《 WAJAH DI BALIK CADAR 》

《 WAJAH DI BALIK CADAR 》
UJIAN DI AWAL KEBAHAGIAAN Part8


__ADS_3

Begitu lah seterusnya, satu kali berbohong Faiz pun terus menutupi dengan kebohongan-kebohongan yang lainnya, meski mereka tidak ada hubungan apa-apa di belakang Alinka hanya sekedar bertemu dan saling menghibur tapi niat Marwah yang licik terus akan melancarkan jurusnya untuk meluluhkan Faiz dan membuat Faiz tunduk padanya.


 


Sampai 2 bulan lamanya, mereka sering bertemu menjadikan hubungan mereka semakin dekat dan akrab meski perasaan Faiz masih kuat pada Alinka tapi dia merasa senang dan bahagia jika sedang bersama Marwah, setidaknya Marwah bisa mengurangi rasa kesepiannya yang selama ini menggelayuti kehidupan Faiz.


 


Saat pagi menjelang Shema pun mencurigai gerak gerik Faiz yang 2 bulan terakhir ini terlihat bahagia dan bersemangat, sampai-sampai Faiz pun sering tersenyum sendiri ketika ia membayangkan sesuatu, tapi entah apa yang sedang dia bayangkan itulah pertanyaan besar di benak Shema, suatu hari Shema pun berniat menyelidiki Faiz dari belakang hal apa yang sedang dia kerjakan sehingga membuatnya menjadi seperti itu.


 


“Pagi sayang, aku berangkat kerja dulu ya, baik-baik di sini bersama Shema ya.” Ucap Faiz pada Alinka seperti biasa


 


“Shema aku titip istriku ya, jaga dia baik-baik jangan sampai di gigit nyamuk sekali pun.” Sahut Faiz sedikit berlebih dalam bersikap pagi ini.


 


Shema pun hanya mengangguk untuk menjawab permintaan Faiz.


 


Tidak lama kemudian Faiz pun berlalu dan Shema pun bersiap mengikutinya.


 


Sebelumnya Shema telah menitipkan Alinka pada perawat pribadi yang sudah Shema pekerja kan mulai hari ini untuk menggantikannya selama dia menyelidiki Faiz.


 


Awalnya memang Faiz benar-benar pergi ke kampus tempat dimana selama ini dia bekerja sebagai salah satu dosen di universitas itu.


 


Lalu Shema pun rela menunggu berlama-lama hingga hari sudah mulai petang barulah Faiz menuju suatu tempat yang Shema curigai selama ini.


 


Ya, Taman dimana di sana telah terlihat seseorang yang sudah menunggu kedatangan Faiz.


 


Lalu Faiz pun menghampirinya sambil menyapa mesra di lengkapi dengan sikap yang tak sepantasnya seorang laki-laki yang sudah menikah lakukan.


 


Faiz turut serta mendekap dan mencium kening seseorang itu yang terlihat jelas oleh Shema dia adalah Marwah, betapa hancurnya hati Shema ketika dia mengetahui itu semua seperti mewakili perasaan sahabatnya Alinka jika dia sendiri yang melihat kejadian ini entah apa yang akan terjadi.


 


Shema Cuma bisa mengawasi mereka dari kejauhan sambil bercucuran air mata mengingat sahabatnya yang sedang terbaring lemah sedangkan suaminya menduakan dia di luaran sana.


 


“Faiz, sungguh kejam dirimu, aku pastikan tidak akan pernah bisa memaafkan kesalahan mu Iz ingat itu, terlebih kamu sudah menghancurkan kepercayaan dan cinta suci sahabat ku Alinka.” Gerutu Shema sambil mengepalkan tangannya.


 


Beberapa jam Faiz menikmati waktu petang di taman itu bersama Marwah terlihat raut wajah bahagia dari keduanya tanpa memikirkan nasib seorang istri yang sedang berjuang melawan koma nya di ruang ICU.


 


Shema pun bergegas pulang terlebih dahulu dari pada Faiz agar Faiz sendiri pun tidak curiga karna seharian ini dia sudah mengikutinya.

__ADS_1


 


Setelah sampai di kamar dimana Alinka terbaring lemah Shema pun menumpahkan air matanya yang semenjak tadi ia bendung sambil memeluk erat Alinka.


 


“Maaf kan aku sahabatku, aku gagal menjaga suami mu dari malapetaka, dia telah termakan rayuan wanita busuk itu dan sekarang suami mu sudah terjebak perangkapnya, maaf kan aku Alin maaf kan aku, aku tidak bisa banyak membantu untuk keutuhan rumah tanggamu.” Ucap Shema tersedu-sedu.


 


Tetesan air mata Shema pun membuat Alinka sedikit merespons dirinya seketika alam bawah sadarnya membawa pada kesedihan yang sedang Shema rasakan saat ini dan Alinka pun terjebak dalam mimpi-mimpi tentang Shema yang sedang bersedih, dia ingin mencari tau apa inti permasalahannya tapi Alin sendiri tidak tau cara untuk memecahkan masalah tersebut.


 


Tepat pukul 18.00 waktu setempat Faiz pun baru sampai di rumah sakit.


 


“Assalamualaikum.” Ucap Faiz sambil meletakan tas kerjanya.


 


“Hai... sayang, bagaimana hari ini kamu baik-baik saja kan?” tanya Faiz pada Alinka yang terbaring lemah.


 


“Hari ini aku sangat bahagia sayang, akhirnya aku menemukan semangat hidupku kembali, semoga nanti kamu lekas sembuh lalu kita arungi bahtera rumah tangga bersama.” Lanjut cerita Faiz pada istrinya yang membisu tidak akan ada respons sedikit pun dari nya.


 


“Kenapa kamu kok kelihatan bahagia sekali?” tanya Shema ketus.


 


“Aku lagi bahagia Shema, hari ini aku mendapatkan satu kebahagiaan yang tidak pernah aku sangka.” Jawab Faiz sambil tersenyum bahagia.


 


 


“Ada lah Shema kamu gak perlu tau.” Jawab Faiz sambil sedikit melonggarkan dasi yang di pakainya.


 


“OH,,” Jawab Shema


 


“Kenapa kok kamu ketus banget hari ini, lagi PMS pasti ya?” tanya Faiz yang mulai merasa sikap Shema tidak seperti biasa.


 


“Gak.” Jawab Shema sambil menghampiri Alinka lalu duduk di sampingnya.


 


“Oh Yaudah, malam ini aku titip Alinka karna ada kerjaan yang harus aku kerjakan dan dengan terpaksa aku harus mengerjakannya di apartemen bukan di sini.” Pinta Faiz.


 


“Kenapa kok tumben, biasanya juga kalo ada lembur di kerjai nya suka di sini kan, kenapa sekarang kok tumben mau di kerjakan di apartemen, ada apa?” Tanya Shema mulai mendesak Faiz.


 


“Gak papa Shema, Cuma aku merasa sangat lelah saja hari ini dan ingin beristirahat dengan baik di rumah.” Jawab Faiz sedikit dengan alasannya.

__ADS_1


 


Shema pun tidak bisa mendesak Faiz kembali karna takut Faiz mencurigai niatnya untuk membongkar kebohongan Faiz selama ini.


 


Lalu Faiz pun mulai meninggalkan Shema dan Alinka berdua di rumah sakit.


 


Tiba-tiba air mata Shema pun menetes kembali dan dia pun menangis tersedu-sedu di samping Alinka.


 


Tidak lama kemudian, ummi dan ibu pun tiba dan melihat Shema yang sedang menangis tersedu di dekat Alinka.


 


“Nak, kenapa kamu menangis?” Tanya ibu saat menghampiri Shema.


 


Seketika Shema pun terkejut dan langsung menghapus air matanya yang membasahi pipi.


 


“Emh... ummi, ibu kapan sampai? Kok Shema gak dengar ummi dan ibu masuk?” tanya Shema gugup sambil sibuk mengelap air matanya.


 


“Kenapa ayo jawab jujur cerita sama ummi.” Bujuk ummi Fatimah.


 


Shema pun bingung apa yang harus dia lakukan kepada ummi dan ibu dan dia pun hanya bisa menangis sambil memeluk ummi.


 


“MasyaAllah nak, ada apa ummi jadi bingung melihat keadaan mu yang seperti ini.” Ucap ummi Fatimah sambil mengelus-elus punggungnya.


 


“Ini minum dulu nak ibu buatkan teh manis hangat biar kamu sedikit tenang dan bisa sedikit bercerita.” Sahut ibu Alinka yang tiba-tiba saja memberikan segelas teh manis hangat untuk Shema.


 


“Ummi... ibu... maafkan Shema, Shema gak bisa jaga Faiz untuk Alin dan Shema gak bisa bantu pertahanin keharmonisan rumah tangga Alin dan Faiz.” Ucap Shema sambil tersedu-sedu.


 


Umi dan ibu pun semakin merasa bingung dengan apa yang Shema ucapkan.


 


“Apa maksud semua ini nak, kami tidak mengerti.” Ucap ibu Alinka sambil memegang tangan Shema.


 


Shema hanya bisa menatap dalam pada kedua bola mata ummi dan ibu sambil menahan tangisnya.


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2