
"Istirahatlah lebih awal, jangan terlalu sering begadang itu tidak baik bagi kesehatanmu" ucap ayah Andre sebelum keluar dari kamar Lisa.
"Iya, good night ayah" balas Lisa.
"Good night sayang" jawab ayah Andre sebelum menutup pintu kamar Lisa.
"Semua ini membuatku gila" teriak Lisa frustasi kemudian dia masuk ke kamar mandi dan bersiap tidur.
~
"Morning ayah"sapa Rose kepada ayahnya.
"Morning sayang"jawabnya
"Kakak mana yah?" tanya Rose yang tidak melihat kakaknya.
"Kakakmu sudah pergi kebutik" jawab ayah Andre.
"Rose nanti siang datanglah keperusahaan" suruh ayah Andre.
"Ngapain yah?"tanya Rose
"Tolong gantikan ayah meeting." jawab ayah Andre
"Rose gak janji ya yah" jawab Rose
"Kenapa apa kau ada kelas?"tanya ayah Andre
"Iya yah, tapi belum tau juga jadi masuk atau tidak"jawab Rose kemudian meminum habis susunya.
"Rose pamit dulu ya yah" pamit Rose kepada ayahnya.
"Iya hati - hati, ingat datang keperusahaan" teriak ayah Andre, Rose menanggapinya hanya dengan lambayan tangan saja.
"Dasar bocah itu" Ayah Andre menggelengkan kepalanya melihat tingkah anak bungsunya itu.
~
Dirumah Zidan.
"Ma pa aku ke kampus dulu ya" pamit Zidan yang telah menyelesaikan makannya.
"Buru - buru amat sayang?"tanya Lilis
"Iya aku ada jadwal ngajar pagi" jawab Zidan kemudian berdiri dan berjalan menuju kamarnya untuk mengambil tasnya.
"Oiya mama lupa ngasih tau Zidan kalau nanti dia dan Lisa harus fitting baju" ujar Lilis hebo
"Nantikan bisa ma, Zidan juga belum berangkat" jawab Dika sambil menyeruput kopi pahitnya.
"Iya juga ya pa"balas Lilis cengengesan.
"Dasar bar - bar" gumam Dika
"Kamu bilang apa?" tanya Lilis
"Gak ada, orang lagi minum kopi juga" kila Dika, 'hampir aja' pikirnya.
" Ma pa aku berangkat dulu ya" pamit Zidan kepada kedua orang tuanya kemudian berlalu
"Eh Zidan tunggu" cegat Lilis kepada Zidan yang hendak masuk ke mobil
"Ada apa ma?" tanya Zidan
"Nanti siang ajak Lisa kebutik langganan mama ya" pinta Lilis
"Ngapain emangnya disana?"tanya Zidan.
"Beli cabe" jawab Lilis
"Mama yang benar aja" kaget Zidan.
"Lagian kamu pake nanya segala mau ngapain. jelas - jelas mama nyuruhnya ke butik, emang di butik jual apa?" tanya Lilis
"Jual pakaian" jawab Zidan polos.
"Nah tu tau, pokoknya nanti siang mama tunggu di butik ok" ucap Lilis kemudian kembali masuk.
"Merepotkan saja" gumam Zidan sambil masuk kedalam mobil kemudian berlalu meninggalkan perkarangan rumahnya.
~
Di kampus.
Suasana kampus pasti akan selalu heboh ketika Zidan datang, teriakan - teriakan mahasiswinya pun nyaring terdengar di telinga Zidan dan ini sudah jadi hal biasa bagi Zidan.
"Selamat pagi pak Zidan" sapa salah satu mahasiswinya.
"Pagi" jawab Zidan sambil tersenyum.
Mahasiswi itu pun berteriak histeris karna dapat balasan dari dosen tampannya.
Dari kejauhan Zidan melihat Rose sedang berkumpul dengan teman -temannya . Zidan pergi menghampiri Rose.
"Rose ikut saya keruangan" pinta Zidan to the poin kemudian berlalu pergi.
"Pak Zidan ngomong sama gw?"tanya Rose kaget karena baru kali ini dosen tampannya itu mengajaknya bicara kecuali dalam kelas.
__ADS_1
"Iya kan yang nama Rose di sini cuma lu doang"jawab salah satu temannya.
"Yaudah gw keruangan pak Zidan dulu ya bye" balas Rose girang. Rose berjalan dengan sangat semangat menuju ruangan Zidan.
Sampai di depan pintu ruangan Zidan, sebelum mengetuk pintu Rose mengambil napas dalam - dalam kemudian dia mengeluarkannya perlahan. dia sangat nervous.
Tok tok tok
"Masuk" ucap Zidan dari dalam.
Ceklek
"Eh Rose ayo duduk" ajak Zidan
"Ada apa bapak manggil saya?" tanya Rose
"Saya minta no ponsel kakak kamu" ucap Zidan mengulurkan ponselnya.
"Ha" Rose kaget mendengar ucapan Zidan.
"Ini ketik no ponsel kakak kamu!!" suruhnya lagi.
Rose meraih ponsel Zidan dan mulai mengetikan no sang kakak. Setelah selesai Rose mengembalikan ponsel Zidan.
"Bapak nyuruh saya kesini cuma buat minta no ponsel kak Lisa?" tanya Rose
"Iya, emang mau apa lagi. sekarang kamu boleh pergi" ucap Zidan
'Iihh dasar dosen nyebeliiin' kata - kata itu hanya bisa diutarakan dalam pikirannya.
"Tunggu apa lagi, silakan keluar" usir Zidan.
"Baiklah, saya permisi" balas Rose kesal kemudian di berlalu pergi. Saat Rose menutup pintu dia sengaja membanting pintunya dengan kuat.
BRAK
"Dasar tidak sopan" ujar Zidan yang kaget karena suara pintu.
"No ponselnya uda dapat, sekarang cara ngomong ke dianya gimana ya?" gumam Zidan.
"Telpon atau chat ya?" tanya Zidan ragu pada dirinya sendiri.
"Kalau ditelpon palingan ntar dia ngajak ribut" pikirnya lagi
"Yaudah gw chat aja" akhirnya Zidan memutuskan menghubungi Lisa lewat via WA.
'Nanti siang gw jemput' satu pesan Zidan kirimkan ke Lisa
Zidan telah menunggu beberapa saat tapi chatnya belum juga dibalas oleh Lisa jangankan dibalas dibacapun belum.
"Mungkin dia sibuk" pikirnya
~
Sementara itu di butik Lisa terlihat sangat sibuk dengan kertas dan pensilnya.
'Ting' satu pesan masuk ke ponsel Lisa.
Lisa meraih ponselnya dan melihat siapa yang mengiriminya chat. Lisa tidak membuka chat itu dia hanya membaca dari nothifikasi ponselnya
'Nanti siang gw jemput'
"Siapa ya? Ah mungkin salah kirim" gumam Lisa, mengabaikan isi pesan tersebut.
Drrrrt
Drrrrt
Ponsel Lisa kembali begetar dia melihat nama tante Lilis tertera disana.
"Ngapain tante Lilis nelpon aku?"tanya Lisa
Halo ~ Lisa
Halo sayang, ini tante Lilis ~ tante Lilis
Iya tan ada apa? ~Lisa
Nanti siang kamu datang ya ke butik langganan tante!! ~ tante Lilis
Buat apa tante? ~ Lisa
Fitting baju sayang ~ tante Lilis
hmn.. Tante untuk yang satu ini bisa tidak Lisa saja yang urus ~ Lisa
Maksudnya apa sayang kamu yang urus? ~ tante Lilis
Iya, kalau masalah baju biar Lisa yang siapkan. Dari dulu Lisa sangat ingin memakain gaun rancangan sendiri buat pernikahan Lisa tante ~ Lisa
Ooo tante kira apa sayang, yaudah masalah bajunya kamu aja yang urus ya. Lagian tante juga lupa kalau kamu kan seorang desainer hehe ~ tante Lilis
Makasih ya tan ~ Lisa
Iya sayang, yaudah telponnya tante tutup dulu ya bye ~ tante Lilis
Iya bye tan ~ Lisa
__ADS_1
Lisa meletakkan kembali ponselnya dimeja.
"Gw masih belum menyangka bakalan menikah dengan dia" gumam Lisa, kepalanya terasa pusing memikirkan pernikahannya ini.
Lisa berdiri dari duduknya dan mengambil stelan jas pasangan dari gaun yang akan di gunakannya saat menikah nanti.
'Mungkin ini cocok dengan ukuran cowok itu' pikir Lisa
"Sindi" panggil Lisa, Sindi adalah sekretaris Lisa .
Cekle
"Ada apa Lis" tanya sindi
"Tolong kamu packing baju ini, nanti kalau ada yang datang nyariin saya kamu kasih aja ini ya" ucap Lisa,ya Lisa sudah tau kalau yang chat dia tadi adalah Zidan karena setelah Zidan ngechat Rose juga chat kalau Zidan tadi minta no ponselnya.
"Ok Lis" jawab sindi kemudian berlalu pergi.
"Oiya Sin nanti kalau dia nanyain saya, kamu bilang aja saya lagi keluar ya" ucap Lisa
"Hm baiklah" jawab Sindi sebelum menutup pintu.
~
Setelah jadwalnya habis Zidan pun keluar dari kelas dan kembali ke ruangannya.
"Belum dibaca?"gumam Zidan mengecek ponselnya
"Gw telpon aja kalau gitu" gumamnya lagi.
Drrrrt
Drrrrt
"Sialan malah di rejeck" teriak Zidan.
"Berani juga ni cewek ya, awas lu" gumamnya lagi, kemudian berjalan keluar. Karena terlalu kesal dengan Lisa yang telah berani mengabaikan panggilannya Zidan pun berniat menghampiri Lisa kebutik.
Setelah beberapa lama Zidan pun sampai didepan butik Lisa.
" Ada yang bisa saya bantu tuan" tanya salah satu pegawai Lisa
"Gw mau ketemu dengan Lisa" jawab Zidan
"Kalau boleh tau ada urusan apa ya tuan?" tanya pegawai itu lagi
"Bukan urusan lu, bilang aja gw nyariin dia" balas Zidan
"Kalau boleh tau anda siapa ya tuan?" tanya pegawai itu lagi
"Zidan" jawab Zidan singkat.
"Tunggu sebentar ya tuan" ucap pegawai tersebut.
Zidan pun melihat sekeliling butik Lisa yang begitu ramai pengunjung.
"Bagus - bagus juga desain tu cewek" ujarnya
"Permisi tuan" ucap salah satu pegawai Lisa yang tak lain adalah Sindi
"Iya" balas Zidan
"Ini tadi nona Lisa meninggalkan ini katanya saya disuruh memberikannya kepada anda" jelas Sindi
" Sekarang Lisanya mana?" tanya Zidan
"Nona Lisa lagi keluar tuan" jawab Sindi
"Baiklah permisi" ucap Zidan berlalu pergi.
Di mobil,Zidan menghunghubungi mamanya.
Halo ma ~ Zidan
Iya Zi ada apa? ~ Lilis
Tadi mama nyuruh Zidan buat ngajak Lisa kebutik langganan mama kan? ~ Zidan
Iya ~ Lilis
Tapi kenapa saat Zidan jemput Lisa dimalah ngasih Zidan baju ~ Zidan
Oiya mama lupa ngabari kamu, kalau bajunya di desain sama Lisa sendiri ~ Lilis
Ooo yaudalah kalau gitu, bye ma ~ Zidan
Bye ~Lilis
Zidan meletakkan kembali ponselnya kemudian menjalankan mobilnya menuju perusahaan ayahnya.
"Kalau tau gini mending gw langsung ke perusahaan aja radi" ujarnya
"Merepotkan saja" gumamnya lagi
~•••~
Hai readers semoga suka ya sama karya aku😁
__ADS_1
jangan lupa like dan komennya ya biar aku tetap semangat buatnya🤗