ZIDAN Dan LISA

ZIDAN Dan LISA
Menerima keadaan


__ADS_3

"huft lelah sekali" kelu Lisa. Bagaimana tidak lelah. Dia berbelanja begitu banyak dan Zidan tidak mau membantunya.


Dan sekarang sesampainya di rumah dia juga harus menata belanjaannya kedalam kulkas.


"Dasar menyebalkan, gak ada gitu niatan membatu nyusun ni bahan makananya." kesal Lisa


1 jam Lisa habiskan hanya untuk menata isi dapurnya. Dia sangat lelah dan gerah. Lisa kembali ke kamar untuk mandi.


"Ceklek...ceklek" pintu kamarnya tidak bisa dibuka.


"Hais kok dikunci sih. Zidan buka pintunya"teriak Lisa


Tok.... tok....


" Woi jangan cari gara - gara lu ya" teriak Lisa emosi.


tok...tok....


"Haaaaaa.....Dasar menyebalkan" kesal Lisa berlalu pergi.


Lisa pergi ke ruang tamu dan mengistirahatkan tubuhnya di sana. Dia meratapi kesialannya mendapatkan suami yang menyebalkan seperti Zidan.


Drrrtttt....Drrrrttttt...


Saat Lisa beristirahat tiba - tiba ponselnya berdering. Tanpa melihat siapa yang menelponnya Lisa langsung menjawab panggilan tersebut.


Halo, ini siapa ~ Lisa


Halo Lisa ini Oma sayang ~ Oma


Iya Oma, ada apa?... ~ Lisa


Kamu jadi pindahannya hari ini ~ Oma


Jadi Oma, tadi siang ~ Lisa


Gimana rumahnya nak?, apa kamu nyaman disana ? ~ Oma


Nyaman Oma, Lisa suka rumahnya. Semua desainnya sesuai selera Lisa banget ~ Lisa


Syukurlah sayang, terus Zidannya gimana? Apa dia masih berbuat jahat padamu? ~ Oma


Tidak Oma dia sangat baik padaku ~ Lisa


Benarkah, syukurlah nak. Kamu harus ingat dengan tugasmu sebagai seorang istri ya nak ~ Oma


Iya Oma ~ Lisa


Jangan suka melawan sana suami, turutilah semua perkataan suamimu dan satu lagi kamu harus melayani suami kamu dengan baik ~ Oma


Iya Oma, Lisa ingat kok. Sama pesan - pesan yang Oma bilang ~ Lisa


Ini baru anak Oma. Yaudah sayang teleponnya Oma matikan ya ~ Oma.


Oma jaga kesehatan ya. Jangan lupa minum vitaminnya ~ Lisa.


Iya, bye ~ Oma


bye ~ Lisa

__ADS_1


Lisa menatap ponselnya, dia merasa bersalah kepada Oma. Dia terpaksa berbohong kepada Oma, dengan mengatakan kalau hubungannya dengan Zidan baik - baik saja.


"Maafkan Lisa Nek" gumam Lisa pelan. Dia menatap ke pintu kamarnya yan masih tetutul rapat.


" Gimana mau bahagia coba, kalau kelakuannya kaya bocah gini. Lisa kembali merebahkan dirinya ke sofa.


~


Sesampainya di rumah Zidan Langsung masuk kekamar dan menguncinya.


"Mampus lu gw kunciin di luar". ucap Zidan kesal. Ya dia masih sangat kesal dengan sikap Lisa tadi yang berani mencuekinya saat di restoran.


Dia tidak memperdulikan bagaimanapun Lisa memanggilnya. Zidan seolah - olah tuli untuk saat ini. Tak lama setelah itu Zidan tidak mendengar lagi teriakan Lisa.


" Kemana dia?" gumam Zidan. Akhirnya karena penasaran Zidan keluar dari kamar dan mencari keberadaan Lisa.


Dari lantai atas Zidan bisa melihat kalau Lisa sedang beristirahat. Sebenarnya Zidan tidak sampai hati membiarkan Lisa mengerjakan semuanya tapi karena dia sedang kesal dengan Lisa makanya dia mencueki Lisa.


Zidan juga mendengar semua obrolan Lisa dengan Omanya di telpon.


"Dasar bermuka dua" gumam Zidan kembali kekamar.


~


Setelah puas beristirahat, Lisa kembali kekamar.


"Semoga aja gak di kunci lagi" doa Lisa


Ceklek....


Pintu terbuka, Lisa membuka pintu dengan pelan dan memastikan situasi didalam kamar aman. Setelah dirasanya aman,Lisa langsung masuk.


10 menit cukup bagi Lisa untuk membersihkan diri. Mengingat ini sudah larut malam. Lisa sangat kaget saat melihat Zidan memenuhi tempat tidur.


"Astaga ini gimana gw mau tidur" Lisa mencoba menggeser tubuh Zidan. Tapi tubuh Zidan tak bergeming.


"Hais...Berat banget sih ni orang, kebanyaan dosa ini mah " keluh Lisa mencoba mengangkat kaki Zidan.


"Tidur dimana ya?..Mana gak ada sofa lagi. masa gw tidur dilantai sih" keluhnya lagi, dia sangat kesal dengan Zidan.


Dengan keterpaksaan dia harus tidur di lantai. Lisa mengambil bantal dan juga selimut yang digunakan Zidan.


"Dasar nyembelin"geram Lisa . Dengan kesal dia berbaring dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.


Ditempat tidur Zidan tersenyum puas, karena sudah berhasil membuat Lisa kesal. Sebenarnya Zidan belum tidur, dia berpura - pura tidur hanya untuk mengerjai Lisa.


~


Kriiiing....Kriiiiing.... alarm Lisa berbunyi.


"Hoam.... Aduh badanku pegal semua" Lisa merenggangkan otot - ototnya. Lisa duduk dan melihat kearah tempat tidur.


"Dia masih tidur. Hoam aduh aku masih ngantuk banget" keluh Lisa menguap.


"Aku mandi aja mana tau kantuknya hilang, hmm setelah itu baru deh beberes dan bikin sarapan?" Lisa menyusun agenda pagi harinya.


Semalam setelah Oma menghubunginya, Lisa bertekat untuk lebih menerima keadaan ini. Dia ingin membuktikan semua omongannya kepada Oma.


Lisa melipat selimut dan menyusun bantal di atas tempat tidur kembali. Kemudian dia mengambil baju gantinya dan juga dia menyiapkan baju ganti untuk Zidan kenakan nanti.

__ADS_1


"Semoga aja ini sesuai dengan selerahnya" gumam Lisa pelan. Dia berlalu masuk ke kamar mandi. Karena Cuaca di pagi hari sangat dingin, jadi Lisa mempersingkat waktu mandinya menjadi 5 menit.


Ceklek.... Lisa keluar kamar mandi dengan wajah yang fress. Lisa mengikat rambutnya dan melihat jam dinding kamar yang di tempatinya. Disana tertera jam 05.30 waktu setempat


"Masih lama, yudah aku beberes aja dulu. Lisa membersihkan Rumah dan juga halamanya. Setelah semuanya dirasa telah selesai Lisa pun pergi kedapur untuk membuatkam sarapan untuk sang Suami.


"Huft...akhirnya semua kerjaan ku selesai. tinggal bangunin Zidan dan bersiap - siap pergi ke butik." ujar Lisa berlalu ke kamar.


Dikamar dia melihat Zidan Sudah mengenakan pakaian yang Lisa siapkan.


"Syukurlah dia memakainya" gumam Lisa pelan dan berjalan ke arah Lemari pakaiannya.


Zidan yang melihat Lisa bersiap - siap pun menjadi heran dan penasaran.


"Lu mau kemana?" tanya Zidan.


"Kebutik, kemana lagi emang" jawab Lisa ketus


"Ditanyain baik - baiknya juga, eh malah dijawab gitu. Lisa tidak menjawab dia lebih memilih Diam.


"Kalau lu udah siap, Yuk sarapan" ajak Lisa.


"Emang udah masak?" tanya Zidan.


"Kalau belum, gak mungkin gw ajakin lu" Lisa masih menjawab dengan nada ketus.


"Hm...." balas Zidan berlalu keluar kamar.


Saat berjalan kearah ruang maka Zidan kaget melihat rumahnya sudah bersih dan juga rapi.


"Apa dia yang membersihkanya?" gumam Zidan.


Diruang makanpun Zidan kaget melihat sarapannya sudah tertata rapi. Zidan duduk di meja makan dan menunggu Lisa.


"Loh kok belum mulai makannya?" Lisa datang menghampiri Lisa.


"Nungguin elu" ujar Zidan


"Tumben?.., nih" Lisa mengulurkan sepiring nasi goreng kepada Zidan.


"Lu yang tumben bukan gw" sahut Zidan. Dia menerima nasi goreng yang di ulurkan Lisa kepadanya dan mulai memakannya.


'Lumayan' pikir Zidan


"Lah kok gw?" Lisa heran.


"Gw merasa lu aneh banget pagi ini. Kesambet dimana lu?" ucap Zidan.


"Aneh gimana, perasaan lu aja kali" elak Lisa. Memakan cepat sarapannya. Zidan menanggapinya dengan sebuah anggukan


"Makan pelan - pelan" tegur Zidan.


"Gw udah selesai, lu lanjut aja makannya. Gw duluan, ada janji soalnya" ujar Lisa berdiri dan meletakan piring bekasnya di wash taffel.


"Jangan lupa kunci rumah, gw pergi dulu bye" teriak Lisa berlari ke bagasi. Zidan yang melihat Lisa hanya geleng - geleng kepala.


"Dasar bar - bar" gumam Zidan. Melanjutkan sarapannya.


~•••~

__ADS_1


__ADS_2