ZIDAN Dan LISA

ZIDAN Dan LISA
Ciuman Pertama


__ADS_3

Sesampainya di rumah Zidan langsung ke dapur. Dia mengambil 2 gelas kosong dan memindahkan cendol yang dibelinya tadi ke gelas. Kemudian dia membawa semua barangnya kekamar.


Ceklek


Zidan masuk ke kemar tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Kebiasaan" gumam Lisa pelan tanpa melihat kearah Zidan. Lisa masih fokus dengan membaca novel.


"Ehm" kode Zidan yang duduk di karpet bawah. Lisa masih acuh akan kehadirannya.


"Hmm...seger juga minum cendol sore - sore gini" pancing Zidan. Seketika Lisa menoleh, dan melirik 1 gelas yang berada di samping Zidan.


"Lu beli 2?" tanya Lisa.


"Iya" jawab Zidan, mendengar itu Lisa langsung turun dari tempat tidur dan mengambil posisi duduk didepan Zidan.


"Ih kok banyak kali lu belinya, gak baik loh minum cendol banyak - banyak" ujar Lisa.


"Kenapa emang nya?"tanya Zidan menahan senyum, dia tahu kalau Lisa menginginkan cendolnya.


"Gak baik minum es banyak - banyak, apalagi elu kan baru siap demam. Jadi gak boleh minum es" ujar Lisa


"Terus gimana dong, apa gw buang aja ya yang satu ini?" Zidan pura - pura terpengaruh oleh Lisa.


"Ih jangan dibuang, gak boleh juga. Lebih baik lu kasih ke gw aja" tawar Lisa.


"Bwahahahha" akhirnya tawa Zidan pecah, dia sudah tidak bisa menahanya lagi. Lisa cemberut mendengar Zidan tertawa.


"Jadi lu mau?" tanya Zidan. Lisa mengangguk dan hendak meraih gelas tersebut.


"Ehits... Ada syaratnya" ucap Zidan.


"Yaelah pake syarat segala. Apa syaratnya?"tanya Lisa.


"Hmmm" Zidan berpikir sejenak.


"Buruan, apa syaratnya?" tanya Lisa tak sabaran.


"Lu cium gw, disini" ujar Zidan menunjuk bibirnya.


"Yang benar aja dong lu" Lisa kaget mendengar permintaan Zidan.


"Yaudah kalau gak mau, mending gw buang aja cendolnya" ancam Zidan.


"Haish..pipi aja gimana?"tawar Lisa


"Lu kira beli cabe pake tawar segala" ujar Zidan.


"Ayo lah, sama istri sendiri masa iya lu pelit gitu" rengek Lisa, dia sangat menginginkan cendol disamping Zidan itu.


"Untuk kali ini baiklah" ucap Zidan.


Cup


Lisa mencium pipi Zidan, eh bukan pipi tapi bibirnya karena ketika Lisa mendekatkan bibirnya Zidan menolehkan wajahnya sehingga bukan pipi yang dicium Lisa melainkan bibirnya Zidan.


Lisa sangat kaget dan dengan cepat - cepat dia melepaskan ciuman mereka.

__ADS_1


"AARRGG LU CURANG" teriak Lisa, dia mengusap - ngusap bibirnya dengan tangan berharap bekas bibir Zidan bisa hilang.


"Curang dari mana? Kalau gini baru curang" ucap Zidan menarik Lisa dan menyatukan kembali bibir mereka. Tapi kali ini Zidan tidak hanya diam dia ******* rakus bibir Lisa.


Lisa terus bergerak berusaha melepaskan dirinya. Tapi Zidan terlebih dahulu mengunci semua pergerakannya. Akhirnya Zidan melepaskan tautan bibir mereka karena dia merasa Lisa kehabisan oksigen.


"Amatiran" seru Zidan tersenyum melihat Lisa, dia tau kalau ini adalah pengalaman pertama Lisa.


Plak


"Brengsek" Lisa menapar Zidan, dia sangat kesal dengan Zidan yang sudah berani mengambil ciuman pertamanya.


Lisa pergi kekamar mandi dan membasuh bibirnya berulang kali. Dia ingin menghapus jejak bibir Zidan.


"Lu kira bibir gw ada rabiesnya" seru Zidan yang melihat Lisa membasuh bibirnya.


"Diam lo brengsek" hardik Lisa.


"Hahahaha" Zidan tertawa senang.


"Santai aja kali, lagian cuma ciuman doang lu udah lebay gitu. Gimana kalau gw minta ITU "ejek Zidan


Mendengar Zidan mengatakan kata itu Lisa mengerti maksudnya. Dia membelalakkan matanya.


"Jangan harap lo, mimpi aja sono" sahut Lisa.


"Kita lihat aja ntar, udah ah gw mau lanjut minum cendolnya" ujar Zidan belalu pergi.


"Dasar nyebeliin" geram Lisa


"Eh sekarang lu boleh tu minum cendolnya" ucap Zidan yang tiba - tiba datang.


Dia kembali membasuh bibirnya dengan air.


"Ini tak bisa dia biarkan, lama - lama dia bahaya juga" pikir Lisa.


Setelah 1 jam puas membasuh bibirnya Lisa akhirnya keluar dan dia tidak melihat keberadaan Zidan di kamar.


"Kemana dia? tapi baguslah dia gak ada di sini, gw jadi gw bisa bebas" gumam Lisa.


Lisa kembali duduk di tepi ranjang saat dia ingin mengambil novel Lisa melihat sebuah paperbag.


"Apa ini?"karena penasaran Lisa melihat apa isi paper bag tersebut.


"Alat - alat gambar? Untuk apa Zidan beli ini" gumamnya.


Dia meletakkan kembali paperbag itu ketempat semula. Dia melanjutkan niatnya untuk mengambil novel.


~


Ceklek


"Lu gak masak? gw laper" tanya Zidan kepada Lisa yang sedang asik membaca novel. Lisa tak menjawab pertanyaan Zidan.


"Woi gw lagi ngomong malah di cuekin" ucap Zidan kesal.


"Masak sana, gw laper" Zidan mengambil novel yang di baca Lisa.

__ADS_1


"Apaan sih lo, balikin nggak novelnya!" ucap Lisa.


"Buruan masaka atau novel ini gw buang" ancem Zidan.


"Masa sendiri, gw lagi malas" jawab Lisa.


"Ooo...Lu nantangin gw" Ujar


"Bodoh amat" Lisa berlalu pergi.


"Hais" Zidan mengikuti Lisa dari belakang.


Lisa pergi ke ruang keluarga dan menyalakan tv. Dia pergi ke dapur mengambil cemilan, kemudian dia duduk di sofa.


"Ayolah Lis, masak dong gw laper" rengek Zidan. Lisa hanya diam menonton tv.


"Tega bener lu sama suami sendiri, ntar kalau gw mati kelaperan gimana?"tanya Zidan.


"Yauda gw nikah lagi lah, apa susahnya" jawab Lisa santai.


"Hais... Benar - benar lu ya" Zidan berlalu pergi ke kamar mengambil kunci mobil.


"Jangan lupa beliin buat gw juga" ucap Lisa melihat Zidan melewatinya, dia tahu kalau Zidan keluar buat beli makanan.


"Beli sendiri" ujar Zidan.


"Dasar pelit" teriak Lisa.


"Bodo amat" sahut Zidan berlalu pergi.


Setelah Zidan pergi, Lisa beranjak ke dapur. Dia sengaja tidak ingin memasakan Zidan makanan. Dia masih kesal dengan Zidan yang sudah dengan lancang mengambil Ciuman pertamanya.


"Gw bakal bikin perhitungan sama bibir lu itu" gumam Lisa geram.


~


Malam harinya Lisa bersiap hendak tidur, tiba - tiba terdengar suara belnya berbunyi.


Ting tong.... Ting tong...


"Aduh siapa lagi yang datang malam - malam begini" gumam Lisa pelan.


"Ah biarin ajalah, biar di kira gak ada orang dirumah" gumamnya lagi.


" Lagian ini Zidan kemana sih, udah jam segini belum juga pulang " kesal Lisa


Ting tong... Ting tong..


Bel rumah kembali terdengar,Lisa semakin gelisah. Dia takut kalau yang datang kerumahnya adalah orang jahat. Lisa menarik selimut sampai ke kepalanya. Keringat dingin mulai bercucuran di tubuhnya.


"Zidan lu kemana sih" gumam Lisa ketakutan.


~•••~


hai semuanya makasih ya sudah baca karya aku.


jangan lupa like, komen dan kalau suka fav nya juga

__ADS_1


tunggu kelanjutannya ya.


__ADS_2