
Apa yang salah pada kata itu?? Itu hanyalah sehelai kain yang menutupi sebagian wajah wanita.. pikir Alinka dalam benak nya, tapi mengapa, begitu banyak orang yang tidak menyukai nya?? Bahkan saking tidak suka nya, orang yang memakai nya pun kena imbas nya?? Pikir Alinka benar-benar merasa bingung,, jika sehelai cadar tidak ada manfaat nya bahkan merugikan orang lain kenapa orang-orang pada zaman nabi dahulu banyak memakai nya?? Bukan kah itu sebagian bukti taat nya kepada sang pencipta, bahwa fisik yang lengkap dan sempurna itu adalah anugrah dari allah swt dan bahkan menjadi sebuah titipan, sedangkan sebuah titipan merupakan tanggung jawab yang besar bagi orang yang di titipi nya, orang itu harus menjaga nya bahkan merawat nya dengan baik, begitu pun dengan fisik dan semua kelebihan nya itu adalah sebuah titipan dari allah yang harus kita jaga, sedangkan fisik wanita adalah sebagian besar aurat karna akan menjadi fitnah untuk kaum laki-laki, maka dari itu bagaimana cara kita menjaga titipan allah yang begitu besar nya, dengan cara menjaga nya, menutupi nya dari pandangan yang bukan mahram nya, bukan kah definisi cadar seperti itu?? Hanya untuk menutupi aurat seorang perempuan saja, tapi memang zaman sekarang cadar sudah banyak yang di persalah guna kan, mungkin itu sebab nya, sebagian orang tidak menyukai tentang cadar,, Pikir Alinka dalam...
" De apa menurut mu tentang cadar?? " Alinka sambil menepuk pundak Alfi.. " Menurut ku sih ya teh orang bercadar itu gak adil, mereka bisa melihat aurat kita tapi kita tidak bisa melihat aurat mereka " " Lantas pandangan mu tentang cadar negatif?? " balas Alinka,, " Enggak sih.. soal nya temen ku juga ada ko yang pake cadar " " Tapi kamu nyaman dengan teman mu yang bercadar?? " tanya Alinka penasaran.. " Nyaman, orang dia baik dan bisa menyesuai kan, saat dia di sekolah dan kumpul bareng temen-temen dia gak pake cadar tapi kalau di lingkungan nya dia pake cadar jadi lepas pake gitu teh." " Oh jadi gitu.." Alinkan sambil melamun,,
" Kenapa sih teh ko tumben tanya-tanya soal begituan?? " tanya Khadijah penasaran,, " Enggak, aku cuma mau tau aja.." Alinka membalas pertanyaan Khadijah sambil tersenyum hangat...
" Gini loh dulu masalalu ku sangat pahit,," Alinka falshback dan menceritakan masa kecil nya yang penuh dengan penderitaan...
" Dari aku SD sampai aku pindah ke sini dan udah segede ini kalian juga tau aku sering di bully sama orang, yang satu sekolah sama aku pasti tau.." tutur Alinka panjang lebar,, " Iyah tau " jawab Khadijah yang kebetulan satu sekolah sama Alinka sesudah Alinka pindak ke sini,,
" Karna aku berasal dari kota dan aku pindah sekitar kelas 4 SD ke sini, masuk MI ( Madrasah Ibtidaiyah ) dan dari mulai aku masih di kota aku selalu merasakan perlakuan buruk dari orang-orang di sekitar , mulai dari di bilang mirip 🐵🐒 lah, di kasarin tanpa sebab lah, di bilang maling prestasi lah, di pandang kaya monster/hantu lah, sampai-sampai anak-anak TK kalau liat aku pasti kaya liat badut pada liatin, trus di ikutin, ujung-ujung nya di ketawain sampai di tunjuk-tunjuk ke depan muka,, yang parah nya lagi pas aku MTS ada anak SD yang berani banget sama aku dia bilang muka ku penyok trus badan ku kecil gak pantas jadi murid MTS pantas nya juga jadi murid kelas 1 SD kata dia ( anak SD itu ) ekspresi Alinka seraya bersedih,, " Aku juga gak pengen kaya gini, kalo aku bisa merubah ini semua aku akan rubah, tapi ini tentang fisik, fisik yang sudah allah titipkan sewaktu kita masih di dalam kandungan... Alinka menetes kan air mata.. " Kalau hanya penampilan mungkin bisa aku untuk merubah nya tapi ini hal yang mustahil aku bisa merubah nya kecuali dengan keajaiban allah, apa ini salah ku?? Apa ini salah ibu ku?? " Alinka emosi sambil terus air mata bercucuran di pipi nya ketika menceritakan peristiwa itu...
" Sabar teh,, mungkin ini ujian..." Khadijah seakan menenangkan Alinka yang sedang terbawa suasana.. " Allah menguji umat nya bukan seakan allah tidak sayang, tapi justru sebalik nya, teteh orang kuat, teteh orang hebat dan allah tau itu.." ucap Khadijah sambil mendekap nya.
" Terkadang aku ingin secantik mu de " Alinka memandang Alfi,, " Kamu begitu cantik, banyak orang yang menyukai mu bahkan berteman dengan mu, bukti nya teman-teman mu begitu banyak " lanjut Alinka sambil berderai air mata...
" Teh, aku cantik, tapi aku tidak sebaik teteh, sesholehah teteh, cantik dan banyak orang yang suka tidak menjamin hidup bahagia, bahkan karena kecantikan kita ada yang berani memanfaatkan nya hanya untuk menjatuhkan harkat dan martabat kita teh, dan bersyukur lah jika kita tidak cantik, hanya orang-orang yang tulus dan ikhlas yang kelak akan bisa menerima teteh apa adanya, belum tentu dengan ku, karna kecantikan ku mungkin banyak cowo yang modal dusta mendekati ku bahkan mau mendapatkan ku, jadi bersyukur lah teh karna tidak ada cowo yang berani godain teteh bahkan ganggu teteh." Alfi dengan dewasa nya menjelaskan itu semua...
" Terkadang aku juga ingin sepintar kamu " mata Alinka tertuju pada Khadijah yang berada di samping nya,, " Bukan kah teteh juga pintar?? Bahkan teteh lebih pintar dari ku, pengalaman teteh lebih banyak daripada pengalaman ku, apalagi kelebihan teteh yang mungkin perlu aku sebutkan?? " jawab Khadijah menegaskan,,
" Teh kalau teteh sadar, teteh baik, sholehah, pinter, bersuara indah, pinter sholawatan, pinter ngaji, ramah sama semua orang, itu termasuk kelebihan teteh, teteh cuma punya satu kelemahan, ya memang tidak bisa di pungkiri teh, memang fisik teteh kurang tapi apalah arti sebuah fisik jika akhlak yang sangat sangat kurang teh, meski cantik kalo nyebelin tetep aja orang pada gak suka, bener gak?? " Khadijah seakan menghibur Alinka dengan perkataan nya..
" Tapi aku ingin berubah " nada rendah Alinka seakan putus asa.. " Berubah bagaimana?? " tanya Alfi dan Khadijah kompak...
__ADS_1
" Aku ingin berlindung di balik cadar " pandangan Alinka kosong,, " Istighfar teh, niat bercadar harus ikhlas karena allah " bantah Khadijah mengingatkan...
" Tapi aku merasa aman jika aku memakai cadar " Alinka pun bernada tinggi untuk yang pertama kali nya pada teman-teman nya...
" Mereka tidak akan sadar kalau aku berbeda dengan mereka " lanjut Alinka...
" Kalian gak akan pernah tau gimana rasa nya di bully dari kecil sampe sekarang, kalian tidak akan pernah tau gimana rasa nya di sebut mirip binatang, kalian gak akan pernah tau gimana rasa sakit nya melihat orang yang udah melahirkan kita nangis cuma gara-gara anak nya terhina,, itu semua menyakitkan bagi ku... " Alinka berteriak sambil menangis...
Alfi dan Khadijah memeluk Alinka yang terbawa emosi sambil menenangkan nya...
" Aku memang gak merasakan itu semua teh, tapi yakin lah jika sekarang ada yang bully teteh kita bertiga adalah orang yang pertama maju bela teteh,," bisik Alfi sambil memeluk erat Alinka...
" Kecerdasan ku, prestasi ku, semua kelebihan ku tidak menjadikan orang bersikap baik pada ku... " nada bicara Alinka pun menurun sambil tersungkur kelantai dengan air mata yang keluar begitu deras nya...
" Tapi akhlak mu menjadikan orang-orang menghormati mu teh " Khadijah pun berkata...
" Maaf kan aku yah, aku terbawa suasan jika aku menceritakan peristiwa masalalu ku lagi..." Alinka pun meminta maaf kepada Alfi dan Khadijah..
" Gak apa-apa kok teh maklum..." Alfi dan Khadijah pun tersenyum.
" Tapi boleh gak yah kalo niat bercadar seperti itu?? " lanjut Alinka bertanya pada kedua teman nya.. " menurut ku sih biarkan orang lain melihat apa adanya kita dulu nanti takut nya ada istilah menutupi kekurangan teh " Khadijah memberikan saran...
Betapa masih begitu banyak di benak Alinka yang tidak bisa dia utara kan, tapi, dengan cara nya Alinka pun mencari tau sendiri..
__ADS_1
" Bu Alinka boleh nanya?? " sambil mendekat pada ibu yang hendak pergi mengaji.. " Ada apa nak?? " jawab ibu sambil menatap anak gadis nya.. " Gimana pendapat tentang bercadar?? " ibu pun bengong seraya berpikir " Nak.. karna ibu juga tidak tau, nanti deh ibu tanyain pada ustad di pengajian yah" jawab ibu semangat,, " Iyah bu " sambil cium tangan ibu sambil mengantar ibu kedepan rumah..
Singkat cerita, sepulang nya ibu dari pengajian ibu membawa satu buah jawaban dari ustad " Ibu udah tau jawaban nya nak,, sini sini dengerin...!!! " ibu sambil melambai-lambaikan tangan nya,, " Gimana bu?? " " Kata ustad tadi jawaban nya, Boleh malah bagus kalau ingin bercadar apalagi niat nya lurus karna allah " ibu menjelaskan sambil tersenyum... Alinka pun melamun seakan memikirkan jawaban ibu... " Aku kan niat bercadar hanya untuk berlindung di balik cadar, apa aku salah ya kalo aku gak niat karna allah " hati kecil Alinka berbicara... " Nak.. loh kok malah bengong udah ibu kasih jawaban " kejut ibu menyadarkan lamunan Alinka... " Bu Alinka merasa aman jika kekurangan Alinka di tutupi jika di muka umum,, " Alinka pun jujur dengan apa yang di rasa kan nya,, " Setidak nya Alinka tidak melihat orang ngetawain dan bully Alinka karna mereka tidak sadar kalau aku berbeda dengan mereka " lanjut Alinka menjelas kan... " Nak,, seharus nya kalau mau bercadar harus ikhlas karena allah, jika memang niat mu begitu gak usah lah pake cadar yang lain kan bisa kalo hanya untuk menutupi,, " ibu pun memberi penjelasan... " Tapi apa bu?? Dengan apa aku harus menutupi ini??" Alinka Sambil nunjuk muka,, " Saputangan bisa?? " jawab ibu... " Mungkin bisa " Alinka pun menjawab.
Sejak saat itu kalau Alinka keluar rumah pasti bakal bawa saputangan, tapi dengan seiring nya waktu ibu pun memberi pendapat lagi tentang penampilan Alinka,, " Nak,, ibu berasa risih deh, kamu anak gadis tapi kemana-mana bawa saputangan melulu kaya nenek-nenek tau gak..." ibu pun berkomentar.. " lalu aku harus bagaimana bu?? " Alinka bertanya seakan panik.. ibu hanya terdiam... Alinka pun masuk kamar sambil terus berpikir,,
" Dengan apa ya Aku harus menutupi ini " Alinka berkata sambil melihat cermin...
Lalu terbesitlah satu hal yang akan bisa membantu pesoalan nya...
" Masker..!!! ya masker bisa menutupi, ini gak beda jauh dengan cadar " ucap Alinka semangat.
Semenjak saar itu Alinka sangat rajin membeli masker atau pun cadar sesekali buat dia pakai kalo lagi keluar rumah, meski Alinka sadar bahwa keputusan nya salah tentang menutupi kekurangan nya, tapi dia tidak punya cara lain supaya dia tidak terus di bully kalo lagi di luar rumah... Tapi ada beberapa kendala kalau selalu pakai masker, kalau di dalam rumah, masa iya harus terus pake masker tanpa di buka kalau gitu orang-orang bakal aneh dan curiga...
" Bu.. Alinka kalo pake masker berasa gak sopan deh kalo di dalam rumah, nanti takut nya ada yang tersinggung." " Yaudah kalo di dalam ruangan kamu buka aja,," " Ya sama aja dong bu aku membuka aib ku sendiri " rengek Alinka pada ibu nya,, " Habis mau gimana lagi " pertanyaan ibu pun buntu...
Alinka bengong dan berpikir kembali, memang dia sangat sangat tidak pede dengan sedikit kekurangan yang ada di tubuh nya, tapi Alinka tidak sedikit pun berniat jahat dengan menutupi kekurangan nya dia hanya ingin berlindung di saat tidak ada satu orang pun yang merasa bisa melindungi nya... karna dia sadar, dia tidak akan bisa selalu sama-sama dengan orang yang bisa melindungi nya, jadi dia harus mencari cara melindungi diri sendiri dari kejadian-kejadian tidak mengenakan...
Tapi Alinka pun selalu terbuka jika ada seseorang yang mau kenal dengan nya dengan menceritakan tentang dia apa ada nya dan Alinka bisa liat orang yang tulus ingin berteman dengan nya atau sekedar penasaran aja, kalo orang tulus ketika Alinka menampakan diri pada nya tanpa masker atau pun cadar dia tidak akan langsung berubah dan lantas menghilang, tapi hubungan pertemanan nya pasti akan lanjut sampai saat ini, udah banyak orang ketika minta lihat foto Alinka lalu Alinka pun memberikan nya orang itu malah menghilang dan berubah bahkan ada yang sampai blokir atau delete pertemanan, itu sudah jadi hal biasa buat Alinka, biasa nya sih kebanyakan kaum cowo yang sering seperti itu, bahkan cewe pun tidak jarang, pasti ada aja,, tapi Alinka tidak mau ambil pusing dia pun tidak menjadi orang yang ribet kalo mau berteman ya ayo, kalo tidak pun ya gak masalah.. itu sedikit prinsip tentang hidup Alinka.
" Teh, kenapa sih teteh kalo keluar rumah haruspake masker atau pun cadar?? Padahal kan ada kita, kita yang akan belain teteh dari orang-orang yang bully teteh.." tanya Alfi pun khawatir,, " De, teteh sadar bahwa kita gak akan selama nya akan selalu bareng-bareng, di saat kamu sudah dewasa dan punya jalan hidup sendiri kita pun akan berpisah, kelak kamu harus melanjutkan pendidikan mu terus mungkin kamu juga bakal kerja, jadi kebersamaan kita pun mungkin akan terhalang." Jelas Alinka pada teman yang amat dia sayangi.
Alfi pun seraya merenung dan menatap Alinka,, " Aku ingin kita bisa terus bersama teh, tapi tenang aja meski aku pergi jauh, aku tidak akan pernah lupakan teteh.." janji Alfi pada Alinka... " Janji yah...?? " Alinka sambil mengangkat kan jari kelingking nya,, " Janji " balas Alfi sambil menyatukan jari kelingking mereka lalu berpelukan...
__ADS_1
" Jadi, jika suatu saat aku bercadar kamu tidak akan masalah kan..?? " tanya Alinka pada Alfi,, " Jika itu membuat teteh merasa aman dan nyaman dan yang lebih utama nya tentang niat, aku pasti dukung teh.. berhijrah lah lurus kan niat mu untuk bercadar. " duku Alfi memberi kan semangat untuk Alinka... " Mungkin dengan seiring nya waktu niat ku akan berubah dan ikhlas karena allah de jadi sekarang biar lah aku menikmati manfaat dari cadar, karna ini membuat ku merasa aman dari bullyan mau pun dari pandangan orang yang bukan muhrim kita,," jelas Alinka.. " Iya iya ngerti ko... " sahut Alfi dan Khadijah.
Mulai saat itu Alinka pun juga mulai mengoleksi cadar dan mulai belajar memakai nya meski niat nya masih untuk berlindung di balik cadar, tapi lama kelamaan Alinka memakai cadar, Alinka mulai merasakan banyak manfaat nya, mulai dari lebih di hargai oleh kaum ikhwan dan merasa aman dari mata-mata jahat incaran syetan untuk mencari celah kesalahan kita, tapi tidak selama nya memakai cadar bisa merasa aman, tetap saja ada rasa risih karna di pandang negatif oleh sebagian orang, begitulah manusia tidak akan pernah luput dari penilaian orang maka dari itu pondasi iman kita harus kokoh dan kuat untuk menahan semua rintangan hidup ini..