《 WAJAH DI BALIK CADAR 》

《 WAJAH DI BALIK CADAR 》
TERULANG KEMBALI


__ADS_3

Selama Alinka tinggal bersama keluarga ustad Fakhri kehidupan nya tidak selalu mulus dan indah, ada saja orang yang iri melihat kebahagiaan Alinka dan berusaha ingin membuat Alinka terpuruk dan jatuh... ada salah satu pengajar yang tidak suka melihat kebahagiaan Alinka, karna Alinka sampai di angkat sebagai anak ustad sendiri, dan itu yang membuat nya iri, padahal ustad pun tidak pernah membeda beda kan fasilitas seorang pengajar dan Alinka, Alinka masih tetap tinggal di rumah dinas dan hidup mandiri meskibsesekali Alinka di panggil ke rumah sekedar untuk berkumpul kluarga dan mungkin kedekatan itu yang membuat dia iri pada Alinka... Sebut lah nama nya Alwa guru muda, cantik, modis dan pintar.. dari dulu dia sangat mendambakan bisa dekat dengan keluarga ustad, tapi mungkin karna akhlak sang guru cantik sedikit tidak cocok dengan pribadi ustad dan keluarga,, dan juga Alwa dari dulu sangat sangat mendambakan anak laki laki ustad yaitu Faiz yang berada di kairo dan satu satu nya pewaris ustad, itu yang selama ini dia kejar, dia ingin melambungkan nama nya dengan gelar suami dan latar belakang kluarga suami nya... pada suatu hari bertemu lah Alwa dengan Alinka dan mereka pun saling bertegur sapa... " Assalamu'alaikum... ukhty,, seperti nya kita belum kenalan, perkenalkan nama saya Alwa guru Madrasah Aliyah " sapa Alwa dengan angkuh,, " Wa'alaikumussalam... oh iyah, nama saya Alinka, pengajar anak anak diniyah " jawab Alinka ramah " Oh.. pantes ya lembut banget guru TPA, RA, dan TPQ kan?? " tanya Alwa terkesan nyindir,, " Ukhty.. mau nanya deh, kenapa mau bercadar ?? " Alwa mulai kepo tentang diri Alinka,, " Karna saya hanya semata ingin menjaga kehormatan seorang wanita ukhty " jawab Alinka simpel,, " Bukan karena ada apa apa nya kan?? " Alwa pun mulai mendesak dan menyebalkan... " Tidak,, ukhty karna sesungguh nya fisik kita tercipta sama oleh allah swt, maka dari itu jaga lah titipan nya dengan baik.. " jawab Alinka kembali,, Alwa pun sangat merasa penasaran denga wajah Alinka yang tertutup cadar Alwa curiga Alinka menyembunyikan sesuatu di muka umum ( pikir Alwa dalam hati, suatu saat aku akan membongkar nya, lihat saja nanti ) ancam Alwa dalam hati...


Alinka pun mulai merasa risih dan mulai merasa terancam ketenangan nya, tapi Alinka berusaha bersikap tenang seolah tidak ada apa apa... satu hari umi menanyakan sikap Alinka yang sedikit berbeda, akhir akhir ini sering terlihat cemas " Lin... kamu lagi gak ada apa apa kan ?? " tanya umi,, " Memang kenapa mi?? " jawab Alinka,, " Umi lihat akhir akhir ini kamu sering terlihat cemas " jelas umi " Oh gak kok mi,, semua nya baik baik aja... " jawab Alinka kembali... " Kalo ada apa apa cepat kasih tau umi ya... " pesan umi,, " Iyah umi tenang aja... " sahut Alinka meyakinkan umi... Setelah Alinka mengenal Alwa, Alinka merasa terus di awasi oleh Alwa, setiap gerak gerik Alinka sekecil apapun Alwa pasti memperhatikan nya, sampai di suatu saat Alwa ingin sekali mengetahui cara makan orang bercadar, karena Alinka kalo makan pasti bakal di bawa ke ruang guru gak pernah makan di luar ruangan, seperti layak nya orang lain.. dan satu hari Alwa mengajak Alinka makan bakso dari abang abang yang suka mangkal di depan sekolah,, Alwa mengajak Alinka makan di sana, tapi Alinka menolak dan lebih memilih makanan nya di antar ke ruang guru dan makan di sana,, lalu Alwa bertanya " Lin kenapa sih kamu gak pernah makan di luar ruangan,,?? " Alinka pun menjawab " Di luar kan banyak orang, termasuk ada laki laki, dan aku gak mau sampai misalkan aurat ku terbuka sedikit aja, lalu kelihatan sama orang lain termasuk laki laki tersebu, kalo di dalam ruangan kan lebih leluasa " jelas Alinka " Oh jadi begitu alasan nya, tapi bener kan lin gak ada yang kamu sembunyiin dari muka umum?? " tanya Alwa lagi yang membuat Alinka tidak nyaman " Memang kenapa kalo saya menyembunyikan sesuatu dari muka umum,,?? " tanya Alinka balik, " Loh,, jelas gak boleh dong Lin.. itu kan nama nya bohong dan kebohongan sangat di larang di lingkungan ini " jelas Alwa,, " Tapi ini kan privasi saya, masalah privasi masa harus saya umbar di muka umum sih bu... " sahut Alinka sedikit mulai kesal,, " Iyah masalah privasi aku ngerti, tapi sebisa mungkin kalo kamu udah bersedia masuk ke dalam lingkungan ini, kamu jangan membawa kebohongan sedikit pun Lin,, itu berbahaya untuk kerjaan kamu..." jelas Alwa.. lalu Alinka pun merenung dan semakin merasa ketenangan nya terusik... Setelah pesanan Bakso datang dan di antar abang bakso ke ruang guru Alinka pun bersiap makan dan Alwa sendiri terus menyelidiki Alinka termasuk menyelidiki cara makan dia dengan detail,, lalu Alinka pun makan dengan lahap meski tanpa harus membuka cadar,, "Oh jadi gitu cara makan orang bercadar,, ribet ya harus di angkat lalu masukin makanan kalo aku pasti bakal tumpah tumpah tuh " Sahut Alwa,, " Kan udah biasa bu jadi tidak bakalan tumpah " jawab Alinka ,, " Sayang gak keliatan tuh muka sedikit pun meski cadar nya sempat dia singkap " ( cakap Alwa dalam hati )


Suatu ketika,, pada jam istirahat, Alinka bermaksud ingin menunaikan sholat dzuhur, dan pas Alinka pergi ke toilet, Alwa mengikuti nya dari belakang tanpa Alinka sadari.. lalu dia memperhatikan setiap gerak gerik Alinka di dalam toilet khusus guru,, saat Alinka membuka cadar, itu saat saat yang mendebarkan bagi Alwa, karna dia sudah tidak kuat lagi menahan rasa penasaran nya lalu " Bu Alwa ngapain manjat manjat toilet, lagi ngintip siapa bu?? " tanya bu Mila salah seorang pengajar juga.. " Yah,, ibu kenapa ngagetin saya aja sih,, saya lagi penasaran sama guru yang bercadar itu loh, saya curiga, ada yang di sembunyiin dari nya deh bu.." Bisik Alwa pada bu Mila ,, " Masa sih bu,, padahal dia kan orang nya sangat baik, gak mungkin deh dia nyembunyiin sesuatu dari kita " jawab bu Mila gak percaya " Yeh ibu,, di bilangin malah gak percaya,, ya sudah deh " sahut Alwa, lalu bu mila pun beranjak pergi, dan Alwa seraya ingin melanjutkan penyelidikan nya lagi,, pas Alwa melihat ke dalam toilet sebelah " Kok sudah kosong ya, yah pasti si Alinka itu udah pergi dah, ini semua gara gara bu Mila nih " dumel Alwa bete... lalu Alwa pun keluar dari toilet tanpa berwudhu, dia malah sibuk nyelidiki kesalahan Alinka,, lalu Alwa mencari keberadaan Alinka kembali... setelah beberapa menit kemudian Alwa menemukan Alinka telah berada di meja kerja nya sambil menikmati makan siang nya,, " Bu,, udah sholat?? " tanya Alwa, " Alhamdulillah sudah bu " jawab Alinka sambil tersenyum,, " Sholat di mana bu?? " tanya Alwa kembali " Kebetulan tadi pulang ke rumah dulu sambil bawa bekal, " jawab Alinka,, " Oh.. jadi sholat di rumah bu?? " Alwa semakin penasaran... " Iyah bu, memang nya kenapa?? " tanya Alinka " Emang gak pernah sholat di masjid bu, kan biasa nya semua guru jama'ah di sana?? " tanya Alwa kembali " Iyah kebetulan tadi saya agak terlambat jadi saya putus kan saja dengan sholat munfarid di rumah sambil membawa bekal dan buku materi ada yang ketinggalan " jelas Alinka, " Tapi biasa nya sholat jama'ah di masjid kan?? " desak Alwa " Alhamdulillah iyah bu, tapi kalo terlambat apalagi udah sampai selesai saya biasa nya pulang saja ke rumah, biasa nya yang bikin terlambat anak anak lagi ulangan kan suka pada lama tuh di jeda suka pada gak mau kata nya tanggung " jelas Alinka lebih detail,, " Oh begitu... " Alwa pun diam dan merenung " Ibu sendiri sudah kah sholat,,?? " tanya Alinka balik pada Alwa,, " Oh... su..su..dah dong " jawab Alwa terbata bata karna dia memang sengaja meninggalkan sholat hanya karna untuk urusin hidup orang...


Padahal sebagian guru ada yang telah mengetahui wujud asli Alinka, karna waktu sholat di ruangan khusus perempuan Alinka suka membuka cadar nya, hanya Alwa saja mungkin yang jarang ke masjid dan tidak tau ketika Alinka sedang melepas cadar, dan guru guru yang lain nya tidak merasa kaget atau aneh mereka baik baik saja pada Alinka, ya memang ada sebagian yang merasa masih tidak nyaman, tapi jujur keluarga ustad belum ada yang mengetahui wajah asli Alinka karna Alinka belum sempat memberi tahu kan mereka, tapi di dalam hati Alinka sudah ada niatan, kalo nanti dia akan jujur masalah kekurangan fisik nya pada keluarga sang uastad, biar mereka tidak merasa terbohongi dan shock..

__ADS_1


Keesokan hari nya Alinka mengajar seperti biasa, dia masuk pagi dan istirahat pas waktu dzuhur tiba, Alinka berniat sehabis dzuhur mau ke rumah umi untuk mengatakan yang sejujur nya,, tapi.. lagi lagi lagi mengganggu urusan Alinka, dia seakan menghalangi dan membatalkan niat Alinka untuk berkunjung ke rumah ustad,, " Bu nanti sholat dzuhur jama'ah kan?? " tanya Alwa, " Insyaallah bu " jawab Alinka " Nanti kita bareng ya berangkat ke masjid nya " ajak Alwa " Iyah bu insyaallah kalo saya tidak terlambat lagi " jawab Alinka,, lalu jam pelajaran pun berlangsung hingga waktu dzuhur pun tiba,, Alwa mengajak Alinka terlebih dulu untuk ke masjid, dan sebelum nya mengajak ngambil wudhu dulu "Ayo.. bu adzan sudah berkumandang " ajak Alwa " Iyah bu sebentar, saya membereskan buku buku dulu sangat berantakan,, " sahut Alinka " Cepet dong bu nanti kita ketinggalan,, " cakap Alwa " Iyah.. iyah.. ini sudah selesai kok " jawab Alinka, dan mereka pun pergi menuju toilet untuk bersih bersih dan berwudhu,, kebetulan waktu itu Alwa yang satu ruangan dengan Alinka saat berwudhu sangat menunggu ketika Alinka buka cadar, lalu Alinka pun melepas kan cadar nya dan betapa kaget nya Alwa ketika melihat wajah asli Alinka tapi dia hanya diam dan berbicara dalam hati saja " Ya ampun ternyata ini wajah asli dia,, sangat buruk sekali ih amit amit,, pantesan dia tutupi dengan cadar " Alwa sambil terus menatap ke arah Alinka,, " Ada apa bu?? Baru pertama kali ya liat saya lepas cadar?? " sahut Alinka sambil menengok ke arah Alwa yang masih terdiam berdiri seperti kaget melihat penampakan wajah asli Alinka " Maaf bu wajah saya memang begini, tapi jujur niat saya bercadar bukan karena untuk menutupi kekurangan ku saja " sahut Alinka merasa rendah diri... " E.. e.. e.. enggak kok bu, biasa saja wajah kita sama kok di ciptakan oleh allah " Alwa berusaha bersikap bijak di hadapan Alinka,, lalu Alinka pun memakai lagi cadar nya lalu mereka menuju masjid dan ruangan khusus wanita untuk melaksana sholat berjama'ah... sesampai nya di masjid Alwa berbisik pada teman yang duduk di sebelah nya tentang kekurangan Alinka,, " Bu.. bu.. tau gak,, ternyata dia bercadar hanya untuk menutupi kekurangan nya saja " lalu org itu pun menoleh ke arah Alinka sembari berkata " Masa sih bu?? " Alwa pun berbisik kembali,, " Benar bu.. liat saja ya pas dia buka cadar nya " lalu mereka pun menatap Alinka tajam " astaghfirulloh " sahut mereka sambil menatap ke arah Alinka, lalu Alinka pun bertanya " Ada apa bu?? Kok sampe istighfar seperti itu?? " mereka pun gelagapan menjawab pertanyaan Alinka " G..g..gak.. apa apa kok bu " dan mereka pun saling berbisik, Alinka melihat nya tapi dia tidak mau menghiraukan nya karena waktu sholat sudah hampir di mulai... setelai selesai sholat Alinka pun keluar lalu menuju ruangan guru dan ada salahseorang guru yang menyapa nya " Bu kalo niat bercadar hanya untuk menutupi kekurangan saja, lebih baik jangan memakai nya, karna cadar terlalu suci untuk orang seperti ibu " lalu Alinka pun melihat ke arah orang yang bersahut lalu Alinka hanya bisa mengusap dada sambil beristighfar " Astaghfirulloh " lalu Alinka pun melanjutkan langkah nya menuju ruang guru... di meja kerja nya Alinka melamun membayangkan kata-kata orang tadi yang mampu menyayat hati nya kembali,, " Luka lama tergores kembali " gumam Alinka sambil menetes kan Air mata...


Keesokan hari nya lagi Alinka pergi mengajar seperti biasa kembali, dia tidak memikir kan apa yang telah terjadi kemarin dan Alinka pun tidak mempunyai firasat apapun tentang yang akan terjadi hari ini, karena pikir nya selalu positif di setiap dia mengawali hari,, padahal sudah ada rencana buruk dari Alwa untuk Alinka pada hari itu dan Alinka tidak mengetahui nya...


Di saat jam pelajaran pertama kondisi masih baik baik saja, Alinka mengerjakan tugas nya dengan baik sebagai pengajar lalu jam pelajaran pertama pun berakhir dan berganti dengan jam pelajaran kedua, seperti biasa jadwal pelajaran silih berganti berjalan sampai akhir, waktu bel istirahat berbunyi lalu semua pengajar beristirahat sejenak dengan mengakiri pelajaran sementara untuk mengerjakan istirahat, sholat dan makan siang, pas semua pengajar keluar kelas di luar keadaan sangat ramai banyak guru guru berlalu lalang laki laki, perempuan, menuju tempat tujuan nya masing masing, lalu Alwa mulai mengerjakan siasat yang sudah dia atur sejak dulu, saat Alinka keluar dan berjalan melalui koridor sekolah yang keadaan sangat ramai Alwa pun mengikuti nya dari belakang tanpa sadar lalu Alwa melepas tali cadar yang di pakai Alinka, spontan cadar itu terlepas dan terjatuh kelantai " Astaghfirulloh " Alinka pun kaget dengan kejadian itu lalu dia berdiam sejenak karna shock dan semua orang melihat ke arah nya termasuk para pengajar laki laki, dan anak anak didik nya, saat Alinka tersadar lalu dia secepat mungkin menutupi wajah nya dengan buku buku yang dia pegang tanpa mengingat cadar nya yang tergeletak di lantai koridor sekolah,, " Kenapa bu?? Malu ya wajah asli nya terbongkar " sahut salah seorang suruhan Alwa untuk memperkeruh keadaan,, " Lagian kenapa harus pake cara seperti ini untuk dapat perlakuan baik dari orang orang sih bu, emang gak ada cara lain apa?? " sahut seseorang kembali yang tidak suka melihat wajah Alinka yang sebenar nya,, " Seharus nya seorang pengajar harus bisa bijak dong bu, dan berpikir jernih jangan memakai cara sok alim seperti ini " kata pengajar lain yang mulai terpropokasi, lalu belum lagi anak anak yang melihat langsung kejadian itu mereka dengan polos nya " Oh jadi ibu malu ya maka nya ibu bercadar " sahut salah satu anak,, " Ternyata wajah asli bu guru jelek maka nya ibu tutupi pake cadar " sahut anak lain menambah hancur nya hati Alinka, dan Alinka pun tidak bisa berbicara apa pun kecuali berlari sambil menahan air mata nya dia menuju rumah dinas meninggalkan semua keadaan buruk dan menghindari celaan celaan mereka... sesampai nya di rumah Alinka menangis dan ingin rasa nya dia pulang sejenak ke kampung halaman nya untuk menenangkan diri... lalu Alwa pun mengadukan semua dugaan buruk dia ke umi Fatimah bahwa Alinka sudah membohongi keluarga umi dan ustad sekeluarga dengan menutupi kekurangan nya itu untuk mendapatkan perlakuan baik dari orang orang,, umi pun sangat tidak percaya mendengar nya, tapi anak anak umi sudah mulai termakan omongan buruk Alwa terhadap Alinka dan anak anak umi pun mulai merasa kecewa dengan Alinka, tetapi umi blom bisa percaya dan ingin mempertimbangkan dulu omongan Alwa dengan mencari tau kebenaran yang sebenar nya sendiri,,


Malam pun semakin larut, Alinka masih menangisi tentang hari ini, semua yang telah terjadi hari ini hingga saat tadi yang membuat hati nya tercabik cabik binatang buas, kepada siapa dia harus minta tolong, kepada siapa dia harus mengadu selain kepada rabb nya,, Alinka pun mengambil wudhu dan mencoba menenangkan diri dengan sholat sunnah dan membaca ayat suci sampai Alinka pun tak sadar dia pun tertidur di atas sajadah dengan masih memakai mukena lengkap tasbih di tangan dan al qur'an di hadapan nya,, lelah rasa nya hari ini sampai Alinka merasa tak berdaya dan tertidur pulas hingga dia terbangun di sepertiga malam...

__ADS_1


Saat itu lah saat saat Alinka selalu mengadu kan apa yang telah dia alami selama ini kepada rabb nya semua dia ceritakan sampai tidak ada yang terlupa, dia menangis dia mengatakan semua kepedihan hati nya, sampai rasa nya Alinka merasa tenang,, dan dia pun melanjutkan kembali dengan membaca ayat suci dan berdzikir hingga waktu subuh tiba...


Pagi hari pun menyongsong dengan indah nya, cuaca sangat indah di pagi ini tapi Alinka masih merasa tidak baik baik saja, tapi dia berusaha menutupi itu semua, dia tetap menjalankan tugas nya dengan mengajar sepanjang hari ini dan pada keesokan hari nya Alinka berniat meminta izin pulang untuk sementara waktu menenangkan pikiran di kampung halaman nya... Alinka pun mengunjungi rumah ustad di malam hari setelah semua aktivitas selesai di kerjakan dan " Assalamu'alaikum..." Alinka pun mengucapkan salam di depan rumah ustad, " Wa'alaikumussalam " jawab umi sambil membuka kan pintu " Alinka...?? ada apa kamu kesini ?? " tanya umi masih terlihat jutek,, " Saya ingin bertemu dengan ustad umi " jawab Alinka... " Ngapain,,?? " tanya umi ketus " Alinka bermaksud ingin meminta izin pulang untuk sementara waktu " jelas Alinka " Loh ada apa?? Kok tiba tiba?? Kamu mau lari dari masalah?? " celetuk umi sangat menyakitkan ,, " Maaf umi bukan maksud Alinka lari dari masalah, tapi di kampung Alin ada sedikit urusan,, " jelas Alinka lembut kepada umi " Gini ya lin, saran umi.. kamu selesaikan dulu masalah kamu di sini biar semua orang gak salah faham sama kamu dan bisa mencoreng nama baik pesantren ini " umi pun memberi saran pada Alinka " Iya umi insyaallah, besok Alin selesaikan semua masalah ini, lalu jika Alin mendapat izin dari ustad baru Alin akan pulang kampung " jelas Alinka,, " Oke bagus lah kalo begitu, awas ya jangan sampai gara gara kamu yang bermasalah, kamu menghancurkan reputasi pesantren ini " ancam umi pada Alin... Alinka pun hanya bisa diam dan tertunduk... lalu ustad pun datang dan Alinka membicara kan maksud dan tujuan nya... lalu Alinka pun akhir nya mendapatkan izin ustad dengan syarat tidak boleh lebih dari seminggu di kampung halaman... Alinka pun menyetujui persyaratan itu...


Pada pagi hari nya Alinka bermaksud untuk mengklarifikasi masalah nya itu di muka umum biar tidak ada yang berburuk sangka lagi pada nya,, bertempat di aula sekolah semua berkumpul, murid murid dan semua pengajar berkumpul di satu tempat,, dan Alinka datang kesana tanpa bercadar untuk yang pertama kali di muka umum... " Assalamu'alaikum... ?? " Alinka mengawali pembicaraan nya dengan mengucap salam,, dan semua yang hadir manjawab salam Alinka.. " Berdiri nya saya di sini, saya bermaksud untuk mengklarifikasi masalah yang kemarin tentang saya yang bercadar hanya karna untuk menutupi kekurangan saya saja,, jujur memang betul sayang berlindung di balik cadar karena apa, karena jika saya tidak bercadar saya akan mendapatkan perlakuan buruk dari orang orang di sekitar seperti hal nya kemarin, semua mencaci saya, semua memaki saya dan menghina dan menyepele kan saya, dan itu sangat menyakitkan bagi saya pribadi, sudah bertahun tahun saya terus merasakan hal seperti itu, tanpa ada belaan tanpa ada perlindungan dari siapa pun, saya menghadapi ketakutan saya sendiri, kecuali allah.. ya.. allah selalu melindungi saya hingga saya dapat cara bagaimana saya akan terus merasa aman dan terlindungi,, ya.. yaitu cadar.. entah mengapa, benda itu pertama kali yang terbesit di benak saya ketika saya mendapat kesusahan ini, di saat saya merasa trauma akan hinaan dan bullyan orang di sekitar saya, saya bisa bangkit kembali dengan merubah penampilan saya dan dari situ saya merasa terlahir kembali dengan pribadi yang baru, semangat hidup saya meningkat kembali setelah melihat respon baik di sekitar saya ketika melihat saya bercadar, orang asing tidak akan melihat saya aneh, jiji, dan takut karena wajah asli saya tertutup cadar,, maka dari itu saya mengira bahwa cadar adalah pelantara pertolongan dari allah buat saya,, tapi jauh dari niat itu,, saya tidak sedikit pun bermaksud untuk membohongi publik tentang pribadi saya yang asli, saya akan mulai terbuka jika semua orang mulai terbiasa dengan pribadi saya sendiri, agar mereka pun tidak akan terkejut dengan fisik asli saya, jika mereka telah mengetahui bagaimana pribadi saya sehari hari, dan ini semua hanyalah salah faham,, anda semua lebih dulu termakan emosi tanpa memberikan kesempatan kepada saya untuk menjelaskan apa yang sebenar nya,, memang awal saya berniat hanya berlindung di balik cadar, tapi setelah terbiasa memakai cadar dan merasa nyaman saya pun sadar akan tidak ada niat yang lebih bagus kecuali niat ikhlas lillahita'ala... dan anda semua juga tidak akan pernah tau bagaimana perjalanan hijrah saya, jatuh bangun saya ingin menjadi pribadi yang lebih baik lagi,, jadi anda semua tidak berhak menghakimi seseorang tanpa maksud dan tujuan yang jelas,, saya juga tidak bermaksud mencoreng nama baik yayasan ini, sekali lagi bila ada khilaf dan kesalahan saya pribadi, saya mohon maaf karena saya sekarang telah mengatakan apa yang sebenar nya terjadi,, saya telah berkata sejujur jujur nya, jika anda mau percaya atau tidak itu terserah anda sekalian, yang terpenting saya sudah mengatakan apa yang sebenar nya sejujur jujur nya,, Terimakasih " lalu Alinka pun turun dari podium dan berganti dengan naik nya ustad ke podium untuk memberikan penjelasan yang selanjutnya tentang masalah ini... Beberapa saat setelah ustad mengatakan penjelasan² nya lalu semua pun merenung akan peristiwa yang terjadi kemarin semua tertunduk seolah merasa bersalah kecuali Alwa, kebencian Alwa malah semakin memuncak, tapi mulai saat itu dia tidak bisa menghasut dan menjelekan Alinka kembali, karena ustad telah mengambil tindakan untuk mengeluarkan dia dari yayasan dan tidak memperbolehkan kembali dia melamar di sana.. mulai saat itu pun keadaan kembali kondusif, semua orang yang pernah mencela Alinka meminta maaf langsung dan anak anak pun serta merta menangis sambil memeluk Alinka dan berkata " Ibu... maaf kan kami,, kami telah jahat sama ibu.. kami nakal bu.. maka dari itu.. hukum lah kami... !!! " anak anak pun menangis sambil menyesali perbuatan nya kemarin, " Tak apa nak.. kalian masih sangat kecil,, kalian belum mengerti.. ibu maafkan.. dan ibu maklumi.. asal kalian jangan tumbuh sebagai seorang pembully nak, karna setiap orang memiliki hati dan perasaan meski hanya seseorang tidak waras pun... beda nya kalo orang gila dia dalam keadaan tidak sadar nak, tapi tetap kalian tidak boleh membully siapa pun, orang cacat, pengemis, atau gembel sekali pun karena mereka tetap sama dengan kita mereka manusia punya hati dan perasaan..." nasehat Alinka pada anak didik nya,, " Iya bu.. kami akan selalu ingat nasehat ibu... tapi ibu tidak marah kan dan pergi dari sini..?? " tanya anak anak... " Tidak nak.. kenapa ibu harus marah, ibu hanya sedih saja karena melihat ketidak fahaman kalian... " sambil tersenyum Alinka menghapus air mata mereka... lalu ada beberapa guru yang menghampiri " Bu... maaf kan saya ya, yang sudah bersikap tidak sewajar nya kemarin " sahut seorang guru pada Alinka, " Iyah bu.. tidak apa.. mungkin lagi khilaf... " jawab Alinka " Ini semua hasutan ibu Alwa dia yang kemaren memprofokasi keributan hari itu " sahut salah seorang guru kembali " Ibu alwa...?? " tanya Alinka heran " Iya.. bu.. bu Alwa sangat tidak suka melihat kedekatan ibu dengan keluarga ustad " jelas guru itu, Alinka pun merenung dan tidak mempercayai orang yang selama ini seperti baik di depan Alinka ternyata bisa membuat kejadian besar seperti ini... lalu umi pun datang menghampiri dan merangkul Alinka sambil menangis " Maaf kan umi mu yang bodoh ini nak... di saat seperti ini, umi termakan emosi dan hasutan orang lain, seharus nya umi cari tau kebenaran nya terlebih dahulu sebelum menghakimi mu,, kasian kamu disaat seperti itu tidak ada seorang pun di sisi mu menjadi seorang pembela, dan umi mu ini malah menjadi orang yang menghakimi mu sendiri,, maaf kan umi nak.. maaf kan umi.. umi sadar.. umi salah... " ucap umi histeris " Umi.. umi.. umi tidak perlu seperti ini, Alin ngerti umi kesel karna kesel umi itu kesel sayang pada Alin kan, umi kecewa kalo Alin jadi pembohong dan orang tidak baik, jadi umi tidak mau Alin menjadi orang seperti itu maka nya umi marah... " sahut Alinka sambil merangkul umi yang sedang menangis histeris,, " Umi jangan gini ah,, Alin tidak suka.. umi jangan nangis, Alin maklumi marah umi yang kemarin adalah marah nya sayang umi ke Alin,, jadi umi jangan seperti ini ya.... " ucap Alinka sambil menghapus airmata umi Fatimah... " Iyah nak.. kamu memang benar benar anak baik, cuma nasib mu saja tidak seberuntung orang lain, kamu ingin kehadiran mu di akui orang sekitar saja kamu harus melakukan hal seperti ini karna jika kamu berpenampilan kamu apa ada nya kamu malah di campakan Banyak orang, jadi ini pengorbanan mu untuk sebuah kehadiran mu di rasakan oleh orang sekitar, kamu hanya ingin kehadiran mu di akui orang tapi kamu malah mendapatkan hal hal yang tidak pantas manusia dapatkan, bahkan hewan pun tidak pantas mendapat kan perlakuan seperti itu,, di dunia ini tidak lah ada yang sempurna, tapi kenapa ada kata bully dan hina di dunia ini, sedangkan allah tidak pernah menciptakan manusia hina kecuali mereka yang menghinakan diri nya sendiri... umi pun menyesali apa yang telah dia lakukan pada Alinka dan dia sadar bahwa Alinka hanya ingin kehadiran nya di rasakan orang sekitar dan orang orang bisa bersikap baik terhadap nya... lalu sekelompok anak anak TPA menghampiri Alinka " Ibu.. ibu.. biar pun ibu tidak cantik tapi hati ibu bagaikan bidadari lembut dan penyayang,, ibu baik ibu sayang kita semua.. " kata anak itu, Alinka pun hanya bisa mengelus mereka dan memeluk hangat mereka bahwa dia baru sadar anak anak nya lah yang selalu menyayangi dan menyukai Alinka... hari itu pun berlalu dengan penuh haru dan bahagia Alinka kembali ke rumah ustad untuk pamit karena keesokan hari nya dia akan pulang kampung... " Alin... kamu yakin nak besok kamu mau pulang?? " tanya ustad Fakhri, " Iyah... yakin ustad lagian udah lama juga Alin gak tengok abi dan umi di kampung, pasti mereka udah amat rindu pada Alin " jawab Alinka, "Maafin umi sekali lagi ya Alin.. umi sangat merasa bersalah, dan maafin anak anak umi juga karna mereka udah termakan omongan Alwa " sahut umi Fatimah,, " Iyah umi tidak apa apa.. Alin ngerti kok, jika Alwa tidak memperkeruh suasana semua nya tidak akan terjadi seperti ini... " ucap Alinka... " Kak,, maafin kita juga ya karna waktu itu udah gak percaya sama kakak " ucap anak anak ustad, zainab, salma dan fitria " Kita nyesel kak,, sekarang kami mengerti keadaan kakak " lanjut Salma.. " Iyah de, gak apa apa... sudah lah semua nya sudah berlalu... " jawab Alinka " Maafin abi juga tidak bisa membela kamu nak karna abi bingung dan harus bertindak adil pada semua " ucap ustad Fakhri.. " Iyah ustad, tidak apa apa... selama ini kebijakan dan kebaikan ustad lah yang sering Alin rasa kan selama tinggal di sini, terimakasih ustad sudah menjadi pelindung Alin... " jawab Alinka dan sebagai tanda minta maaf dan besok Alinka pulang kampung Alin pung menginap barang semalam di rumah ustad Fakhri untuk menghibur salma dan fitria yang tidak mau Alinka untuk pergi dari sini... Semalaman salma dan fitria nempel terus dengan Alinka, seperti anak kecil yang gak mau untuk di tinggal pergi saat itu mereka sangat lah manja sampe tidur pun mau bareng bareng bertiga dalam satu kasur,, dan zainab pun bertanya pada Alinka tentang keputusan nya dia akan pergi " Kak,, kakak yakin besok pulang?? " tanya zainab " Yakin lah de, orang sudah kangen sama umi sama abi dan juga abang " jawab Alinka sumbringah " Kakak tidak bakal balik lagi ke sini?? " masih tanya zainab " Emh... awal nya sih iya kakak ingin mundur saja tapi sekarang kan masalah nya udah kelar jadi insyaallah kakak balik lagi ke sini, lagian ustad juga ngasih izin kakak pulang cuma seminggu di kampung, abis itu kakak balik lagi ke sini " jelas Alinka " Janji yah kak, soal nya bakal ada sesuatu untuk kakak selepas kakak mudik " sahut zainab " Apa tuh?? " tanya Alinka " pokok nya rahasia sebelum waktu nya tiba gak boleh di bocorin " jawab zainab " Emh.. baik lah, udah malam udah kamu tidur besok kesiangan kuliah nya " ucap Alinka " Baik bos ku " sahut zainab sambil mencium Alinka dan memeluk nya...


Pagi hari pun tiba dengan membawa kecerahan pada hari itu, waktu nya Alinka siap siap dan ustad pun menyiap kan kendaraan untuk Alinka pulang kampung,, setelah semua rapih waktu nya Alinka berangkat menuju kampung halaman nya... " Umi,, abi.. Alin pulang dulu ya.. maafin kalo selama Alin di sini selalu ada masalah yang bikin repot umi dan abi,, " ucap Alinka " Justru umi yang harus minta maaf, maaf jika tempat ini membuat mu tidak nyaman dengan orang orang di sekitar nya dengan perlakuan umi dan anak anak umi,, maafin umi ya nak... " sahut umi.. " Kak,, balik lagi sini ya... awas kalo enggak " zainab, salma dan fitria pun menyahuti kata kata umi... " Iyah sayang,, kakak pasti kembali " ucap Alinka sambil tersenyum manis " Ayo nak abi antar biar kamu selamat sampe rumah " sahut ustad Fakhri " Iyah makasih abi " sahut Alinka " Umi, zainab, salma, fitria Alin pamit Assalamu'alaikum..." pamit Alinka " Wa'alaikumussalam " jawab umi, zainab, salma dan fitria...

__ADS_1


__ADS_2