《 WAJAH DI BALIK CADAR 》

《 WAJAH DI BALIK CADAR 》
Empat sekawan


__ADS_3

Allah menciptakan semua makhluk di dunia ini dengan kekurangan dan kelebihan,


Begitu pula allah menciptakan semua hal di dunia ini dengan manfaat nya masing-masing, mustahil allah menciptakan sesuatu dengan unfaedah atau tidak ada manfaat nya sama sekali.


Alinka adalah gadis rumahan sederhana berusia 20th, kelebihan Alinka dia gadis pintar, baik hati dan ramah pada setiap orang, dan kekurangan nya Alinka sedikit mempunyai kekurangan fisik dan selalu minder, juga tidak percaya diri pada setiap hal.


Dia hidup di keluarga yang cukup di hormati masyarakat, karna ayah Alinka sendiri adalah seorang ustad, Alinka mempunyai seorang kaka laki-laki yang super cuek tapi tetep sayang adik, Alinka juga mempunyai seorang ibu yang sangat tegas tapi penyayang, ayah Alinka sendiri adalah sosok yang berwibawa nan bersahaja, ramah dan suka bercanda maka nya ayah Alinka termasuk ustad favorit untuk para murid nya,,


Di sekitar rumah, Alinka mempunyai 3 orang teman perempuan, sebetul nya banyak sih, tapi 3 orang itu lah yang cukup dekat dengan Alinka, mereka adalah Alfi, Aisyah, dan Khadijah. Mereka pula anak murid dari ayah Alinka, mereka mengaji di tempat Alinka, dan hampir setiap hari mereka lalui bersama-sama itu sebab nya mereka di bilang cukup dekat.



Di satu pengajian terdapatlah 4 sekawan yaitu Alinka, Alfi si cantik, Khadijah si pintar, dan Aisyah si lucu... itu adalah predikat buat teman-teman nya dari Alinka.


"Hey... hari ini ada ulangan ya??" Tanya Alinka pada teman-teman nya,, " iya nih, susah lagi," jawab Alfi sama Khadijah,, " gimana nih aku malah belum hafal sama sekali.." keluh aisyah, sambil membuka buku hafalan nya. "Tenang kita belajar sama-sama oke,," balas Alinka mempersiapkan semua,, "kalau teteh belajar nya sama Aisyah, aku sama teh khadijah ya??" Pinta Alfi sama Alinka,, " Iya boleh " jawab Alinka ramah.. " Ayo fi kita duduk nya di sana biar gak ada yang ganggu,," Khadijah sambil nunjuk ke sudut pojok madrasah. " ayo...!!! " Jawab Alfi. "Aisyah ayo hafalin mulai dari sini..." Alinka sambil nunjuk materi pelajaran.. " Iyah.." sahut Aisyah.


Mereka pun menghafal dengan kelompok nya masing-masing dengan fokus...


Kebetulan mereka di pengajian mendalami ilmu tajwid dalam Al-qur'an karna pengajian nya khusus untuk mendalami ilmu Al-qur'an.


Pas waktu setoran tiba, ustad datang dan siap mendengarkan hafalan mereka..


" Pak ustad datang.. Pak ustad datang.." teriak Aisyah memberitahukan pada semua..

__ADS_1


Semua murid duduk berbaris rapih dan sunyi karna ulangan akan segera di mulai, suasana pun turut menegang satu persatu murid di persilahkan ke depan dan menyetorkan hafalan nya.. Aisyah dengan gugup nya seakan gelisah.


" Kamu kenapa?? Kamu sudah hafalkan?? Kita kan udah hafalin tadi bareng-bareng jadi jangan lupa lagi yah..." tutur Alinka seraya memegang pundak Aisyah,, " Aku gugup teh, dan kalau gugup suka lupa lagi,," Jawab Aisyah.


Aisyah orang nya memang terbilang agak lemot karna dia usia nya yang terbilang paling muda diantara kita bertiga.


" Sudah jangan gugup,, tenang.. tenang.. tarik nafas dalam-dalam lalu keluarkan..." suruh Alinka pada Aisyah. Lantas Aisyah mengikuti saran Alinka...


" Aisyah kenapa teh?? " Tanya Alfi&Khadijah,, " biasa dia gugup.." timbal Alinka. " Kebiasaan dah anak itu mah.." Celetuk Alfi. " Sudah,, sudah,, lebih baik kita fokus sama pelajaran.." Sahut Alinka.


Ulangan pun berlangsung cukup lama dan giliran Aisyah yang maju kedepan dan menyetorkan hafalan nya. Tapi Aisyah tidak lulus dan Aisyah dapat hukuman dari ustad dia harus berdiri di depan dan gak boleh duduk. Alinka, Alfi sama Khadijah pun semakin menegang karna takut nasib nya sama seperti Aisyah. Dan Alhamdulillah Alinka, Alfi dan Khadijah lulus ujian dan tidak sampai mendapat hukuman.. waktu ulangan pun berlalu dan Aisyah di perbolehkan duduk kembali.


" Kenapa sih selalu aku yang tidak lulus dan dapat hukuman, meski aku sudah belajar tetap saja aku bodoh." keluh Aisyah kesal, bete, dan sedih.


Alinka, Alifi dan Khadijah berusaha menghibur Aisyah yang selalu kena hukuman, karna memang kebiasaan kita, kalau diantara kita ada yang merasa sedih kita pasti akan saling menghibur dengan kekocakan-kekocakan nya masing-masing.


" Udah Aisyah abis ini kita jajan biar rasa sedih kamu ilang ya, kamu laper kan??" Bujuk Alfi,, " Iya..." jawab Aisyah lemes. " Iya gampang menghibur Aisyah mah, kalau dia sedih ajak aja dia jajan dan makan sepuas nya, betul apa tidak??" Goda Khadijah jail.. " Apasih Khadijah temen nya lagi sedih juga malah di godain." Bela Alinka,, " Ya kan menghibur Aisyah teh nama nya juga..." jawab Khadijah ngeles... "Iya tapi tidak begitu cara nya..." jawab Alinka sambil tersenyum,, " Iya deh maaf,, maaf,, lebih baik sekarang kita ke warung udah laper nih."


ajak Khadijah,, " ayo... !!!" jawab Alfi, Alinka dan Aisyah kompak.


Sementara mereka memesan pesanan masing-masing mereka juga sambil bercanda karna itu kebiasaan 4 sekawan selalu heboh dan kocak.


" Yuk ah kita cepet ke pondok, mungkin bebep aku udah lama nunggu..." celetuk Aisyah ganjen, sambil mempercepat langkah nya " Kamu mah kalau sama pelajaran aja susah, tapi kalau masalah pacaran aja nomer satu." Dumel Alfi kesel.. " Iya nih anak pacaran mulu..." Balas Khadijah,,

__ADS_1


" Ya biarin aku kan terlanjur laku, banyak yang masih ngantri nunggu aku jomblo dan bisa jadian sama aku." jawab Aisyah gak mau kalah. " Masyaallah,, sudah jangan ribut-ribut di sini, kamu juga Aisyah jadi perempuan kamu jangan seperti itu." Alinka seraya menasehati. " Tuh denger tuh aku aja yang cantik pacar nya cuma satu..." Alfi membanggakan diri nya.


Sambil berjalan ke pondok tempat mereka tidur selama di pengajian.


" Tuh kan bener beberapa panggilan tak terjawab pasti deh mereka marah,," teriak Aisyah panik.. " Ya allah Aisyah tadi aja kamu berlinang air mata, sekarang ganjen nya kumat lagi." Khadijah menjawab teriakan Aisyah,, " Iya nih Aisyah, kapan tobat nya sih kamu??" Tanya Alfi kesel banget sama kelakuan Aisyah. Alinka hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kehebohan 3 teman nya itu.


" Sebener nya aku khawatir sama Aisyah,, ucap Alinka merasa sedih,, " Loh kenapa teh??" Tanya Alfi sama Khadijah penasaran. " Dia itu masih polos, tapi dia sudah banyak mengenal laki-laki, aku takut Aisyah kenapa-napa..." jelas Alinka pada teman-teman nya. " Abis dia susah di bilangin sih teh." Alfi seraya mengadu, " Iyah padahala kita udah berkali-kali kasih tau dia,," dan Khadijah pun serasa melanjutkan aduan Alfi.


"Mungkin karna dia masih muda jadi belum mengerti apa itu arti cinta yang sebenar nya, mudah-mudahan aja suatu hari nanti ketika Aisyah menginjak dewasa dia bisa mengerti bahwa apa yang di lakukan nya sekarang itu salah." Harap Alinka mengkhawatirkan Aisyah.


Teman-teman Alinka memang susah di kasih tau kalau pacaran itu haram dan gak boleh dalam agama, tapi banyak aja alasan mereka buat ngeles, terutama Aisyah, dia begitu karna puber yang belum waktu nya, pergaulan terdahulu nya yang membuat Aisyah sedikit agak agresif sama laki-laki, dan itu yang selalu membuat Alinka khawatir tentang teman-teman nya, ingin rasa nya Alinka mengajak mereka untuk berhijrah, tapi gimana cara nya?? Dia tidak tau harus mulai dari mana.


" Teman-teman aku mau hijrah..." sahut Alinka pada teman-teman nya." Hijrah kemana..?? jawab Alfi, Khadijah, Aisyah kompak. " Hijrah kepada kebaikan, aku mau hidup kita ini menjadi lebih baik lagi.. bukan hijrah pindah tempat yang aku maksud." Jelas Alinka


" Emang nya hidup kita yang sekarang salah ya??" tanya Alfi bingung. " Jelas salah,, aku membiarkan teman-teman ku melakukan dosa..." jawab Alinka sedih. " Loh dosa apa??" Alfi seraya masih bingung. " Pacaran... itu dosa yang tidak kalian rasa, seakan hal spele, padahal pertanggung jawaban nya berat di akhirat kelak.." jawab Alinka tegas sambil sedikit meneteskan air mata. " Loh teh kita kan udah bilang kalo pacaran cuma buat penyemangat aja gak lebih, lagian kita gak ngelakuin hal-hal negatif ko..." bantah Alfi,, " Tapi pacaran sendiri udah termasuk hal negatif, aku hanya takut kalian terjerumus..." Tutur Alinka sambil nangis


" Sudah,, sudah,, stop.. jangan malah debat dan brantem.. mungkin maksud teteh baik mengajak kita berubah menjadi orang yang lebih baik lagi, tapi teteh juga gak bisa maksain keadaan disaat yang lain lagi terfokus dengan dunia yang mereka suka, bakal susah teh yang ada bisa-bisa teteh malah di benci sama mereka." Khadijah melerai kedua nya supaya suasana menjadi kembali kondusif.


Alinka tertunduk seraya mengerti dengan ucapan Khadijah, Khadijah memang anak yang jenius serta bijak meski usia nya lebih muda dari Alinka tapi Khadijah sosok yang dewasa.


" Aku hanya takut,, aku khawatir, aku begini karna aku sayang kalian.." Tangis Alinka pecah. " Iya teh aku tau, aku ngerti, makasih udah khawatirin kita, tapi teteh harus tau gimana sifat dan watak Alfi dan Aisyah mereka berdua agak keras dan agak susah di bilangin, kalo salah langkah bisa-bisa ini bisa jadi bumerang buat pertemanan kita." Jelas Khadijah bijak sambil mengelus badan Alinka.. " Iya de, makasih udah ingetin teteh, hampir saja teteh salah langkah dalam bertindak." Sesal Alinka.


Sejak itu niat Alinka ingin berhijrah pertama-tama di mulai dari diri nya sendiri, karna mungkin teman-teman nya butuh proses dalam berhijrah, jadi Alinka biarkan saja seperti air yang mengalir dan menunggu hidayah akan datang sendiri pada hati teman-teman nya.

__ADS_1


__ADS_2