
Pada satu hari, tiba saat nya Alinka menjalani kehidupan baru nya, ini hari pertama dia mulai masuk mengajar di pesantren ustad Fakhri, dan ustad mulai mengenalkan Alinka pada pengajar lain,,
__ADS_1
" Assalamu'alaikum... semua,, hari ini saya membawa seseorang yaitu pendidik baru di pesantren ini, dia tidak lain adalah ponakan saya sendiri yang berasal dari desa, sengaja saya bawa dia ke sini karna kemampuan nya cukup untuk membantu kita semua, yang saat ini alhamdulillah santri dan murid baru di sini sangat melonjak, jadi otomatis kita perlu banyak lagi tenaga pendidik baru, saya akan tempat kan dia di tingkat Madrasah diniyah ( TPA, RA dan TPQ ), insyaallah dia mampu mengemban amanat ini,, " jelas ustad Fakhri panjang lebar pada para pendidik nya.. " Silahkan Alinka perkenalkan diri mu... " perintah ustad Fakhri " Assalamu'alaikum... perkenal kan nama saya Alinka saya pendidik baru di sini, dan saya mohon bantuan nya jika ada yang masih saya tidak mengerti " sahut Alinka pada semua... dan semua menjawab perkenalan Alinka dengan ramah... dan Alinka pun di persilahkan duduk di meja kerja nya sendiri di kantor tempat semua guru berkumpul... lalu ada salah seorang pengajar juga menghampiri Alinka dan mengajak berkenalan.. " Hai... nama saya Rahma guru Madrasah Ibtidaiyah ( SD ) sahut guru itu pada Alinka,, " Oh iyah... nama saya Alinka,, senang berkenalan dengan anda " jawab Alinka ramah " Panggil saja Rahma, biar lebih akrab..." sahut Rahma " Iyah,, mbak Rahma " jawab Alinka masih sungkan... " Jangan panggil mbak,, apa aku kelihatan lebih tua dari kamu?? Kya nya kita seumuran deh " sahut Rahma,, " Oh iyah.. maaf " jawab Alinka sambil tersenyum... " Oyah, kamu beneran ponakan pak ustad?? " tanya Rahma ,, Alinka hanya bisa tersenyum dan mengangguk... " Enak ya,, kamu punya sodara ustad besar jadi kamu gak susah kalo cari kerja " ucap Rahma,, " Enggak juga ukhty,, saya pun dahulu nganggur lama di desa, hanya bisa bantu bantu orang tua aja di majlis buat ngajar anak anak mengaji..." jawab Alinka,, " Kalo saya dulu kerja sebelum masuk ke sini sebagai pegawai toko, tapi penghasilan nya tetap tidak mencukupi kebutuhan keluarga ku, maka nya aku cari kerja lain dan aku menemukan kerjaan ini, dan emang dari dulu cita-cita pengen jadi seorang pengajar jadi aku rela nerusin sekolah dulu biar bisa masuk ke sini, dan alhamdulillah setelah lulus S1 saya bisa di terima ngajar di sini dengan tugas sebagai guru madrasah ibtidaiyah..." cerita Rahma panjang lebar... Alinka pun menyimak cerita rahma dan saling berbincang... dan tiba saat nya jam pelajaran pertama pun masuk, lalu Alinka pun bergegas menuju ruang kelas yang berisi anak anak kecil yang lucu lucu dan masih unyu unyu,, riuh nya suara mereka menjadikan salah satu hiasan di hari pertama nya Alinka mengajar anak anak TPA...
__ADS_1
" Assalamu'alaikum..." sahut Alinka mengucap kan salam pada anak anak yang lagi asik dengan kesibukan nya masing masing... lalu ada salahsatu anak yang melihat kehadiran Alinka lalu berteriak " Ada ibu guru baru... !!! " spontan semua menengok ke arah Alinka dan Alinka pun melambaikan tangan pada murid murid nya,, " Hai... semua... apa kabar?? " sapa Alinka,, anak anak hanya bisa menatap Alinka mungkin belum terbiasa melihat orang bercadar, menjadikan mereka tidak bisa berkata kata... " Jangan takut sama ibu ya... karena ibu juga manusia sama seperti kalian,, cuma pakaian ibu saja yang sedikit agak berbeda dengan kalian " dengan ramah nya Alinka membuat anak anak senyaman mungkin berada di dekat nya,, lalu ada satu anak bertanya " Ibu,, ibu,, kok kaya ninja?? " dengan polos nya anak itu menanyakan ketidak biasaan cara berpakaian Alinka " Ibu bukan ninja nak,, ibu sama seperti kamu dan kalian semua, tapi ibu berpakaian seperti ini agar lebih berbeda dengan yang lain, dan mudah di ingat dan tidak gampang untuk di lupakan..." jawab Alinka bingung takut kata kata nya tidak bisa di pahami oleh anak anak... " Nah,, karna ibu baru di sini, dan belum mengenal kalian, maka pelajaran hari ini ibu beri judul *PERKENALAN* pertama di mulai dari ibu dulu ya setelah itu di lanjut oleh kalian..." sahut Alinka dengan penuh kelembutan... " Perkenal kan nama ibu adalah *ALINKA* ibu berasal dari desa, dan usia ibu adalah 24 tahun..." sahut Alinka,, " Ada yang mau di tanya kan anak anak?? " tanya Alinka... satu anak mengangkat tangan dan memberi pertanyaan pada Alinka " Ibu lahir tanggal berapa?? " tanya anak itu,, " Bagus nak berani bertanya tanda nya anak yang hebat ( tepuk tangan ) ibu lahir tanggal 5..." jawab Alinka... lalu salah satu anak lain mengangkat tangan lagi untuk memberi pertanyaan... " Ibu lahir bulan apa bu...?? " tanya si anak... " Ibu lahir bulan.... sehabis januari apa...?? " sahut Alinka,, dan semua anak menjawab " FEBRUARI " Alinka pun bertepuk tangan seraya berkata " Iyah betul... anak anak pintar ( bertepuk tangan ) " lalu salah satu anak bertanya lagi " Apakah ibu sudah menikah?? " pertanyaan yang sangat polos lalu Alinka menjawab nya " Ibu belum menikah alias masih sendiri belum punya pasangan " lalu salah satu anak bertanya lagi " Lalu kapan ibu akan menikah?? " pertanyaan nya membuat Alinka tersenyum sendiri " Jika allah sudah berkehendak maka ibu pun akan menikah " jawab Alinka... " Yah kita gak bisa cepet cepet kasih kado dong kalo ibu nikah nya masih lama " sahut salah satu anak,, " Kalo ingin kasih kado kan masih ada di hari ulangtahun ibu, jadi siapa niii yang mau kasih kado kalo ibu ulangtahun...?? " tanya Alinka,, dan anak anak pun menjawab " Saya...!!! " dengan riuh nya... lalu perkenalan satu persatu murid pun di mulai sampe semua giliran habis dan bell tanda pulang pun berbunyi... " Nah,, berhubung hari ini tema nya perkenalan jadi kita boleh pulang lebih awal... " sahut Alinka gembira,, lalu anak anak pun berteriak... " Yeeee... kita udah boleh pulang... !!! " lalu mereka pun berdoa dan bersiap untuk pulang lalu salam dan mencium tangan Alinka satu persatu... pelajaran berakhir dengan singkat dan ceria meski singkat asal anak anak bahagia,, cukup mereka bisa mengenali ku dulu saja lalu besok udah mulai bisa belajar dengan kondusif ( gumam Alinka dalam hati ) lalu Alinka pun berjalan di koridor sekolah dan bertemu dengan banyak anak anak... mereka saling menatap Alinka yang berpakaian berbeda, tapi Alinka berusaha untuk di sukai mereka, dengan cara Alinka menyapa setiap anak dengan ramah dan menyempatkan diri untuk sekedar bercanda singkat dengan mereka.. Alinka pun tiba di kantor dan menyimpang buku buku pelajaran, lalu Alinka pun duduk sejenak sambil melihat berkas berkas yang harus di pelajari sambil nunggu jam pelajaran kedua untuk mengajar anak anak RA,,
__ADS_1
Lalu Rahma pun datang menghampiri " Hai.. Lin.. gimana pengalaman pertama nya disini seru gak?? " sahut Rahma,, " Alhamdulillah bu.. seru tapi lucu juga " jawab Alinka.. " Lucu bagaimana ?? " tanya Rahma " Masa anak anak saat perkenalan tadi selalu menanyakan saya sudah menikah atau belum, memang mereka sudah mengerti dengan hal itu.. " cerita Alinka sambil tersenyum " Oh itu,, mungkin anak anak karna denger usia kamu sudah 24 kali maka nya mereka penasaran kamu sudah menikah atau belum, kan rata rata di usia segitu biasa nya sudah menikah malah udah punya anak 2 " jelas Rahma,, " Iyah kali ya bu,, saya jawab jujur saja toh mereka pun masih polos,," jawab Alinka " Ya kita kalo sama anak anak harus apa ada nya aja seperti mereka " sahut Rahma " Iyah bu ya... " jawab Alinka sambil tersenyum " Mudah mudahan dengan ada nya kamu di sini, kamu bisa menemukan jodoh mu di sini Lin..." harap Rahma " Aamiin... makasih ya Rahma " Rahma dan Alinka pun berusaha saling mengangkrapkan diri... " Iyah Lin,, karena seharus nya cw seusia mu itu sudah menikah " lalu Alinka pun merenung seperti ada yang di pikir kan... " Kenapa Lin... ucapan ku ada yang salah ya kok kamu langsung bengong " tanya Rahma " Oh.. enggak enggak bu,, saya lupa belum melihat materi hari ini untuk anak anak TPQ..." jawab Alinka seolah mengganti topik pembicaraan,, " Oh.. begitu ya,, yaudah kalo gitu aku tinggal dulu ya,, jam istirahat udah mulai habis " ucap Rahma sambil pamit " Oh iya iya bu silahkan... " jawab Alinka,, lalu Alinka pun mulai mempersiapkan buku buku pelajaran kembali... lalu jam pelajaran pun di mulai lantas Alinka menjalankanbtugas nya seperti yang sebelum nya... tugas mengajar pas sampai sesudah ashar baru semua bisa pulang dan beristirahat,, tapi Alinka setelah pulang ke rumah dinas lalu bersih bersih, sholat dan istirahat sejenak lalu pergi ke rumah umi Fatimah seperti pesan nya waktu itu,, ternyata umi Fatimah memanggil nya ke rumah hanya untuk mengenalkan Alinka ke putri ke dua nya Zainab yang waktu itu gak ada karena masih kuliah,, " Assalamu'alaikum..." sahut Alinka depan pintu rumah umi Fatimah,, " Wa'alaikumussalam..." jawab umi Fatimah dari dalam... " Eh nak.. ayo masuk masuk,, kebetulan Zainab juga baru dateng tadi jam 3, sebentar umi panggilkan.. kakak.. kakak... sini dulu nak, ada yang mau umi kenalin..." sahut umi pada Zainab yang masih ada di dalam kamar nya,, " Iyah mi,, kakak itu udah dateng yah " jawab Zainab sambil berjalan menuju umi dan Alinka... " Lah ko Zainab udah tau Alinka umi?? " tanya Alinka pada umi,, " Haha... kan umi udah cerita sama Zainab nak, jadi dia udah tau lah nama nya doang orang nya belum " jelas umi,, dan Alinka pun menganggukan kepala seraya mengerti... " Hai... wah ternyata spesial ya orang nya umi kakak gak nyangka kirain wanita biasa ternyata wanita bercadar subhanallah... " ucap Zainab kagum " Biasa aja kok ukhty saya sama seperti ukhty juga " jawab Alinka sungkan,, " Bicara nya biasa aja jangan terlalu formal gak enak di denger nya, panggil aku Zainab aja biar lebih akrab, lagian kaya nya kita seumuran yah?? " tanya Zainab " Iyah Zainab usia ku 24 th " sahut Alinka " Tuh kan,, gak jauh beda aku 22 th " jawab Zainab.. lalu Alinka dan Zainab pun mulai lebih akrab,,
__ADS_1
Memang keluarga ustad Fakhri itu sangat baik dan sangat welcome pada Alinka, sampai sampai ustad Fakhri sendiri menganggap Alinka sebagai anak nya sendiri bukan orang lain, kasih sayang nya sama seperti yang beliau berikan pada anak anak kandung nya, selain itu ustad Fakhri pun orang yang sangat adil dalam rumah tangga, menjadikan keluarga nya menjadi satu keluarga yang amat sangat rukun, meski setelah kedatangan Alinka seseorang yang datang dari luar, lalu ustad Fakhri mengangkat nya sebagai anak.
__ADS_1