ayah Andre. Ia pun berjalan mendekati papa Dika.
"Tunggu biar aku baca dulu isinya, awas ya Zi kalau isi nya aneh - aneh" ucap papa Dika yang di respon sebuah senyuman dari Zidan.
"Astaga ini, benarkah Zi… " ucap papa Dika dan ayah Andre kaget
~•••~
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya ya guys🤗