
Setelah jam makan malam, semua berkumpul di ruang keluarga untuk saling berbagi cerita,,
Tiba tiba handphone abi berbunyi...
Abi pun mengangkat nya dan sedikit menjauh dari orang orang...
Ternyata yang menelpon abi adalah pak Imam bapak atasan Alinka, beliau bermaksud meminta maaf yang sebesar besar nya atas kejadian kemaren selama Alinka di luar kota,,
" Assalamu'alaikum... " ucap pak Imam dalam telpon nya
" Wa'alaikumussalam... " jawab abi
" Gimana pak ustad kabar nya,,?? " tanya pak imam
" Alhamdulillah pak, baik... " jawab abi
" Begini, saya menghubungi pak ustad bermaksud mau meminta maaf pasal masalah yang telah anak anak pak ustad alami kemaren waktu di luar kota... " jelas pak Imam
" Masalah?? " tanya abi pun heran
" Iyah... jadi begini... " sahut pak Imam
Dan perbincangan antara abi dan pak Imam pun berlalu lama...
Di samping abi sedang menerima telpon, Alinka dan yang lain nya pun asik berbagi cerita di ruang kluarga tanpa curiga kalo yang menelpon abi itu adalah bapak atasan...
Alinka lupa memberitahukan Pak Imam untuk tidak memberi tahu abi masalah kemaren...
" Umi coba cicipi oleh oleh yang kami bawa, semoga umi suka " sahut Alinka sambil memberikan beberapa tas jinjing kepada umi
" Kenapa repot repot nak... ini beli nya pasti pake uang kamu, padahal kamu sebentar lagi mau brangkat... " jawab umi
" Gak papa umi... Alin mau umi cicipi hasil jerih payah Alin.... " sahut Alinka
" Masyaallah nak, tapi kamu belikan juga keluarga mu di kampung...?? " tanya umi karna umi tidak mau Alinka hanya perhatian pada keluarga umi Fatimah dan abi Fakhry saja
" Tentu umi, nanti Alin kirim kan oleh oleh nya ke kampung halaman... " jawab Alinka
" Yaudah, syukur kalo begitu nak, umi jadi tenang... " sahut umi
" Memang nya ini apa nak,,?? " tanya umi sambil membuka tas jinjing itu
__ADS_1
" Itu oleh oleh khas kota itu saja umi... " jawab Alinka
" Kalo begitu terimakasih ya nak... " sahut umi sambil mencium Alinka
Setelah abi selesai berbincang, abi pun menanyakan kejadian itu...
" Alin... abi mau nanya, jawab dengan jujur nak....!!! " sahut abi tegas
" Iya abi... mau nanya apa...?? " tanya Alinka
" Ada kejadian apa saat kamu di luar kota?? " tanya abi tegas
Alinka terdiam....
" Ayo jawab pertanyaan abi nak... !!! " desak abi
Alinka tetap membisu..
" Zainab, ada kejadian apa saat kalian ada di luar kota kemarin...?? " abi pun mengalihkan pertanyaan nya pada Zainab
Dan Zainab pun terdiam juga...
Semua hening diam tanpa kata...
" Dimas, ada yang bisa jelaskan pada Ammu...?? " tanya abi tegas kepada Dimas
Dimas, Abim, Raka dan Rafli hanya bisa tertunduk
" Ada apa ini abi, kenapa suasana nya menjadi tegang seperti ini... " tanya umi panik
" Anak anak umi,, ada masalah sebesar ini, tapi mereka berusaha menyembunyikan nya terhadap kita... " jawab Abi sedikit bernada tinggi
Umi pun menatap kedua anak gadis nya yang masih tertunduk dan terlihat merasa bersalah...
" Alin, Zainab, pandang umi nak...!!! Coba cerita, ada apa....?? " sahut umi dengan sangat lembut
Alinka menatap wajah umi dengan berkaca kaca
" Ayo nak, umi tidak akan marah kalo semua anak umi bisa bicara dengan jujur, dan abi pun tidak akan marah juga, malah kita senang anak anak umi sudah berani jujur, meski pun anak umi dalam keadaan salah... " jelas dan bujuk umi dengan perlahan
Begitulah cara seorang ibu yang sangat lembut dan penuh kasih sayang, dia akan membujuk anak nya dengan perlahan dan penuh kesabaran dalam memecahkan masalah, sungguh lembut hati seorang ibu bagaikan selembut sebuah kapas, dan itu yang selalu membuat hati Alinka luluh untuk berbicara jujur...
__ADS_1
" Maaf umi,, mungkin ini semua gara gara Alin... " ucap Alinka memberanikan diri untuk buka suara
" Kenapa gara gara Alin....?? " tanya umi
" Maaf Ammi,, ini semua bukan gara gara kak Alin tapi salah nya Dimas " sahut Dimas juga berusaha buka suara
Umi dan abi pun melihat kearah Dimas...
" Maaf umi, sebetul nya ini salah kita semua, keteledoran kita semua, jadi tidak ada yang harus di salahkan, karna semua pun berbuat salah... " sahut Zainab mencoba menjelaskan
" Terus kalian lempar lempar masalah ke orang lain, sebenar nya apa yang terjadi, abi nanya sesimple itu nak, jangan berbelit belit... " sahut abi sedikit jengkel
" Sabar abi, jangan terbawa emosi, mereka bukan malah bisa bicara jujur, malah takut lihat abi marah... " ucap umi mengelus dada abi
" Habis abi kesel mi, tadi pak Imam sudah cerita semua, abi hanya takut akan keselamatan mereka mi, mereka di fitnah, acara kerjaan mereka di sabotase, Alinka sampe jatuh drop, abi hanya khawatir mereka kenapa napa... kenapa ada masalah sebesar ini kalian sembunyikan dari abi nak kenapa...?? Memang kalian pikir abi tidak akan bisa bantu kalian, tidak akan bisa bela kalian...?? Abi ini orang tua mu nak....!!! " jelas abi sangat menggebu gebu...
Lalu Alinka dan Zainab pun memeluk abi seakan bersujud di kaki abi...
" Maaf kan Alin dan Zainab Abi, kami tidak bermaksud menyembunyikan ini semua, kami cuma takut buat abi khawatir... " Sahut Alinka dan Zainab sambil menangis
" Justru dengan cara begini abi menjadi lebih khawatir nak.... !!! " jawab abi
" Maaf kan Alin dan Zainab sekali lagi abi, kita tidak bermaksud buat abi sekhawatir ini " sahut Alinka dan Zainab masih dengan keadaan menangis
" Ammu sudah, jangan marahin kak Alin dan Zainab lagi... sebenar nya kalo Dimas gak teledor dalam menjaga kak Alin, ini semua tidak akan pernah terjadi.... " jelas Dimas
" Jadi cerita yang sebenar nya ini gimana, abi pengen tau... " sahut Abi
Lalu Dimas pun menceritakan nya dari awal.....
Setelah mendengar cerita yang sebenar nya, emosi abi pun meredam...
" Nak... sebetul nya ini bukan hal sepele, kalian sampai di fitnah sama orang, di tuduh ini itu yang kalian pun tidak melakukan nya sama sekali, kalo sampe tidak terungkap kebenaran nya, kalian bisa di penjara, itu yang abi takut kan, untung saja pertolongan allah datang melalui rekaman kamera Rafli yang tidak di sengaja... Lain kali lebih berhati hati dalam bertindak nak, jangan di ulang kembali menutupi masalah sebesar ini, jika ada sesuatu langsung hubungi abi... " jelas abi kepada semua anak anak nya
" Iya abi, Maaf kan kita semua sudah membuat Abi marah dan khawatir... " sahut Alinka, Zainab, Dimas dan kawan kawan
" Abi marah karna ada orang yang berani membahayakan keselamatan kalian, ternyata Rama itu licik dan sangat jahat, abi tidak pernah menyangka... " jawab abi
" Sekarang Rama juga sudah Pak Imam pecat abi, jadi abi tidak usah khawatirkan kita lagi... " sahut mereka
Suasana pun mencair kembali menjadi hangat nya kekeluargaan, setelah semua nya meminta maaf kepada abi...
__ADS_1