《 WAJAH DI BALIK CADAR 》

《 WAJAH DI BALIK CADAR 》
MENANTI DALAM PILIHAN Part10


__ADS_3

Ke esokan hari nya, Alinka pun mendatangi Rumah Khadijah seperti apa yang di janjikan nya kemarin dengan Aisyah...


Setelah sampai di rumah Khadijah, dia di sambut dengan adik adik Khadijah yang imut imut dan lucu lucu, kebetulan Khadijah anak terbesar ke dua setelah kakak perempuan nya, dia memiliki adik yang lumayan banyak, jadi keadaan rumah Khadijah ya setiap hari pasti rame dengan anak kecil...


" Assalamu'alaikum... " sahut Alinka dari depan rumah Khadijah


" Kakak... ada tamu... " teriak adik adik nya dari luar


" Siapa dik...?? " tanya Khadijah dari dalam rumah


" Gak tau, pokok nya kakak cantik... " jawab adik nya yang nomor 3 dan 4


Khadijah pun bergegas menengok siapa yang berada di depan rumah nya,,


Saat Khadijah melihat bahwa yang mendatangi rumah nya adalah Alinka, seketika dia langsung merangkul Alinka sembari berkata...


" Masyaallah teteh... kangen... " sahut nya sambil memeluk Alinka


" Sama aku juga kangen dek... " jawab Alinka sambil membalas pelukan Khadijah


" Ayo masuk... masuk teh.. kita bicara di dalam saja " sahut Khadijah sambil mengajak Alinka ke dalam rumah nya


" Maaf, keadaan rumah nya berantakan, maklum lah di sini banyak anak kecil... " ucap Khadijah kembali sambil membereskan beberapa mainan yang berserakan di lantai


" Tak apa Khadijah, santai aja, aku juga sudah terbiasa di tempat yang selalu ramai oleh anak anak kecil " jawab Alinka sambil tersenyum


" Iya teh, masyaallah... masih belum nyangka ih, berasa mimpi, teteh main ke rumah ku... " sahut Khadijah sambil duduk di samping Alinka


" Teteh apakabar, kapan pulang ke kampung teh?? " tanya Khadijah


" Alhamdulillah... kabar baik dek,, aku pulang udah 3 hari yang lalu " jawab Alinka


" Lah kok baru ke sini... " tanya Khadijah kembali


" Iya maaf dek, sebelum nya kan aku juga mengunjungi rumah Alfi dan Aisyah terlebih dahulu, berhubung rumah kamu yang paling jauh, jadi aku ke sini nya belakangan... maaf ya... " jawab Alinka sambil meminta maaf


" Iya teh tak apa, gak usah minta maaf, yang terpenting teteh bisa main ke sini... " ucap Khadijah


Lalu mereka saling bercerita dengan begitu lama nya, sampai sampai lupa waktu...


Khadijah bercerita, bahwa setelah dia selesai menimba ilmu di pengajian milik orang tua Alinka, banyak kejadian yang dia alami yang dia sendiri juga tidak sangka, konflik dan kebahagiaan silih berganti datang menghiasi kehidupan nya, dan sampai di titik dimana dia sekarang sudah menjadi seorang kepercayaan ustadzah di suatu yayasan dimana dia mengajar dan mengabdikan diri nya untuk mendidik generasi muda...


" Masyaallah... selamat ya dek, sekarang kamu sudah bisa merasakan bagaimana rasa nya mendidik anak anak, rasa nya luar biasa kan dek, suka duka nya dapet... " sahut Alinka setelah mendengar cerita Khadijah


" Iyah teh, berkah dari seorang guru dan doa dari teteh juga, aku bisa sampai di titik ini, gak nyangka teh, ternyata ngajar begini ya rasa nya, dulu aku lihat teteh berasa gampang, dan jika lihat teteh marah, hati ku berkata segitu aja pake marah, dan sekarang aku merasakan nya sendiri, tidak semudah itu teh ternyata... " jelas Khadijah sambil berkaca kaca


" Ya... begitulah resiko jadi seorang pengajar de, harus bisa di cap orang lain apa pun, asal kan niat kita tidak seperti yang mereka tuduh kan, kita marah di cap guru galak, kita terlalu lembut sama anak di cap gak tegas, padahal mereka sendiri pun belum tentu mampu jika mereka sendiri terjun ke lapangan seperti kita... " ucap Alinka seraya memberikan pepatah pada Khadijah


" Tapi kita gak boleh ambil perasaan atas kata kata mereka, kita harus tetap semangat berjihad di jalan allah dek... " sambung Alinka


" Iya teh, gak bakal ambil perasaan atas penilaian orang, makasih atas masukan dan nasehat nya teh..." ucap Khadijah sambil memeluk Alinka


Setelah sekian lama berbincang, tidak terasa sore pun menjelang dengan senja nya yang begitu indah, saat nya Alinka harus pamit pulang...


Setelah pulang ke rumah, seperti biasa Alinka menceritakan semua pengalaman nya hari ini ke ibu, sambil berbuka puasa bersama keluarga nya, Alinka sangat senang bercerita dengan keluarga nya...


12 hari pun berlalu, Alinka berada di kampung halaman nya sendiri, sampai di malam takbiran yang penuh suka duka, Alinka merayakan hari raya idul fitri pertama nya setelah dia mempunyai pekerjaan bersama keluarga inti nya, dan malam itu pula, Alfi teman dekat nya pun datang dari perantauan dan mendatangi Alinka di rumah nya...


" Assalamu'alaikum... "


Terdengar suara mengucapkan salam, di sela sela keramaian gemuruh suara takbir di masjid dekat rumah Alinka


" Wa'alaikumussalam... " jawab Alinka keluar dari kamar dan bermaksud menyambangi nya ke depan rumah..


" Teteh....!!!! " sahut Alfi sambil merangkul nya


" Dek... kamu baru pulang..." ucap Alinka sambil memeluk nya erat


" Iya teh, kebetulan baru dapat libur... " jawab Alfi sambil menatap Alinka


" Teteh kangen... sumpah,, ini berasa mimpi... udah satu tahun kita gak ketemu ya teh..." ucap Alfi kembali


" Iya sama... aku pulang udah banyak perubahan di sini dek, dan alhamdulillah teman teman kita juga sudah mulai menjadi orang sukses satu persatu... " ucap Alinka


" Oyah teh... siapa aja...?? " tanya Alfi


" Kamu belum tau, Khadijah sudah bisa menjadi ustadzah, dan Aisyah tanggal 4 syawal ini dia akan menikah... " jawab Alinka


" Masyaallah... beneran itu teh?? Ini kabar bahagia banget teh, ternyata teman teman kita sendiri ya, udah pada mulai punya kehidupan masing masing... " sahut Alfi sangat terkejut dan gembira


" Ya... dan salah satu nya juga kamu, sekarang udah sukses ya jadi wanita karir, seperti yang kamu cita cita kan dulu dek... " ucap Alinka


" Iya... alhamdulillah teh, gak nyangka aku juga, proses nya begitu cepat... " jawab Alfi


" Itu lah kehendak dan takdir allah, siapa yang tau dek... " ucap Alinka


" Iya bener teh, aku sangat sangat bersyukur dengan apa yang telah aku capai saat ini... " jawab Alfi


" jangan lupa sedekah nya ya dek, biar rezeki nya lancar dan kamu bisa mendapat banyak berkah nya... " ucap Alinka


" Iya pasti itu teh, sudah aku niatkan dari jauh jauh hari, dan ini juga mau nganterin sedikit hasil keringat aku dari kerja selama satu tahun, buat anak anak yatim dan orang tidak mampu di kampung kita, aku mau serahkan sama ustad aja, biar ustad yang memberikan kepada orang orang yang membutuhkan nya..." jawab Alfi

__ADS_1


" Iya sebelum nya teteh ucapkan terimakasih dek, sudah berkenan menabung untuk akhirat " ucap Alinka


Alfi pun memberikan Alinka beberapa oleh oleh yang dapat dia bawa dari kota,,


" Dan ini sedikit oleh oleh untuk teteh, maaf belum bisa kasih yang mahal teh, hanya hantaran sederhana saja, doain nanti kalo aku naik jabatan bisa kasih teteh lebih... " ucap Alfi sambil memberikan satu parsel hari raya kepada Alinka


" Aamiin... " jawab Alinka


" Oyah gimana kabar teteh sendiri, apakah pekerjaan nya bagus dan bagaimana teh ayo ceritakan pada ku... " tanya Alfi tak sabar ingin mendengar cerita pengalaman Alinka


" Cerita nya besok aja ya sayang, kasian kalo cerita sekarang gak bakal tamat sampai subuh nanti, kamu cape, harus istirahat dan sekarang lekas lah pulang ke rumah, nenek dan kluarga mu pasti sudah lama menunggu kedatangan mu... " jawab Alinka


" Oh yaudah,, besok aku balik lagi ke sini ya teh, sampai jumpa lagi besok.... " sahut Alfi


" Makasih juga atas oleh oleh nya ya dek... " ucap Alinka


" Iya sama sama teh... " jawab Alfi sambil beranjak pergi


Setelah Alfi beranjak dari rumah nya, tiba tiba handphone Alinka berdering keras nya, ternyata...


Satu panggilan video masuk di wathsapp nya,,


Alinka segera mengangkat panggilan itu, ternyata Abi Fakhry dan umi Fatimah lah yang berada di panggilan itu...


" Assalamu'alaikum... " sahut keluarga Abi Fakhry ramai ramai


" Wa'alaikumussalam... " jawab Alinka sambil terlihat bahagia dan haru


" Taqobalallahu minna waminkum,, shiyamana wa shiyamakum,, selamat hari raya idul fitri mohon maaf lahir dan batin Anak ku,, dari Abi sekeluarga sayang..." sahut Abi memulai percakapan nya


Alinka langsung terlihat meneteskan air mata haru nya melihat kekompakan keluarga kedua nya, ternyata di sana sudah pada ngumpul, lengkap dengan hadir nya abang Faiz yang baru pulang dari kairo...


" Sama sama abi,, Alin juga sekeluarga mohon maaf lahir dan batin... " jawab Alinka sambil sesekali mengusap air mata nya


" Kenapa nangis nak...?? Tak boleh nangis di hari bahagia seperti ini, ayo mana senyuman terindah nya kami ingin lihat... " sahut umi sambil sedikit menghibur Alinka


" Alin bukan sedih umi, tapi Alin haru, sejujur nya Alin ingin kumpul bersama kluarga umi di sana, tapi di sini juga keluarga Alin menginginkan kehadiran Alin, kedua belah pihak keluarga ini sungguh sulit untuk Alin pilih salah satu nya... " jawab Alin sambil tersenyum dan terus menetaskan air mata


" Mana adik abang yang paling sholehah, abang mau lihat,,!!! " ucap bang Faiz sedikit menggoda Alinka


" Iyah bang, gimana kabar nya sehat kah...?? " jawab Alinka sambil tersenyum


" Alhamdulillah abang sangat sehat, apalagi setelah melepas rindu dengan keluarga, hanya kamu saja yang tidak ada, kenapa gak tunggu abang...?? " tanya Faiz lembut


" Maaf bang, Alin juga buru buru, karna sudah tidak ada waktu lagi, abang lah sekarang yang kesini ya, ke kampung halaman Alin... " jawab Alinka sambil tersenyum manis


" Besok kan hari raya, waktu nya me time bareng keluarga, dan lagi besok Dimas akan datang, jadi maaf abang belum bisa menemui kamu di sana... " ucap Faiz


" Iya semoga sebelum kamu berangkat ke kairo kita bisa bertemu ya... kamu berangkat dari sini kan...?? " tanya Faiz


" Belum tau juga Alin bang, gimana nanti saja, Alin nurut aja apa kata abi... " jawab Alinka


" Cepet pulang, abang sangat penasaran lah dengan sosok Alin yang asli, kenapa hanya abang yang mengenal Alin lewat handphone saja... " ucap Faiz


Alinka hanya bisa tersenyum mendengar kata kata Faiz


" Abang,, memang Alin hantu, sampe di panggil sosok segala... " jawab Alinka sambil tertawa kecil


" Iya maksud nya kamu itu seperti hantu, ada tapi abang belum mengenal asli nya kamu... " ucap Faiz


" Mungkin belum saat nya bang... " jawab Alinka sambil tersenyum kembali


" Udah udah,, kenapa jadi abang doang dah yang ngobrol sama kak Alin kita juga mau kali... " sahut Zainab, Salma dan Fitria sambil rebutan tempat tepat di depan layar laptop abi


" Haha.... hai,, adik adik ku yang cantik apa kabar kalian sayang...?? " tanya Alinka sambil tersenyum melihat tingkah mereka


" Iya kak, alhamdulillah kita baik, kakak nih mau menang sendiri laptop nya masa dia aja yang pegang, kan kita juga kangen sama kak Alin ya... " jawab Zainab dan adik adik nya


" Iya iya... alhamdulillah kalo kalian sehat sehat, gak usah rebutan seperti itu nanti laptop nya bisa jatoh, ngomong ngomong puasa nya pada tamat gak buat Salma sama Fitria,, ?? " tanya Alinka kembali pada adik adik nya


" Oh iya kak, Fitria bolong tuh puasa nya dia pertama kali dateng bulan... " sahut Salma sambil meledek adik kecil nya


" Masyaallah.... selamat ya adik ku akhir nya kamu menginjak remaja, kalo sudah remaja seperti itu ibadah nya harus lebih baik lagi ya sayang ku... " jawab Alinka sambil tersenyum dan lembut mengayomi sikap adik adik nya


" Iya kak... makasih,, " ucap Fitria sambil terlihat cemberut


" Loh adik kenapa kok muka nya di tekuk seperti itu,,?? " tanya Alinka kepada Fitria yang terlihat sedih


" Kak Salma seharus nya gak usah bilang kaya gitu, Fitria kan jadi malu... " jawab Fitri sambil menekuk muka nya


" Loh kenapa malu, gak papa lagian itu wajar untuk seorang perempuan sayang ku, coba adek tanya aja sama umi... cerita kali aja perasaan adek bisa enakan dikit... " ucap Alinka


" Tadi nya kan Fitria mau cerita sendiri sama kakak, diem diem gitu, karna Fitria malu kak... " sahut Fitria masih terlihat kusut


" Gak papa sayang, seharus nya kamu seneng, berarti kamu norma sebagai seorang perempuan, orang lain malah ada yang tidak bisa seperti kita dek, jadi kita masih beruntung terlahir sebagai perempuan normal... " jawab Alinka sambil sedikit menasehati adik nya yang baru menginjak remaja


" Emang ada ya kak,, ?? " tanya Fitria


" Tentu saja ada sayang,, jadi kamu harus bersyukur ya, kamu di beri kesehatan sama allah, kamu bisa menjadi perempuan normal... " jawab Alinka dengan penuh kelembutan


Baru lah wajah Fitria terlihat tersenyum setelah mendengar perkataan Alinka

__ADS_1


" Makasih ya kak,, " ucap Fitria


" Iya sama sama sayang... " jawab Alinka sambil tersenyum


" Oyah nak,, ibu sama abi mu mana...?? " tanya abi Fakhry dan umi Fatimah


" Oh iya.. ada abi,, Sebentar Alin panggilakan... " jawab Alinka sambil segera memanggil ibu sama abi nya


Setelah itu barulah orang tua Alinka sama keluarga abi fakhry pun asyik bercakap, dengan saling cerita...


Setelah beberapa saat mereka mengobrol abi Hasan pun memanggil Alinka


" Lin... ini abi udah cukup ngobrol nya sama abi Fakhry... " ucap nya sambil mengulurkan handphone Alinka


" Iya abi... " jawab Alinka sambil mengambil handphone dari tangan abi


" Assalamu'alaikum... abi sudah terobati rasa rindu nya,,?? " tanya Alinka kepada abi Fakhry


" Iyah nak... seru sekali abi mengobrol dengan ibu sama abi Hasan, sampai lupa waktu kalo abi harus kemesjid untuk takbir bersama sama warga yang lain nya... " jawab abi Fakhry sambil tertawa


" Ya sudah kalo begitu syukurlah abi, sampai ketemu di waktu yang sudah di tentukan ya... " ucap Alinka


" Iya sayang, sekali lagi selamat hari raya idul fitri dari kami semua... " ucap abi Fakhry dan keluarga sambil melambaikan tangan nya


" Selamat menggemakan takbir abi, Alin pamit dulu,, Assalamu'alaikum... " ucap Alinka


" Wa'alaikumussalam... " jawab abi Fakhry dan keluarga


Keesokan hari nya,, tepat pukul 06.00 Alinka dan umi sudah berada di majlis terdekat, persis berdekatan dengan masjid dan rumah nya, disana lah jema'ah wanita melaksanakan sholat ied berjama'ah dan untuk jema'ah laki laki bertempat di masjid utama...


Tidak henti Alinka terus mengusap airmata bahagia nya, karna dia tak menyangka di hari raya ini, dia masih punya kesempatan untuk berhari raya bersama keluarga dan sanak sodara nya, di tambah dengan kabar gembira dari teman teman nya dan keberhasilan Alinka menggapai asa nya sedari dulu, yaitu bisa berkuliah di luar negri...


" Alin kenapa...?? " tanya ibu ketika ibu melihat Alinka terus mengusap air mata nya yang tidak henti menetes dari pelupuk mata nya


" Tidak bu, Alin cuma nguap..." jawab Alin tidak ingin merusak suasana


" Jangan bohong... " ucap ibu


Karna ibu pasti tau apa yang sedang Alinka rasa kan tanpa dia bercerita pun


" Alin cuma haru bu, tidak Alin sangka, usia Alin sampai saat ini, dan masih di beri kesempatan untuk berkumpul bersama sanak saudara di hari yang bahagia ini... " jawab Alin sambil tersenyum


" Oh ternyata itu alasan nya,, maka nya nak, banyak banyak lah kamu bersyukur pada allah, allah telah baik kepada kita, terus memberikan kebahagiaan yang sangat luar biasa, tepat di hari yang bahagia ini,, " jawab ibu sambil memeluk putri bungsu nya


Setelah itu, baru lah sholat ied pun di mulai, semua sholat berjama'ah dengan begitu khusyuk nya, dan suasana pagi itu pun sangat terasa sakral...


Setelah melaksanakan sholat ied, seperti biasa Alinka pasti sungkeman pada abi dan ibu juga abang nya, lalu kemudian berkeliling ke rumah sanak saudara atau mereka yang biasa nya ngumpul di rumah Alinka...


" Bu... mohon maaf lahir ya bu, maafin Alinka yang selalu bikin ibu repot,, " ucap Alinka sambil bersimpuh di kaki ibu nya


Ibu pun lalu membangunkan Alinka lalu memeluk nya,,


" Ibu juga minta maaf ya sayang, jika ibu masih belum bisa membahagiakan mu, ibu belum bisa memberikan mu fasilitas yang memadai, karna keadaan keluarga kita yang sederhana ini,, sampai sampai kamu ingin kuliah pun kamu harus berjuang sendiri, bukan dari jerih payah keringat ibu sama abi... " ucap ibu sambil memeluk dan mencium nya


" Justru Alin sengaja bu, Alin sudah cukup merepotkan ibu sama abi dari semenjak Alin kecil, belum lagi Alin kecil yang sering sakit sakitan, dan di vonis menderita penyakit Leukimia, membuat harta dan kekayaan ibu sama abi habis terkuras untuk pengobatan Alin.. tapi Alhmadulillah Alin dewasa sudah mulai tidak sakit sakitan lagi " ucap Alinka sedikit menceritakan masa kecil nya


" Itu bukan kerepotan nama nya nak, tapi itu sudah kewajiban ibu dan abi untuk menyelamatkan nyawa buah hati kami satu satu nya, anak bungsu kami, anak perempuan satu satu nya kami, dengan sekuat tenaga kami memperjuangkan mu untuk bertahan, karna kamulah generasi penerus kami satu satu nya yang besar harapan kami jatuh kepada mu, meski masih ada kakak, tapi kakak adalah anak laki laki, dia tulang punggung keluarga dan pondasi buat keluarga kita di saat kita sudah tiada nanti nak, tapi kamu, kamu adalah pewaris keturunan kami, dari kamu akan lahir keturunan keturunan abi dan ibu untuk generasi selanjut nya, maka dari itu kami sangat berusaha mempertahankan mu... " jelas ibu sambil berderai air mata


Alinka pun memeluk ibu sangat erat sambil berkata


" Aku sayang ibu karna allah,, akan ku balas pengorbanan ibu dengan prestasi Alin nanti dan Rasa bangga yang membuat ibu merasa berharga telah melahirkan Alin... " ucap Alinka sambil meneteskan air mata nya


" Aamiin... nak... Aamiin... ibu doakan semoga nanti Alin kuliah nya lancar, dan bisa sukses menggapai cita cita Alin, ingin membahagiakan ibu sama abi, tapi saat ini juga ibu sama abi sudah merasa cukup bangga atas keberhasilan kamu nak, meski kamu tidak bisa berkuliah di luar negri, kamu tetap putri bungsu kebanggaan kamim..." jawab umi sembari menyelipkan doa di sela sela perbincangan nya lalu mecium kening Alinka


Setelah sungkem pada ibu, Alinka lanjut sungkem sama abi...


" Abi... Selamat hari raya mohon maaf lahir dan batin, Maafin Alin selama ini belum bisa bahagiain abi, masih merepotkan abi, masih makan dari hasil jerih payah abi, maafkan Alin belum bisa membalas itu semua pada abi... " ucap Alinka sambil bersimpuh di kaki abi Hasan


" Bangun nak... abi sudah maafkan Alin dari sebelum Alin meminta pun abi akan selalu memaafkan Alin, sebagai orang tua dan sebagai ayah abi wajib menafkahi mu nak, dengan cara abi harus memberi mu makan makanan yang halal, pendidikan mu dan semua keperluan mu, itu sudah menjadi tanggung jawab abi sebagai ayah mu, bukan menjadi hutang jika kamu tidak bisa membalas itu semua, karna yang abi harapkan bukan lah itu, harapan abi hanya ingin melihat Alin sukses aja udah, terus Alin bisa menikah dengan jodoh pilihan Alin yang terbaik bagi allah dan hidup bahagia dapat keturunan yang sholih wa sholihah, agar jejak abi ada yang nerusin, bangun lagi pondok pesantren kebanggaan abi dulu yang kini telah lama tertidur lelap, kelak kamu dan suami mu akan menjadi pewaris tunggal atas nama besar pondok pesantren itu, karna kakak mu udah beda jalur nak, meski masih sama sama di dunia pendidikan tapi abang mu lebih memilih menjadi PNS bukan ustad, tapi itu sama saja membuat abi bangga, anak anak abi memang begitu hebat, teruslah kejar cita cita dan keinginan mu... " jawab abi panjang lebar sambil mencium dan memeluk putri bungsu kesayangan nya


" Terimakasih abi, kasih sayang abi selama ini sangat berharga bagi Alin, Alin sayang abi karna allah, Alin janji, Alin akan balas kasih sayang abi dengan rasa bangga abi terhadap Alin... " ucap Alin sambil memeluk abi nya


Lalu Alin pun menoleh ke arah kakak satu satu nya...


" Abang... !!! " sahut Alin sambil menghampiri kakak nya dan memeluk nya


Tidak seperti biasa kakak pun membalas pelukan Alinka


" Maafin aku ya Bang, kadang suka kesel sama abang, suka ngerjain abang, tapi jujur aku sayang abang karna allah... " ucap Alinka


" Iya cengeng,, udah jangan mellow, harus nya kita bahagia di hari raya ini, maafin abang juga kadang suka terlihat cuek sama kamu, galak, dan jahil.. tapi jujur abang juga selalu mengkhawatirkan mu, apalagi sekarang kamu jauh dari ibu sama abi... " jawab kakak sambil memeluk dan mengelus kepala Alinka


" Iya, Alin tau kok, kalo Alin sakit abang kan yang suka paling panik... " ucap Alinka sambil tersenyum


" Gak juga ah... " jawab kakak


" Ah abang jangan bohong, jujur aja mumpung hari raya idul fitri ini, jangan ada dusta diantara kita... " ucap Alinka menggoda kakak nya


Dan kakak hanya mengelus kepala adik manja nya itu


Setelah itu sanak saudara pun mulai berdatangan di rumah Alinka, juga sahabat sahabat nya ikut serta meramaikan hari raya yang begitu indah ini...

__ADS_1


Dan Alinka pun mengahabis kan moment indah itu dengan penuh gembira dan bahagia...


__ADS_2