
Keesokannya Zidan yang sudah bangun dan segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Sementara Lisa wanita itu melakukan rutinitasnya untuk memasak di dapur menyiapkan sarapan untuk suaminya dan juga adiknya, namun sedari tadi Lisa dibuat resah karena, ia masi tidak mendapati adiknya Rose yang tak kunjung pulang juga.
"Kenapa Rose hingga sekarang belum juga kembali?" gumam Lisa.
"Ayah hari ini pulang, kalau sampai Rose belum juga kembali..."
Lisa tak melanjutkan perkataannya. Lisa yang kala itu sedang menata makanan di atas meja makan ia menghentikan aktivitasnya dan dengan tergesa-gesa kembali ke kamarnya untuk mengambil ponsel bermaksud untuk menghubungi adiknya tersebut.
Ponsel yang terletak di atas meja segera Lisa ia mencoba berkali-kali menghubungi nomor Rose. namun sama sekali tidak ada jawaban hingga membuat dikesel semakin gelisah
"Kau kenapa?"Zidan yang baru saja keluar dari kamar mandi dan membuat istrinya itu terkejut.
"Rose belum kembali, aku tidak bisa menghubunginya" ujar Lisa. Zidan dengan jelas melihat kecemasan di raut wajah istrinya tersebut.
"Dia sudah dewasa, kenapa kau terlalu berlebihan seperti itu memikirkannya? " seru Zidan
"Ayah akan pulang hari ini, kalau sampai....." ujar Lisa.
"Rose. Bukan anak kecil lagi!!" tukas Zidab.
"Dia bisa menjaga dirinya sendiri! kau juga tidak kurang tanggung jawab menasehatinya, jika kau sudah menasehatinya tapi masih saja tak dihiraukan. Tidak usah menasehati atau mengkhawatirkannya lagi kau mengerti!!" seru Zidan dengan tegas.
"Tapi, Zi...."
" Aku tidak mau kau membahas adikmu itu! Aku hari ini mau bekerja." tutur Zidan. Lisa hanya diam dan memandangi ponselnya.
"Kenapa kau hanya berdiam diri sja?" seru Zidan dengan nada kesal.
"Iya tunggu!" Lisa segera meletakkan pinselnya itu kembali ke tempat semula.
"Aku akan meminjamkan Jas milik ayah untukmu. Tunggu lah di sini sebentar!" Lisa berlalu keluar dari kamar dan segera berjalan menuju ke kamar ayahnya, ia mengambil salah satu jas yang tertata rapi di dalam lemari yang baru saja ia buka. Kemudia, ia kembali lagi ke kamarnya menemui suaminya itu.
"Ini!" Lisa menyodorkan jas itu kepada Zidan. Zidan hanya diam saja dan malah melebarkan kedua tangannya kepada istrinya.
"Apa?" Lisa mengernyit bingung.
__ADS_1
"Ayo!" perintah Zidan.
" Kau menyuruhku untuk memelukmu?" tanya Lisa.
"Siapa yang menyuruhmu memelukku! Ayo pakaikan lah jasnya!!" perintahNya.
"Oh..." wajah Lisa bersemu merah karena malu.
"Manja sekali..."gerutu Lisa sembari membantu suaminya itu memakai jas tersebut.
"Kau bilang apa?.." seru Zidan . Lisa hnaya menggelengkan kepalanya.
"Sudah!" Lisa menjauh dari Zidan dan segera merapikan tempat tidur dan terlihat begitu acak-acakan.
" bertahun-tahun aku menempati kamar ini, tempat tidurku tidak pernah seberantakan ini." Lisa merapikan tempat tidur dengan mulut yang tak henti menggerutu kesal.
Zidan yang sedang merapikan pakaiannya dan mendengar omelan Lisa, ia segera mendekati istrinya tersebut ." Kau bicara apa? Bicaralah yang jelas di depanku, biar aku mendengarnya! "seru Zidan.
" Aku tidak berbicara denganmu, aku bicara dengan tempat tidurku" bantah Lisa.
Ponsel milik Lisa yang kala itu berada di atas meja bergetar. Zidan yang menyadarinya segera meraih ponsel milik istrinya tersebut. Tatkala dirinya masih melihat istrinya sedang sibuk merapikan tempat tidur.
Z dan kembali berjalan mendekati Lisa.
" Ada apa sih Reyhan ini menelponmu?" tanya Zidan dengan menunjukkan ponsel itu kepada istrinya.
"Reyhan, ada apa dia menelpon ku sepagi ini?" tanya Lisa heran.
"Ya Mana aku tahu! cepet angkat, nyalakan loud speaker nya supaya aku bisa mendengar apa yang sedang kalian bicarakan!" peribtah Zidan.
Lisa mengiyakannya, ia segera menyaut ponsel miliknya yang masih dipegang oleh Zidan dan menerima panggilan suara dari temannya tersebut. Ia menyentuh icon speaker yang tertera di layar ponsel miliknya hingga menyala sesuai dengan apa yang diminta oleh suaminya tersebut.
"Hallo..."
"Hallo Lisa...." suara Reyhan terdengar begitu bersemangat menyapa Lisa.
__ADS_1
" Ada apa Rey? Kenapa kau menelponku sepagi ini?" tanya Lisa. Seraya melirik kearah Zidan yang sedang menatapnya dengan tatapan penuh selidik.
" Lisa, aku baru pulang dari luar negeri dan aku membelikanmu oleh-oleh. Apa kita bisa bertemu hari ini?" tanya Reyhan.
"Mati aku... "umpat Lisa Iya, ia menelan Salivanya saat melihat wajah Zidan yang sudah memerah seperti harimau kepanasan.
"Be- bertemu?" tanya Lisa.
" Iya bertemu. Lagi pula kita sudah lama tidak bertemu. Lagi pula kau punya hutang makan malam dengan ku" jawab Reyhan.
"Sepertinya aku belum bisa bertemu denganmu, kita bertemu lain waktu saja ya Reyhan" Lisa menolaknya dengan sungkan.
"Sebentar saja, aku sudah lama tidak bertemu denganmu dan ada sesuatu hal yang ingin ku bicarakan denganmu"
"Lisa, ku mohon sebentar saja!" Sura Reyhan terdengar dengan begitu penuh harap.
Lisa hanya diam dan menatap Zidan dengan takut , dia bingung harus menjawab apa
"Lisa?" suara Reyhan terdengar memanggilnya
"Ehm, i-iya,na-nanti jika memang aku tidak sibuk, aku akan mengabarimu kembali. Aku sekarang sedang memiliki banyak pekerjaan, aku akhiri dulu ya panggilannya"ujar Lisa
"Baiklah Bye..." Lisa dan Reyhan saling mengkhiri panggilan suara tersebut.
~•••~
.
.
.
.
.
__ADS_1
Maaf ketidak nyamanannya karena typo yang berserakan dimana - mana🙏😐
Jangan lupa dukungannya ya readerku sayang like dan votenya sanga aku tunggu. Borahae💜