ZIDAN Dan LISA

ZIDAN Dan LISA
Dasar Mesum


__ADS_3

Dibioskop Rose sedang asik bermesraan dengan pacar barunya Ronal. Sebenarnya bis dibilang mereka masuk ke bioskop hanya untuk menumpang pacaran karena semenjak Film diputar tidak ada satupun dari mereka yang memperhatikan alur ceritanya. Mereka asik dengan dunia mereka masing - masin.


"Kamu suka gak filmnya?" tanya Ronal.


"Nggak" jawab Rose singkat.


"Lah kenapa?" tanya Ronal.


"Kareba aku lebih suka kamu" ucao Rose gombal.


"Bisa aja kamu" Ronal tersenyum dan menoel hidung rose.


Hanya kata - kata saling menggoda satu sama lain lah yang terus mereka lontar kan dan sekali - kali Ronal akan mencium pipi Rose.


Untuk saat ini Rose benar - benar melupakan pacar kakunya itu. Sebenarnya Rose sangat mencintai Daniel dia tidak ingin kehilangan Daniel. Tapi karena sikap Daniel yang agak kaku kepadanya, jadinya Rose mencari apa yang tidak dimiliki oleh Daniel lewat pria lain.


Akhirnya film pun berakhir dan mereka pun keluar dari ruangan.


"Sekarang kita kemana?" tanya Ronal


"Kita makan disana aja" tunjuk Rose pada salah satu restoran yang ada di mall itu.


"Okei" Ronal menautkan tangannya dengan Rose dan berjalan dengan beriringan. Rose bergelayut manja pada Ronal.


"ROSE..." teriak seseorang.


Rose sangat kaget saat mendengar namanya di panggil seseorang, seketika tubuhnya langsung menegang.


"Kamu kenapa?" tanya Ronal yang menyadari perubahan Rose.


Rose tidak mwnjawab dia menoleh kebelakang untum melihat siapa yang memanggilnya tadi.


"Hai Rose, lu ngapain disini?" tanya Bella.


"Huft...Ternyata lu Bel, gw kira siapa?"ucap Rose legah.


"Iya siapa lagi, lu ngapain disini?"tanya Bella lagi.


"Kita habis nonton dan ini mau makan" jawab Rose.


"Ini siapa?" tanya Bella melihat kearah tangan Rose yang digandeng oleh tangan sang pria.


"Hai kenalin gw Ronal, pacarnya Rose" Ronal memperkenalkan dirinya sendiri.


"Ha... Oo pacarnya Rose" Bella mengangguk paham, karena dia sudah sangat tahu dengan sifat temannya yang play girl itu.


"Lu mau kemana?" tanya Rose.


"Ini gw mau cari kado buat ulang tahun adek sepupu gw" jawab Bella.


"Yaudah kita duluan ya Bel" pami Rose menarik tangan Ronal. Bella yang melihatnya hanya bisa geleng - geleng.


"Dasar buaya betina, gimana ceritanya ya kalau Daniel sampai tau kalau ceweknya selingkuh" pikir Bella. Sebenarnya Bella kasihan dengan Daniel yang selalu diselingkuhin oleh Rose, tapi mau gimana lagi dia tak bisa berbuat apa - apa. Di satu sisi di kasihan dengan Daniel dan di sisi satu lagi dia tidak ingin membuat Rose kecewa padanya.


"Mungkin jika sudah waktunya, Daniel bakal tau sendiri" batin Bella, dia melanjutkan niatnya untuk mencari kado buat adek sepupunya itu.


~

__ADS_1


Setelah makan malam selesai Lisa dan Zidan kembali ke kamar mereka , Lisa memutuskan untuk menikmati waktunya dengan membaca novel di sofa kesayangannya.


Sedangkan Zidan duduk di ranjang dan sibuk memeriksa berkas - berkas perusahaannya. Mereka berdua sibuk dengan dua mereka sendiri.


"Lis, bikinin kopi dong" pinta Zidan Kepada Lisa. Namun Lisa tak bergeming, dia terlalu asik dengan bacaan novelnya.


Pluk, Zidan melempar Lisa dengan pena.


"Ihhh apaan sih lo ganggu aja" kesal Lisa melemparkan kembali pena kearah Zidan.


"Habisnya lu dipanggil nggak nyahut - nyahut" jawab Zidan.


"Kenapa lu manggil?" ketus Lisa yang masih kesal.


"Bikinin kopi dong!!" pinta Zidan.


"Kan lu punya tangan dan kaki, bikin sendiri"tolak Lisa yang kembali hendak membuka kembali novelnya.


"Ingat janji lo sama gw!!" Zidan mengingatkan Lisa akan janji yang telah disepakatinya tadi.


"Huh" dengus Lisa kesal, dia berdiri berlalu kedapur membuatkan Zidan kopi.


"Cepetan, gak pake lama!!!" teriak Zidan. Mendengar teriakan itu Lisa tambah kesal dibuatnya.


"Huh, di kira gw babu kali ya" sepanjang perjalan an dari kamar ke dapur, Lisa tak henti - henti menggerutu.


"Aku tambahin bubuk cabe aja kali ya biar mati sekalian" gumam Lisa pelan.


"Eh tapi kalau dia mati aku jadi janda dong, ogah banget jadi janda muda" pikirnya.


Selesai membuatkan kopi Zidan, Losa kembali kekamar dengan membawa beberapa cemilan untuk menemani kegiatan membacanya nanti.


Ceklek


"Terima kasih" ucap Zidan menerima kopiny.


Lisa kembali ke tempatnya semula, dan Zidan pun kembali fokus dengan berkasnya. Zidan selesai memeriksa pekerjaannya dia merenggangkan otot - ototnya yang terasa kaku.


"Hmmm." Zidan melihat kearah sofa diasana dia melihat kalau Lisa tertidur dengan posisi duduk, dia turun dari tempat tidur dan menghampiri Lisa.


"Kenapa dia bisa tidur dengan posisi seperti ini" ucapnya pelan.


Zidan memindahkan Lisa ke tempat tidur, dia meletakkan tubuh dengan pelan dan menyelimutinya.


"Good nigth my wife" ucap Zidan mengecup dahi Lisa. Saat Zidan mencium Lisa, seketika Lisa terbangun dia sangat kaget merasakan bibir Zidan di dahinya.


"Mau ngapain lo?" tanya Lisa kaget, dia langsung duduk dan beringsut menghindari Zidan.


Zidan tidak menjawab, dia malah semakin mendekati Lisa.


"Lah...lah kok lo ikut maju? Lo mau ngapain?" tanya Lisa khawatir di semakin mundur hingga dia sampai di tepi tempat tidur.


Zidan menari tangan Lisa hingga Lisa berada dalam dekapannya, Zidan menatap Lisa kemudian dia mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Lisa.


"Stop...Stooooop" teriak Lisa mendorong dada Zidan.


"Diamlah, ntar lu jatuh" ucap Zidan, yang semakin mendekatkan wajahnya...

__ADS_1


Ting tong....Ting tong....


"Zidan ada tamu, lepasin gw mau buka pintu" ucap Lisa.


"Gak usah, kan ada bibi" jawab Zidan kembali menarik tengkuk Lisa. Hanya berjarak 1 cm jarak bibir Lisa dengan Zidan.


Ting tong... Ting tong...


"Zidan bel nya bunyi lagi, gw bukain pintunya dulu" Ucap Lisa mendorong kuat tubuh Zidan.


Begitu terlepas dari Zidan, Lisa dengan cepat - cepat turun dari tempat tidur dan dia membenarkan pakaiannya.


"Dasar mesum" ujar Lisa kesal dan berlari keluar kamar untuk melihat siapa yang datang. Zidan tersenyum mendengar perkataan Lisa, dia melihat kepergian Lisa.


"Mesum sama istri sendiri apa salahnya" kekehnya.


Lisa dengan cepat berjalan menuju pintu depan. "Aku harus berterima kasih sama tamunya" ucap Lisa senang.


Ceklek, Lisa membuka pintu dan dia kaget karena yang memencet bel adalah teman adiknya yang datang sore tadi.


"Lah Rosenya kenapa, kok digendong gitu?" tanya Lisa khawatir saat melihat Rose dalam gendongan Ronal.


"Rosenya ketiduran kak, tadi saya sudah bangunkan tapi Rosenya gak mau bangun" tutur Ronal.


"Kamar Rosenya dimana kak?" tanya Ronal.


"Ha...Letakkan saja dia di sofa itu!!" suruh Lisa menunjuk sofa yang ada diruang tamu.


"Gak langsung ke kamar kak?" tanya Ronal


"Gak, letak disana saja" tegas Lisa.


"Baiklah kak" jawab Ronal, meletakan Rose di sofa dengan sangat pelan.


" Ya sudah kamu silahkan pergi. Terima kasih" Ucap Lisa.


"Ta-tapi kak, gak ada gitu ditawarin minum, aku kan capek gendong Rose dari mobil kesini" keluh Ronal memelas.


"Siapa dia?" tanya Zidan yang tiba - tiba datang menghampiri Lisa.


"Lo kok ikut turun?" tanya Lisa.


"Lu lama banget" jawab Zidan.


"Dia siapa?"tanya Zidan lagi.


"Dia temannya Rose, tadi Rose tidur dimobilnya jadi di gendong Rose masuk" tutur Lisa.


"Oo...Terus sekarang kenapa masih disini, ini Sudah malam sebaiknya kamu pulang" usir Zidan halus.


"Iya iya aku pulang permisi" pamit Ronal kecewa. Ya Ronal sangat kecewa karna dia tidak jadi bisa mendekati Lisa, memang itu lah niat Ronal mengantarkan Rose pulang. Dia merasa tertarik untuk mendekati Lisa yang dikiranya pelayan pacarnya itu.


"Gw harus bisa mendapatkan kakaknya Rose" ucap Ronal penuh ambisi


~•••~


Readers tersayang jangan bosan - bosan ya nunggu kelanjutannya.

__ADS_1


jangan lupa gerakkan jempolnya buat like, komen dan kalau kalian suka jangan lupa juga di favorit sekalian votenya.


__ADS_2