
Setelah adzan maghrib tiba dan selesai berbuka puasa, Zainab pun berbincang sedikit dengan Alinka
" Kak... aku tau kakak nyaman kan sama ustad Farid... " tanya Zainab
Alinka menatap adik nya dan hanya memberikan senyuman...
" Rasa nyaman bukan berarti jodoh dek... " ucap Alinka sambil menatap nya
" Lalu yang selama ini kakak rasakan pada nya apa...?? " tanya Zainab kembali
" Hanya kagum... dan itu bukan berati suka... " jawab Alinka
" Terus... jika aku menerima lamaran ustad Farid kakak bakal sedih gak...?? " Zainab terus bertanya kepada Alinka sampai tidak ada satu hal pun yang dia tidak ketahui terhadap kakak nya dan ustad Farid...
" Kenapa harus sedih, toh jelas jelas ustad Farid telah memilih mu, dan ingin menjadikan mu masa depan nya, tak apa lah dek, jangan risaukan kakak mu ini, mungkin belum saat nya allah mempertemukan kakak dengan jodoh kakak, lagi pula kakak kan mau fokus kuliah dulu... " jelas Alinka
Zainab pun terdiam dan sedikit merenung...
" Tapi kak... " sahut Zainab
" Tapi apalagi dek...?? Kamu merasa gak enak sama kakak?? Kakak kan udah bilang kakak gak menyimpan harapan sama ustad Farid, cuma sekedar kagum saja itu bukan berarti perasaan yang lebih... sudah lah jangan merasa gak enak, toh ustad Farid juga biasa biasa aja kan... " jelas Alinka meyakinkan adik nya
" Kalo begitu, terimakasih ya kak... insyaallah Zainab udah punya jawaban nya untuk ustad Farid... " ucap Zainab
" Alhamdulillah... bagus lah dek,, jangan sampai kecewakan ustad Farid sama abi dan umi juga ya... " sahut Alinka sambil memeluk nya
Satu minggu berlalu,, ustad Farid pun kembali mengunjungi rumah abi Fakhry beserta rombongan keluarga besar nya, meski ustad belum tau pasti jawaban nya akan seperti apa, tapi ustad Farid sudah ikhlas dengan apa yang akan terjadi nanti, sekali pun nanti dia hanya akan mendapat suatu penolakan, setidak nya dia sudah berani datang dan berani langsung melamar wanita yang di cintai nya di hadapan kedua orang tua nya langsung...
Pada hari itu abi dan umi sangat lah bahagia melihat peristiwa itu, tidak di sangka secepat ini anak gadis nya di lamar oleh seorang pria yang begitu berani terlebih pria itu satu profesi dengan abi yaitu seorang pendakwah juga...
Hati Zainab semakin gak karuan, deg degan campur gugup, dia belum percaya kalo hari itu dia akan di lamar oleh seseorang dan mendahului kakak nya sendiri Faiz dan Alinka...
Sedih bercampur bahagia, tapi inilah takdir allah yang tidak bisa dia hindari...
" Gimana dek udah siap...?? Kakak antar ke depan... " tanya Alinka yang sudah rapih terlebih dahulu di banding adik nya
" Bentar dulu kak, pakaian ku belum rapih ni... " jawab Zainab sambil merapihkan baju gamis nya
" Sini kakak bantu... " ucap Alinka sambil membantu merapihkan baju Zainab dan memakaikan kerudung syar'i pada Zainab yang terlihat sangat anggun dan cantik...
" Masyaallah... cantik nya adik tomboy kakak, wah kalo begini setiap hari baru cocok nih jadi istri seorang ustad... " canda Alinka sedikit menggoda adik nya itu
" Ih apaan sih kakak... iya dah aku kan gak bisa berpakaian syar'i seperti kakak,, " sahut Zainab
" Tapi setidak nya nanti kamu mau belajar ya dek... " ucap Alinka sambil merapihkan kerudung Zainab
" Baiklah kakak ku sayang... " jawab Zainab sambil memeluk kakak nya
Lalu setelah semua selesai, Alinka pun langsung menggandeng Zainab menuju ruang tamu
Di ruang tamu yang telah indah di hiasi dengan dekorasi khas lamaran itu pun telah ramai dengan orang orang keluarga inti dari ustad Farid
Zainab seorang cewe tomboy, gaul dan gak bisa kalem, mendadak jadi tuan putri yang sangat sangat anggun pada saat itu, dia hanya bisa menunduk malu dengan pesona kecantikan yang terpancar dari wajah nya yang tidak pernah di hiasi oleh make up
Seketika ustad Farid pun melirik ke arah Zainab, dan dia pun langsung mengalihakan pandangan nya pada yang lain, karna dia sadar itu belum menjadi hak nya meski pun hanya memandang nya untuk sekejap saja...
Lalu Zianab pun duduk di samping umi dan abi nya dan acara lamaran pun segera di mulai...
Selama acara itu berlangsung, Alinka selalu meneteskan air mata haru untuk adim nya tersayang dan berusaha tegar di hadapan semua..
Tiba lah pada saat Zainab menjawab lamaran ustad Farid, suasana seketika menjadi hening dan sunyi...
Zainab menjawab lamaran ustad Farid dengan...
" Assalamu'alaikum waromahmatullahi wabarakatuh... abi,, umi,, pada saat ini Zainab ingin meminta izin pada abi dan umi, bahwa pada hari ini ada seorang laki laki yang ingin melamar Zainab denga tulus ikhlas karna allah, Zainab harap abi dan umi bisa memberikan restu untuk Zainab, dan dengan di awali oleh lafadz Bismillahirrahmannirrahim... Zainab terima lamaran ustad Farid dengan tulus ikhlas karna allah... " ucap Zainab dengan lembut dan terperinci
Semua para tamu yang hadir di acara itu pun seketika riuh bertepuk tangan dan serentak mengucapkan kata...
" Alhamdulillah... "
Semua terlihat tersenyum bahagia...
Zainab langsung memeluk abi dan umi nya,, lalu mencium tangan abi dan umi
Lalu sang ibu mertua pun memasangkan perhiasan tanda bukti lamaran dari ustad Farid
Lalu Zainab pun menghampiri Alinka dan langsung memeluk Alinka sambil menangis haru
" Maaf kan Zainab kak,, maaf kan Zainab mendahului kakak... " ucap Zainab sambil memeluk Alinka
Lalu ustad Farid pun mendekati merek lalu berkata...
" Tenang ukhty, meski sekarang saya sudah melamar ukhty tapi pas di hari pernikahan kita saya usahakan kak Alin terlebih dahulu yang bisa melangsungkan pernikahan... saya yakin itu qodarulloh insyaallah allah akan beri jalan keluar nya ya... " ucap ustad Farid
Alinka pun hanya bisa tersenyum mendengar perkataan itu dan berusaha membuat Zainab berhenti menangis
" Sudah lah... tak usah menangis, malu di lihat orang tuh... ayo tersenyum... ini hari bahagia mu... " sahut Alinka pada Zainab
Di akhir acara Zainab menyempatkan mengirimkan rekaman video lamaran nya itu lalu menghubungi nya lewat panggilan video..
Setelah acara selesai, dan para tamu pun telah kembali pulang.. baru rasa nya perasaan Alinka da keluarga merasa lega, tidak ada pertanyaan lagi di benak mereka tentang ustad Farid,, dan kini saat nya Alinka fokus mempersiapkan kepulangan nya ke kampung halaman terlebih dahulu sebelum hari keberangkatan tiba setelah seminggu sesudah hari raya...
Dan keesokan hari nya pun, tepat di tanggal 15 Ramadhan, Alinka pun harus pulang dan dengan di antar oleh abi Fakhry, umi, dan Zainab semua merasa haru melepas Alinka untuk sekedar pulangkampung.. karena telah sayang nya mereka pada Alinka
Tepat pukul 06.00 pagi itu Alinka sibuk bersiap packing barang bawaan nya yang harus dia bawa pulang... sebelum nya Alinka pun telah pamit pada ustad Farid, jema'ah majlis dan anak anak santri dan pengajian rutin nya yang dia urus sendiri, kalo hari ini dia akan pulangkampung libur lebaran lebih awal...
" Kak.. nanti jangan lupa terus kabari kita ya, kakak jangan sampe lupa kita apalagi nanti pas hari raya kakak wajib video call kami, karna jujur sebetul nya kami sangat ingin merayakan hari raya dengan kakak, tapi kami sadar kalo kakak juga punya keluarga utama kakak, yang sangat kakak cintai kan... " ucap Zainab sambil memeluk Alinka yang sedang packing
" Yaiyalah dek,, mana mungkin kakak lupa pada orang yang telah membuat nama kakak bersinar kan... jasa keluarga ini sangatlah besar untuk kakak, dan mungkin kakak gak bisa untuk membalas nya..." jawab Alinka sambil memeluk balik Zainab
Setelah semua beres, semua mengantar Alinka pulang.. tidak sedikit tetangga pun ikut dalam keharuan itu, mereka ikut mengantarkan kepulangan Alinka meski hanya sampai depan rumah saja...
Begitulah sebuah Akhlak yang di miliki seseorang bisa menjadi daya tarik tersendiri untuk orang orang, jika Akhlak kita baik, maka orang orang pun akan ikut serta menyukai, mencintai dan menyayangi kita tanpa kita minta, tapi sebalik nya, jika Akhlak kita buruk tidak ada satu pun yang akan peduli sama kita, bahkan tidak sedikit akan banyak yang malah membenci kita, karna Akhlak adalah bunga diri, selayak nya sekuntum bunga yang pasti akan banyak orang yang menyukai nya...
__ADS_1
Alinka pun pamit pada semua orang di sekitar rumah nya, dan tidak sedikit pula orang orang bahkan malah menangis melihat suasana tersebut, saking haru dan tidak mau sampai kehilangan sosok yang menjadi panutan banyak anak remaja di sekeliling nya, bahkan sangat bermanfaat bagi para orang tua, karna anak anak nya ada yang sudi mengajari nya dari tidak tau agama menjadi seorang muslim dan muslimah yang sejati... begitulah sedikit banyak nya Alinka di kenal di sekeliling lingkungan hidup nya...
Setelah semua nya telah Alinka salami dan minta izin pamit pulang kampung terlebih dahulu, baru lah dia masuk mobil lalu jalan menuju kampung halaman nya,,
Di sepanjang jalan umi dan Zainab memeluk Alinka, seakan mereka sangat tidak ingin kehilangan nya...
" Umi... adek... sudah ya... kakak pulang kan cuma sebentar nanti juga pulang lagi ke rumah kan... " ucap Alinka
" Iya... tapi abis itu kakak bakal pergi jauh, malah lebih jauh dari kampung halaman kakak... " jawab Zainab
" Eh... gak papa... kan kata nya udah ikhlas demi masa depan kakak... " ucap Alinka sambil menatap adik nya Zainab
" Besok Faiz pulang, kita mau bilang apa sama dia kalo nanyain kamu... " kata umi
Alinka hanya termenung...
" Yaudah nanti umi video call Alin saja kalo abang udah nyampe rumah... " sahut Alinka sedikit menghibur umi yang terlihat amat sedih dan bingung
Umi hanya tersenyum pada Alinka dan mengelus wajah nya
" Ingat ya nak... nanti di kampung jaga kesehatan mu, jangan sampe pas di hari keberangkatan kamu drop... " pesan abi
" Oke siap abi... " jawab Alinka
Setelah beberapa jam perjalanan,, sampailah Alinka dan kluarga abi Fakhry di kampung halaman Alinka...
Mobil pun berhenti tepat di halaman rumah Alinka...
Alinka dan semua nya turun dari mobil dan...
" Assalamu'alaikum... abi.. umi.. Alinka pulang... !!! " ucap Alinka dari depan pintu
Umi pun turut membuka kan pintu nya dan...
" Wa'alaikumussalam... nak... akhir nya kamu pulang juga, umi sangat rindu... " jawab dan ucap umi kandung Alinka sambil memeluk nya erat
" Maafkan Alin jarang pulang umi... " ucap Alinka
" Tak apa nak, umi ngerti, kamu sibuk di sana... ýang penting kamu terus kasih kabar sama umi sama abi di rumah nak... itu sudah lebih dari cukup buat kami... " jawab umi sambil mengelus kepala Alinka dan mencium nya
Lalu abi kandung Alinka pun menghampiri nya di susul dengan abang satu satu nya Alinka...
" Kamu sudah sampai nak... " ucap abi sambil meluk Alinka..
" Iya abi... " jawab Alinka sambil mencium tangan abi dan memeluk nya
" Abaaaang....!!! " sahut Alinka sambil menghampiri kakak kandung nya sendiri
" Kangen kamu bang... abang apakabar?? " ucap Alinka
" Udah deh jangan lebay,, alhamdulillah abang baik baik saja, kamu sendiri... " jawab kakak Alinka dengan ciri khas nya cuek
" Masih aja galak, udah di tinggal lama juga, gak mau berubah napa bang sikap nya... " ucap Alinka balik goda kakak kandung nya
" Emh... meski abang ketus, cuek, tapi Alin sayang abang... " ucap Alinka sambil memeluk kakak nya tersebut
" Ayo silahkan masuk Fakhry... " ucap abi mempersilahkan abi Fakhry dan umi juga Zainab masuk
Lalu abang Alinka pun membawa kan barang Alinka ke dalam kamar nya,,
Dan keluarga Alinka sama keluarga ustad Fakhry pun saling berbincang dengan begitu akrab nya..
" Adek nginep ya barang semalam saja... " sahut Alinka kepada Zainab
" Kalo kita nginep santri di pondok gimana Kak, gak ada yang urus, lagian Fitria sama Salma kan di tinggal di rumah " jawab umi Fatimah kepada Alinka
" Lagian kan besok Kak Faiz dateng jadi kita harus siap siap dulu ya mi... " sahut Zainab
" Emh... yaudah kalo gitu salam aja buat bang Faiz ya umi " ucap Alinka
" Iya nanti di bilangin ya, tapi kalo sampe Faiz ngambek jangan salahin umi ya, soal nya dia gak di tungguin sama kamu nak, padahal Faiz udah pengen banget ketemu sama kamu... " jawab umi Fatimah
" Iya nanti kan di kairo juga kita ketemu mi,, " ucap Alinka
" Eh kata siapa nak, kampus akhwat sama kampus ikhwan di sana nanti di pisah, gak kaya di indonesia cowo cewe di gabung aja, apalagi asrama nya... jadi bakalan susah ketemu kalo gak sengaja janjian, itu juga kalo gak ada peraturan cowo sama cewe boleh ketemu dari pihak asrama atau kampus... " jelas umi Fatimah
Alinka pun hanya terdiam dan bengong
" Yaudah gak usah khawatir nanti kalo wisuda Alinka kita sama sama kesana, sekalian Faiz kita bawa... " ucap abi Fakhry nimbrung perbincangan antara umi dan Alinka
" Haha... masih lama dong abi... 3-4 tahunan lagi mungkin " jawab Alinka sambil tertawa
" Ya gak papa... nikmati aja proses nya nak... " ucap abi Fakhry
" Tapi biasa nya peraturan di sana lebih ketat dari peraturan di negara kita sih nak, jadi kamu harus benar benar disiplin ya, sekali pun kalian berdua tidak akan pernah bertemu, meski sama sama kuliah di negri yang sama, allah sudah mempersiapkan pertemuan yang lebih indah untuk kalian berdua, maka kata abi tadi, nikmati saja proses nya... " jelas abi Fakhry kembali
" Baik abi... Alin akan selalu ingat pesan abi, kalo nanti saat Alin pulang Alin akan persembahkan lulusan terbaik, agar pengorbanan dan kerja keras abi tidak sia sia... " jawab Alinka sambil memeluk abi Fakhry
" Fakhry.... syukron, begitu sayang nya antum pada putri ku, sampe ana lihat gak ada perbedaan antara anak kandung mu dengan anak ku " ucap Abi kandung Alinka
" Afwan Hasan,, antum ingatkan ini janji ana pada antum dulu, kalo ana bakal jadi pengganti antum selagi putri mu ada di rumah ku... " jawab ustad Fakhry
" Iya... syukron juga antum sudah bisa jaga amanah dari ku " ucap abi Hasan
" Iya sama sama Hasan.... " jawab abi Fakhry
Lalu mereka pun terus saling berbincang umi Fatimah dan umi kandung nya Alinka, sedangkan Alinka saling cerita dengan Zainab, sebelum Zainab dan keluarga kembali pulang...
Setelah hari menjelang petang, barulah keluarga ustad Fakhry pamit untuk kembali pulang...
" Nak... abi pulang dulu ya, baik baik di sini jaga kesehatan, nanti kita ketemu lagi sebelum kamu berangkat ke kairo " ucap abi Fakhry sambil mencium kening Alinka
" Umi pulang juga ya nak,, jangan lama lama di sini nya ya, umi gak bisa nahan rindu sama kamu... " ucap umi Fatimah sambil memeluk Alinka sangat erat
__ADS_1
" Kakak... Zainab pulang dulu, terus hubungi aku ya biar aku gak kangen... " ucap Zainab sambil memeluk Alinka juga
Lalu mereka pun bersiap pergi, tapi ibu kandung Alinka menahan mereka beberapa saat, karna ibu kandung Alinka sudah menyiapkan sesuatu untuk keluarga abi Fakhry bawa pulang..
" Tunggu sebentar, ini ada sedikit takjil buat buka di jalan nanti, pasti pulang nya malem, karna jarak dari sini ke rumah umi Fatimah kan lumayan agak jauh " sahut ibu kandung nya Alinka sambil memberikan bingkisan kepada umi Fatimah
" Makasih loh umi, udah repot repot siapin ini buat kami... " ucap umi Fatimah kepada umi kandung Alinka
" Iya sama sama... gak papa kok gak repot juga, dibanding umi saya titipin seorang anak sampe sekarang mau di kuliahkan di luar negri... " jawab ibu kandung Alinka
Setelah itu barulah mereka berangkat dan berlalu dari hadapan Alinka dan keluarga kandung nya...
" Ayo nak masuk... ibu udah siapin menu buka puasa kesukaan kamu... " ucap ibu kandung Alinka sambil menggandeng nya masuk ke dalam rumah
Iya memang Alinka terkadang memanggil ibu nya dengan panggilan umi karna terbiasa manggil umi Fatimah, terkadang juga Alinka memanggil nya dengan panggilan Ibu, karna memang dari kecil sudah manggil Ibu..
" Makasih ya bu, udah repot repot buatin masakan kesukaan Alin " jawab Alinka sambil memeluk ibu nya
" Bu... besok boleh gak Alin berkunjung ke rumah teman teman Alin, mumpung Alin ada di rumah... " tanya Alinka kepada ibu nya
" Kalo kamu sudah merasa tidak capek, ya boleh nak... temui mereka, pasti mereka sudah pada kangen sama kamu... " jawab ibu sambil tersenyum dan mengelus kepala Alinka
" Justru itu, Alin udah kangen banget sama mereka, kita empat sekawan yang terpisahkan bu... " ucap Alinka
" Ya wajar lah nak, kalo sudah pada dewasa semua nya bakal mempunyai kehidupan masing masing, dan tentu nya dengan kesibukan masing masing pula, jadi kalian tidak mungkin selama nya untuk bersama... " jawab ibu
Lalu Alinka, abi hasan dan ibu juga kakak pun berkumpul di ruang makan sambil menunggu adzan maghrib tiba...
Ke esokan hari nya, Alinka pun hendak berkunjung ke rumah teman teman nya, yang telah lama Alinka tidak jumpa, dan tidak Alinka sangka, sekembali nya Alinka dari kota, Alinka melihat kehidupan teman teman nya semua sudah berubah 100% dari mulai Alfi yang sudah lulus kuliah dan menjadi wanita karir di kota, dan Khadijah yang alhamdulillah sudah menjadi orang kepercayaan ustadzah dan Aisyah yang sebentar lagi melepas masa lajang nya... sungguh Alinka tak menyangka, dia sangat bahagia melihat dan mendengar itu semua...
Pertama Alinka mengunjungi rumah Alfi yang berada tidak begitu jauh dari sekitar rumah nya, tapi sayang saat itu Alfi belum pulang kampung, karna kerja kantoran mendapat libur pada -3 hari sebelum hari raya dan itu masih lama, pada akhir nya Alinka hanya bersilaturrahmi pada keluarga Alfi saja...
Selanjut nya Alinka berkunjung ke rumah Aisyah,, yang berada lumayan agak jauh dari rumah nya tapi masih bisa di jangkau dengan berjalan kaki...
" Assalamu'alaikum...?? " ucap Alinka sesampai nya di rumah Aisyah
" Wa'alaikumussalam... " jawab Aisyah dari dalam rumah dan belum mengetahui bahwa yang saat itu mengunjungi nya adalah Alinka...
" Teteh....!!!! " sahut Aisyah terdengar sangat histeris dan bahagia melihat kedatangan Alinka
Sambil memeluk Alinka Aisyah tidak henti nya terus berkata kata...
" Teteh apakabar...?? Aku kangen,, kapan teteh pulang...?? " ucap Aisyah sambil memeluk erat Alinka
" Alhamdulillah kabar ku baik Syah... aku pulang kemaren siang,, gimana kabar kamu juga sekeluarga?? " jawab Alinka pada Aisyah sambil melepas rindu
" Ayo teh... masuk masuk... udah lama aku ingin bertemu teteh,, ingin bercerita tentang banyak hal... " ucap Aisyah sambil menuntun nya kedalam rumah
Sebegitu girang nya Aisyah dapat di kunjungi oleh sahabat karib nya, ternyata meskipun Alinka sudah lama tidak bisa bersama nya lagi, tapi dia tetap mengingatku dan masih menganggapku sebagai kakak kandung nya sendiri
" Teteh... untung teteh datang kesini... sebetul nya aku mau ngundang teteh ke pernikahan ku nanti habis lebaran, ingat ya teh jangan lupa, teteh yang jadi dayang ku dan teteh juga harus nginep di rumah ku, temani detik detik terakhir ku melepas masa lajang ku... " jelas Aisyah panjang lebar
" Masyaallah Syah... kamu jadi menikah habis lebaran...?? " tanya Alinka masih tidak percaya
Dan Aisyah menganggukan kepala nya sambil tersenyum bahagia...
" Alhamdulillah Syah... teteh ikut bahagia mendengar kabar bahagia ini,, insyaallah teteh temani malam terakhir kamu menjadi seorang single " jawab Alinka sambil saling berpegangan tangan
Ya seperti itulah percakapan antara dua anak gadis, terlebih sedang mendapatkan kabar bahagia, pasti mereka girang bersama sama, saling terus berbagi cerita sampai lupa waktu...
Tidak terasa sore pun mulai datang dan sudah beberapa jam Alinka main di rumah Aisyah, sampai dia lupa kalo masih ada satu teman lagi yang harus dia kunjungi...
" Astaghfirulloh Syah.. aku kan harus langsung ke rumah khadijah, dia pasti sudah tau aku pulang... " sahut Alinka tersadar
" Yasudah lah teh, besok lagi, sekarang udah sore, lagian rumah nya Khadijah kan jauh, jadi kalo teteh sekarang ke sana, ada kemungkinan teteh buka puasa di rumah nya, ya kalo memang sekalian teteh niat bukber bareng kluarga Khadijah sih, ini baru waktu yang tepat teteh pergi kesana... " ucap Aisyah
" Enggak ah Syah... malu buka puasa di rumah orang... " jawab Alinka
" Ya makan nya, ke rumah Khadijah nya besok lagi aja, kalo enggak teteh buka puasa di rumah ku aja ya ya ya... " bujuk Aisyah
" Yah kok malah kamu yang nyuruh aku buka puasa di rumah mu sih, aku kan udah bilang, kalo buka puasa di rumah orang malu... " jawab Alinka
" Ya gak papa kan teh, kata nya aku udah di anggap adik teteh, jadi keluarga ku juga adalah kluarga teteh... " ucap Aisyah
" Iya kalo masalah itu ya memang kita semua sodara sayang ku, tapi tetep malu ah, masa ngikut buka puasa di rumah kamu, lebih baik sekarang aku pulang aja dulu, besok main lagi ke sini ya... " sahut Alinka
" Ya teteh... " ucap Alinka
" Eh inget,, nanti kan aku nginep di sini, puas puasin dah abisin waktu bersama ku sebelum kamu ikut suami nanti nya " jawab Alinka
" Haha... Iya.. " sahut Aisyah sambil tertawa
" Yasudah kalo gitu aku pulang dulu ya, udah mau gelap nih, nanti aku kemaghriban di jalan lagi.. " jawab Alinka sambil pamit
" Perlu di anter gak...?? " tanya nya pada Alinka
" Gak papa,, gak usah makasih... " jawab Alinka
Lalu Alinka pun pulang ke rumah dengan berjalan kaki...
Sesampai nya di rumah, Alinka selalu berbagi cerita dengan ibu nya,, sambil membantu ibu mempersiapkan hidangan buka puasa di meja makan...
" Bu tadi Alin ke rumah Aisyah, ternyata dia mau menikah dan hari nya sudah semakin dekat, kata nya tanggal 4 di bulan syawal, dan Aisyah juga minta Alin yang menjadi Bridesmaids ( Pagar ayu ) nya bu..." sahut Alinka dengan penuh kegembiraan
" Masyaallah... selamat ya buat Aisyah, ternyata kamu kelangkah sama anak murid mu sendiri Lin... " ucap ibu sambil tersenyum pada nya
" Ya kan Aisyah meski anak murid ku, dia juga sahabat ku bu, jadi gak berasa di langkah ah, lagian Alin kan mau fokus kuliah dulu... " jawab Alinka sambil bermanja pada ibu nya
" Iya tak apa nak,, Semoga kelak kamu bisa cepet nyusul Aisyah ke pelaminan ya, setelah kuliah nya selesai tentu nya... " ucap ibu sambil mencium kening putri bungsu nya
" Makasih bu doa nya... " Alinka menatap ibu dengan senyuman terindah nya
Lalu waktu maghrib pun tiba Alinka dan keluarga nya pun segera berbuka puasa bersama...
__ADS_1